• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1 Hasil Penelitian Ter dahulu

Penelitian sebelumnya merupakan salah satu bagi penyusun skripsi yang akan datang. Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan akan membedakan waktu dan obyek penelitiannya. Dan penelitian ini dilakukan oleh :

1) Luciana Spica Amalia dan Lucas Setiady (2006) Judul Penelitian :

“faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyelesaian Penyajian Laporan Keuangan pada Perusahaan yang Terdaftar di BEJ.

Rumusan Masalah :

1. Apakah faktor ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, lukuiditas, umur perusahaan, pelaporan keuangan item-item luar biasa dan/ atau kontijensi (ekstra) berpengaruh terhadap penyelesaian penyajian laporan keuangan?

2. Berapa lama keterlambatan penyelesaian yang terjadi di perusahaan?

Hipotesis :

Diduga bahwa faktor ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, umur perusahaan, pelaporan item-item luar biasa dan/atau

kontijensi (ekstra) berpengaruh terhadap penyelesaian penyajian laporan keuangan.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil analisis, menunjukan bahwa sebagaian besar perusahaan mengalami penyelesaian selama ± 3 bulan, yang berarti mereka telah selesai dan siap menyajiankan laporan keuangan ke publik pada bulan Maret, dan selama tahun 2011-2009 kecenderungan ini relatif tetap atau tidak banyak berubah. Tetapi jika dilihat dari batas akhir penyerahan laporan keuangan auditan yang telah ditentukan oleh BAPEPAM, yaitu paling lambat akhir bulan April, maka perusahaan sampel dapat dikatakan tidak mengalami keterlambatan.Variabel ukuran perusahaan (size) dan umur perusahaan (Age) mempengaruhi penyelesaian penyajian laporan keuangan (Lag).Sedangkan variabel profitabilitas, solvabilitas likuiditas, dan item-item luar biasa dan/atau kontijensi (ekstra) tidak memiliki pengaruh terhadap penyelesaian penyajian laporan keuangan.

2) Made Gede Wirakusuma (2008) Judul Penelitian :

“Pengaruh Ketepatwaktuan Publikasi Laporan Keuangan Terhadap Kandungan Informasi Kualitas Laba Akuntansi Di Pasar Modal Indonesia”.

1. Apakah ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, baik dalam proksi ketepatwaktuan absolute maupun relatif, berpengaruh pada kandungan kualitas laba akuntansi?

2. Apakah faktor persintensi, pertumbuhan dan keterprediksian laba, resiko sistematis (beta), stuktur modal ukuran perusahaan secara konsisten berpengaruh terhadap kandungan kualitas informasi laba akuntansi?

3. Apakah terdapat perbedaan besarnya pengaruh ketepatwaktuan pada kualitas informasi laba akuntasni ketepatwaktuan absolut dan relatif?

4. Apakah terdapat perbedaan kandungan kualitas informasi laba akuntansi antara perusahaan yang melakukan publikasi laporan keuangan dalam waktu tunda pendek (secara tepat) dan dalam waktu tunda panjang (secara lambat).

Hipotesis :

1. Ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan berpengaruh positif terhadap kandungan kualitas informasi laba akuntansi.

2. Tingkat persistensi, pertumbahan adan keterprediksian laba, risiko sistematis (beta), stuktur modal serta ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kandungan kualitas informasi laba akuntansi. 3. Terdapat perbedaan besaran pengaruh ketepatwaktuan pada kualitas informasi laba akuntansi antara ketepatwaktuan absolut dan relatif.

4. Terdapat perbedaan kandungan kaulitas informasi laba akuntansi antara perusahaan yang melakukan publikasi laporan keuangan dalam waktu tunda pendek (secara tepat) dan dalam waktu tunda panjang (secara lambat).

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil analisis, menunjukan bahwa teori signaling, terbukti berperan dalam mengungkapkan peran ketepatwaktaun sebagai signal yang dapat menunjukan kandungan kualitas informasi laba akuntansi. Ketepatwaktuan dalam proksi kecepatan manajemen melakukan publikasi laporan keuangan tahunan setelah pengauditan berpengaruh positif terhadap nilai return abnormal kumulatif yang sekaligus mencerminkan semakin tingginya kandungan kualitas informasi laba akuntansi. Faktor resiko secara konsisten berpengaruh negatif terhadap kandungan kualitas informasi laba akuntansi, sedangkan faktor lainnya terbukti tidak konsisten berpengaruh terhadap kandungan kualitas informasi laba akuntansi. Dukungan atas pengaruh ketepatwaktuan terhadap kandungan kualitas informasi laba akuntansi terlihat semakin jelas setelah adanya perbedaan pengaruh antara, koofisien regresian ketepatwaktuan relatif dan ketepatwaktuan absolut. Dukungan akan rendahnya kandungan kualitas informasi laba akuntansi yang semakin lambat dipublikasikan ditunjukan dari adanya perbedaan rata-rata return abnormal kumulatif antara perusahaan yang melakukan publikasi lebih

cepat dan lebih lambat. Rata-rata return abnormal kumulatif akan negatif jika publikasi lambat sebaliknya.

