BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
6.3. Analisis Hasil
Dalam menyusun strategi digunakan lima metode utama pada tahap sebelumnya yang menjadi pertimbangan dalam menentukan perumusan strategi yaitu metode TOWS, matriks internal eksternal, BCG dan general elektrik dimana pengambilan keputusan dilakukan dengan menggunakan metode QSPM dan AHP
6.3.1. Analisa TOWS
Dengan menggunakan analisa TOWS, Makassar New Port memperoleh nilai X : 0,97 dan Y : 0,99 sedangan Pelabuhan Bitung memperoleh nilai X : 0,42 dan Y : 0,16. Kedua pelabuhan berada pada kuadran I, tetapi Makassar New Port lebih memiliki peluang dan kekuatan
sebagai International hub port dibandingkan dengan Pelabuhan Bitung.
Berada di kuadran I, dimana perusahaan berada pada posisi yang sangat menguntungkan yang mempunyai peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal. Strategi yang dikembangkan adalah strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif untuk meningkatkan pelayanan dan fokus pada perbaikan produktifitas, pengembangan fasilitas untuk terwujudnya pelabuhan sebagai pusat konsolidasi dan distribusi barang di Wilayah Indonesia Timur.
Dengan menggunakan TOWS tercipta tujuh strategi utama yang mencerminkan kondisi Makasaar New Port dan Pelabuhan berdasarkan faktor – faktor pada matriks evaluasi internal dan ekternal dengan fokus strategi agresif yang berbeda yaitu :
a. Strategi I, fokus pada lokasi pelabuhan yang strategis memberi peluang menjadikan Makassar New Port dan pelabuhan Bitung sebagai pusat pertumbuhan industri baru yang akan mendukung terwujudnya international hub port
b. Strategi II, fokus pada Dukungan pemerintah Daerah dan backup area yang luas, MNP dan Pelabuhan Bitung dapat dijadikan sebagai pusat konsolidasi dan distribuasi barang di wilayah Indonesia Bagian Timur
c. Strategi III, fokus pada Melakukan pembangunan dengan pemilihan mitra strategis atau pembiayaan denga pihak ketiga;
d. Strategi IV, fokus pada Melakukan pengembangan fasilitas pelabuhan
sesuai dengan kapasitas dan kemampuan keuangan dengan memperhatikan pertumbuhan industri dan produksi serta konsumsi lokal
e. Strategi V fokus pada Meningkatkan image dan profesionalisme Pelabuhan serta peran pelabuhan yang strategis untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada mitra usaha serta terpercaya dari stakeholder pelabuhan untuk meningkatkan status/posisi pelabuhan
f. Strategi VI fokus pada Melakukan koordinasi dengan stakeholder termasuk pemerintah, asosiasi dalam bidang konektivity baik sebagai transhipment maupun jalur baru dalam hal distribusi dan konsolidasi potensial komoditi
g. Strategi VII fokus pada Membuat rencana pengembangan fasilitas dan pemetaan peluang bisnis sebagai pusat konsolidasi barang di Indonesia Bagian Timur
6.3.2. Analisa Matriks Internal Eksternal
Dengan menggunakan faktor – faktor yang sama dengan faktor yang digunakan pada matriks TOWS, hasil analisa matriks internal eksternal menempatkan Makassar New Port dan Pelabuhan Bitung pada sel 1 yakni Growth Strategy. Hal ini menunjukkan bahwa dengan kondisi perusahaan yang mapan dengan pencapaian profitabilitas secara konsisten, maka strategi yang dilakukan mengarah pada strategi pertumbuhan dengan menyiapkan sumber daya perusahaan baik fasilitas pelabuhan maupun
sumber daya manusia untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa, dengan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dalam pembangunan pelabuhan dan dukungan pemerintah dalam menunjang terwujudnya International hub port , dengan adanya pertumbuhan industri di sekitar lokasi pelabuhan, sehingga diharapkan pelabuhan transhipment dapat terealisasi.
Dalam melakukan pengembangan pelabuhan sebagai salah satu syarat sebagai International hub port , strategi yang akan diterapkan harus fokus pada segmen pasar yang menjadi faktor kunci kontribusi pendapatan yaitu kegiatan bongkar muat petikemas dengan mencari peluang pangsa pasar sehingga diharapkan adanya keseimbangan cargo.
Untuk mewujudnya Internasional Hub Port Makassar New Port dan Pelabuhan Bitung diharapkan kegiatan pembangunan pelabuhan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keuangan PT Pelindo IV (Persero) serta memperhatikan Market Penetration dan Product Development sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan baik pembenahan fasilitas dan peningkatan kompetensi SDM yang membutuhkan biaya tidak berdampak terhadap kinerja keuangan PT Pelindo IV (Persero) kedepan. Pelaksanaan strategi secara bertahap ini sejalan dengan strategi yang dibentuk dengan menggunakan metode strategi kombinasi TOWS analisis.
Market Penetration yang dilakukan dapat berupa melakukan kerja sama denga pihak ketiga sehingga pangasa pasar atau jalur baru distribusi
barang dapat tercipta sedangkan Product Development dapat dilakukan melalui pembangunan fasilitas pelabuhan dengan melakukan pemetaan peluang bisnis sebagai pusat konsolidasi barang di Indonesia Bagian Timur.
