BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Data
1. Uji Ketepatan Klasifikasi
Uji ketepatan klasifikasi menunjukkan ketepatan prediksi dari model regresi dalam memprediksi peluang willingness to pay responden untuk perbaikan kualitas objek wisata Waduk Sermo. Hasil uji ketepatan klasifikasi ditampilkan dalam Tabel 5.1. berikut.
Tabel 5.1.
Hasil Uji Ketepatan Kalasifikasi
Observed Predicted Willingness To Pay Percentage Correct Tidak Bersedia Membayar Bersedia Membayar Step 1 Willingness To Pay Tidak Bersedia Membayar 27 14 65,9 Bersedia Membayar 12 47 79,7 Overall Percentage 74,0
Berdasarkan Tabel 5.1. di atas diperoleh bahwa pada kolom prediksi, responden yang bersedia membayar adalah sebanyak 59 orang responden sedangkan pada hasil observasi yang sesungguhnya responden yang bersedia membayar adalah sebanyak 47 orang responden. Adapun responden yang tidak bersedia membayar adalah sebanyak 41 orang responden sedangkan pada hasil observasi yang sesungguhnya responden yang tidak bersedia
ketepatan model dalam mengklasifikasikan observasinya adalah sebesar 74 persen. Artinya dari 100 observasi, ada 74 observasi yang tepat pengklasifikasiannya oleh model regresi logistik.
2. Uji Kesesuaian Model a. Uji Nagelkerke R Square
Uji Nagelkerke R Square dilakukan untuk mengetahui seberapa besar persentase kecocokan model dengan nilai berkisar antara 0 (nol) sampai 1 (satu). Nilai Nagelkerke R Square 1 (satu) menunjukkan ada kecocokan sempurna antara variabel terikat dengan variabel bebas, sedangkan Nilai Nagelkerke R Square 0 (nol) menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas. Hasil uji Nagelkerke R Square ditunjukkan pada Tabel 5.2. berikut.
Tabel 5.2.
Hasil Uji Nagelkerke R Square
Step -2 Log likelihood
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
1 97,518 0,315 0,425
Dari hasil uji Nagelkerke R Square pada Tabel 5.2. diperoleh nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,425 atau 42,5 persen yang menunjukkan bahwa variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas dalam model penelitian ini. Sedangkan sisanya, yaitu sebesar 0,575 atau 57,5 persen dijelaskan diluar model penelitian ini.
b. Uji Hosmer dan Lemeshow
Uji Hosmer and Lemeshow dilakukan untuk menguji apakah data empiris sesuai dengan model sehingga model dapat dikatakan fit. Menurut
Ningsih (2015), jika nilai signifikansi > 0,05 atau 5%, maka model mampu memprediksi nilai observasinya. Sedangkan jika nilai signifikansi < 0,05 atau 5%, maka model tidak mampu memprediksi nilai observasinya.
Tabel 5.3.
Hasil Uji Hosmer dan Lemeshow
Step Chi-square Df Sig.
1 10,260 8 0,247
Berdasarkan hasil uji Hosmer and Lemeshow yang ditunjukkan pada Tabel 5.3. di atas, diketahui bahwa nilai Chi-square sebesar 10,260 dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,247 > 0,05 maka model dikatakan fit dan mampu memprediksi nilai observasinya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak dipakai untuk analisis selanjutnya.
3. Uji Signifikansi
a. Uji Signifikansi Simultan (Overall Test)
Uji signifikansi simultan dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel terikat. Kriteria pengujiannya yaitu jika nilai signifikansi > 0,05, maka semua variabel bebas secara bersama-sama tidak mempengaruhi variabel terikat. Sebaliknya, jika nilai signifikansi < 0,05, maka semua variabel bebas secara bersama-sama dinyatakan mempengaruhi variabel terikat atau setidaknya terdapat satu variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat.
Tabel 5.4.
Hasil Uji Signifikansi Simultan
Chi-square Df Sig.
Step 1 Step 37,854 6 0,000
Block 37,854 6 0,000
Model 37,854 6 0,000
Pada Tabel 5.4. di atas menunjukkan bahwa nilai Chi-square Model sebesar 37,854dengan nilai probabilitas signifikansi model sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas secara simultan mempengaruhi variabel terikat atau setidaknya terdapat satu variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat.
b. Uji Signifikansi Parsial (Partial Test)
Uji parsial dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Kriteria pengujiannya yaitu jika nilai signifikansi > 0,05, maka variabel bebas tidak mempengaruhi variabel terikat. Sebaliknya, jika nilai signifikansi < 0,05, maka variabel bebas mempengaruhi variabel terikat.
