BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Fluktuasi Konsentrasi Pada Air dan Sedimen
Hasil uji BOD pada air dan lumpur di lima titik yang dilakukan selama tiga bulan didapatkan hasil seperti pada Gambar 4.1 dan Gambar 4.2.
Gambar 4.1 Fluktuasi Konsentrasi BOD Air di Lima Titik Selama Tiga Bulan
Dari Gambar 4.1 dan Gambar 4.2 didapatkan hasil berupa, pada titik lima kecenderungan konsentrasi BOD tinggi hal ini dikarenakan adanya penghalang sampah pada titik ini, sehingga lumpur maupun sampah tidak dapat mengalir ke segmen kali setelahnya. Pada bulan Juli konsentrasi BOD pada air terjadi penurunan, dikarenakan pada Juni akhir ada libur nasional sehingga aktivitas warga dan pabrik sekitar sungai tersebut mengalami penurunan untuk beberapa saat. Sehingga konsentrasi lumpur BOD pada bulan Juli terjadi peningkatan. Dimana aktivitas di sekitar sungai tidak seperti hari-hari biasanya yang dapat menjadi salah satu alasan terjadi pengendapan lumpur. Selain itu
0
Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Titik 5
juga tingginya bukaan pintu air DAM Gunungsari pada bulan Juni 2017 dengan rata-rata tinggi bukaan 103,89 cm membuat pencemar terbawa arus sungai hingga ke segmen sungai selanjutnya. Karena bukaan pintu air DAM Gunungsari pada ketiga bulan tersebut merupakan bukaan atas sehingga berkurangnya konsentrasi pencemarnya juga turun mengikuti tinggi bukaan pintu air DAM Gunungsari tersebut. Dampak dari bukaan pintu atas adalah tidak terkurasnya endapan lumpur sehingga terjadi peningkataan konsentrasi BOD lumpur dari bulan Juni 2017 ke bulan Juli 2017. Kemungkinan terjadinya penurunan konsentrasi lumpur BOD pada bulan Agustus 2017, terjadinya resuspensi dimana konsentrasi BOD air pada bulan Agustus sedikit meningkat dari bulan sebelumnya, atau terjadi pengerukan lumpur yang diambil oleh
Gambar 4.2 Fluktuasi Konsentrasi BOD Lumpur di Lima Titik Selama Tiga Bulan
Hasil uji COD pada air dan lumpur di lima titik yang dilakukan selama tiga bulan didapatkan hasil seperti pada Gambar 4.3 dan Gambar 4.4. Kecenderungan fluktuasi yang tidak menentu seperti
0 20000 40000 60000 80000 100000
Juni Juli Agustus
mg/L
Bulan
Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Titik 5
di sekitar sungai tidak seperti hari-hari biasanya yang dapat menjadi salah satu alasan terjadi pengendapan lumpur. Selain itu juga tingginya bukaan pintu air DAM Gunungsari pada bulan Juni 2017 dengan rata-rata tinggi bukaan 103,89 cm membuat pencemar terbawa arus sungai hingga ke segmen sungai selanjutnya. Karena bukaan pintu air DAM Gunungsari pada ketiga bulan tersebut merupakan bukaan atas sehingga berkurangnya konsentrasi pencemarnya juga turun mengikuti tinggi bukaan pintu air DAM Gunungsari tersebut. Dampak dari bukaan pintu atas adalah tidak terkurasnya endapan lumpur sehingga terjadi peningkataan konsentrasi BOD lumpur dari bulan Juni 2017 ke bulan Juli 2017. Kemungkinan terjadinya penurunan konsentrasi lumpur BOD pada bulan Agustus 2017, terjadinya resuspensi dimana konsentrasi BOD air pada bulan Agustus sedikit meningkat dari bulan sebelumnya, atau terjadi pengerukan lumpur yang diambil oleh
Hasil uji COD pada air dan lumpur di lima titik yang dilakukan selama tiga bulan didapatkan hasil seperti pada Gambar 4.3 dan Gambar 4.4. Kecenderungan fluktuasi yang tidak menentu seperti konsentrasi BOD juga terjadi pada COD. Terjadi peningkatan konsentrasi pada titik 5 pada bulan Juni dan Juli. Begitu juga dengan apa yang terjadi pada hasil yang di dapat pada bulan Juli.
