3.2.2 Analisis Hasil Entrepreneurial Leadership Questionnaire (ELQ)
Kuesioner ELQ digunakan untuk menilai para pimpinan dan jajaran manajemen puncak di Rumah Sakit Mata Cicendo untuk mengetahui bagaimana perilaku pemimpin yang berjiwa entrepreneurial berada dalam lingkup instansi. Para pegawai RSM Cicendo diminta untuk menilai seberapa penting suatu pernyataan dan seberapa sering seorang pimpinan dan manajemen puncak melaksanakan perilaku tersebut.
Huruf “I”(important) menunjukan seberapa penting perilaku atau peran seorang pimpinan dan manajemen puncak sedangkan huruf “F” (frekuensi) menunjukan seberapa sering hal tersebut dilakukan. Nilai “I” seharusnya menjadi patokan bagi instansi apabila perusahaan akan melakukan perbaikan dalam kemampuan entrepreneurial leadership mereka.
Penggolongan kategori entrepreneurial leader dilakukan berdasarkan penggolongan yang dilakukan oleh Neal Thornberry (2006), yang menggolongkan pemimpin menjadi empat tipe, yaitu tipe Miners, Explorers, Accelerators, dan Integrators. Serta ditambahkan kategori General Entrepreneurial Leadership (GEL) yang akan menilai entrepreneurial leader secara umum. Tabel berikut ini menunjukkan klasifikasi tipe‐tipe tersebut beserta rentang penilaian yang dikembangkan oleh Thornberry.
Tabel 3.17. Klasifikasi Tipe Entrepreneurial Leader (Thornberry, 2006)
Nilai GEL Explorer Miner Accelerator Integrator
H 34 45 34 45 26 35 38 50 53 70
M 23 33 23 33 18 25 27 37 36 52
L 9 22 9 22 7 17 10 26 14 35
Hasil dari ELQ di Rumah Sakit Mata Cicendo seperti ditunjukkan tabel dan gambar berikut ini.
Tabel 3.18. Hasil Perhitungan ELQ
TIPE NILAI SKALA GAP
I 34.04 H GEL F 26.17 M 7.87 I 39.14 H Explorer F 30.63 M 8.51 I 29.86 H Miner F 23.45 M 6.41 I 42.64 H Accelerator F 32.42 M 10.23 I 59.50 H Integrator F 44.46 M 15.04 Keterangan: • I = Importance (Kepentingan) • F = Frequency (Kejadian) • M = Medium • H = High
Gambar 3.8. Karakteristik Kepemimpinan Rumah Sakit Mata Cicendo
Berdasarkan hasil ELQ seperti terlihat pada Tabel 3.18 dan Gambar 3.8 di atas, untuk masing‐masing tipe ternyata terdapat perbedaan antara nilai yang diharapkan oleh responden, ditunjukkan dengan “I”, terhadap penerapan sifat‐ sifat entrepreneurial leader tersebut yang dilakukan oleh para pemimpin dan jajaran manajemen puncak, ditunjukkan dengan “F”. Perbedaan yang paling besar terjadi untuk karakteristik pemimpin tipe Integrator, dengan perbedaan sebesar 15,04, kemudian berurutan adalah tipe Accelerator, Explorer, GEL, dan Miner. Perbedaan antara persepsi responden terhadap pentingnya sifat‐sifat entrepreneurial dari seorang pemimpin (I) dengan aktual pelaksanaan saat ini (F) masih sangat jauh, yang berarti bahwa para pemimpin dan manajemen puncak masih jarang untuk mempraktekkan sifat‐sifat yang dinilai penting oleh para responden. Semakin besar perbedaan yang terjadi berarti semakin jauh pelaksanaan sifat‐sifat tersebut dibandingkan dengan harapan akan pentingnya sifat‐sifat tersebut.
