• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 ANALISIS GERAKAN DAN WAKTU

Suatu pekerjaan akan dikatakan diselesaikan secara efisien apabila waktu penyelesaiannya berlangsung paling singkat. Untuk menghitung waktu baku penyelesaian suatu pekerjaan guna memilih alternatif metoda kerja yang terbaik, maka perlu diterapkan prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengukuran kerja. Pengukuran waktu kerja ini akan berhubungan dengan usaha-usaha untuk menetapkan waktu baku yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu pekerjaan.

Definisi Pekerjaan

Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk pengukuran waktu kerja adalah dengan teknik micromotion study. Metode ini baik sekali diaplikasikan untuk meneliti siklus operasi kerja yang pendek, berlangsung secara berulang-ulang dan dilaksanakan secara manual. Menurut Wignjosoebroto (2003) aktivitas pengukuran kerja ini memiliki kriteria-kriteria pekerjaan yang harus dipenuhi, yaitu :

a. Pekerjaan tersebut harus dilaksanakan secara repetitive dan uniform. b. Isi atau macam pekerjaan itu harus homogen.

c. Hasil kerja (output) harus dapat dihitung secara nyata (kuantitatif) baik secara keseluruhan ataupun untuk tiap-tiap elemen kerja yang berlangsung.

d. Pekerjaan tersebut cukup banyak dilaksanakan dan teratur sifatnya sehingga akan memadai untuk diukur dan dihitung waktu bakunya.

Sesuai dengan batasan masalah yang diuraikan di depan, bahwa proses penggilingan padi merupakan proses yang terdiri dari proses penjemuran yang diawali dari pengangkutan karung gabah hingga pembalikan gabah, proses pemecahan kulit yang diawali dengan penuangan gabah dari karung

kedalam kotak penampung hingga pemasukan gabah pecah kulit ke elevator, proses penyosohan dan proses pengemasan yang diawali dengan mengisi karung hingga penyusunan karung beras. Pekerjaan pada penggilingan padi 100% dilakukan oleh pekerja pria karena mayoritas pekerjannya membutuhkan tenaga yang sangat besar seperti mengangkat karung gabah yang berat dan pembalikan tanah di lantai jemur yang membutuhkan fisik kuat karena sengatan panas matahari. Output pada pekerjaan proses penjemuran gabah berupa sistem berat dalam kilogram, yaitu banyaknya gabah dalam kilogram gabah yang dikerjakan dalam waktu satu jam. Output pada pekerjaan yang dilakukan dalam proses pemecahan kulit, penyosohan dan pengemasan berupa sistem berat dalam kilogram, yaitu banyaknya beras yang diproduksi dalam waktu satu jam. Untuk kontinuitas pekerjaan pada proses penjemuran gabah dilakukan setiap hari jika cuaca panas dan tidak hujan dilakukan setiap hari atau senin sampai minggu dari pukul 08.00-17.00 WIB selama terdapat gabah basah. Kontinuitas pada proses pemecah kulit hingga pengemasan juga dilakukan setiap hari selama terdapat stok gabah kering giling. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pada proses penggilingan padi dan layak untuk dilakukan aktivitas pengukuran kerja.

4.2.1 Pembagian Operasi Menjadi Elemen-Elemen Kerja

Mengukur waktu kerja sekaligus dari saat awal persiapan sampai akhir pekerjaan tersebut selesai dilakukan adalah satu hal yang tidak bisa dibenarkan (Wignjosoebroto, 2003). Dalam pelaksanaan pengukuran kerja, umumnya yang dilakukan terlebih dahulu adalah membagi operasi menjadi elemen-elemen kerja. Berdasarkan 17 gerakan dasar yang telah diuraikan oleh Gilbreth, maka satu operasi preparasi tepung dan pengemasan dapat diuraikan menjadi beberapa segmen gerakan yang diberi nama sesuai elemen gerak yang terjadi. Segmen-segmen tersebut antara lain :