3) Devita Agustina (UPN/2009) Judul Penelitian :

“Faktor-faktor yang Menentukan Kedispilinan Ketepat Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Pada Perusahaan Transportasi Yang Go Publik di Bursa Fefek Indonesia”.

Rumusan Masalah :

Apakah rasio gearing, profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan stuktur perusahaan mempengaruhi ketepat waktu pelaporan keuangan perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI periode tahun 2002-2007.

Kesimpulan :

Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa variabel-variabel yang digunakan secara serentak berpengaruh terhadap ketepat waktu pelaporan keuangan. Walaupun secara persial yang dapat dilihat pada uji wald menunjukan bahwa variabel-variabel yang digunakan tidak berpengaruh terhadap ketepat waktu pelaporan keuangan.

4) Dewi Lestari Judul Penelitian :

“Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay : Studi Empiris Pada Perusahaan Consumer Goods yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”.

Rumusan Masalah:

Apakah faktor ukuran perusahaan, profitabilitas perusahaan, solvabilitas, kualitas auditor, dan opini auditor mempengaruhi audit delay pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2004-2008?

Hipotesis:

1. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap audit delay. 2. Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay.

3. Solvabilitas yang diukur dengan total debt to total asset berpengaruh positif terhadap audit delay.

4. Kualitas auditor berpengaruh negatif terhadap audit delay. 5. Opini auditor berpengaruh negatif terhadap audit delay. Kesimpulan:

1. Rata-rata audit delay perusahaan sampel di Bursa Efek Indonesi sepanjang tahun 2004-2008 adalah 71,80 hari. Model penelitian dinyatakan lolos uji asumsi klasik, yakni memenuhi asumsi normalitas, tidak terdapat gejala heteroskedastisitas, multikolinearitas, maupun autokorelasi. Kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel terikat pada midel penelitian sebesar 14,5 persen.

2. Hasil pengujian secara persial menunjukkan bahwa variabel yang mempengaruhi audit delay adalah profitabilitas, solvabilitas, dan kualitas auditor. Tingkat signifikansi ketiga variabel tersebut sebasar 0,043,0,092, dan 0,091. Sementara faktor ukuran

perusahaan dan opini auditor tidak berpengaruh. Hasil pengujian secara simultan memperlihatkan bahwa keseluruhan variabel secara serempak mempunyai pengaruh signifikan terhadap audit delay.

2.2 Landasan Teor i

2.2.1 Akuntansi Keuangan

2.2.1.1 Penger tian Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan adalah sistem pengakumulasian, pemrosesan, dan pengkomunikasian yang didesain untuk informasi pengambilan keputusan yang terkaitan dengan investasi dan kredit oleh pemakai internal. Informasi Akuntansi keuangan dikomunikasikan melalui laporan keuangan yang dipubliksaikan dan dibatasi oleh beberapa ketentuan Standar Akuntansi Keuangan (Hanafi,2003:2009)

Menurut Kieso (2002;3), akuntansi merupakan sebuah proses yang berakhir pada perusahaan laporan keuangan menyangkut perusahaan secara keseluruhan untuk digunakan baik oleh pihak-pihak internal maupun pihak eksternal. Pemakai laporan keuangan ini meliputi investor, kreditor, manajer, serikat kerja, dan badan-badan pemerintahan.

Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi keuangan adalah sebuah proses yang terakhir pada pembuatan laporan keuangan yang didesain untuk informasi pengambilan keputusan

2.2.1.2 Tujuan Ak untansi Keuangan

Tujuan akuntansi keuangan adalah memberikan informasi kualitatif tentang suatu perusahaan yang berguna bagi pemakai khususnya pemilik dan kreditor dalam proses pengambilan keputusan. Tujuan ini termasuk memberikan informasi yang dapat digunakan untuk menilai efektifitas manajemen dalam memenuhi tanggung jawab manajemen dan kepengurusannya (Harahap, 2002:139).