Akan tetapi, apabila kita tinjau lagi mengenai skala yang digunakan untuk melakukan penilaian tersebut, maka terdapat perbedaan antara skala maksimum yang digunakan untuk masing‐masing tipe, oleh karena itu untuk menambah objektivitas terhadap hasil penilaian ELQ ini, kita dapat membandingkan seberapa besar pemenuhan dari pelaksanaan sifat untuk masing‐masing tipe (F) terhadap tingkat kepentingan yang diharapkan oleh responden (I). Hasil perbandingan pemenuhan tersebut seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini. Tabel 3.19. Prosentase Pemenuhan F Terhadap I TIPE Pemenuhan F/I (%) GEL 76.9% Explorer 78.3% Miner 78.5% Accelerator 76.0% Integrator 74.7%
Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa tipe yang paling tinggi tingkat pemenuhannya, dalam artian pelaksanaan (F) terhadap kepentingan (I), adalah untuk tipe Miner, kemudian yang ke dua tertinggi adalah Explorer. Kedua tipe ini termasuk ke dalam karakter entrepreneurial leader yang memiliki orientasi sebagai seorang aktifis, yang berorientasi pada penciptaan nilai melalui peningkatan dan penciptaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini karakeristik seorang pemimpin yang masuk sebagai kategori aktifis adalah selalu melakukan identifikasi dan pengembangan terhadap peluang‐peluang layanan baru.
Sedangkan tipe pemimpin entrepreneurial yang memiliki nilai pemenuhan terendah adalah untuk tipe Accelerator dan Integrator. Kedua tipe ini termasuk ke dalam karakter entrepreneurial leader yang memiliki orientasi sebagai seorang
katalis, atau bertindak sebagai agen perubahan dalam instansi yang akan membentuk budaya entrepreneurial sehingga akan menciptakan dan mendorong pelaksanaan proses inovasi dan pengembangan layanan baru. Karakter pemimpin seperti ini masih kurang terlihat dan dipraktekkan di lingkungan Rumah Sakit Mata Cicendo sehingga memiliki tingkat pemenuhan yang masih rendah. Analisis lebih mendalam mengenai hasil untuk masing‐masing tipe pemimpin akan dijelaskan lebih lanjut.
3.2.2.1 Analisis Hasil ELQ mengenai General Entrepreneurial Leadership (GEL)
GEL adalah tipe pemimpin yang bersifat entrepreneurial pada umumnya dan merupakan tipe pemimpin yang memiliki irisan terhadap sifat‐sifat pemimpin entrepreneurial yang lainnya. Dari hasil survey ELQ yang dilakukan terlihat bahwa terdapat perbedaan antara nilai yang diharapkan dibandingkan dengan nilai pelaksanaan saat ini. Para pemimpin dinilai oleh para responden, masih belum mampu untuk menunjukkan pelaksanaan sifat‐sifat entrepreneurial sesuai dengan yang diharapkan, dengan perbedaan sebesar 7,87 dan tingkat pemenuhan 76,9%. Pengukuran terhadap GEL dilakukan dengan mengajukan sembilan pertanyaan dan hasilnya seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 3.20. Hasil Penilaian Terhadap GEL
No Pertanyaan I F Gap
5 Mendukung untuk tidak mengikuti peraturan perusahaan bila dianggap peraturan tersebut menghambat pencapaian tujuan bisnis 3.79 2.99 0.80 12 Menyelesaikan tugas dengan baik walau harus menyimpang dari sistem yang berlaku 3.64 2.76 0.88 26 Dengan yakin tetap melaksanakan cara baru yang menjanjikan, meskipun orang lain mungkin tidak akan melaksanakannya 3.43 3.07 0.36 27 Menciptakan lingkungan yang mendukung pengambilan risiko 3.79 2.99 0.80 29 Mendorong karyawan untuk ’mengakali’ birokrasi perusahaan 2.07 1.95 0.12 30 Secara cepat menggunakan pendekatan berbeda untuk mengatsai hambatan ketika pendekatan lama yang digunakan tidak menunjukkan hasil 4.43 2.95 1.48 32 Menunjukkan sifat‐ sifat kewirausahaan/ entrepreneurial dalam pekerjaan 4.00 3.18 0.82 34 Secara aktif memerangi birokrasi yang berlebihan dalam perusahaan 3.79 3.13 0.66 38 Memiliki kemauan untuk mendengarkan saran dari orang lain mengenai bagaimana suatu hal dapat dikerjakan dengan cara berbeda 4.29 3.14 1.14
Hasil survei ELQ menunjukkan bahwa sebagai instansi pemerintahan, RSM Cicendo memiliki sistem birokrasi yang berbelit‐belit dan pihak pimpinan enggan untuk memerangi sistem tersebut, ditunjukkan dengan nilai I yang rendah pada pertanyaan nomor 29. Sistem birokrasi yang berlapis‐lapis akan sangat berpengaruh pada kecepatan perusahaan dalam melakukan penyelesaian masalah dan alokasi sumberdaya untuk merealisasikan ide‐ide dalam menciptakan suatu layanan yang bermanfaat untuk masyarakat.