Kecenderungan fluktuasi yang tidak menentu seperti konsentrasi BOD juga terjadi pada COD. Terjadi peningkatan konsentrasi pada titik 5 pada bulan Juni dan Juli. Begitu juga dengan apa yang terjadi pada hasil yang di dapat pada bulan Juli. Bukaan pintu air DAM Gunungsari ini memang berpengaruh pada berkurangnya konsentrasi BOD dan COD pada air, namun karena bukaan pintu pada ketiga bulan tersebut adalah bukaan atas, sehingga mengakibatkan penumpukkan lumpur pada dasar sungai, terlebih lagi adanya penghalang sampah pada titik 5 yang berupa plat besi yang menjulang kedalam sungai dapat mengakibatkan adanya lumpur yang tertahan pada plat tersebut. Meskipun plat tersebut tidak seluruhnya masuk hingga dasar sungai, partikel pencemar yang berada pada permukaan sebagian dapat tertahan dan mengendap pada titik ini. Karenanya titik 5 cenderung memiliki konsentrasi BOD COD air dan sedimen lebih tinggi dibanding titik-titik lain.
Gambar 4.3 Fluktuasi Konsentrasi COD Air di Lima Titik Selama Tiga Bulan
Gambar 4.4 Fluktuasi Konsentrasi COD Lumpur di Lima Titik Selama Tiga Bulan
0,0 10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 60,0
Juni Juli Agustus
mg/L
Bulan
Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Titik 5
0,0 20000,0 40000,0 60000,0 80000,0 100000,0 120000,0 140000,0
Juni Juli Agustus
mg/L
Bulan
Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Titik 5
4.2 Analisis Koefisien Korelasi Pada Air dan Sedimen Untuk Parameter BOD dan COD
Uji korelasi menggunakan uji Product Moment Pearson, dilakukan untuk mendapatkan korelasi antara BOD air dengan BOD lumpur untuk menentukan adanya resuspensi pada segmen sungai tersebut., Hasil yang didapat bisa menentukan kuat atau tidaknya korelasi antara kedua variabel yang di uji. Dengan menggunakan software minitab 16 dapat langsung diketahui korelasi dan juga p value dari setiap data yang di masukkan.
Keeratan korelasi sebuah data juga dilihat, semakin besarnya nilai korelasinya namun nilai p value juga menentukan apakah data yang di input kedalam minitab ini signifikan atau kurang signifikan.
Data yang dibilang signifikan adalah data dengan p value 0,01 – 0,05. Nilai koefisien korelasi yang kecil (tidak signifikan) bukan berarti kedua variabel tersebut tidak saling berhubungan. Keeratan korelasi dapat dilihat sebagai berikut:
1. 0,00 sampai 0,20 berarti korelasi memiliki keeratan sangat lemah
2. 0,21 sampai 0,40 berarti korelasi memiliki keeratan lemah0,41 sampai 0,70 berarti korelasi memiliki keeratan kuat
3. 0,71 sampai 0,90 berarti korelasi memiliki keeratan sangat kuat
4. 0,91 sampai 0,99 berarti korelasi memiliki keeratan sangat kuat sekali
5. 1 berarti korelasi sempurna
Tabel 4.1 Konsentrasi BOD Air dan Lumpur 5 Juni 2017
Titik
Gambar 4.5 Koefisien Korelasi BOD Air dan Lumpur 5 Juni 2017
Gambar 4.6 Grafik Scatterplot BOD Air dan Lumpur 5 Juni 2017 Pada Gambar 4.5 koefisien korelasi antara BOD air dengan BOD lumpur pada tanggal 5 Juni 2017 didapat 0,415, keeratan yang didapat antara kedua variabel tersebut adalah keeratan kuat.