1. Mencari (Search)

Mencari (Sh) adalah elemen dasar gerakan pekerja untuk menentukan lokasi suatu obyek. Gerakan ini dilakukan oleh mata. Gerakan dimulai pada saat mata bergerak mencari obyek dan berakhir bila obyek tersebut sudah ditemukan. Berdasarkan definisi gerakan ini, pada proses pemecahan kulit dimana pekerja memotong tali karung menggunakan pisau sebelum diangkat untuk dimasukan kedalam husker. Gerakan ini dimulai ketika mata pekerja bergerak mencari pisau untuk sampai pekerja menemukan letak pisau yang akan digunakan untuk memotong tali pada karung gabah. Setelah memotong tali pekerja sering meletakkan pisau pada sembarang tempat karena memerlukan kedua tangannya untuk membantu pekerja lain mengangkat karung. Gerakan ini termasuk gerakan yang tidak efektif yang perlu dihilangkan, pekerja menghabiskan waktu untuk mencari dimana terakhir kali ia menaruh pisaunya. Gerakan menjangkau pisau dapat dihilangkan dengan cara menancapkan pisau pada karung selanjutnya yang akan dipotong talinya. Gerakan tidak efektif ini juga dapat dihilangkan dengan membuat wadah khusus untuk menaruh pisau yang dapat diikatkan pada pinggang sehingga mencegah pekerja untuk menaruh pisau disembarang tempat dan mempercepat kegiatan kerja pada proses pemecahan kulit. Gerakan mencari pisau juga terjadi pada proses penjemuran gabah saat pekerja memotong tali karung sebelum ditumpahkan ke lantai jemur. 2. Menjangkau (Transport Empty) dan Memegang (Grasp)

Menjangkau (TE) adalah gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati maupun menjauhi objek, sedangkan memegang (G) sendiri didefinisikan sebagai gerakan tangan yang dilakukan dengan menutup jari-jari tangan pada suatu objek yang dikehendaki dalam suatu operasi kerja. Berdasarkan definisi tersebut, dalam elemen penjahitan karung pada proses pengemasan gerakan dimulai pada saat pekerja menggerakan tangannya menuju alat jahit, sampai

menutup jari-jari tangan setelah memegang alat tersebut. Kedua elemen gerak ini dilakukan oleh tangan kanan sedangkan tangan kiri dalam keadaan hold hingga tangan kanan selesai menjahit karung. Gerakan tangan kanan termasuk kedalam gerakan efektif karena menjangkau alat (transport empty) dan memegangnya untuk digunakan.

Dalam elemen persiapan karung pada proses pengemasan gerakan ini dimulai pada saat pekerja mulai menggerakan tangannya menuju karung beras yang akan dibuka sampai pekerja memegang karungnya dan menutup jari-jari tangan. Gerakan menjangkau dan memegang karung ini dilakukan oleh tangan kanan. Gerakan ini dirasa kurang baik karena pekerja harus membungkuk untuk menjangkau karung yang terlalu rendah. Hal ini dirasa kurang baik karena dapat memperlambat waktu dan mempercepat kelelahan pekerja. Karung yang dipersiapkan untuk proses pengemasan sebaiknya ditempatkan lebih tinggi sehingga pekerja tidak perlu sampai membungkuk untuk menjangkau karung. Pada elemen mengambil karung karung di tempat penyimpanan karung pada proses penjemuran gabah, gerakan dimulai pada saat pekerja berjalan kearah tempat penyimpanan sampai pekerja memegang karung beras yang akan diangkat. Gerakan dirasa kurang efektif karena perjalanan dari lantai jemur ke tempat penyimpanan gabah cukup jauh sedangkan pekerja hanya dapat menangkut satu karung tiap siklus. Hal tersebut mengakibatkan pekerja harus bolak-balik mengambil karung gabah ditempat penyimpanan dan akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Sebaiknya digunakan alat bantu seperti kereta dorong atau gerobak untuk mengangkut karung gabah dalam jumlah yang lebih banyak dalam satu siklus.