3.2.2.2 Analisis Hasil ELQ mengenai Tipe Explorer
Explorer adalah tipe pemimpin ini biasanya terlibat langsung dengan value‐ creating activity atau penciptaan nilai yang bertujuan untuk mengembangkan pasar baru, produk dan layanan baru atau keduanya. Pada umumnya pemimpin dengan tipe explorer sangat jeli dalam melihat peluang pasar dan kebutuhan konsumen sehingga mereka berani mengambil risiko bahkan jalan pintas apabila dirasa perlu dalam mengeluarkan ide‐ide yang inovatif untuk mengubah peluang maupun kebutuhan tersebut menjadi kesuksesan dan pelayanan baru bagi instansi.
Dari hasil survey ELQ yang dilakukan terlihat bahwa terdapat perbedaan antara nilai yang diharapkan dibandingkan dengan nilai pelaksanaan saat ini. Para pemimpin dinilai oleh para responden, masih belum mampu untuk menunjukkan pelaksanaan sifat‐sifat explorer leader sesuai dengan yang diharapkan, dengan perbedaan sebesar 8,51 dan tingkat pemenuhan 78,3%. Penilaian untuk tipe explorer ini dilakukan dengan mengajukan 9 pertanyaan dalam kuesioner ELQ, dan hasilnya seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 3.21. Hasil Penilaian Terhadap Tipe Explorer
No Pertanyaan I F Gap
1 Meluangkan waktu untuk mengembang‐kan bisnis baru 4.71 3.33 1.38 2 Memperhatikan kelemahan pesaing dan mencari cara untuk memanfaatkan kelemahan mereka 3.71 2.91 0.81 3 Mendengarkan dan melakukan tindakan atas keluhan konsumen 4.64 3.70 0.94 8 Bersemangat untuk mencari cara‐ cara baru dalam mengembangkan bisnis 4.64 3.52 1.12 9 Memotivasi bawahan untuk berpikir cara‐ cara inovatif dalam mengalahkan pesaing 4.64 3.54 1.11 10 Secara efektif meyakinkan atasan tentang ide‐ ide bisnis baru 4.29 3.27 1.01 16 Menyampaikan kepada bawahan dimana posisi perusahaan terhadap pesaing 4.14 3.26 0.88 18 Secara aktif mencari peluang‐ peluang bisnis baru 4.29 3.21 1.07 19 Memastikan bahwa kita memiliki tim yang tepat untuk memanfaatkan peluang bisnis baru 4.43 3.20 1.23
Hasil dari penelitian yang tercantum pada Tabel 3.21 di atas menggambarkan bahwa pada saat ini untuk beberapa kategori seperti mengenai pertanyaan atas tindakan yang dilakukan terhadap keluhan konsumen, semangat untuk mencari cara‐cara baru dalam mengembangkan layanan, memotivasi bawahan untuk berinovasi berada pada tingkat yang sudah baik. Namun sebagai instansi yang mempunyai akses lebih ke masyarakat dan juga dalam perkembangan teknologi maka hendaknya pemimpin yang berada pada RSM Cicendo ini harus dapat lebih proaktif dalam mengembangkan layanan sehingga tidak
tertinggal dalam era persaingan yang semakin ketat dengan dunia swasta. Kejelian dalam melihat peluang layanan baru yang dibutuhkan merupakan ciri‐ ciri pemimpin tipe explorer, dan RSM Cicendo harus terus mendorong dan meningkatkan kemampuan ini.
