• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1. Deskr ipsi Obyek Penelitian 4.1.1. Sejar ah PT. Adhi Kar ya, Tbk

Nama Adhi Karya untuk pertama kalinya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja tanggal 11 Maret 1960. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 65 tahun 1961 Adhi Karya ditetapkan menjadi Perseroan Negara Adhi Karya. Pada tahun itu juga, berdasarkan PP yang sama Perseroan Bangunan bekas milik Belanda yang telah dinasionalisasikan, yaitu Associate NV, dilebur ke dalam Perseroan.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) didirikan pada tahun 1974. Selanjutnya pada tanggal 1 Juni 1974, bentuk hukum Perseroan menjadi Perseroan Terbatas berdasarkan Akta No. 1 tanggal 1 Juni 1974 juncto Akta perubahan No. 2 tanggal 3 Desember 1974, keduanya dibuat dihadapan Notaris Kartini Mulyadi, SH, Notaris di Jakarta. Perseroan berkedudukan di Jl. Raya Pasar Minggu KM.18, Jakarta 12510.

Akta Pendirian ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal 17 Januari 1975 dan didaftarkan dalam buku register pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 129 tanggal 15 Januari 1975, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 85 tanggal

24 Oktober 1975. Tambahan No. 600. Sampai dengan saat ini kegiatan operasional Perseroan adalah :

1. Pekerjaan pelaksanaan konstruksi yang meliputi; pekerjaan sipil (untuk seluruh sector pembangunan), pekerjaan gedung, mekanikal elektrikal termasuk jaringan, radio telekomunikasi dan instrumentasi dan perbaikan/pemeliharaan/ renovasi pada pekerjaan konstruksi tersebut. 2. Perencanaan dan pengawasan pelaksanaan konstruksi, yang meliputi;

pekerjaan sipil, gedung, mekanikal elektrikal.

3. Pengukuran, penggambaran, perhitungan dan penetapan biaya konstruksi yang meliputi; pekerjaan sipil, gedung, mekanikal dan elektrikal (Quantity Surveyor) layanan jasa.

4. Investasi dan/atau pengelolaan usaha di bidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) dan industri.

5. Jasa perdagangan bahan bangunan serta peralatan konstruksi.

4.1.2. Sejar ah PT. Duta Gr aha Indah, Tbk

PT Duta Graha Indah Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 38 tanggal 11 Januari 1982 dari Notaris Maria Lidwina Indriani Soepojo, SH. Akta Pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-386-HT.01.01.Th.82 tanggal 28 Juli 1982 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 2 Oktober 1984, Tambahan No. 954.

Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal 30 Desember 2008 yang dinyatakan dalam Akta No. 7 tanggal 8 Januari 2009 dari Notaris Haryanto, SH, mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan penyesuaian terhadap Peraturan Bapepam-LK No. IX.J.1. tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik dan perubahan susunan pengurus Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-24408.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 3 Juni 2009.

Sesuai Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah bergerak dalam jasa konstruksi, industri, perdagangan, agen/perwakilan, real estate, pertambangan, investasi dan jasa lain. Pada saat ini, kegiatan utama Perusahaan adalah menjalankan usaha-usaha di bidang jasa konstruksi gedung dan konstruksi pekerjaan sipil termasuk jalan, irigasi, waduk, pembangkit tenaga listrik, rel kereta api dan pelabuhan.

Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Jalan Sultan Hasanuddin No. 69, Jakarta dan mempunyai 11 cabang di beberapa daerah di Indonesia yaitu Surabaya, Padang, Pekanbaru, Makasar, Samarinda, Mataram, Kupang, Semarang, Medan, Aceh, Tobelo dan 1 cabang di Luar

Negeri yaitu Brunei Darussalam. Perusahaan memulai kegiatan operasionalnya pada tahun 1982.

4.1.3. Sejar ah PT. J aya Kontr uk si Menggala Pr atama, Tbk

PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (”Perusahaan”) didirikan pada tanggal 23 Desember 1982 sesuai dengan Akta Notaris Hobropoerwanto, SH, No.45 tahun 1982, yang telah diubah dengan akta No.21 tanggal 20 Mei 1983 dari Notaris yang sama dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 96 tanggal 2 Desember 1983, Tambahan No.1031.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No.142 juncto 143 juncto 144 tanggal 24 September 2007 dari Notaris Aulia Taufani, SH, pengganti dari Sutjipto, SH, M.Kn. di Jakarta. Perubahan anggaran dasar ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan No.C-00676 HT.01.04-TH.2007 tanggal 9 Oktober 2007.