3. Membawa dengan beban (Transport Loaded)

Membawa dengan beban (TL) merupakan gerak perpindahan tangan, hanya saja tangan yang berpindah ini bergerak dalam kondisi membawa beban (obyek). Gerakan ini dimulai dan diakhiri pada saat yang sama dengan elemen gerakan menjangkau hanya saja tangan yang menjangkau ini dalam kondisi membawa beban. Berdasarkan definisi ini pada elemen memotong tali pada proses penjemuran, gerakan dimulai ketika pekerja membawa pisau ke karung gabah dilantai jemur dan berakhir ketika memakai pisau tersebut. Gerakan dilakukan oleh tangan kanan sedangkan tangan kiri digunakan untuk memegang (hold) tutup karung. Kedua gerakan ini merupakan gerakan efektif dan waktu rata-rata adalah 5.53 detik. Hal yang dapat memperlambat pekerjaan adalah pekerja harus selalu pindah dengan berjalan dan membungkuk pada karung berikutnya. Untuk mengurangi keterlambatan sebaiknya bagian pentutup karung gabah disusun berhadapan sehingga pekerja dapat memotong dua tali penutup karung sekaligus dalam satu kali jalan dan membungkuk.

Pada elemen mengangkut karung di proses pemecahan kulit gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa karung gabah yang sudah dibuka ke mulut kotak penampung gabah kering giling dan berakhir ketika melepas karung tersebut. Gerakan ini dilakukan oleh kedua tangan pekerja dan merupakan gerakan efektif. Waktu rata-rata untuk mengangkut karung gabah ke kotak penampung gabah kering giling adalah 8.04 detik. Hal yang dapat memperlambat pekerja dalam membawa karung gabah ialah stamina dari pekerja itu sendiri karena berat dari karung gabah mencapai 50-70 kg. Disarankan agar kondisi tubuh dari pekerja harus dijaga dengan asupan kalori yang sesuai dengan pekerjaan. Pengangkutan karung pada proses pemecahan kulit dapat dilihat pada Gambar 19.

Gambar 19. Pengangkutan karung pada proses pemecahan kulit

Pada elemen kerja mengangkut karung gabah pada proses penjemuran, gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa karung gabah basah ke lantai jemur dan berakhir ketika menjatuhkan (melepas) karung tersebut. Gerakan yang dilakukan menggunakan tangan kanan dan tangan kiri serta pundak sebagai penopang dan merupakan gerakan efektif. Waktu rata-rata yang diperoleh pada elemen kerja mengangkut karung gabah basah adalah 27.21 detik. Berat karung gabah dapat dikategorikan sangat berat karena memiliki berat berikisar 50-70 kg sehingga perlu tenaga yang besar dan mempercepat kelelahan pekerja. Hal tersebut dirasa kurang baik karena setelah pekerja selesai meletakkan karung gabah pada lantai jemur, pekerja harus kembali mengambil karung gabah yang lain sedangkan jarak lokasi peletakkan karung gabah dilantai jemur juga semakin jauh. Hal ini dapat diperbaiki dengan menggunakan peralatan handling seperti kereta dorong. Kereta dorong disini dapat membantu pekerja untuk membawa karung sekaligus sehingga pekerja tidak perlu bolak-balik untuk mengambil karung dan membawanya pada lantai jemur.

4. Memegang untuk memakai (Hold)

Gerakan ini terjadi saat tangan yang satu melakukan gerak kerja memegang dan mengontrol obyek sedangkan tangan yang lain melakukan kerja terhadap obyek tersebut. Gerakan ini dimulai pada saat satu tangan memegang dan memakai (mengendalikan) obyek dan berakhir ketika tangan yang lainnya selesai melakukan kerja terhadap obyek tersebut. Berdasarkan definisi ini pada elemen mengikat tali pada proses penjemuran dimulai ketika tangan kiri pekerja memegang bukaan karung sementara tangan kanan mulai menjahit bukaan karung, gerakan ini berakhir ketika pekerja selesai menjahit dan mengikat karung. Gerakan ini dilakukan oleh kedua tangan pekerja dan merupakan gerakan efektif. Waktu rata-rata memegang untuk memakai pada elemen pengikatan karung adalah 20.84 detik. Hal yang dapat memperlambat waktu adalah jika tali yang digunakan kurang panjang untuk mengikat karung sehingga proses pengikatan diulang kembali dengan tali yang baru.

Gerakan ini juga terjadi pada elemen menjahit karung pada proses pengemesan, gerakan diawali pada saat tangan kiri memegang bukaan karung dan tangan kanan menjangkau alat jahit untuk memegang dan mengunakkanya hingga selesai menjahit. Gerakan hold pada tangan kiri dapat dilhat pada Gambar 20.

