• Tidak ada hasil yang ditemukan

3 METODOLOGI PENELITIAN

6.2 Analisis Finansial

6.2.3 Analisis finansial bagan tancap

(1). Analisis pendapatan usaha bagan tancap

Analisis pendapatan usaha digunakan untuk menghitung besarnya total pendapatan yang diperoleh dari suatu usaha. Total pendapatan diperoleh dari total penerimaan dikurangi dengan total biaya dalam suatu proses produksi. Total penerimaan diperoleh dari produksi fisik dikaitkan dengan harga produksi. Biaya produksi adalah nilai dari semua faktor produksi yang digunakan, baik dalam

bentuk benda maupun jasa selama proses produksi berlangsung (Soekartawi 2005). Total penerimaan usaha yang diperoleh yaitu sebesar Rp. 79.800.000 dan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 49.190.000, maka diperoleh keuntungan sebesar Rp. 23.610.000. Nilai ini diperoleh dari total penerimaan dikurangi total biaya.

(2). Analisis revenue-cost ratio (R/C)

Analisis R/C merupakan perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya. Semakin besar R/C maka akan semakin besar pula keuntungan yang diperoleh. Nilai R/C yang diperoleh sebesar 1,48, nilai ini lebih besar dari satu, artinya usaha ini menguntungkan dimana setiap Rp. 1,00 biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,48 atau dengan kata lain akan menghasilkan keuntungan Rp. 1,48.

(3). Analisis break even point (BEP)

Titik impas adalah keadaan dimana jumlah penerimaan sama dengan jumlah pengeluaran. Analisis BEP digunakan untuk mengetahui sampai batas mana usaha pengembangan bagan tancap masih memperoleh keuntungan. BEP

nilai produksi sebesar Rp. 31.292.924, artinya usaha ini akan memberikan keuntungan apabila berada pada titik sama atau lebih besar dari Rp. 31.292.924. BEP volume pada usaha bagan tancap sebesar16.506 kg, artinya usaha ini akan menghasilkan keuntungan apabila telah memproduksi ikan sebanyak 16.506 kg.

(4). Rentabilitas (ROI)

Return on investment adalah kemampuan suatu usaha untuk menghasilkan keuntungan. Dalam analisis di dapatkan ROI sebesar 32 %, artinya nilai ini menunjukkan bahwa investasi usaha perikanan bagan tancap di Kabupaten Banyuasin layak dikembangkan. Hasil analisis usaha bagan tancap di Kabupaten Banyuasin tahun 2006 disajikan pada Tabel 30.

Tabel 30 Analisis usaha pengembangan bagan tancap di Kabupaten Banyuasin tahun 2006

Kriteria Usaha Nilai

R/C 1,48

ROI 32%

BEP Nilai Produksi (Kg) 16,506

BEP Volume Produksi (Rp) 31.292.924

Keuntungan (Rp) 23.610.000

Sumber : Data primer diolah

2. Analisis kriteria investasi bagan tancap

Analisis kriteria investasi (cash flow) terdiri atas arus masuk (inflow) dan arus keluar (outflow). Arus masuk menggambarkan penerimaan yang diperoleh dari suatu usaha, sedangkan arus keluar menerangkan biaya yang digunakan dalam suatu usaha. Arus masuk berasal dari penerimaan penjualan output dan nilai sisa yang diperoleh dari nilai barang yang tidak habis digunakan setelah umur teknisnya habis. Arus keluar yang dihitung yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Untuk memutuskan layak atau tidaknya suatu proyek dilaksanakan dengan menentukan NPV, Net B/C dan IRR dapat dilihat pada Tabel 31. Untuk menghitung dengan kriteria investasi dilakukan dengan menyusun cash flow. Tabel 31 Hasil perhitungan cash flow pada unit penangkapan bagan tancap di

Kabupaten Banyuasin

No Keterangan Jumlah

1. NPV 214.477.312

2. Net B/C 3,94

3. IRR 83%

Sumber : Data primer diolah

Berdasarkan Tabel 31, dapat diketahui nilai NPV sebesar Rp. 214.477.312, artinya nilai saat ini dari keuntungan yang akan diperoleh selama umur proyek 10 tahun di masa yang akan datang adalah Rp. 214.477.312. Nilai Net B/C sebesar 3,94, artinya setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar 3 rupiah 94 sen selama umur proyek 10 tahun dengan suku bunga 15 %. IRR sebesar 83 %, artinya usaha proyek tersebut mampu memberikan tingkat pengembalian atau keuntungan sebesar 83 % per tahun dari seluruh investasi yang ditanamkan selama umur proyek 10 tahun. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha pengembangan bagan tancap di Kabupaten Banyuasin layak untuk dikembangkan.