Maksud dan tujuan perusahaan adalah sebagai berikut : The Company’s objectives are as follows:

a. Berusaha dalam bidang pembangunan dan teknik, meliputi antara lain merencanakan, melaksanakan, mengelola dan memborong pembuatan dan pemeliharaan bangunan;

b. Melakukan perdagangan pada umumnya, termasuk perdagangan impor, ekspor, antar pulau, baik atas tanggungan sendiri maupun secara komisi atas tanggungan pihak lain; dan

c. Mengusahakan perusahaan tanah dan bangunan (real estate), denganmenjalankan kegiatan-kegiatan yang lazim dilakukan oleh suatu perusahaan tanah dan bangunan.

Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi usaha dalam bidang pembangunan dan teknik, perdagangan serta usaha real estate. Perusahaan beralamat di Kantor Taman Bintaro Jaya Gedung B, Jalan Bintaro Raya, Jakarta. Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Jaya dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1982.

4.1.4. Sejar ah PT. Sur ya Semester Inter nusa, Tbk

P.T. Surya Semesta Internusa, Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta notaris No. 37 tanggal 15 Juni 1971 dari Ny. Umi Sutamto, S.H., notaris di Jakarta, dengan nama P.T. Multi Investments Ltd. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/150/16 tanggal 8 September 1971 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 80 tanggal 5 Oktober 1971, Tambahan No. 458. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan.

Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang terakhir adalah dalam rangka peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang diaktakan dengan akta No. 14 tanggal 8 April 2009 dari Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta. Akta perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak

Asasi Manusia Republik Indonesia dalam suratnya No. AHU-AH.01.10-04602 tanggal 24 April 2009.

Perusahaan beralamat di Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-0, Kuningan, Jakarta. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1971. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah berusaha dalam bidang industri, perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan dibidang perindustrian bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan Perusahaan adalah melakukan penyertaan dan memberikan jasa manajemen serta pelatihan pada anak perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan lain-lain. Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan dan anak perusahaan adalah 2.593 karyawan tahun 2010 dan 2.907 karyawan tahun 2009.

4.1.5. Sejar ah PT. Total Bangun Per sada, Tbk

PT Total Bangun Persada Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Tjahja Rimba Kentjana tanggal 4 September 1970 berdasarkan akta No. 3 dari Henk Limanow (Liem Toeng Kie), notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan No. JA.5/38/18 tertanggal 27 Maret 1971 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal 8 Mei 1971, tambahan

No. 244. Berdasarkan akta No. 29 tanggal 24 Juli 1981 dari Hobropoerwanto, SH, notaris di Jakarta, nama Perusahaan berubah dari PT Tjahja Rimba Kentjana menjadi PT Total Bangun Persada. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan No. Y.A.5/501/23 tanggal 4 Nopember 1981, dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 34 tanggal 27 April 1982, tambahan No. 499.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris No. 35 dari Haryanto, SH, notaris di Jakarta tanggal 20 April 2009 mengenai perubahan anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Peraturan Bapepam No. IX.J.1 tanggal 14 Mei 2008, dan perubahan Dewan Direksi Perusahaan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan suratnya No. AHU-31671.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 10 Juli 2009.

Kegiatan utama Perusahaan adalah dalam bidang konstruksi dan kegiatan lain yang berkaitan dengan bidang usaha tersebut. Perusahaan berkedudukan di Jl. Letjen S. Parman Kav. 106, Tomang, Jakarta Barat. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1970.

4.1.6. Sejar ah PT. Wijaya Kar ya, Tbk

PT Wijaya Karya (Persero), Tbk., ("Perseroan") didirikan berdasarkan Undang-undang No.19 tahun 1960 jo Peraturan Pemerintah No.64 tahun

1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" tanggal 29 Maret 1961. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.64 ini pula, perusahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.40 tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 Undang-undang No.9 Tahun 1969 (Lembaran Negara Republik Indonesia No.40 tahun 1969, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 2904). Selanjutnya Perseroan ini dinamakan "PT Wijaya Karya", berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No.110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, jo Akta

Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas "PT Wijaya Karya" No.106, tanggal 17 April 1973 yang dibuat dihadapan Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, keduanya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta dengan No.1723 dan No.1724 tanggal 16 Mei 1973, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.76 tanggal 21 September 1973, Tambahan No.683.

Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali diubah, yang terakhir diubah dengan Akta No.30 tanggal 21 Mei 2010 yang dibuat di hadapan

Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-33763.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 6 Juli 2010. Perusahaan beralamat di Jl.D.I Panjaitan Kav.9, Jakarta Timur, perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961.

4.2. Deskr ipsi Var iabel Penelitian 4.2.1. Var iabel Ketepatan Waktu

Ketentuan yang mengatur mekanisme pelaporan keuangan, berkala dibentuk berdasarkan Kep-17/PM/2002 oleh BAPEPAM dengan tujuan agar investor dapat lebih cepat memperoleh informasi keuangan yang lebih bermanfaat dalam menyesuaikan perkembangan yang terjadi di pasar modal global.

Ketepatan waktu (Y) diukur dengan menggunakan variabel dummy, dimana kategori 0 untuk perusahaan yang tidak tepat waktu dan kategori 1 untuk perusahaan yang tepat waktu. Adapun data ketepatan waktu pada perusahaan kontruksi bangunan yang Go Publik di BEI adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1 : Data Ketepatan Waktu Pada Perusahaan Kontruksi Bangunan Yang Go Publik di BEI

Perusahaan Tahun

2008 2009 2010

PT. Adhi Karya, Tbk 0 1 1

PT.Duta Graha Indah, Tbk 1 1 1

PT. Jaya Kontruksi Menggala Pratama, Tbk 1 1 1

PT. Surya Semester Internusa, Tbk 1 1 1

PT. Total Bangun Persada, Tbk 1 1 0

PT. Wijaya Karya, Tbk 1 1 1

Sumber : Lampiran 1

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, tampak bahwa sebagian besar perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI tahun 2008 tepat waktu dalam mempublikasi laporan keuangan, kecuali PT. Adhi Karya, Tbk.

Tahun 2009, semua perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI tahun 2008 tepat waktu dalam mempublikasi laporan keuangan, sedangkan tahun 2010 hanya PT. Total Bangun Persada, Tbk yang tidak tepat waktu dalam mempublikasi laporan keuangan.

4.2.2. Var iabel Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan dalam penelitian ini menggunakan marketvalue atas market capitalization yaitu harga pasar dikalikan dengan jumlah saham beredar (Made Gede, 2008). Dapat dirumuskan sebagai berikut:

Nilai Pasar= Harga Pasar x Total Saham yang beredar

Adapun data ukuran perusahaan pada perusahaan kontruksi bangunan yang Go Publik di BEI adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2 : Data Ukuran Perusahaan Pada Perusahaan Kontruksi Bangunan Yang Go Publik di BEI (Dalam Jutaan Rp)

Perusahaan Tahun Rata-

rata 2008 2009 2010

PT. Adhi Karya, Tbk 199.107 299.530 674.003 390.880 PT.Duta Graha Indah, Tbk 90.617 157.674 264.602 170.965 PT. Jaya Kontruksi Menggala Pratama, Tbk 225.935 184.952 312.536 241.141 PT. Surya Semester Internusa, Tbk 178.036 114.418 483.052 258.502 PT. Total Bangun Persada, Tbk 75.749 161.835 281.122 172.902 PT. Wijaya Karya, Tbk 362.431 535.409 1.228.337 708.726

Rata-rata 188.646 242.303 540.609 Sumber : Lampiran 1

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, tampak bahwa secara keseluruhan perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010, cenderung mengalami kenaikan ukuran perusahaan. Rata-rata ukuran perusahaan tahun 2008 sebesar Rp.188.646.000.000, rata-rata ukuran perusahaan tahun 2009 sebesar Rp.242.303.000.000 dan rata-rata ukuran perusahaan tahun 2010 sebesar Rp.540.609.000.000.

Perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI selama tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 yang memiliki ukuran perusahaan tertinggi adalah PT. Wijaya Karya, Tbk. Sedangkan perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan terendah adalah PT. Total Bangun Persada, Tbk di tahun 2008, PT. Surya Semester Internusa, Tbk di tahun 2009 dan PT. Duta Graha Indah, Tbk di tahun 2010.

4.2.3. Var iabel Pr obitabilitas

Profitabilitas merupakan salah satu indikator keberhasilan perushaan untuk dapat menghasilkan laba semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan labarugi perusahaannya. Profitabilitas menggunakan Return On Asset yang diukur dengan perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva (Weston dan Copeland, 1995: 240 dalam saleh 2004:902 dalam Devita Agstina 2009)

Return on Asset = x 100%

Adapun data profitabilitas pada perusahaan kontruksi bangunan yang Go Publik di BEI adalah sebagai berikut :

Tabel 4.3 : Data Profitabilitas Pada Perusahaan Kontruksi Bangunan Yang Go Publik di BEI (Dalam %)

Perusahaan Tahun

Rata-rata 2008 2009 2010

PT. Adhi Karya, Tbk 1,590 2,940 3,845 2,792

PT.Duta Graha Indah, Tbk 4,414 4,465 3,600 4,160

PT. Jaya Kontruksi Menggala Pratama, Tbk 7,454 8,187 5,907 7,183

PT. Surya Semester Internusa, Tbk 0,520 0,787 4,851 2,053

PT. Total Bangun Persada, Tbk 1,300 0,004 5,082 2,129

PT. Wijaya Karya, Tbk 2,704 3,319 4,532 3,518

Rata-rata 2,997 3,284 4,636

Sumber : Lampiran 1

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, tampak bahwa secara keseluruhan perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010, cenderung mengalami kenaikan profitabilitas. Rata-rata profitabilitas tahun 2008 sebesar 2,997%, rata-rata profitabilitas

tahun 2009 sebesar 3,284% dan rata-rata profitabilitas tahun 2010 sebesar 4,636%.

Perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI selama tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 yang memiliki profitabilitas tertinggi adalahPT. Jaya Kontruksi Menggala Pratama, Tbk. Sedangkan perusahaan yang memiliki profitabilitas terendah adalah PT. Surya Semester Internusa, Tbk di tahun 2008, PT. Total Bangun Persada, Tbk di tahun 2009 dan PT. Duta Graha Indah, Tbk di tahun 2010.

4.2.4. Var iabel Likuiditas

Likuiditas mengacu pada ketersediaan sumber daya (kemampuan) perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang jatuh tempo, yang diharapkan dapat diubah menjadi kas dengan cukup cepat. Rasio likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah current rasio, yang diukur dengan menggunakan rumus (Amilia dan Setiady, 2006).

Current Ratio = x 100%

Adapun data likuiditas pada perusahaan kontruksi bangunan yang Go Publik di BEI adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4 : Data Likuiditas Pada Perusahaan Kontruksi Bangunan Yang Go Publik di BEI (Dalam %)

Perusahaan Tahun

Rata-rata 2008 2009 2010

PT. Adhi Karya, Tbk 117,409 119,578 114,291 117,093 PT.Duta Graha Indah, Tbk 213,450 203,993 152,810 190,084 PT. Jaya Kontruksi Menggala Pratama, Tbk 150,019 150,838 135,048 145,302 PT. Surya Semester Internusa, Tbk 94,611 108,249 101,911 101,590 PT. Total Bangun Persada, Tbk 138,976 153,940 150,531 147,816 PT. Wijaya Karya, Tbk 144,450 144,448 140,654 143,184

Rata-rata 143,153 146,841 132,541

Sumber : Lampiran 1

Berdasarkan tabel 4.4 di atas, tampak bahwa perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI selama tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 yang memiliki likuiditas tertinggi adalah PT.Duta Graha Indah, Tbk dan perusahaan yang memiliki likuiditas terendah adalah PT. Surya Semester Internusa, Tbk

.

Rata-rata likuiditas tahun 2008 sebesar 143,153% mengalami kenaikan di tahun 2009 menjadi 146,841% dan turun menjadi 132,541% di tahun 2010.