Nilai willingness to pay (WTP) dalam penelitian ini menggunakan metode Dichotomous Choice yang dihasilkan dari wawancara 10 orang wisatawan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan nilai rata-rata willingness to pay (EWTP) responden yaitu sebesar Rp. 8.200. Nilai variabel terikat dummy WTP adalah 1 jika WTP = Rp. 8.200 dan 0 jika WTP ≠ Rp. 8.200. Maka hasil uji signifikansi parsial ditunjukkan pada Tabel 5.5. berikut ini.
Tabel 5.5.
Hasil Uji Signifikansi Parsial
Variabel Koefisien Sig. Exp(�)
Constant -4,190 (1,662) 0,012 0,015 JK(1) 0,092 (0,571) 0,871 1,097 US 0,014 (0,044) 0,746 1,014 SP(1) 1,359 (0,859) 0,114 3,894 PDDKN -0,043 (0,089) 0,629 0,958 PDPTN 0,728*** (0,335) 0,030 2,070 FK 0,747*** (0,194) 0,000 2,110
Keterangan : Variabel terikat : dummy WTP; () menunjukkan koefisien
Standar Error; ***Signifikan pada level 1% ;
Berdasarkan hasil uji signifikansi parsial pada Tabel 5.5. di atas dapat diperoleh bahwa dari ke enam variabel bebas, terdapat dua variabel yang berpengaruh terhadap willingness to pay responden untuk perbaikan kualitas objek wisata Waduk Sermo. Kedua variabel tersebut adalah pendapatan dan frekuensi kunjungan.
1) Koefisien regresi jenis kelamin (JK) memiliki nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,871 yang lebih besar dari tingkat signifikansi pada level 10%. Dengan demikian variabel jenis kelamin secara signifikan tidak mempengaruhi willingness to pay wisatawan.
2) Koefisien regresi usia (US) memiliki nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,746 yang juga lebih besar dari tingkat signifikansi pada level
10%. Maka dari itu variabel usia tidak berpengaruh secara signifikan terhadap willingness to pay wisatawan.
3) Koefisien regresi status pernikahan (SP) memiliki nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,114 yang juga lebih besar dari tingkat signifikansi pada level 10%. Maka dari itu variabel status pernikahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap willingness to pay wisatawan. 4) Koefisien regresi pendidikan (PDDKN) memiliki nilai probabilitas
signifikansi sebesar 0,629 lebih besar dari tingkat signifikansi pada level 10%. Dengan demikian variabel pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap willingness to pay wisatawan.
5) Koefisien regresi pendapatan (PDPTN) memiliki nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,030 dengan tingkat signfikansi pada level 1% sehingga dapat dinyatakan bahwa pendapatan secara signifikan mempengaruhi willingness to pay wisatawan. Nilai koefisien sebesar 0,728 menunjukkan tanda positif (+) dan nilai Exp(�) sebesar 2,070 berarti bahwa peluang responden dengan willingness to pay sebesar Rp. 8.200, memiliki 2,070 kali lebih besar ketika pendapatannya meningkat sebesar 1 unit.
6) Koefisien regresi frekuensi kunjungan (FK) memiliki nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,000 dengan tingkat signfikansi pada level 1% sehingga dapat dinyatakan bahwa frekuensi kunjungan secara signifikan mempengaruhi willingness to pay wisatawan. Nilai koefisien sebesar 0,747 menunjukkan tanda positif (+) dan nilai Exp(�) sebesar 2,110
berarti bahwa peluang responden dengan willingness to pay sebesar Rp. 8.200, memiliki 2,110 kali lebih besar ketika frekuensi kunjungannya meningkat sebanyak 1 kali kunjungan.
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil regresi di atas, interpretasi hasil penyesuaian variabel wiillingness to pay wisatawan terhadap variabel-variabel bebas dengan menggunakan regresi logit akan dipaparkan sebagai berikut.
1. Pendapatan (PDPTN)
Variabel pendapatan secara statistik bernilai positif dan signifikan mempengaruhi willingness to pay wisatawan. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa peluang responden untuk bersedia membayar akan lebih besar ketika pendapatannya meningkat. Hal ini disebabkan dengan tingginya pendapatan akan membuat wisatawan memiliki dana lebih untuk dibayarkan. Hasil ini serupa dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Prasetyo dan Saptutyningsih (2013) yang menyatakan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan desa-desa wisata di Kabupaten Sleman.