3.2.2.3 Analisis Hasil ELQ mengenai Tipe Miner
Miner merupakan tipe pemimpin yang dapat melihat peluang dengan cara melihat value chain atau ratai nilai yang ada. Rantai nilai yang dimaksudkan disini adalah aktifitas‐aktifitas yang dilakukan oleh RSM Cicendo yang akan menambah nilai produk maupun layanan yang diberikan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara merampingkan dan memperbaiki proses atau memperbaiki penggunaan aset yang ada sehingga dapat meningkatkan daya saing instansi dalam berkompetisi dengan pihak swasta.
Dari hasil survey ELQ yang dilakukan terlihat bahwa terdapat perbedaan antara nilai yang diharapkan dibandingkan dengan nilai pelaksanaan saat ini. Para pemimpin dinilai oleh para responden, masih belum mampu untuk menunjukkan pelaksanaan sifat‐sifat miner leader sesuai dengan yang diharapkan, dengan perbedaan sebesar 6,41 dan tingkat pemenuhan 78,5%. Tipe ini merupakan tipe pemimpin yang persentase pemenuhan I terhadap F paling tinggi diantara tipe yang lain. Penilaian untuk tipe miner ini dilakukan dengan mengajukan 7 pertanyaan dalam kuesioner ELQ, dan hasilnya seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 3.22. Hasil Penilaian Terhadap Tipe Miner
No Pertanyaan I F Gap
6 Secara positif berkomunikasi dengan atasan menyangkut hal‐ hal yang bisa dilakukan dengan lebih baik 4.50 3.88 0.62 7 Mencari cara‐ cara kreatif dalam mengatur dan menggunakan aset dan sumber daya perusahaan 4.57 3.81 0.76 15 Memastikan bahwa kepentingan konsumen diperhatikan ketika kita membuat perubahan dalam organisasi 4.43 3.65 0.77 31 Mengajak bawahan untuk secara kreatif menemukan cara menghasilkan lebih dengan ongkos rendah 3.64 2.89 0.75 36 Menganalisis sumber daya, proses, dan aliran kerja untuk hasil yang lebih baik bagi perusahaan dan konsumen 4.57 3.30 1.27 37 Mengharapkan bawahan untuk secara konstruktif mengidentifikasi dan memecahkan masalah‐ masalah lintas organisasi 3.71 2.77 0.94 39 Mendukung bawahan dalam mengusahakan perubahan demi perbaikan kerja 4.43 3.14 1.29
Hasil survei menunjukkan bahwa saat ini pemimpin‐pemimpin dalam RSM Cicendo cenderung untuk masih berorientasi pada tipe Miner. Hal ini terlihat dari selesih yang tidak terlalu besar untuk masing‐masing pertanyaan. Akan tetapi terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan terutama pada peningkatan kemampuan bawahan dalam menemukan cara‐cara kreatif untuk memecahkan masalah‐masalah lintas departemen/fungsi maupun pada internal departemen/fungsi. Nilai “F” pada hasil ELQ untuk aspek ini masih berada pada daerah rata‐rata. Dengan melakukan delegasi pekerjaan dan memotivasi bawahan untuk selalu melakukan perbaikan maka RSM Cicendo akan mendapatkan keuntungan dari perbaikan perkerjaan yang mereka lakukan. Usaha dari pihak manajerial untuk mencari cara‐cara kreatif dalam mengatur dan menggunakan aset dan sumber daya perusahaan perlu dipertahankan dan ditingkatkan dan diharapkan dapat mengkomunikasikan perbaikan tersebut untuk kepentingan instansi.