Korelasi ini merupakan korelasi positif seperti pada Gambar 4.6 dimana terjadi hubungan sebab akibat apabila terjadi enambahan nilai variabel X (BOD Air) maka akan diikuti terjadinya penambahan nilai variabel Y (BOD Lumpur). Namun pada kasus ini, meningkatnya konsentrasi BOD Air tidak selalu dengan
meningkatnya BOD Lumpur. Karena dari titik sampling 1 hingga 5 terjadi peningkatan konsentrasi seperti pada Tabel 4.1 Pada titik 1 dan 2 memang menunjukan adanya semakin meningkatnya konsentrasi BOD air akan meningkat juga konsentrasi BOD Lumpurnya, namun pada titik selanjutnya tidak menunjukan adanya sebab akibat antara kedua variabel tersebut. Sehingga dapat di jelaskan korelasi tersebut positif dengan keeratan kuat, namun tidak menunjukan adanya korelasi dimana segmen sungai pada bulan Juni ini terjadi resuspensi. Dikarenakan adanya peningkatan konsentrasi ini disebabkan adanya limbah masuk dari industri sekitar maupun limbah domestik yang dibuang ke segmen sungai tersebut. Nilai p value yang didapat 0,487. Dapat diartikan jika dilakukan pengambilan 100 kali test pada percobaan ini maka akan terjadi error sebanyak 48 kali. Sehingga hanya 50 kali test yang dinyatakan berhasil dan dinyatakan tidak signifikan.
Table 4.2 Konsentrasi BOD air dan lumpur 5 Juli 2017
Titik Sampling
BOD Air (mg/l)
BOD Lumpur
(mg/l) Juli
1 15 55974
2 19 76924
3 11 63574
4 15 70214
5 11 67812
Gambar 4.7 Koefisien Korelasi BOD Air dan Lumpur 5 Juli 2017 Pada Gambar 4.7 didapatkan hasil koefisien sebesar 0,477.
Hasil ini sama seperti pada Gambar 4.5 dimana keeratan yang di dapat adalah keeratan kuat. Korelasi positif variabel X berpengaruh akan variabel Y, namun pada penelitian ini ketika BOD Air meningkat tidak selalu BOD Lumpur akan meningkat.
Tabel 4.2 menunjukan konsentari BOD lumpur pada titik 1 dan 2
Gambar 4.8 Grafik Scatterplot BOD Air dan Lumpur 5 Juli 2017
meningkat mengikuti konsentrasi BOD air, namun titik selanjutnya tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dari kedua data tersebut. P value yang didapat adalah 0,416 atau 41,6%
dinyatakan error . Dalam 100 kali percobaan hanya 59 kali percobaan yang berhasil, sehingga data ini pun belum bisa dikatakan signifikan.
Tabel 4.3 Konsentrasi BOD air dan lumpur 5 Agustus 2017
Titik Sampling
BOD Air (mg/l)
BOD Lumpur
(mg/l) Agustus
1 17 64175
2 14 45402
3 20 43012
4 17 48615
5 24 37015
Gambar 4.9 Koefisien Korelasi BOD Air dan Lumpur 5 Agustus 2017 Pada Gambar 4.9 didapatkan koefisien korelasi sebesar -0,530.
Pada kasus ini data mengalami korelasi negatif di mana korelasi antara dua variabel tersebut yang berjalan dengan arah yang berlawanan, bertentangan atau sebaliknya.
Gambar 4.10 Grafik scatterplot BOD Air dan Lumpur 5 Agustus 2017 Korelasi negatif ini terjadi jika antara dua variabel atau lebih berjalan berlawanan yang berarti jika variabel X mengalami kenaikan maka variabel Y mengalami penurunan atau sebaliknya.