2.2.1.3 Manfaat Akuntansi Keuangan

Laporan keuangan yang dihasilkan dari akuntansi keuangan akan bermanfaat bagi pihak internal perusahaan khususnya untuk dapat menilai kinerja dan kondisi keuangan perusahaan dimasa mendatang. Selain itu juga bermanfaat untuk pihak eksternal khususnya investor dan kreditor untuk pembuatan keputusan ekonomi (Hanafi, 2003:03).

2.2.2 Infor masi

2.2.2.1 Penger tian Infor masi

Menurut Bordnar dan Hopowood (2006:3) informasi merupakan suatu data yang diorganisasi yang dapat mendukung ketepatan pengambilan keputusan.

Wilkinson (1993:3) mengemukakan bahwa informasi adalah pengetahuan yang berarti dan berguna untuk mencapai sasaran. Informasi

terdiri dari data yang telah ditransformasikan dan dibuat lebih bernilai melalui pemrosesan.

Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah yang berguna dan bernilai sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat dalam situasi tertentu yang mencapai sasaran.

2.2.2.2 Sifat Infor masi

Menurut wilkinson (1993:120-121) sifat-sifat informasi yang penting meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Relevansi, hubungan antara informasi dan situasi keputusan, serta dengan sasaran perusahaan.

2. Kuantifibilitas, sejauh mana informasi dapat dikuantifikasikan (dinyatakan dalam bentuk munerik).

3. Akurasi, keandalan dan kepresisian informasi.

4. Kepadatan, sejauh mana informasi diringkaskan atau didapatkan. 5. Ketepatan waktu, kekinian informasi.

6. Cakupan, rentang yang dicakup oleh informasi.

2.2.3 Lapor an Keuangan

2.2.3.1 Penger tian Lapor an Keuangan

Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar

pengguna (SAK,2007). Laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyediakan informasi laporan keuangan mengenai suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi. Definisi dari laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan (Baridwan, 2004:17).

Laporan keuangan yang telah disusun dan disajikan kepada semua pihak yang berkepentingan pada hakekatnya merupakan alat komunikasi. Artinya laporan keuangan digunakan untuk mengkomunikasikan informasi keuangan dari perusahaan dan kegiatan-kegiatan perusahaan tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sehingga manajemen mendapat informasi yang bermanfaat (Munawir, 2000:3)

1. Mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan perusahaan.

2. Untuk menentukan atau mengukur efisiensi tiap bagian, proses atau produksi, serta untuk menentukan derajat keuntungan yang dapat dicapai.

3. Untuk menilai dan mengukur hasil kerja tiap-tiap individu yang telah disertai wewenang dan tanggungjawab.

4. Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan guna mencapai hasil yang baik.

Laporan keuangan adalah dokumen-dokumen yang melaporkan kegiatan bisnis pribadi atau organisasi ke dalam satuan moneter atau dokumen usaha yang melaporkan informasi laporan keuangan mengenai suatu entitas kepada orang-orang dan organisasi-orgnisasi di luar usaha tersebut (Horngen et al, 10097:3). Menurut Weston and Copeland (1995:25) laporan-laporan keuangan perusahaan didasarkan pada aturan-aturan dan konvensi-konvensi akuntansi. Untuk mencapai konsistensi dan komparabilitas, penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang subjektif diminimalkan sehingga penilaian suatu perusahaan akan didasarkan pada proyeksi atau prakiraan kinerjanya di masa depan.

Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak di luar korporasi. Laporan ini menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasikan dalam nilai moneter (Kieso, 2002:3).

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2007:1-2), laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan serta materi penjelasan yang merupakan bagian intergal dari laporan keuangan.

Berdasarkan definisi-definisi diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa laporan keuangan merupakan informasi keuangan dari suatu perusahaan yang meringkas, mencatat secara tepat yang dapat digunakan untuk bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2.2.3.2 Tujuan lapor an Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2009:3), tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manjemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan bertujuan memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya tentang aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan pada saat penyusunan laporan keuangan tersebut sehingga informasi keuangan dapat membantu para pemakai laporan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba masa yang akan datang (Kieso weygandt, 1995:6)

Menurut PSAK No.1(2002,par 07) tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber –sumber daya yang dipercayakan mereka.

Menurut Accounting Principle Board stetement No.4 (Belkaoui, 2000:126-127) mengklasifikasikan tujuan secara khusus, umum dan kualitatif, menempatkannya sebagai berikut :

Tujuan-tujuan tersebut diiktisarkan sebagai berikut : 1. Tujuan khusus

Laporan keuangan adalah penyajian secara wajar dan sesuai prinsip akuntansi berterima umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan lain dalam posisi keuangan.

2. Tujuan umum laporan keuangan adalah sebagai berikut:

a. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban suatu usaha bisnis dengan tujuan untuk : 1. Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan.