3.2.2.4 Analisis Hasil ELQ mengenai Tipe Accelerator
Tipe pemimpin Accelerator adalah biasanya memimpin dan fokus terhadap suatu unit, divisi atau instalasi. Tipe ini biasanya akan memotivasi bawahannya untuk dapat lebih inovatif dan menerapkan perilaku entrepreneurial. Biasanya tipe ini akan mendukung bawahannya dalam hal pengambilan risiko dan juga dalam memberikan dukungan terhadap realisasi ide‐ide mereka, apabila ide tersebut dirasa akan memberi nilai tambah pada perusahaan. Pemimpin tipe ini juga tidak akan menghukum karyawannya apabila mereka membuat kesalahan karena percaya bahwa kesalahan merupakan proses pembelajaran.
Dari hasil survey ELQ yang dilakukan terlihat bahwa terdapat perbedaan antara nilai yang diharapkan dibandingkan dengan nilai pelaksanaan saat ini. Para pemimpin dinilai oleh para responden, masih belum mampu untuk menunjukkan pelaksanaan sifat‐sifat accelerator leader sesuai dengan yang diharapkan, dengan perbedaan sebesar 10,23 dan tingkat pemenuhan 76%. Penilaian untuk tipe accelerator ini dilakukan dengan mengajukan 10 pertanyaan dalam kuesioner ELQ, dan hasilnya seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 3.23. Hasil Penilaian Terhadap Tipe Accelerator
No Pertanyaan I F Gap
4 Mengajak berpikir untuk menemukan cara baru dan lebih baik dalam melaksanakan pekerjaan 4.36 3.58 0.77 11 Mendukung saran‐ saran dari bawahan demi perbaikan perusahaan 4.50 3.32 1.18 14 Mendukung bawahan untuk mempertanyakan status quo 3.57 3.05 0.52 17 Mendorong bawahan untuk melakukan inovasi dalam melaksanakan pekerjaan 4.43 3.57 0.86 20 Menunjukkan antusiasme apabila bawahan mempelajari keterampilan baru 4.29 3.20 1.08 21 Cepat mengambil tindakan lain ketika hasil yang ditetapkan dirasa tidak akan tercapai 4.50 3.10 1.41 22 Mendukung karyawan merealisasikan inisiatif untuk ide mereka 4.29 3.10 1.19 23 Memotivasi karyawan berpikir untuk menemukan cara‐ cara dalam bekerja 4.21 3.41 0.81 24 Menyediakan waktu untuk membantu karyawan menemukan cara memperbaiki produk dan jasa 4.14 2.99 1.16 25 Menciptakan suasana yang mendukung perbaikan berkesinambungan 4.36 3.11 1.25 Hasil survei menunjukkan bahwa pimpinan RSM Cicendo kurang mendukung pelaksanaan saran‐saran dari bawahan untuk perbaikan instansi dan cenderung untuk tetap memperahankan status quo. Selain itu apresiasi terhadap bawahan juga kurang dilakukan dan dukungan untuk realisasi ide mereka adalah sangat kurang. Hal yang mendesak dilakukan oleh pemimpin tipe ini adalah dengan menciptakan suasana yang mendukung perbaikan yang berkesinambungan sehingga dapat mendorong instansi untuk menjadi lebih fleksibel. Sehingga instansi akan lebih cepat bereaksi ketika muncul peluang layanan baru. Pimpinan tipe ini harus terus memberikan dukungan terhadap realisasi ide‐ide bawahannya dan juga dalam hal pengambilan risiko, apabila ide tersebut dirasa akan memberi nilai tambah pada perusahaan.
3.2.2.5 Analisis Hasil ELQ mengenai Tipe Integrator
Tipe pemimpin Integrator dalam struktur organisasi biasanya berada di tingkat senior level management. Mereka memiliki karakter dan kemampuan untuk menciptakan organisasi yang bersifat entrepreneurial. Integrator biasanya tidak hanya menciptakan strategi entrepreneurial dalam perusahaan tetapi juga membangun sumber daya manusia, struktur, proses, dan budaya yang menunjang strategi tersebut. Tipe pemimpin ini akan mendorong adanya komunikasi yang terbuka antar departemen dan juga secara aktif memberikan informasi mengenai trend industri dan strategi pesaing.
