BAB V PENUTUP
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:
1. Agar tingkat penyerapan tetap meningkat, maka pemerintah diharapkan memberikan insentifnya berupa kemudahan perizinan, dan lain-lain kepada sektor industri. Sehingga insentif pemerintah dapat memberikan peluang kepada para pelaku industri untuk meningkatkan terus produksinya dan jumlah tenaga kerja yang diserap juga akan meningkat.
61 2. Kemudian untuk upah minimum di Provinsi Sulawesi Selatan, hubungan industrial antara pemerintah dengan buruh terutama para pelaku industri dan tenaga kerja itu harus dibina sehingga upah minimum harus mencerminkan seberapa besar kebutuhan minimum tenaga kerja. Namun untuk menaikkan upah sebaiknya diatas sedikit dari upah minimum dan tidak melebihi karena jika melewati dari batas tingkat upah minimum maka hal ini akan membuat penyerapan tenaga kerja berkurang.
3. Selanjutnya untuk total investasi walaupun tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, Total investasi ini sebaiknya tetap meningkat walaupun tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja karena total investasi ini berpengaruh tidak langsung terhadap peningkatan output sektor indutri.
4. Begitupun dari total pengeluaran pemerintah yang tidak memiliki pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, ternyatapengeluaran pemerintah ini tidak banyak memberikan insentifnya kepada para pelaku industri untuk meningkatkan produksinya. Sebaiknya pemerintah lebih ke kebijakan fiskal yaitu pajak karena ternyata kebijakan pengeluaran pemerintah kurang efektif untuk menaikkan penyerapan tenaga kerja.
Jadi diharapkan pemerintah mengarah ke instrumen lain yaitu tarif penetapan pajaknya karena sistem ini langsung berpengaruh ke fungsi produksi perusahaan.
62
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Karib. 2012. ―Analisis Pengaruh Produksi, Investasi dan Unit Usaha Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Sektor Industri di Sumatera Barat.‖ Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 3, No.3.
Asruni. 2014. ―Pengaruh Faktor Upah Minimum Kabupaten, Investasi dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kecil di Kabupaten Tanah‖ Volume 10.
Azhar, Kholidah & Zainal Arifin. 2011. ―Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Besar dan Menengah Pada Tingkat Kabupaten/Kota di Jawa Timur.‖ Jurnal Ekonomi Pembangunan 9 No. 1.
Badan Pusat Satitistik. n.d. Keadaan Angkatan Kerja Sulawesi Selatan.
makassar: BPS provinsi sulawesi selatan.
———. n.d. Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Angka. Makassar: BPS provinsi sulawesi selatan.
———. 2016. Indikator Kesejahteraan Rakyat Rakyat Sulawesi Selatan.
Makassar: BPS provinsi sulawesi selatan.
Boediono. 1992. Pertumbuhan Ekonomi, Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi.
Edisi 1. Yogyakarta: BPFE.
Buchari, Imam. 2016. ―Pengaruh Upah Minimum dan Tingkat Pendidikan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Manufaktur Di Pulau Sumatera Tahun 2012-2015.‖ Jurnal Stiedewantara XI(1): 73–85.
Dumairy. 1997. Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Furqon, Ahmad Mujahidul. 2014. ―Analisis Pengaruh PDRB, Upah Minimum, Jumlah Unit Usaha dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Sektor Industri Manufaktur di Kabupaten Gresik Tahun 1998-2012.‖ Jurnal Ilmiah.
Gujarati, Damodar N. 2006. Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga.
Haryani, Sri. 2002. Hubungan Industrial di Indonesia. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Herdiyanti. 2016. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Periode 2010-2014. Makassar: Fakultas Ekonomi Universitas hasanuddin.
Mankiw, N. Gregory. 2007. Makro Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Maulyana, Asrah; Iswanto, Anas; Sabir. 2018. The Analysis of The Investment Attractiveness in South Sulawesi Province. International Journal of Social Science and Economic Research, Volume: 03, Issue: 03"March 2018".
Mudrajad kincoro. 2015. Memahami dan Menganalisis Indikator Ekonomi.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mulyadi. 2000. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Payaman, J. Simajuntak. 1985. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
63 Sudarsono, Heri. 2007. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Yogyakarta:
Ekonosia Kampus FE UII.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R Dan D. Bandung: Alfabeta.
Sukirno, Sadono. 2000. Makroekonomi Modern. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
———. 2006. Ekonomi Pembangunan Proses Masalah dan Dasar Kebijakan.
Jakarta: Kencana.
Sulistiawati, Rini. 2012. ―Pengaruh Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi di Indonesia‖ 8:
195–211.