4.2.5. Var iabel Kualitas Auditor

Kualitas auditor mengacu pada apakah KAP yang mengaudit termasuk dalam kelompok the big four (nilai dummy 1) atau non big four (nilai dummy 0), berdasarkan pada penelitian Carslaw dan Kaplan (1991) serta Gilling (1977) dalam Hossain danTaylor (1998) dalam Dewi Lestari (2006). Adapun data kualitas auditor pada perusahaan kontruksi bangunan yang Go Publik di BEI adalah sebagai berikut :

Tabel 4.5 : Data Kualitas Auditor Pada Perusahaan Kontruksi Bangunan Yang Go Publik di BEI

Perusahaan Tahun

2008 2009 2010

PT. Adhi Karya, Tbk 0 0 0

PT.Duta Graha Indah, Tbk 0 0 0

PT. Jaya Kontruksi Menggala Pratama, Tbk 0 0 0

PT. Surya Semester Internusa, Tbk 1 1 1

PT. Total Bangun Persada, Tbk 0 0 0

PT. Wijaya Karya, Tbk 0 0 0

Sumber : Lampiran 1

Berdasarkan tabel 4.5 di atas, tampak bahwa sebagian besar perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI selama tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 memilih KAP yang non big four, kecuali PT. Surya Semester Internusa, Tbk.

4.2.6. Var iabel Stuktur Kepemilikan

Struktur kepemilikan mempunyai kekuatan yang besar untuk menekan manajemen dalam menyajikan informasi secara tepat waktu, karena ketepatan waktu pelaporan keuangan akan mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi. Stuktur perusahaan diukur dengan prosentase kepemilikan saham terbesar yang dimiliki outsider ownership. (Respati, 2001 dalam Saleh, 2004:902 dalam Devita Agustina, 2009).

Adapun data struktur kepemilikan pada perusahaan kontruksi bangunan yang Go Publik di BEI adalah sebagai berikut :

Tabel 4.6 : Data Struktur Kepemilikan Pada Perusahaan Kontruksi Bangunan Yang Go Publik di BEI (Dalam %)

Perusahaan Tahun

Rata-rata 2008 2009 2010

PT. Adhi Karya, Tbk 52,670 52,690 53,000 52,787 PT.Duta Graha Indah, Tbk 67,290 67,290 67,290 67,290 PT. Jaya Kontruksi Menggala Pratama, Tbk 77,040 77,040 77,040 77,040 PT. Surya Semester Internusa, Tbk 63,970 65,260 55,840 61,690 PT. Total Bangun Persada, Tbk 68,310 67,970 67,670 67,983 PT. Wijaya Karya, Tbk 72,000 72,000 69,900 71,300

Rata-rata 66,880 67,042 65,123

Sumber : Lampiran 1

Berdasarkan tabel 4.6 di atas, tampak bahwa secara keseluruhan perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010, cenderung mengalami penurunan struktur kepemilikan. Rata-rata struktur kepemilikan tahun 2008 sebesar 66,88%, rata-rata struktur kepemilikan tahun 2009 sebesar 67,042% dan rata-rata struktur kepemilikan tahun 2010 sebesar 65,123%.

Perusahaan kontruksi bangunan yang go publik di BEI selama tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 yang memiliki struktur kepemilikan tertinggi adalah PT. Jaya Kontruksi Menggala Pratama, Tbk. Sedangkan perusahaan yang memiliki struktur kepemilikan terendah adalah PT. Adhi Karya, Tbk.

4.3. Inter pr etasi Hasil Analisis Regr esi Logistik

Analisis regresi logistik yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi logistik dengan menggunakan metode enter adalah suatu prosedur untuk menyeleksi variabel, dimana variabel bebas dimasukkan

semua dalam satu tahap. Adapun langkah-langkah dalam analisis regresi logistik pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Uji Ser entak

Uji serentak digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel X1

sampai dengan X5 secara serentak terhadap Y. Uji serentak dapat dilihat pada tabel omnibus test of model coefficients, dimana pada tabel tersebut terdapat uji chi-square. Berikut ini uraian dari uji serentak :

Hipotesis :

a. H0 : β1 = β2 = β3 = β4 = β5 = 0 (variabel X1 sampai dengan X5 secara serentak tidak berpengaruh terhadap Y)

b. H1 : Minimal ada satu βi≠ 0 , p = 1, 2, 3, 4, 5 (minimal ada 1 variabel bebas (X) yang berpengaruh terhadap Y)