6.3.3. Analisa General Elektrik
Berdasarkan analisa general elektrik, Makassar New Port berada pada posisi investasi/pertumbuhan. Dalam mempertahankan posisi ini, Makassar New Port dapat melakukan pendekatan strategi diantaranya adalah memaksimalkan investasi, pertumbuhan dan dominasi. Beberapa langka strategis yang dapat dilakukan oleh Makassar Ner Port adalah sebagai berikut :
a. Pengembangan fasilitas produksi untuk mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas;
b. Peningkatkan kerjasama dengan para terminal operator dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pelanggan dan meningkatkan pendapatan pelabuhan
c. Peningkatan kerjasama pengoperasian dan pengembangan pelabuhan dalam rangka pengembangan pasar dan peningkatan kualitas pelayanan
Pelabuhan Bitung berada pada posisi selektif, strategi yang dapat dilakukan adalah selabai berikut :
a. Melakukan investasi dengan skala prioritas dan sesuai dengan pengembangan pasar;
b. Melakukan peningkatan kualitas pelayanan, dengan adanya peningkatan
kualitas pelayanan berupa penambahan peralatan bongkar muat, penataan area container yard serta perbaikan terhadap sistem dan prosedur perusahaan maka bagi pengguna jasa akan tercipta suatu efisiensi dan efektif dalam pelayanan bongkar muat petikemas yang pada akhirnya akan memberikan value yang lebih bagi pengguna jasa bongkar muat petikemas.
c. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder untuk pengembangan fasilitas pelabuhan.
6.3.4. Analisa QSPM
Adapun strategi-strategi yang telah dirumuskan dan dengan menggunakan hasil analisis QSPM dalam pemilihan strategi berdasarkan tingkat ketertarikan terhadap strategi berdasarkan peringkat adalah sebagai berikut :
A. Makassar New Port
Berdasarkan tingkat ketertarikan terhadap strategi berdasarkan peringkat adalah strategi VI dengan skor 7,51 strategi V pada peringkat kedua dengan skor 7,24, peringkat III strategi V dengan skor 7,33, strategi VII peringkat IV dengan skor 7,24 dan peringkat V adalah strategi I, II, IV dengan skor 7,17, sehingga dapat dikatakan bahwa strategi yang dipilih adalah strategi VI yaitu :
“Melakukan koordinasi dengan stakeholder termasuk pemerintah, asosiasi dalam bidang konektivity baik sebagai transhipment maupun jalur
baru dalam hal distribusi dan konsolidasi potensial komoditi”.
Pemiihan strategi VI dengan menggunakan metode QSPM telah memperhatikan faktor – faktor yang mempengaruhi dalam penerapan strategi yang meliputi faktor internal dan eksternal. Strategi VI terlihat lebih optimis untuk dilakukan dengan memperhatikan kondisi pangsa pasar dan pengembangan/pembangunan Makassar New Port saat ini. Secara keseluruhan strategi VI mengarah pada pembenahan kelemahan yang ada untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ancaman dan meraih peluang namun tetap memperhatikan kondisi pelaksanaan yang dilakukan secara bertahap sehingga tidak membebani kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang.
Strategi VI bertujuan untuk meningkatkan peluang pasar dengan melakukan koordinasi dengan stakeholder dalam menciptanya jalur baru dan transhipment, sehingga kesenjangan cargo dapat teratasi.
B. Pelabuhan Bitung
Pelabuhan Bitung berdasarkan hasil analisa QSPM, tingkat ketertarikan terhadap strategi berdasarkan peringkat adalah strategi VII dengan skor 6,38, yaitu
“Membuat rencana pengembangan fasilitas dan pemetaan peluang bisnis sebagai pusat konsolidasi barang di Indonesia Bagian”
Pemilihan strategi ini, dengan melihat kondisi pelabuhan Bitung saat ini, dimana backup area pengembangan pelabuhan masih terbatas, dan
harapan adanya kemajuan terhadap pengembangan KEK Bitung, yang sampai saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.
Untuk menjadikan pelabuhan Bitung sebagai International hub port , KEK Bitung harus diimplemantasikan, sehingga terjadi peningkatan produksi di wilayah perluasan KEK Bitung yang akan memdorong kegiatan eksport dan impor di Indonesia Bagia Timur.
6.3.5. Analisa AHP
Dari hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan model Analisis Hirarki Proses yang dilanjutkan dengan analisa data, maka hasilnya dapat disampaikan bahwa berdasarkan kriterian international hub port berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 53 Tahun 2002 tentang Tatanan Kepelabuhanan Nasional, Makassar New Port lebih unggul dibandingkan dengan pelabuhan Bitung. Strategi yang harus dilakukan oleh Makassar New Port untuk mejadi international hub port, adalah sebagai berikut :
a. Memanfaatkan pembangunan tol laut untuk meningkatkan konektivitas ke Indonesia Timur – Makassar, dimana Makassar merupakan bagian dari rute pelayaran utama Indonesia yang menghubungkan bagian Barat ke Timur
b. Skema pendanaan pembangunan Makassar New Port dapat dilakukan melalui investasi internal, sindikasi pembiayaan, obligasi atau kerjasama investasi.
Strategi yang daat dilakukan Pelabuhan Bitung untuk menjadi international hub port adalah sebagai berikut :
a. Melakukan koordinasi dengan pemerintah, untuk mengimplementasikan KEK Bitung sebagai potensi pasar pelabuhan Bitung
b. Melakukan perencanaan pengembangan pelabuhan Bitung untuk peningkatan kapasitas terpasang.