Sumarsono, Sonny. 2003. Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia Dan Ketenagakerjaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suryana. 2000. Ekonomi Pembangunan: Problematika dan Pendekatan. Jakarta:
Salemba Empat.
tanti siti rochmani, yunastiti purwaningsih, agustinus suryantoro. 2016. ―Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri di Provinsi Jawa Tengah.‖ Jurnal Ekonomi Pembangunan 16, No.2.
Teguh, Muhammad. 2010. Ekonomi Industri. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Todaro, Michael P. 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta:
Erlangga.
64
LAMPIRAN
65 LAMPIRAN DATA NORMAL, DATA SETELAH DI LN
Lampiran 1 Data Normal
Lampiran 2 Data setelah di LN
TAHUN X1 X2 X3 X4 Y1
2001 14.498,12 200.000 171.536.631,00 1.763.645.523 312,262 2002 14930,01 300.000 29.691.293,33 2.454.915.238 245.012 2003 15.414,92 375.000 115.802.672,00 5.142.573.713 257.753 2004 16.372,58 455.000 570.932.102,30 4.955.869.172 265.136 2005 17.567,13 510.000 34.426.167,30 5.376.535.291 232.885 2006 18.835,34 612.000 4.222.957,48 4.220.232.000 238.329 2007 19.728,33 673.000 816.028.634,92 5.683.194.081 237.589 2008 21.446,59 740.000 152.609.873.556,52 5.961.968.305 234.205 2009 22.227,80 905.000 66.913.696.592,00 6.140.422.223 214.608 2010 23.604,46 1.000.000 10.941.870,66 5.180.403.974 197.342 2011 25.736,56 1.100.000 75.774.658,11 6.567.470.516 223.246 2012 27.966,14 1.200.000 153.674.859,00 4.151.911.913 225.880 2013 30.545,25 1.440.000 3.658.863.379,00 8.426.108.378 196.332 2014 33.293,32 1.800.000 250.374.957,00 10.584.611.566 202.003 2015 35506,00 2.000.000 1.557.906.796,00 13.055.464.250 230.459 2016 38.454,81 2.250.000 2.989.558.735,00 16.346.083.270 213.950
TAHUN X1 X2 X3 X4 Y1
2001 9,58 12,21 19,00 21,29 12,65
2002 9,61 12,61 17,00 21,62 12,41
2003 9,64 12,83 19,00 22,36 12,46
2004 9,70 13,03 20,00 22,32 12,47
2005 9,77 13,14 17,00 22,41 12,36
2006 9,84 13,32 15,00 22,16 12,38
2007 9,89 13,42 21,00 22,46 12,30
2008 9,97 13,51 26,00 22,51 12,41
2009 10,01 13,72 25,00 22,51 12,26
2010 10,07 13,82 16,00 22,37 12,19
2011 10,16 13,91 18,00 22,61 12,32
2012 10,24 14,00 19,00 22,15 12,33
2013 10,33 14,18 22,00 22,85 12,19
2014 10,41 14,40 19,00 23,08 12,22
2015 10,48 14,51 21,00 23,29 12,35
2016 10,56 14,63 22,00 23,52 12,27
LAMPIRAN PERHITUNGAN TOTAL INVESTASI
TAHUN PMDN (Rp) PMA (US$)
KURS
TENGAH PMA (Rp)
TOTAL INVESTASI (PMDN+PMA) 2001 16.472,631,00 14.910.00 10.400 155.064.000 171.536,631,00
2002 55.193,33 3.315,00 8.940 29.636.100 29.691.293,33
2003 69.075.872,00 5.520.00 8.465 46.726.800 115.802.672,00 2004 442.840.003,00 13.788.17 9.290 128.092.099 570.932.102,30
2005 129.690,50 3.488.96 9.830 34.296.477 34.426.167,30
2006 163.957,00 450,00 9.020 4.059.000 4.222.957,48
2007 54.260,00 86.630,68 9.419 815.974.375 816.028.634,92 2008 906.156,52 13.936.892,00 10.950 152.608.967.400 152.609.873.556,52 2009 243.933.392,00 7.092.528,00 9.400 66.669.763.200 66.913.696.592,00
2010 862.420,00 1.121.06 8.991 10.079.450 10.941.870,66
2011 2.368.358,00 8,164.42 8.991 73.406.300 75.774.658,11 2012 1.762.605,00 15.753.63 9.643 151.912.254 153.674.859,00 2013 771.493,00 302.797.11 12.081 3.658.091.886 3.658.863.379,00 2014 3.675.807,00 19.837.50 12.436 246.699.150 250.374.957,00 2015 7.895.706,90 112.368.50 13.794 1.550.011.089 1.557.906.796,00 2016 952.977,00 222.432.70 13.436 2.988.605.757 2.989.558.735,00
