• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Bukaan Pintu DAM Gunungsari

Dalam dokumen TUGAS AKHIR RE (Halaman 67-0)

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.7 Pengaruh Bukaan Pintu DAM Gunungsari

DAM Gunungsari memiliki lima pintu air, namun tidak kesemuanya dibuka pada saat bersamaan terkecuali memang debit dan tinggi air sudah melebihi batas yang ditentukan.

Tingginya bukaan pintu air DAM Gunungsari ini mengikuti debit air sungainya, semakin tinggi debitnya akan semakin besar bukaan pintu airnya begitu juga jika debitnya sedang kecil, bukaan pintu airnya pun akan lebih kecil. Bukaan pintunya pun ada bukaan bawah maupun bukaan atas. Namun menurut data dari Perum Jasa Tirta I pada tahun 2016 yang ada pada lampiran Tabel LA 11 Data Bukaan Pintu Air DAM Gunungsari 2016 hanya ada dua belas hari dalam 1 tahun pembukaan pintu aliran bawah yaitu pada tanggal 6-14, 25 Februari 2016 dan 12-13 Maret 2016. Bukaan bawah ini bertujuan untuk flushing lumpur endapan yang mengendap pada dasar sungai, sehingga penumpukan lumpur yang terjadi di pintu air DAM dan juga lumpur di segmen sungai tersebut dapat terbawa arus menuju ke segmen sungai selanjutnya. Seperti yang tertera pada lampiran rata-rata bukaan pintu pada tahun 2016 setinggi 114,31 cm. Karena data sekunder yang didapat untuk tahun 2017 hanya pada bulan Juni, Juli, dan Agustus penulis tidak dapat membandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, dan juga tidak mengetahui bukaan bawah untuk tahun 2017. Namun jika dibandingkan ketiga bulan tersebut pada tahun 2016 dengan tahun 2017, rata-rata bukaan pintu pada tahun 2016 adalah 103,67 cm dan pada tahun 2017 84,87 cm.

Dari bukaan pintu DAM ini dapat berpengaruh pada besarnya beban pencemaran pada titik-titik yang diteliti dapat dilihat pada Tabel 4.9 pada bulan Juni debit dan bukaan lebih besar dibandingkan dengan rata-rata debit dan tinggi bukaan pada bulan itu. Pada tanggal 5 Juni 2017 dapat dilihat pada subbab Sebelumnya dimana beban pencemaran pada kelima titik cenderung lebih tinggi dibandingkan pada bulan Juli dan Agustus 2017.

Tanggal 5 Juni 2017 debit aliran 38,62 m3/detik dan tinggi bukaan pintu DAM 128,33 cm. Debit rata-rata pada bulan Juni ini dapat dibilang cukup tinggi yaitu 33,97 m3/detik dengan tinggi bukaan pintu air sebesar 103,89 cm. Tinggi nya debit membuat bukaan pintu air DAM juga semakin tinggi.

Dengan tinggi nya bukaan pintu air tersebut dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi beban pencemar pada bulan selanjutnya. Karena partikel endapan yang masih berada pada permukaan air, ikut terbawa arus sungai, sehingga konsentrasi beban pencemar pada kelima titik yang diteliti dapat berkurang. Bukaan atas ini juga dapat menyebabkan resuspensi, karena aliran akan mengikis lumpur sepanjang segmen dan juga lumpur yang mengendap di pintu air DAM, karena pintu membuka bagian atas sehingga pintu menahan bagian bawah dan lumpur tertahan pada pintu bagian bawah tersebut.

Pada tanggal 5 Juli 2017 terjadi penurunan beban pencemar jika dibandingkan dengan tanggal 5 Juni 2017. Debit pada tanggal tersebut sebesar 30,94 m3/detik dan tinggi bukaan pintu air 90 cm.

Terlihat jelas bahwa tingginya bukaan pintu air mengikuti debit aliran. Konsentrasi beban pencemar juga turun jika dibandingkan dengan tanggal 5 Juni 2017. Dengan tingginya bukaan pintu pada bulan Juni 2017 memungkinkan konsentrasi beban pencemar pada bulan Juli 2017 ini menjadi turun, dan juga debit dan tinggi, bukaan pintu air tidak sebesar pada bulan Juni dapat menjadi salah satu faktor besarnya beban pencemar pada bulan Agustus 2017 tidak jauh beda dengan bulan Juli 2017.

Debit dan bukaan pintu air DAM semakin menurun di bulan Agustus 2017, rata-rata debit aliran sebesar 27,60 m3/detik dan rata-rata tinggi bukaan pintu air sebesar 71,01 cm. Pada tanggal 5 Agustus 2017 sendiri debit alirannya sebesar 27,83 m3/detik dan tinggi bukaan pintu air sebesar 70 cm. Dikarenakan debit yang cenderung sama dari hari ke hari pada bulan Agustus 2017 membuat tinggi bukaan pintu air DAM nya pun cenderung sama.