2. Frekuensi Kunjungan (FK)
Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel frekuensi kunjungan secara statistik juga bernilai positif dan signifikan mempengaruhi willingness to pay wisatawan. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa peluang responden untuk bersedia membayar akan lebih besar ketika frekuensi kunjungannya meningkat. Hal tersebut terjadi karena semakin seringnya wisatawan
berwisata ke Waduk Sermo, wisatawan semakin mengetahui kelebihan dan kekurangan objek wisata sehingga menjadi lebih peduli terhadap kualitas objek wisata Waduk Sermo agar kunjungan berikutnya wisatawan memperoleh kepuasan yang lebih tinggi. Berbeda dengan hasil penelitian Amanda (2009), frekuensi kunjungan tidak mempengaruhi willingness to pay secara signifikan terhadap pengunjung objek wisata Danau Situgede dalam upaya pelestarian lingkungan.
Untuk variabel jenis kelamin, usia, status pernikahan, dan pendidikan secara statistik tidak signifikan terhadap willingness to pay untuk perbaikan kualitas objek wisata Waduk Sermo. Hal ini disebabkan karena keempat variabel tersebut tidak mampu mencerminkan kepedulian responden sehingga terdorong untuk bersedia membayar. Selain itu menurut Majumdar, dkk (2011) variabel demografi seringkali ditemukan tidak signifikan dalam penelitian dengan menggunakan Contingent Valuation Method (CVM). Seperti halnya hasil penelitian Amanda (2009) bahwa jenis kelamin dan status pernikahan tidak mempengaruhi willingness to paypengunjung objek wisata Danau Situgede dalam upaya pelestarian lingkungan serta hasil penelitian Yavanica (2009) menyatakan bahwa tingkat pendidikan dan usia tidak mempengaruhi willingness to pay masyarakat terhadap program perbaikan lingkungan.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Mengacu pada hasil penelitian ini seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :
1. Nilai willingness to pay wisatawan untuk perbaikan kualitas objek wisata Waduk Sermo adalah sebesar Rp. 8.200. Dengan nilai tersebut, sebanyak 59 persen responden yaitu sebanyak 59 orang responden menyatakan bersedia membayar (willingness to pay) untuk perbaikan kualitas objek wisata Waduk Sermo.
2. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variabel pendapatan berpengaruh signifikan dan positif terhadap willingness to pay wisatawan. Artinya bahwa peluang responden untuk bersedia membayar akan lebih besar ketika pendapatannya meningkat. Hal ini disebabkan tingginya pendapatan akan membuat wisatawan memiliki dana lebih untuk dibayarkan.
3. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variabel frekuensi kunjungan berpengaruh signifikan dan positif terhadap willingness to pay wisatawan. Artinya bahwa peluang responden untuk bersedia membayar akan lebih besar ketika frekuensi kunjungannya meningkat. Hal tersebut terjadi karena semakin seringnya wisatawan berwisata ke Waduk Sermo, wisatawan semakin mengetahui kelebihan dan kekurangan objek wisata sehingga
menjadi lebih peduli terhadap kualitas objek wisata Waduk Sermo agar kunjungan berikutnya wisatawan memperoleh kepuasan yang lebih tinggi. 4. Untuk variabel jenis kelamin, usia, status pernikahan, dan pendidikan secara
statistik tidak signifikan terhadap willingness to pay untuk perbaikan kualitas objek wisata Waduk Sermo. Hal ini disebabkan karena keempat variabel tersebut tidak mampu mencerminkan kepedulian responden sehingga terdorong untuk bersedia membayar. Selain itu variabel demografi memang seringkali ditemukan tidak signifikan dalam penelitian dengan menggunakan Contingent Valuation Method (CVM).
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka akan dikemukakan beberapa saran untuk perbaikan kualitas objek wisata Waduk Serma sebagai berikut :
1. Besarnya nilai willingness to pay wisatawan dapat digunakan sebagai acuan dalam penetapan biaya retribusi masuk kawasan objek wisata Waduk Sermo yang baru dari biaya retribusi masuk saat ini. Selanjutnya, selisih biaya retribusi masuk tersebut dapat dialokasikan lebih banyak sebagai biaya operasional untuk perbaikan kualitas objek wisata Waduk Sermo.
2. Disarankan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pengelola melakukan perbaikan dan penambahan, serta memaksimalkan penggunaan dari fasilitas wisata, fasilitas umum, maupun fasilitas keamanannya.