3. Analisis sensitivitas bagan tancap

Agar akurasi analisis semakin tinggi maka disertakan pula analisis sensitivitas untuk melihat pengaruh apa yang akan terjadi akibat perubahan harga input atau bahan baku yang akan berdampak pada nilai output diakhir perhitungan. Dalam penelitian ini faktor yang akan dianalisis adalah perubahan harga solar dan minyak tanah terhadap penurunan harga ikan sebagai komponen terbesar. Metode yang digunakan adalah switching value. Komponen tersebut merupakan komponen variabel utama yang dianggap peka dalam proses penangkapan bagan tancap.

Berdasarkan hasil analisis sensitivitas secara umum kegiatan penangkapan ikan pelagis dengan menggunakan alat tangkap bagan tancap layak dilakukan (Lampiran 18) pada discount factor 15 %.

Berdasarkan metode tersebut diperoleh nilai untuk kenaikan harga solar dan minyak tanah sebesar 93 % dan penurunan harga ikan sebesar Berdasarkan 18,5 % pada bagan tancap. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa apabila terjadi perubahan harga solar dan minyak tanah serta harga ikan, maka kriteria investasi akan mengalami perubahan. Nilai kriteria investasi setelah dilakukan analisis sensitivitas pada usaha penangkapan bagan tancap dapat dilihat pada Tabel 32 dan 33 dan untuk perhitungan lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 19 dan 20.

Berdasarkan Tabel 32 dapat dilihat perhitungan analisis sensitivitas terhadap kenaikan harga solar dan minyak tanah sebesar 93 % dari harga solar Rp. 5.000 menjadi Rp 9.650 dan minyak tanah Rp. 3.000 menjadi Rp. 5.790 pada unit penangkapan bagan tancap. Net B/C yang dihasilkan 0,995 dan nilai

IRR yang dihasilkan 14,83 % dibawah tingkat suku bunga yang berlaku.

Hasil perbandingan sebelum dan sesudah perubahan harga solar dan minyak tanah menyebabkan nilai NPV, Net B/C dan IRR ikut berubah. Perubahan nilai NPV sebesar Rp. 214.825.734 dari 214.477.312 setelah mengalami kenaikan solar dan minyak tanah menjadi Rp (348.422), Net B/C

Tabel 32 Perbandingan nilai kriteria investasi akibat kenaikan harga solar dan minyak tanah sebesar 93 % pada bagan tancap tahun 2006

No Kriteria Investasi

Sebelum kenaikan harga solar (Rp.5000)

dan minyak tanah (Rp.3000) Sesudah kenaikan harga solar (Rp.9.650) dan minyak tanah (Rp.5.790) Perubahan 1. NPV (Rp) 214.477.312 (348.422) 214.825.734 2. Net B/C 3,94 0,995 2,95 3. IRR (%) 83% 14,83% 68,17%

Sumber : Data primer diolah

Berdasarkan Tabel 33 dapat dilihat perhitungan analisis sensitivitas terhadap penurunan harga ikan sebesar 18,5 % dari harga ikan Rp. 8,000 menjadi Rp 6.250 pada unit penangkapan rawai hanyut. Net B/C yang dihasilkan 0,99 dan nilai IRR yang dihasilkan 14,69 % dibawah tingkat suku bunga yang berlaku.

Hasil perbandingan sebelum dan sesudah perubahan harga solar dan minyak tanah menyebabkan nilai NPV, Net B/C dan IRR ikut berubah. Perubahan nilai NPV sebesar Rp. 56.244.336 dari 55.855.075 setelah mengalami penurunan harga ikan menjadi Rp (389.261,12), Net B/C sebesar 0,99 dan nilai IRR menjadi 14,69 %.

Tabel 33 Perbandingan nilai kriteria investasi akibat penurunan harga ikan sebesar 18,5 % pada bagan tancap tahun 2006

No Kriteria Investasi

Sebelum penurunan harga ikan (Rp.8,000)

Sesudah penurunan

harga ikan (Rp.6,520) Perubahan 1. NPV (Rp) 214.477.312 (87.497) 214.564.809

2. Net B/C 3,94 0,99 2,95

3. IRR (%) 83% 14,96% 68,04%

Sumber : Data primer diolah