2. Menunjukan pandangan dan investasi.

3. Mengevaluasi kemampuan perusahaan memenuhi komitmen. Menunjukan basis sumber daya untuk pertumbuhan.

b. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih sebagai hasil dari aktiva perusahaan yang menghasilkan profit dengan tujuan untuk :

1. Menunjukan tingakat kembalian dividen harapan bagi investor. 2. Menunjukan kemampuan operasi untuk membayar kreditor dan

pemasok, menyediakan pekerjaaan bagi karyawan, membayar pajak, dan menghasilkan untuk ekspeni.

3. Menyediakan informasi bagi manajemen untuk perencanan dan pengendalian.

4. Menunjukan profitabilitas jangka panjang.

d. Menyediakan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi earning potensial perusahaan.

e. Menyediakan informasi lain yang dibutuhkan tentang perubahan sumber daya ekonomi dan kewajiban.

f. Mengungkapkan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pemakai.

3.

Tujuan kuantitatif

Akuntansi keuangan adalah sebagai:

a. Relevan, memilih informasi yang paling mungkin untuk membantu pemakia dalam pembuatan keputusan ekonomi.

b. Dapat dipahami, selain harus jelas informasi yang harus dipilih, juga harus dapat dipahami pemakai.

c. Dapat diuji kebenarannya, hasil-hasil akuntansi dibenarkan oleh ukuran-ukuran yang indenpenden, menggunakan metode pengukuran yang sama.

d. Netral, informasi akuntansi diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan bukan kebutuhan khusus pamakai tertentu.

e. Tepat waktu, berarti mengkomunikasikan informasi seawal mungkin untuk menghindari keterlambatan pembuatan keputusan ekonomi.

Dapat dipertimbangkan, perbedaan-perbedaan seharusnya tidak mengakibatkan perlakuan yang berbeda.

f. Kelengkapan, semua informasi yang memenuhi persyaratan tujuan-tujuan kualitatif lain harus dilaporkan.

2.2.3.3 Pemakaian Lapor an Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2009:2-3), pemakai laporan keuangan meliputi :

1. Investor

Penanaman modal berisiko untuk penasehat mereka berkepentingan dengan resiko yang melekat serta hasil pengembangan diri investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.

2. Kar yawan

Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.

3. Pember ian pinjaman

Pemberian pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.

4. Pemasok dan kr editor usaha lainnya

Pemasok dan usaha kreditur lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberian pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.

5. Pelanggan

Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian panjang dengan atau tergantung pada perusahaan.

6. Pemer intah

Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan arena itu berkepentingna dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.

7. Masyar akat

Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagi cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, terrnasuk jumlah orang yang diperkerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya

2.2.3.4 Klasifikasi Lapor an Keuangan

Jenis-jenis laporan keuangan menurut beberapa pendapat yang lengkap meliputi:

a)

Ner aca

Neraca adalah laporan tentang posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu seperti yang tertera dalam neraca. Biasanya neraca dibuat per 31 Desember, atau tiap akhir bulan. Neraca terdiri atas hak atau sumber daya perusahaan dan kewajiban perusahaan (Darsono dan Ashari, 2005:18).

Terdapat dua bentuk penyusunan neraca yang umum digunakan, yakni bentuk rekening ( account form) dan bentuk laporan (report from). Dalam bentuk rekening, aktiva ditempatkan di sebelah kiri dan utang beserta modal sendiri (disebut pasiva) ditempatkan

ditempatkan dibagian atas serta utang beserta modal sendiri ditempatkan di bawah aktiva secara vertikal (Djarwanto,2004:21). b) Lapor an Laba Rugi

Menurut Kieso (2002:150) laporan laba rugi adalah laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu. Menurut SAK (2009:25.1) laporan laba rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja dari suatu perusahaan selama suatu periode tertentu.

Menurut Munawir (1997:26) laporan laba rugi merupakan suatu yang sistematis tentang penghasilan, biaya, laba rugi yang diperoleh perusahaan selama periode waktu tertentu.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan laba rugi digunakan sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan dan juga mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan dan juga mengetahui berapa hasil bersih atau laba yang didapat dalam suatu periode.

c) Lapor an Per ubahan Modal

Menurut Baridwan (199:39) laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukan sebab-sebab perubahan modal perusahaan. Sedangkan menurut Munawir (2002:30) laporan keuangan perubahan modal menunjukkan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan-perubahan tersebut.

d) Lapor an Ar us Kas

Menurut Munawir (2002:32) laporan arus kas disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menujukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaanya. Sedangkan menurut Badriwan (1992:43) tujuan laporan keuangan arus kas adalah unuk menyajikan informasi relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode.

e) Catatan atas Lapor an Keuangan

Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002:18) mengungkapkan:

a) Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa atau transaksi yang penting.

b) Informasi yang diwajibkan dalam Standar Akuntansi Keuangan tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas.

c) Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.