3. Disarankan pengelolaan kawasan objek wisata Waduk Sermo perlu dilakukan lebih maksimal dengan memperhatikan kepuasan wisatawan tanpa mengabaikan kondisi dan kebersihan lingkungan. Misalnya dengan merekrut
petugas kebersihan yang rutin membersihkan lingkungan Waduk Sermo sehingga waduk terhindar dari pencemaran dan merusak ekosistem Waduk. 4. Disarankan agar akses jalan serta informasi seperti peta dan petunjuk spot-
spot wisata di kawasan objek wisata Waduk Sermo diperbaiki dan ditambah demi kepuasan dan kenyamanan wisatawan Waduk Sermo di masa mendatang.
5. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar memperhatikan kembali metode, alat ukur dan variabel-variabel lainnya yang akan digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Amanda, S., 2009, “Analisis Willingness To Pay Pengunjung Obyek Wisata Danau Situgede Dalam Upaya Pelestarian Lingkungan”, Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Antara Jogja.com, Pemkab Kembangkan Waduk Sermo Untuk Wisata Air, http://www.antarayogya.com/berita/321644/pemkab-kembangkan-waduk- sermo-untuk-wisata-air, Diakses tanggal 28 Oktober 2016 pkl 15.01 WIB. Asian Development Bank, 2001, Project Performance Audit Report On The
Integrated Irrigation Sector Project In Indonesia, Https://Www.Adb.Org/Sites/Default/Files/Evaluation-
Document/35223/Files/Ppa-Ino-17164.Pdf, Diakses Tanggal 10 November 2016 Pkl 14.18 Wib.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulonprogo, 2016, Kulonprogo Dalam Angka 2016, Yogyakarta.
Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 2016, Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta 2016, Yogyakarta.
________, 2015, Buku Statistik Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta 2015, Yogyakarta.
________, 2016, Statistik Daerah Kecamatan Kokap 2016, Yogyakarta.
Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, 2013, Bendungan Sermo, Arsip, Yogyakarta.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta, 2016, Suaka Marga Sermo Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, http://www.bksdadiy.dephut.go.id/halaman/2016/23/SM_Sermo.html.
Diakses tanggal 21 September 2016 pkl 13.05 WIB.
Basuki, A. T., 2015, Regresi Dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis, Danisa Media, Yogyakarta.
Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, Peraturan Daerah Kabupaten Kulonprogo Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pembangunan
Kepariwisataan Daerah Tahun 2015 - 2025
jdih.kulonprogokab.go.id/jdih/getfile.php?id=1236&file=PD-9-2015.pdf, Diakses tanggal 23 November 2016 pkl 12.13 WIB.
Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, 2010, Buku Statistik Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta 2010, Yogyakarta.
Fauzi, A., 2004, Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Teori dan Aplikasi, Edisi 1, Cet. 1, Gramedia, Jakarta.
Hyman, D. N., 2010, Public Finance A Contemporary Application of Theory to Policy, South-Western Cengage Learning, USA.
Jalaa, dan Nandagirib, L., 2015. Evaluation of Economic Value of Pilikula Lake using Travel Cost and Contingent Valuation Methods, International Conference on Water Resources, Coastal and Ocean Engineering (ICWRCOE 2015), India.
Jaya, A., 2004, Konsep Pembangunan Berkelanjutan, Institut Pertanian Bogor, Bogor,http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/19 5207251978031-ACE_SURYADI/askar_jaya.pdf, Diakses tanggal 10 Oktober 2016 pkl 11.08 WIB.
Kerangka Acuan Kerja Kulonprogo, 2015, Pekerjaan Perencanaan Penyusunan Masterplan Kawasangoa Kiskendo-Sermo-Wates Tahun Anggaran 2015, Http://Documents.Tips/Download/Link/Kak-Sermo-0104, Diakses tanggal 10 November 2016 pkl 19.42 WIB.
Khasani, M.A., 2014, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan Di Pantai Cahaya, Weleri, Kabupaten Kendal”, Skripsi, Universitas Diponegoro Semarang, Semarang.
Kumesan, E. R., 2015, “Valuasi Ekonomi Wisata Alam Danau Linow Tomohon Berdasarkan Biaya Perjalanan Wisatawan Lokal”, Skripsi, Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Kurnianto, I.R., 2008, “Pengembangan Ekowisata (Ecotourism) Di Kawasan
Waduk Cacaban Kabupaten Tegal”, Tesis, Universitas Diponegoro,
Semarang.
Kurniasih, U., 2011, Waduk Sermo, Intan Pariwisata Yang Terpendam¸ http://www.kulonprogokab.go.id/v21/files/WADUK-SERMO-INTAN- PARIWISATA-YANG-TERPENDAM.pdf, Diakses tanggal 09 Oktober 2016 pkl 10.52 WIB.