5. Melepas (Release)

Elemen gerakan melepas (RL) terjadi pada saat tangan operator melepaskan kembali obyek yang dipegang sebelumnya. Gerakan ini diawali saat jari-jari tangan membuka lepas dari obyek yang dibawa dan berakhir ketika semua jari sudah tidak menyentuh obyek lagi. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa pada elemen pengangkutan karung pada proses pemecahan kulit dimulai ketika pekerja melepas karung untuk ditumpuk dekat kotak penampung gabah dan berakhir ketika pekerja tidak lagi menyentuh karung. Gerakan dilakukan oleh kedua tangan pekerja dan merupakan gerakan efektif. Hal yang dapat memperlambat waktu adalah jika tumpukan karung yang sudah tinggi mengakibatkan pekerja kesulitan menumpuk karung yang memiliki beban sangat berat sehingga mempercepat kelelahan pekerja.

Pada elemen penjahitan pada proses pengemasan, gerakan dimulai ketika pekerja melepas alat jahit yang diletakkan pada meja dan berakhir ketika pekerja sudah tisak menyentuh alat jahitnya. Gerakan ini dilakukan oleh tangan kanan dan merupakan gerkan efektif. Hal yang dapat memperlambat gerakan pekerja adalah ketika pekerja meletakkan alat jahit pada meja yang terbuat dari bahan kayu sehingga peletakkan alat jahit harus hati-hati agar alat jahit tidak terbentur keras. Alas meja berupa kayu sebaiknya ditambahkan bahan yang lebih lunak atau menggunakan tempat penggantung alat penjahit sehingga pekerja tidak perlu menghabiskan waktu untuk meletakkan alat jahit secara hati-hati.

Gambar 20. Contoh gerakan hold pada elemen penjahitan di proses pengemasan

6. Mengarahkan (Position)

Mengarahkan (P) adalah gerakan yang menempatkan obyek pada lokasi yang dituju secara tepat. Gerakan ini biasanya didahului oleh elemen gerakan (move) dan diikuti oleh gerakan merakit (assembling) atau melepas (release). Gerakan dimulai sejak tangan memegang/mengontrol obyek tersebut ke arah lokasi yang dituju dan berakhir pada saat gerakan berakhir atau melepas/memakai dimulai. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa pada elemen menuang wadah berisi gabah pecah kulit pada proses pemecahan kulit yang dimulai ketika pekerja mengarahkan wadah gabah kedalam hopper mesin husker dan berakhir ketika tangan pekerja melepas wadah gabah. Gerakan yang dilakukan ini merupakan gerakan tidak efektif. Hal tersebut seharusnya dapat dihilangkan dari proses pemecahan kulit.

Pada elemen penjahitan tali pada karung gabah dalam proses penjemuran, gerakan ini dimulai ketika pekerja mengarahkan tali pada lubang jarum dan berakhir ketika jarum sudah menembus karung. Gerakan yang dilakukan ini merupakan gerakan tidak efektif. Gerakan ini sebaiknya dihilangkan dari proses penjahitan tali pada karung gabah.

Pada elemen memasukkan gabah kedalam hopper mesin husker di proses pemecahan kulit pada penggilingan skala kecil Lokasi A, gerakan dimulai ketika pekerja memegang karung berisi gabah untuk diangkat menuju hopper mesin husker dan berakhir setelah gabah sudah mulai tertuang kedalam hopper. Hopper pada mesin husker dibuat terlalu tinggi sehingga pekerja memerlukan tenaga lebih untuk dapat mencapai hopper dengan memanjat terlebih dahulu seperti terlihat pada Gambar 21. Gerakan ini merupakan gerakan tidak efektif dan dapat memercepat kelelahan pekerja. Hopper pada mesin husker sebaiknya dimodifikasi mejadi lebih rendah dan mudah dijangkau.