2.2.4.Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan bukan merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis. Pelaporan keuangan tidak hanya terdiri dari laporan keuangan, tetapi semua informasi yang berhubungan baik secara langsung atau pun tidak langsung dengan sistem akuntansi. Pelaporan keuangan sesuai dengan SFAC (Statement of Financial Accounting Concepts) No.1 terdiri dari:

1. Laporan keuangan dasar (Basic Financial Statements) yang terdiri dari laporan keuangan (Financial Statement) dan catatan atas laporan keuangan (Notes of Financial Statements).

2. Informasi-informasi tambahan (Supplementary Informations). 3.Laporan-laporan lain selain Laporan keuangan (Other means of

Financial reporting).

FASB dalam SFAC No.1 secara tegas menjelaskan bahwa tujuan pelaporan keuangan adalah bukan sesuatu yang tidak terpengaruh (immutable). Tujuan pelaporan keuangan dipengaruh, politik, dan sosial dimana pelaporan keuangan berasal. Adapun tujuan pelaporan keuangan dalam SFAC No.1 adalah:

(1)Menyediakan informasi yang bermanfaat bagi investor, potensial investor, kreditur, dan pengguna lainnya untuk melakukan investasi, pemberian kredit, dan keputusan secara rasional.

(2)Menyediakan informasi untuk membantu investor dan potensial investor, kreditur, dan pengguna lainnya untuk menilai jumlah, waktu dan ketidakpastian prospek perolehan kas dari dividen, atau bunga dari penerimaan, penjualan, penebusan, atau pinjaman.

(3) Menyediakan informasi tentang sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan pengaruh transaksi, kejadian dan lingkungan serta klaim yang dapat berpengaruh terhadap sumber daya tersebut.

2.2.5.Ketepatan Wak tu Pelaporan Keuangan

Ketepatan waktu pelaporan (SAK, 1994) merupakan unsur penting dalam pengambilan keputusan investasi. Karakteristik kualitatif yang harus dipenuhi dalam penyajian laporan keuangan adalah informasi harus dipenuhi dalam penyajian laporan keuangan adalah informasi harus relevan dan andal. Keterlambatan penyelesaian dapat disebabkan karena perusahaan berusaha untuk mengumpulkan informasi yang banyak untuk menjamin keandalan dari laporan keuangan (SAK, 2002:sak kerangka dasar par 43). Namun, peningkatan jumlah penudaan laporan keuangan juga dapat memberikan arti bahwa ada sumber alternatif informasi atau ada suatu kebocoran yang umum dan eksploitasi atau inside information. Givoly dan Palmon (1982) dalan Na’im (1999) berpendapat bahwa adanya fenomena semacam itu akan menyadarkan pentingnya ketepatan waktu

karena sumber informasi alternatif akan lebih mahal dari pada perbaikan atas ketepatan waktu informasi akuntansi itu sendiri. PSAK NO.1 Paragraf 38 (IAI, 2007) menyatakan bahwa Faktor-faktor seperti kompleksitas operasi perusahaan tidak cukup menjadi pembenaran atas ketidak mampuan perusahaan menyediakan laporan keuangan tepat waktu.

Semua perusahaan di Indonesia wajib menyampaikan laporan keuangan kepada menteri yang bertanggung jawab dalam bidang keuangan dengan menyampaikan laporan keuangan yang merupakan laporan keuangan setiap periode. Untuk melihat ketepatan waktu pelaporan keuangan menurut Dyer dan Mchugh (1975) dalam Bandi dan Santoso (2000) dalam devita agustina (2010) dapat dilihat sejauh mana keterlambatan pelaporan yang meliputi:

a) Keterlambatan audit (auditors report lag) yang merupakan interval jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai tanggal laporan auditor ditandatangani.

b) Keterlambatan pelaporan (reporting lag) yang merupakan interval jumlah hari antara tanggal laporan auditor ditandatangani sampai tanggal pelaporan oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ).

c) Keterlambatan total (total lag) yang merupakan interval jumlah hari antara tanggal laporan keuangan sampai tanggal periode laporan keuangan sampai tanggal laporan dipublikasikan oleh bursa.

d) Waktu keterlambatan ekspektasi (the expectedlag time)

Dokumen terkait