Konsentrasi beban pencemaran pada 5 Agustus 2017 tidak terjadi perbedaan yang terlalu jauh seperi pada bulan Juli 2017.

Sehingga tinggi bukaan pintu air DAM Gunungsari ini dapat mempengaruhi resuspensi pada segmen sungai ini. Ketika bukaan bawah maupun atas berpotensi untuk terjadi resuspensi. Namun bukaan atas yang paling dapat mempengaruhi resuspensi. Karena lumpur yang mengendap sepanjang segmen dan mengendap di pintu air DAM, ter kikis dan terbawa kembali ke permukaan air sehingga dapat kembali ke permukaan. Namun dikarenakan penulis menghiraukan masukkan limbah dari industri dan juga domestik, tidak dapat dipastikan meningkatnya konsentrasi beban

pencemaran dikarenakan oleh resuspensi tersebut. Berikut merupakan data debit dan juga tinggi bukaan pintu pada bulan Juni, Juli, dan Agustus yang disajikan pada Tabel 4.20

Tabel 4.20 Data Debit dan Bukaan Pintu Air DAM Gunungsari 2017 Tanggal

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Koefisien korelasi BOD, COD, dan TSS pada kelima titik penelitian di Kali Surabaya memiliki keeratan dari lemah sampai kuat.

2 a. Daya tampung air Kali Surabaya untuk konsentrasi BOD bulan Juni, Juli, dan Agustus 2017 sebesar -45357 kg/hari, -27267 kg/hari, -34625 kg/hari.

b. Daya tampung COD bulan Juni, Juli, dan Agustus 2017 sebesar -18009 kg/hari, 1069 kg/hari, dan -11061 kg/hari.

3 a. Berdasarkan perhitungan diperoleh Vscouring 0,03 m/det yang memungkinkan adanya resuspensi pada segmen sungai dan ditunjang dengan nilai bilangan Reynold yang transisi antara laminer dan turbulen.

b. Bukaan pintu air DAM Gunungsari di bagian dasar yang tertutup sepuluh bulan dan terbuka selama dua bulan memungkinkan terjadinya akumulasi sedimen selama sepuluh bulan setiap tahun.

5.2 Saran

1. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menambah jumlah pengambilan sampel agar memungkinkan korelasi lebih sempurna.

2. Penelitian dengan memperhatikan masukkan beban pencemar dari sisi bantaran sungai, baik yang berasal dari limbah domestik, industri maupun pertanian.

“Halaman ini sengaja dikosongkan”

DAFTAR PUSTAKA

Fatnasari, H. dan Hermana, Joni. 2010. Strategi Pengelolaan Air Limbah Permukiman di Bantaran Kali Surabaya. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI.

Febriyana, N. A. 2016. Identifikasi Daya Tampung Beban Pencemaran Air Kali Surabaya Segmen Tambangan Cangkir-Bendungan Gunung Sari Dengan Pemodelan QUAL2KW. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Graha, I. M. S. 2015. Identifikasi Kualitas Air Kali Dami Kota Surabaya Dengan Metode QUAL2KW. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Hendrasarie, N. Dan Cahyarani. 2010. Kemampuan Self Purification Kali Surabaya, Ditinjau Dari Parameter Organik Berdasarkan Model Matematis Kualitas Air. Surabaya:

Universitas Pembangunan Nasional

“Veteran” Jawa Timur.

Herera, A. 2013. Studi Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran Kali Surabaya Dengan Menggunakan Paket Program QUAL2Kw.

Universitas Brawijaya.

Irsanda, P. G. R. 2014. Analisis Daya Tampung Beban Pencemaran Kali Pelayaran Kabupaten Sidoarjo Dengan Metode QUAL2KW. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 110 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban Pencemaran Air Pada Sumber Air.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air.

Kuswadi. dan Mutiara, E. 2004. Statistik Berbasis Komputer Untuk Orang-Orang Nonstatistik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air.

Suriawiria, U. 2003. Mikrobiologi Air dan Dasar-Dsar Pengolahan Buangan Secara Biologis.

Alumni. Bandung.