67 LAMPIRAN SEMUA HASIL ESTIMASI MODEL 1,2,3 DAN 4
Lampiran Hasil Estimasi Keselururahan Variabel Dependent Variable: Y1
Method: Least Squares Date: 09/28/18 Time: 00:15 Sample: 2001 2016
Included observations: 16
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 10.55951 1.585753 6.658988 0.0000
X1 0.662272 0.264236 2.506369 0.0292 X2 -0.489382 0.141322 -3.462895 0.0053 X3 0.002548 0.006169 0.413110 0.6875 X4 0.077856 0.071335 1.091425 0.2984 R-squared 0.773459 Mean dependent var 12.34813 Adjusted R-squared 0.691080 S.D. dependent var 0.118615 S.E. of regression 0.065927 Akaike info criterion -2.350231 Sum squared resid 0.047810 Schwarz criterion -2.108797 Log likelihood 23.80185 Hannan-Quinn criter. -2.337868 F-statistic 9.389085 Durbin-Watson stat 2.643391 Prob(F-statistic) 0.001492
Lampiran Hasil Estimasi Dua Variabel
Dependent Variable: Y1 Method: Least Squares Date: 09/28/18 Time: 00:22 Sample: 2001 2016
Included observations: 16
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 11.82028 1.042373 11.33978 0.0000
X1 0.597754 0.252166 2.370476 0.0339 X2 -0.402092 0.115702 -3.475239 0.0041 R-squared 0.736704 Mean dependent var 12.34813 Adjusted R-squared 0.696197 S.D. dependent var 0.118615 S.E. of regression 0.065379 Akaike info criterion -2.449879 Sum squared resid 0.055567 Schwarz criterion -2.305019 Log likelihood 22.59903 Hannan-Quinn criter. -2.442461 F-statistic 18.18708 Durbin-Watson stat 2.234007 Prob(F-statistic) 0.000171
Lampiran Hasil Estimasi Tiga Variabel (Variabel Total Invetasi)
Dependent Variable: Y1 Method: Least Squares Date: 09/28/18 Time: 00:25 Sample: 2001 2016
Included observations: 16
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 11.85450 1.060401 11.17926 0.0000
X1 0.585731 0.256781 2.281052 0.0416
X2 -0.402346 0.117599 -3.421351 0.0051
X3 0.004540 0.005940 0.764300 0.4595
R-squared 0.748927 Mean dependent var 12.34813
Adjusted R-squared 0.686158 S.D. dependent var 0.118615 S.E. of regression 0.066450 Akaike info criterion -2.372411 Sum squared resid 0.052987 Schwarz criterion -2.179264 Log likelihood 22.97929 Hannan-Quinn criter. -2.362520 F-statistic 11.93159 Durbin-Watson stat 2.196799 Prob(F-statistic) 0.000651
Lampiran Hasil Estimasi Tiga Variabel ( Variabel Total Pengeluaran Pemerintah)
Dependent Variable: Y1 Method: Least Squares Date: 09/28/18 Time: 00:25 Sample: 2001 2016
Included observations: 16
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 10.39702 1.482160 7.014774 0.0000
X1 0.676999 0.252610 2.680013 0.0200
X2 -0.498995 0.134490 -3.710286 0.0030
X4 0.086572 0.065746 1.316754 0.2125
R-squared 0.769944 Mean dependent var 12.34813
Adjusted R-squared 0.712430 S.D. dependent var 0.118615 S.E. of regression 0.063608 Akaike info criterion -2.459836 Sum squared resid 0.048552 Schwarz criterion -2.266688 Log likelihood 23.67868 Hannan-Quinn criter. -2.449945 F-statistic 13.38710 Durbin-Watson stat 2.685412 Prob(F-statistic) 0.000389
69
Lampiran
BIODATA
Identitas Diri
Nama : Hasrianti
Tempat, tanggal lahir : Belopa, 21 Agustus 1995 Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Lingkungan Jawaro, Kelurahan Senga, Belopa.
No.Hp : 085242337932
Emai : [email protected]
Riwayat Pendidikan
SDN 21 Taddette 2002-2008
SMPN 3 Belopa 2008-2011
SMAN 1 Belopa 2011-2014
Universitas Hasanuddin 2014-2018
Demikian biodata ini dibuat dengan sebenarnya.
Makassar, 13 November 2018
HASRIANTI
xvi
1
xv
xvi
17
18
19
20