Gambar 21. Letak hopper yang tinggi di penggilingan padi skala kecil Lokasi A

7. Memeriksa (Inspect)

Elemen gerakan ini termasuk langkah kerja untuk menjamin bahwa obyek telah memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan. Gerakan kerja dilaksanakan dengan pengecekan secara rutin oleh operator selama proses kerja berlangsung. Elemen dapat berupa gerakan melihat seperti memeriksa warna, meraba seperti memeriksa kehalusan permukaan benda kerja dan lain-lain aktivitas yang prinsipnya memeriksa obyek kerja untuk dibandingkan dengan standar yang ada. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa pada elemen memasang karung pada proses pengemasan, gerakan dilakukan ketika pekerja memeriksa kualitas beras yang masuk kedalam karung. Gerakan ini merupakan gerakan tidak efektif sehingga perlu dihilangkan. Pemeriksaan kualitas beras sebaiknya dilakukan dalam waktu tertentu dengan alat yang lebih teliti seperti kaca pembesar sehingga pekerja tidak perlu mengambil beras keluaran dari polisher untuk dilihat kualitasnya. Penggunaan teknologi sensor dapat diaplikasikan untuk mengontrol kualitas dari beras yang diproduksi dengan membedakan warna dari beras hasil sosoh.

Apabila hopper telah dimodifikasi gerakan ini dapat mempercepat waktu rata-rata yang awalnya 29.06 detik dan juga dapat memperingan beban kerja sehingga waktu standar selama 60.69 detik dapat berkurang akibat penurunan faktor kelonggaran beban kerja.

8. Memakai (Use)

Memakai adalah elemen gerakan dimana salah satu atau kedua tangan digunakan untuk memakai atau mengontrol suatu alat/obyek untuk tujuan tertentu selama kerja berlangsung. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa pada elemen pemotongan tali pada proses penjemuran, gerakan yang dimulai ketika tangan pekerja memotong tali karung gabah dengan menggunakan pisau dan berakhir ketika karung gabah telah terbuka. Gerakan yang dilakukan oleh tangan kanan sedangkan

tangan kiri digunakan untuk memegang tutupan karung gabah. Gerakan yang dilakukan oleh tangan kanan untuk memotong tali merupakan gerakan efektif dengan waktu rata-rata adalah 5.53 detik. Keterlambatan dapat terjadi jika pisau yang digunakan kurang tajam sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memotong tali. Pisau yang digunakan sebaiknya diasah secara rutin agar pemotongan tali menjadi lebih cepat.

Pada elemen menuang gabah dari karung pada proses pemecahan kulit, gerakan dimulai ketika tangan pekerja memegang alat yang berbentuk tanda tanya dengan ujung tajam dan gagang dari kayu (gancu) untuk menancapkannya pada karung dan berakhir ketika gancu sudah lepas dari karung. Gerakan ini dilakukan oleh tangan kanan sedangkan tangan kiri memegang karung untuk membantu menuang karung kedalam kotak penampung gabah. Gerakan yang dilakukan oleh tangan kanan merupakan gerakan efektif sedangkan tangan kiri merupakan gerakan yang tidak efektif. Waktu rata-rata yang diperoleh untuk menuang gabah adalah 4.56 detik tiap karung. Hal yang dapat memperlambat gerakan pekerja adalah jika tancapan gancu pada karung beras kurang kuat atau gancu yang kurang tajam mengakibatkan tidak menancapnya gancu pada karung gabah sehingga perlu diulang kembali.

Pada elemen pembalikan gabah dalam proses penjemuran, gerakan dimulai ketika tangan pekerja memegang alat garuk dan berakhir ketika pekerja pindah ke baris gabah yang berikutnya. Gerakan ini dilakukan oleh kedua tangan dan merupakan gerakan yang efektif. Waktu rata-rata tiap baris adalah 106.74 detik untuk mengumpulkan gabah dan 91.41 detik untuk menyebar gabah. Hal yang dapat memperlambat kerja adalah jika pembalikan gabah terlalu terburu-buru sehingga pembalikan tidak merata dan pekerja harus mundur kembali untuk meratakannya kembali.

Pada elemen penjahitan diproses pengemasan, gerakan dimulai pada saat tangan kanan pekerja memegang alat jahit semi mekanis dan berakhir ketika jari tangan sudah tidak menyentuh alat jahit. Gerakan ini merupakan gerakan efektif dengan waktu rata-rata 5.08 detik. Hal yang dapat memperlambat penjahitan adalah apabila benang jahit sudah habis sehingga perlu diganti dengan benang yang baru. Untuk mengganti benang jahit memperlukan waktu lebih sehingga sebaiknya digunakan minimal dua buah alat jahit, sehingga pada saat benang pada mesin jahit yang satu sudah habis langsung menggunakan mesin jahit yang kedua. Mesin jahit yang sudah habis diganti benangnya oleh pekerja lain yang sedang menanggur.