Sehingga pada kasus ini BOD air mengalami penurunan dan BOD lumpur mengalami peningkatan, sehingga terjadilah korelasi negatif ini. Untuk nilai p value yang didapat adalah 0,358, yang diartikan terjadi error sebesar 35% jika dilakukan 100 kali percobaan. Data BOD air dan lumpur untuk tanggal 5 Agustus ini memiliki tingkat signifikansi yang tinggi dibandingkan dengan data BOD air dan lumpur pada bulan Juni dan bulan Juli 2017.
Tabel 1.4 Konsentrasi COD Air dan Lumpur 5 Juni 2017 Titik
Sampling
COD Air (mg/l)
COD Lumpur (mg/l) Juni
1 19 72074
2 28 98563
3 27 94432
4 28 59085
5 50 93972
Gambar 4.11 Koefisien Korelasi COD Air dan Lumpur 5 Juni 2017
Gambar 4.12 Grafik scatterplot COD Air dan Lumpur Juni 2017 Gambar 4.12 merupakan hasil yang didapat untuk konsentrasi COD dengan menggunakan metode uji yang sama seperti konsentrasi BOD, uji Product Moment Pearson. Koefisien yang didapat adalah 0,402. Untuk tingkat keeratan, termasuk dalam keeratan lemah. Bisa diartikan tidak ada korelasi antara kedua variabel. Arah korelasi yang didapat positif yaitu ada sebab akibat antara COD air dan COD lumpur namun keeratannya lemah dan
kurang signifikan. Signifikansi data korelasi ini pun hanya 50%
karena p value yang didapat adalah 0,502, di mana artinya dari 100 kali percobaan hanya 50 kali yang berhasil. Sehingga data COD air dan lumpur pada bulan Juni 2017 ini bisa dibilang tidak signifikan.
Tabel 4.5 Konsentrasi COD Air dan Lumpur 5 Juli 2017
Titik Sampling
COD Air (mg/l)
COD Lumpur
(mg/l) Juli
1 26 96507
2 33 132628
3 19 109610
4 25 121060
5 20 116926
Gambar 4.13 Beban Pencemaran BOD Selama Tiga Bulan
Gambar 4.14 Grafik scatterplot COD Air dan Lumpur Juli 2017 Nilai keeratan pada bulan Juli ini mendapat tingkat keeratan kuat, meskipun mendapat keeratan kuat belum dapat dikatakan bahwa kedua variabel tersebut ber korelasi. Arah korelasi positif dimana ada sebab akibar antara kedua variabel. Dengan p value sebesar 40% data COD air dan lumpur bulan Juli 2017 belom bisa dikatakan signifikan. Sehingga diperlukan data tambahan untuk mendapat keeratan dan signifikansi yang sempurna.
Tren yang sama juga terjadi pada bulan Agustus untuk konsentrasi COD, hasil yang didapat pada Gambar 4.16.
Tabel 4.6 Konsentrasi COD Air dan Lumpur 5 Agustus 2017
Titik Sampling
COD Air (mg/l)
COD Lumpur
(mg/l) Agustus
1 28 110646
2 22 78278
3 32 74519
4 26 83818
5 40 63818
Gambar 4.15 Koefisien Korelasi COD air dan lumpur 5 Juli 2017
Gambar 4.16 Grafik scatterplot COD Air dan Lumpur Agustus 2017 Pada tanggal 5 Agustus 2017 ini selalu terjadi korelasi negatif, di mana memang terjadi arah kenaikan dan penurunan data yang berlawanan. Hal ini dapat terjadi karena jika variabel X mengalami peningkatan namun tidak diikuti dengan variabel Y. Konsentrasi COD air dari titik 1 sampai titik 5 meningkat , sedangkat konsentrasi COD lumpur dari titik 1 sampai titik 5 menurun.
Sehingga didapatkan korelasi negatif. Untuk signifikansi data tersebut juga didapatkan p value 41% bisa dibilang data tersebut