Hasil uji ser entak :

Tabel 4.7 : Hasil Uji Serentak

Sumber : Lampiran 3

Hasil uji chi-square pada tabel omnibus test of model coefficients adalah sebesar 3,924 dengan tingkat signifikan lebih dari 5% yaitu 0,560. Hal ini berarti H0 gagal ditolak yang berarti variabel ukuran perusahaan (X1), profitabilitas (X2), likuiditas (X3), kualitas auditor (X4) dan stuktur

Omnibus Tests of Model Coefficients

3.924 5 .560 3.924 5 .560 3.924 5 .560 Step Block Model Step 1 Chi-square df Sig.

kepemilikan (X5) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan (Y).

2. Uji Kesesuaian Model

Uji kesesuaian model digunakan untuk menguji apakah model sesuai dalam artian tidak ada perbedan antara hasil observasi dengan hasil prediksi dilakukan dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut : Hipotesis :

a. H0 : Model sesuai (tidak ada perbedaan antara hasil observasi dengan hasil prediksi)

b. H1 : Model tidak sesuai (ada perbedaan antara hasil observasi dengan hasil prediksi)

Hasil uji k esesuaian model :

Tabel 4.8 : Hasil Uji Kesesuaian Model

Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan tabel Hosmer and Lemeshow Test terdapat uji Chi-Square yang dihasilkan adalah sebesar 4,328 dengan tingkat signifikan (sig) lebih dari 5% yaitu sebesar 0,741 maka keputusan yang diambil adalah diterima H0 yang artinya model sesuai atau tidak ada perbedaan antara hasil observasi dengan kemungkinan hasil prediksi model atau model sesuai.

Hosmer and Lemeshow Test

4.328 7 .741 Step

1

3. Koefisien Deter minasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) ini merupakan modifikasi dari Cox & Snell R square yang menghasilkan nilai antara 0 dan 1. R2 milik Nagelkerke inilah yang paling banyak digunakan sebagai dasar interpretasi.

Tabel 4.9 : Nilai R2 Nagelkerke

Sumber : Lampiran 3

Nilai R2 Nagelkerke yang dihasilkan adalah sebesar 0,390 yang artinya bahwa 39% variabel ketepatan waktu pelaporan keuangan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel ukuran perusahaan (X1), profitabilitas (X2), likuiditas (X3), kualitas auditor (X4) dan stuktur kepemilikan (X5).

4. Ketepatan Klasifikasi

Setelah diperoleh model regresi logistik, kemudian dilakukan analisis ketepatan klasifikasi model regresi logistik tersebut. Ketepatan model dalam memprediksi keadaan sesungguhnya dapat dilihat pada Tabel dibawah ini. Dari hasil analisis diperoleh ketepatan prediksi model sebesar 88,9% dengan cara :

% 9 , 88 % 18 15 1 100  =      + Model Summary 8.634a .196 .390 Step 1 -2 Log likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square Estimation terminated at iteration number 20 because maximum iterations has been reached. Final solution cannot be found. a.

Untuk lebih jelasnya disajikan dalam berikut ini : Tabel 4.10 : Ketepatan Klasifikasi

Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan tabel 4.10 di atas, tampak bahwa perusahaan yang tidak tepat waktu dalam pelaporan keuangan hanya ada 2 (dua) perusahaan dan perusahaan yang tepat waktu dalam pelaporan keuangan ada 16 (enambelas) perusahaan. Setelah dilakukan analisis regresi logistik, dari 2 (dua) perusahaan yang tidak tepat waktu dalam pelaporan keuangan, diprediksikan hanya 1 (satu) perusahaan yang tepat waktu dalam pelaporan keuangan, jadi ketepatan klasifikasinya 50%.

Untuk kategori lainnya, yaitu 16 (enambelas) perusahaan yang tepat waktu dalam pelaporan keuangan, diprediksikan hanya 1 (satu) perusahaan yang tidak tepat waktu dalam pelaporan keuangan, jadi ketepatan klasifikasinya 93,8%.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa keseluruhan ketepatan klasifikasi adalah 88,9%.

4.4. Uji Hipotesis

Hipotesis-hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Classification Tablea 1 1 50.0 1 15 93.8 88.9 Observed

tidak tepat waktu tepat waktu

Dokumen terkait