9. Menganggur (Delay)

Gerakan menganggur yang dimaksud adalah gerakan menganggur yang dilakukan pekerja selama bekerja. Gerakan ini termasuk ke dalam elemen-elemen kelambatan yang tidak dapat dihindarkan (UD), kelambatan yang dapat dihindarkan (AD) dan istirahat untuk menghilangkan lelah (R). Terdapat elemen-elemen kerja yang sering dilakukan oleh pekerja dibagian pemecahan kulit hingga pengemasan, yaitu menunggu, merokok, menyapu lantai dan mengobrol serta bercanda dengan pekerja lain.

Pada proses pengemasan, gerakan menganggur terjadi pada akhir siklus yaitu pada saat pekerja selesai mengangkat karung untuk disusun pada lokasi penyimpanan. Pekerja pada saat tersebut berdiam diri karena menunggu karung beras yang belum terisi penuh sehingga tidak ada yang dapat dilakukan pekerja selain menunggu. Pekerja rata-rata menunggu selama 19.08 detik terlebih dahulu sebelum dapat lanjut ke silkus berikutnya. Pada saat menunggu pekerja mengisi waktu dengan menyapu kotoran dilantai dan membersihkan beras yang tercecer.

Pada proses pemasukkan gabah keluaran dari paddy separator, pekerja menunggu tumpukan curah keluaran dari paddy separator hingga cukup tinggi sebelum dimasukkan kedalam elevator. Pada proses ini, pekerja meunggu rata-rata selama 10.54 detik sebelum masuk ke siklus kerja berikutnya.

Dalam waktu menunggu pekerja terkadang menyapu dan membersihkan kotoran gabah yang tercecer dilantai.

Pada proses pemecahan kulit, pekerja di husker 2 berdiam diri yang sangat lama dibandingkan kerjanya sendiri. Pada proses ini pekerja menunggu wadah penampung keluaran dari paddy separator penuh dengan rata-rata waktu selama 71.05 detik/siklus sedangkan elemen kerja yang terdiri dari menukar, mengangkat dan menuang wadah total hanya selama 8.14 detik/siklus.

Pada proses penyosohan pada penggilingan padi skala kecil Lokasi A, keterlambatan terjadi pada saat pekerja berdiam diri menunggu polisher untuk dapat dituang kembali. Polisher pada proses ini memiliki kapasitas yang sudah menurun sehingga penuangan gabah pecah kulit dari mesin husker tidak dapat dilakukan secara kontinyu. Keterlambatan yang terjadi ini mengakibatkan menumpuknya wadah-wadah berisi gabah pecah kulit dari mesin husker karena tidak dapat langsung diproses.

4.2.2 Waktu Normal dan Waktu Baku

Waktu normal adalah waktu yang dibutuhkan oleh pekerja untuk melakukan gerakan dalam pekerjaannya. Waktu normal pada proses penggilingan padi skala kecil di penggilingan Lokasi A dapat dilihat pada Tabel 5, 6 dan 7, untuk proses penggilingan padi skala kecil di penggilingan padi Lokasi B dapat dilihat pada Tabel 8, 9 dan 10, sedangkan untuk penggilingan padi skala besar di penggilingan PDS, Subang dapat dilihat pada Tabel 11, 12, 13 dan 14.

Seorang operator dianggap bekerja secara wajar jika seorang operator yang dianggap berpengalaman bekerja tanpa usaha-usaha yang berlebihan sepanjang hari kerja, menguasai cara kerja yang ditetapkan dan menunjukkan dalam menjalankan pekerjaannya. Teknik yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan cara Westinghouse. Waktu siklus rata-rata yang telah didapatkan harus melewati 2 faktor pertimbangan terlebih dahulu, yaitu faktor penyesuaian dan faktor kelonggaran.

Waktu baku didapat dari waktu siklus ditambah dengan faktor penyesuaian dan faktor kelonggaran. Faktor penyesuaian dan kelonggaran ini didapat dari penilaian yang dilakukan melalui pengamatan. Nilai-nilai penyesuaian dan kelonggaran ini dikalikan dengan waktu normal yang ada yang kemudian menjadi faktor penyesuaian dan kelonggaran yang akan ditambahkan dengan waktu

Dokumen terkait