Syafi’i, M. 2011. Aplikasi Model Simulasi Komputer QUAL 2Kw Pada Studi Pemodelan Kualitas Air Kali Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

LAMPIRAN A

Tabel LA 1 Daya Tampung Beban Pencemaran BOD Sebelum Intake IPAM Tahun 2016

Sumber: ikplhd jatim 2016 Bulan

Tabel LA 2 Daya Tampung Beban Pencemaran COD Sebelum Intake IPAM Tahun 2016

Sumber: ikplhd jatim 2016 Bulan

Tabel LA 3 Daya Tampung Beban Pencemaran TSS Sebelum Intake IPAM Tahun 2016

Sumber: ikplhd jatim 2016 Bulan

Tabel LA 4 Daya Tampung Beban Pencemaran BOD Jembatan Sepanjang Tahun 2016

Sumber: ikplhd jatim 2016 Bulan

Tabel LA 5 Daya Tampung Beban Pencemaran COD Jembatan Sepanjang Tahun 2016

Sumber: ikplhd jatim 2016 Bulan

Tabel LA 6 Daya Tampung Beban Pencemaran TSS Jembatan Sepanjang Tahun 2016

Sumber: ikplhd jatim 2016 Bulan

Tabel LA 7 Daya Tampung Beban Pencemaran BOD DAM Gunungsari Tahun 2016

Sumber: ikplhd jatim 2016 Bulan

Tabel LA 8 Daya Tampung Beban Pencemaran COD DAM Gunungsari Tahun 2016

Sumber: ikplhd jatim 2016 Bulan

Tabel LA 9 Daya Tampung Beban Pencemaran TSS DAM Gunungsari Tahun 2016

Sumber: ikplhd jatim 2016 Bulan

72

0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

kg/hari

Sebelum Intak IPAM Jembatan Sepanjang DAM Gunungsari

Gambar LA 2 Grafik Beban Pencemaran COD Bulanan Pada Tahun 2016 0

10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

kg/hari

Sebelum Intake IPAM Jembatan Sepanjang DAM Gunungsari

74

0

500000 1000000 1500000 2000000 2500000 3000000 3500000 4000000 4500000

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

kg/hari

Sebelum Intake IPAM Jembatan Sepanjang DAM Gunungsari

Gambar LA 4 Grafik Perbandingan Beban Pencemaran BOD Bulan Juni, Juli, dan Agustus Tahun 2016/2017

0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000

Juni 2016 Juli 2016 Agustus 2016 Juni 2017 Juli 2017 Agustus 2017

kg/hari

Beban pencemaran Daya dukung

76

Gambar LA 4 Grafik Perbandingan Beban Pencemaran COD Bulan Juni, Juli, dan Agustus Tahun 0

20000 40000 60000 80000 100000 120000

Juni 2016 Juli 2016 Agustus 2016 Juni 2017 Juli 2017 Agustus 2017

kg/hari

Beban Pencemaran Daya dukung

Tabel LA 10 Data Debit Harian Selama 1 Tahun Pada Tahun 2016 Sumber: PERUM Jasa Tirta I

78

Tabel LA 11 Data Bukaan Pintu Air DAM Gunungsari 2016

Tinggi Bukaan Pintu 2016 (cm)

januari februari maret april mei juni juli agustus september oktober november desember

1 100,42 110,83 155,42 115,83 99,58 113,33 93,33 85,00 160,00 90,83 90,83 120,00

Sumber: PERUM Jasa Tirta I

LAMPIRAN B

Gambar LB 1 Pengambilan Sampel Air menggunakan Water Sampler Horizontal di Titik 1

Gambar LB 2 Pengambilan Sampel Endapan menggunakan Soft Bottom Modified Petersen Grab di Titik 1

Gambar LB 3 Kondisi Tampak Depan Titik 1

Gambar LB 4 Kondisi Tampak Kiri Titik 1

Gambar LB 5 Pintu Air DAM Gunungsari

“Halaman ini sengaja dikosongkan”

BIODATA PENULIS

Penulis dilahirkan di Jakarta, 16 April 1995, merupakan anak Bandung dan SMP Al-Izhar Pondok Labu Jakarta dan SMA Al-Izhar Jakarta. Penulis diterima di Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya melalui jalur mandiri kemitraan dan terdaftar dengan NRP 3313 100 113.

Di Jurusan Teknik Lingkungan penulis pernah menjadi panitia pada divisi Akomodasi dan Transportasi Environation pada tahun pertama, dan menjadi Koordinator divisi Keamanan dan Perijinan acara Environation pada tahun ketiga. Penulis juga pernah menjadi staff internal komunitas Environmental Engineering English Club (EEEC) dan menjabat sebagai ketua divisi internal komunitas EEEC. Penulis pernah mengikuti kerja praktek pada tahun ketiga di PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java pada divisi HSE. Penulis dapat dihubungi melalui email [email protected].

Dalam dokumen TUGAS AKHIR RE (Halaman 67-0)

Dokumen terkait