• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis faktor dan variabel yang berpengaruh pada kinerja daya saing tenaga kerja pelaksana

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN (Halaman 58-62)

RISK RANKING PENYEBAB

4.4. Analisis peningkatan kinerja daya saing dari faktor efektifitas dan kualitas hasil kerja dan keselamatan kerja

4.4.2. Analisis peningkatan kinerja daya saing berdasarkan kapabilitas tenaga kerja pelaksana pada pekerjaan jalan

4.4.2.2. Analisis faktor dan variabel yang berpengaruh pada kinerja daya saing tenaga kerja pelaksana

Variabel independent (X) berdasarkan studi literatur dan referensi lingkup kompetensi tenaga kerja yang bersangkutan sebagai ukuran dari kapabilitasnya yaitu pencapaian kompetensi, dibagi dalam dua kategori, yaitu variabel hambatan peningkatan kinerja daya saing eksternal dan internal. Khusus untuk variabel hambatan internal, elemen hambatan dipisahkan berdasarkan empat jabatan kerjanya, yang diuraikan pada Tabel 4.50.

Tabel 4.50. Variabel independent tenaga kerja tingkat pelaksana

X Uraian

AX Hambatan eksternal

BX Hambatan internal yang terjadi pada jabatan kerja Asphalt Finisher Operator CX Hambatan internal yang terjadi pada jabatan kerja Asphalt Mixing Plant Operator DX Hambatan internal yang terjadi pada jabatan kerja Asphalt Sprayer Operator EX Hambatan internal yang terjadi pada jabatan kerja Road Asphalt Worker

Variabel hambatan eksternal dan internal peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja untuk tingkat tenaga pelaksana yang diperoleh dari hasil kuestioner penelitian bagian pertama adalah seperti yang diuraikan pada Tabel 4.51.

Tabel 4.51. Variabel hambatan peningkatan daya saing tenaga pelaksana.

Hambatan eksternal dan internal Hambatan eksternal

AX1 Kurangnya dukungan manajer proyek pada saat penerapan bakuan kompetensi. AX2 Alokasi dana yang tidak mencukupi untuk penerapan bakuan kompetensi.

AX3 Tidak dilakukan pelatihan penerapan bakuan kompetensi terhadap tenaga kerja proyek. AX4 Sarana pendukung penerapan bakuan kompetensi yang tidak memadai. Seperti alat kerja

dan material.

AX5 Kesiapan sumber daya proyek dalam menerapkan bakuan kompetensi.

AX6 Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak mendukung upaya penerapan bakuan kompetensi

Hambatan eksternal dan internal

AX8 Belum ada R&D yang memadai pada penerapan bakuan kompetensi secara menyeluruh. AX9 Fasilitas insentif dari perusahaan yang kurang jelas

AX10 Sistem perusahaan belum siap menerapkan bakuan kompetensi yang baru

AX11 KKN dalam pelaksanaan tender mengakibatkan nilai perolehan perusahaan tidak sepadan AX12 Belum jalannya mekanisme bakuan kompetensi nasional.

AX13 Kurangnya kesadaran perusahaan mengenai pentingnya bakuan kompetensi. AX14 Belum adanya standar nasional bakuan kompetensi

AX15 Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang belum berfungsi

YA Pengaruh hambatan-hambatan terhadap pencapaian kompetensi kerja

Hambatan internal yang terjadi pada jabatan kerja Asphalt Finisher Operator

BX1 Teknik apliksi pengoperasian ashpalt finisher

BX2 Struktur dan fungsi asphalt finisher

BX3 Teknik dasar pengoperasian asphalt finisher

BX4 Pengusutan gangguan sederhana pada asphalt finisher BX5 Pemeliharaan harian asphalt finisher

BX6 Melaksanakan teknik pengoperasian asphalt finisher

BX7 Melaksanakan teknik dasar pengoperasian asphalt finisher BX8 Membuat laporan operasi

BX9 Melaksanakan pemeliharaan harian asphalt finisher

BX10 Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja BX11 Kepatuhan terhadap prosedur kerja

BX12 Kedisiplinan dalam bekerja

BX13 Penggunaan alat kerja secara sembarangan / tidak hati-hati BX14 Kepatuhan terhadap instruksi kerja

BX15 Ketelitian dalam melakukan pekerjaan

YB Pengaruh hambatan-hambatan terhadap pencapaian kompetensi kerja

Hambatan internal yang terjadi pada jabatan kerja Asphalt Mixing Plant Operator

CX1 Teknik dasar pengoperasian asphalt mixing plant CX2 Struktur dan fungsi asphalt mixing plant

CX3 Pemeliharaan harian asphalt mixing plant

CX4 Jenis dan sifat material/bahan pencampur aspal

CX5 Pengusutan gangguan sederhana pada asphalt mixing plant CX6 Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja

CX7 Melaksanakan pemeliharaan harian asphalt mixing plant

CX8 Melaksanakan teknik dasar pengoperasian asphalt mixing plant CX9 Kepatuhan terhadap prosedur kerja

CX10 Membuat laporan operasi CX11 Kedisiplinan dalam bekerja

CX12 Ketelitian dalam melakukan pekerjaan

CX13 Penggunaan alat kerja secara sembarangan / tidak hati-hati CX14 Kepatuhan terhadap instruksi kerja

YC Pengaruh hambatan-hambatan terhadap pencapaian kompetensi kerja

Hambatan internal yang terjadi pada jabatan kerja Asphalt Sprayer Operator

DX1 Jenis dan sifat material/bahan pencampur aspal DX2 Pemeliharaan harian asphalt sprayer

Hambatan eksternal dan internal

DX3 Teknik aplikasi pengoperasian asphalt sprayer DX4 Struktur dan fungsi asphalt sprayer

DX5 Pengusutan gangguan sederhana pada asphalt sprayer DX6 Melaksanakan teknik aplikasi pengoperasian asphalt sprayer DX7 Melaksanakan teknik dasar pengoperasian asphalt sprayer DX8 Melaksanakan pemeliharaan harian asphalt sprayer

DX9 Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja DX10 Membuat laporan operasi

DX11 Kepatuhan terhadap prosedur kerja

DX12 Penggunaan alat kerja secara sembarangan / tidak hati-hati DX13 Ketelitian dalam melakukan pekerjaan

DX14 Kedisiplinan dalam bekerja DX15 Kepatuhan terhadap instruksi kerja

YD Pengaruh hambatan-hambatan terhadap pencapaian kompetensi kerja

Hambatan internal yang terjadi pada jabatan kerja Road Asphalt Worker

EX1 Mengatur lalu lintas EX2 Pengukuran EX3 Peralatan kerja

EX4 Pengenalan bahan dan material EX5 Metode kerja

EX6 Pengenalan bahan EX7 Menggunakan peralatan EX8 Kepatuhan terhadap instruksi kerja EX9 Kedisiplinan dalam bekerja EX10 Kepatuhan terhadap prosedur kerja

EX11 Penggunaan alat kerja secara sembarangan / tidak hati-hati EX12 Ketelitian dalam melakukan pekerjaan

YE Pengaruh hambatan-hambatan terhadap pencapaian kompetensi kerja Sumber : Hasil olahan

Analisis faktor dan variabel yang berpengaruh dilakukan dengan cara melakukan analisis korelasi. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui apakah ada korelasi antara variabel dependen dan independen yang diteliti, dan apabila ada hubungan, maka bagaimana arah hubungan dan seberapa besar hubungan tersebut. Setelah dilakukan analisis korelasi, maka diperoleh hasil yang ditunjukkan dalam Tabel 4.52.

Tabel 4.52. Analisis korelasi untuk Road Asphalt Worker(YE)

Var Pearson Correlation Sig. (2-tailed) EX1 0.569(**) 0.00 EX2 0.320(*) 0.044 EX3 0.330(*) 0.037 EX4 0.252 0.116

Var Pearson Correlation Sig. (2-tailed) EX5 0.395(*) 0.012 EX6 0.420(**) 0.007 EX7 0.501(**) 0.001 EX8 0.326(*) 0.04 EX9 0.678(**) 0.00 EX10 0.573(**) 0.00 EX11 0.186 0.252 EX12 0.06 0.712 (*) > 0.3 (**) > 0.4

Sumber: Hasil olahan

Tanda negatif (-) dan positif (+) hanya menandakan penafsiran dari hasil korelasi, apabila bertanda negatif maka korelasi menunjukan hubungan yang berlawanan, dan positif menandakan hubungan yang searah. Koefisien korelasi yang diambil dibatasi dengan ketentuan r > 0.4. Dari hasil analisis korelasi diatas, dapat dijelaskan bahwa : terdapat variabel-variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan, dan tingkat hubungan tersebut dapat dilihat pada tabel tingkat korelasi. Variabel tersebut adalah :

 EX1 Mengatur lalu lintas  EX2 Pengukuran

 EX3 Peralatan kerja  EX5 Metode kerja  EX6 Pengenalan bahan  EX7 Menggunakan peralatan

 EX8 Kepatuhan terhadap instruksi kerja  EX9 Kedisiplinan dalam bekerja

 EX10 Kepatuhan terhadap prosedur kerja

Cara yang sama dilakukan juga untuk faktor eksternal, Asphalt Mixing Plant, Asphalt Finisher Operator, dan Road Asphalt Worker.

4.4.2.3. Analisis penyebab kinerja daya saing rendah pada tenaga kerja

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN (Halaman 58-62)