Dari hasil survey ELQ yang dilakukan terlihat bahwa terdapat perbedaan antara nilai yang diharapkan dibandingkan dengan nilai pelaksanaan saat ini. Para pemimpin dinilai oleh para responden, masih belum mampu untuk menunjukkan pelaksanaan sifat‐sifat integrator leader sesuai dengan yang diharapkan, dengan perbedaan sebesar 15,04 dan tingkat pemenuhan 74,7%. Tipe ini merupakan tipe pemimpin yang persentase pemenuhan I terhadap F paling kecil di antara tipe yang lain. Penilaian untuk tipe integrator ini dilakukan dengan mengajukan 14 pertanyaan dalam kuesioner ELQ, dan hasilnya seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 3.24. Hasil Penilaian Terhadap Tipe Integrator
No Pertanyaan I F Gap
13 Mengkomunikasikan kondisi perusahaan yang lebih baik di masa datang, jika harus melakukan perubahan 4.50 3.55 0.95 28 Mendukung karyawan tipe ‘pemberontak’ yang mungkin berpikir dan bertindak berbeda dari mayoritas karyawan 2.29 2.16 0.13 33 Mendorong organisasi untuk menjadi lebih fleksibel sehingga cepat bereaksi ketika muncul peluang bisnis 4.29 3.24 1.05 35 Memanfaatkan setiap hubungan dengan orang‐ orang dalam perusahaan yang dapat membantu apabila diperlukan 4.07 3.31 0.76 40 Berusaha sekuat tenaga untuk membangun budaya yang inovatif dalam perusahaan 4.57 3.71 0.86 41 Mendorong perilaku kewirausahaan/ entrepreneurial dan pengambilan risiko 4.57 3.36 1.21 42 Bereaksi cepat untuk menghilangkan hambatan organisasi yang dapat mengganggu jalannya bisnis 4.43 3.50 0.93 43 Mendorong komunikasi yang terbuka dan berbagi ide antar unit fungsi 4.43 3.07 1.36 44 Memberi informasi terbaru tentang trend industri dan strategi pesaing 4.57 3.50 1.07 45 Secara aktif mendorong saran perbaikan bisnis dari seluruh komponen organisasi 4.43 3.14 1.29 46 Melakukan tindakan nyata untuk meng‐implementasikan berbagai saran perbaikan 4.43 3.07 1.36 47 Membuat organisasi selalu fokus dalam bisnis utamanya namun juga mendukung inisiatif bisnis baru 4.29 3.21 1.07 48 Menyisihkan uang di luar anggaran rutin untuk membiayai dan mendukung ide‐ ide inovatif 4.43 3.00 1.43 49 Mendukung para karyawan untuk mempertanyakan lagi keputusan yang sudah diambil 4.21 2.64 1.57
Dukungan terhadap pegawai tipe ‘pemberontak’ yang mungkin berpikir dan bertindak berbeda dari mayoritas karyawan memiliki nilai yang paling kecil dari ke empat belas pertanyaan yang ada. Hal ini seharusnya tidak dilakukan mengingat bahwa biasanya dari pegawai seperti itulah banyak muncul ide‐ide inovatif yang dapat bermanfaat untuk instansi. Sebagai seorang pemimpin, maka harus berani untuk menerima kritik, walaupun dari bawahannya, terhadap keputusan yang kurang tepat yang dibuatnya. Pemimpin tipe integrator ini memberi dukungan terhadap perilaku kewirausahaan/entrepreneurial dan menganggap suatu instansi sebagai suatu kesatuan entitas dan melakukan penyeimbangan terhadap aset‐aset instansi, keuangan, struktur, proses, dan sumber daya manusia.