Majumdar, dkk, 2011, “Using Contingent Valuation To Estimate The Willingness Of Tourists To Pay For Urban Forests: A Study In Savannah, Georgia”, Urban Forestry & Urban Greening Journal, hlm. 275– 280.
Mangkoesoebroto, G., 1999, Ekonomi Publik, Edisi 3, Cet. 7, BPFE Yogya, Yogyakarta.
Mirawanti, Y., dan Ulama, B. S. S., 2008, “Perbandingan Metode Regresi Logistik Ordinal Dengan Jaringan Syaraf Tiruan Fungsi Radial Basis Studi kasus: Klasifikasi Rumahtangga Miskin Kota Pasuruan”, Tesis, Institut Teknologi Surabaya, Surabaya.
Munasinghe, M., 1993, Environmental Economics and Sustainable Development The World Bank, Washington D.C.
Ningsih, J., 2015, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013”, Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Nugroho, P. S., 2010, “Valuasi Ekonomi Wisata Pantai Glagah Dengan Pendekatan Biaya Perjalanan (Travel Cost) Di Desa Glagah Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo”, Skripsi, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, 2014, Buku Data Status Lingkungan Hidup
Daerah Kabupaten Kulon Progo tahun 2014,
http://klh.kulonprogokab.go.id/article-71-status-lingkungan-hidup-daerah- kabupaten-kulon-progo-tahun-2014.html., Diakses tanggal 21 September 2016 pkl 13.42 WIB.
Prasetyia, F., 2012, Modul Ekonomi Publik Bagian IV : Teori Barang Publik,
Universitas Brawijaya, Malang,
http://ferryfebub.lecture.ub.ac.id/files/2013/01/Bagian-IV-Teori-Barang- Publik.pdf, Diakses tanggal 11 Oktober 2016 pkl 13.04 WIB.
________, 2013, Bagian V : Teori Eksternalitas, Universitas Brawijaya, Malang, http://ferryfebub.lecture.ub.ac.id/files/2013/01/Bagian-V-Teori-
Eksternalitas.pdf, Diakses tanggal 11 Oktober 2016 pkl 13.26 WIB.
Prasetyo, N.J. dan Saptutyningsih, E., 2013, “Bagaimana Kesediaan Untuk Membayar Peningkatan Kualitas Lingkungan Desa Wisata?”, Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan : Vol. 14, No. 2, Oktober 2013, hlm. 127- 136, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.
Rizky, R. dan Wibisono, T., 2012, Mengenal Seni dan Budaya Indonesia, Cerdas Interaktif, Jakarta.
Soemarno, 2010, Metode Valuasi Ekonomi Sumberdaya Lahan Pertanian,
Universitas Brawijaya, Malang,
http://marno.lecture.ub.ac.id/files/2012/01/METODE-VALUASI-
EKONOMI-LAHAN-PERTABNIAN.doc, Diakses tanggal 11 Oktober 2016 pkl 13.29 WIB.
Soemarwoto, O., 1987, Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Cetakan Ketiga, Djambatan, Jakarta.
Subandrio, 2013, Memiliki Kualitas Air Bagus, Waduk Sermo Terbaik di Indonesia, http://nusantara.rmol.co/read/2013/08/26/123170/Memiliki- Kualitas-Air-Bagus,-Waduk-Sermo-Terbaik-di-Indonesia-, Diakses tanggal 09 Oktober 2016 pkl 08.42 WIB.
Sudarmadji dan M. Widyastuti, 2014, “Dampak dan Kendala Wisata Waduk
Sermo Dari Aspek Lingkungan Hidup dan Risiko Bencana”, Jurnal
Teknosains : Vol. 3, No. 2, 22 Juni 2014, hlm. 81-166, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Sugiyono, 2003, Statistika Untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung.
Sulistya, A. B., 2016, “Tren Perkembangan Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2006-2014”, Tesis, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Suparmoko, M., 2015, Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Suatu Pendekatan Teoritis, Edisi Empat Revisi, BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta. Syakya, 2005, “Analisis Willingness To pay (WTP) dan Strategi Pengembangan
Objek Wisata Pantai Lumpuuk di Nanggroe Aceh Darussalam”, Tesis, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Ulfah, M., 2014, “Pengaruh Ukuran Perusahaan Klien, Opini Audit, Ukuran KAP, Pergantian Manajemen Terhadap Auditor Switching: Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”, Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang.
Wafi, A. M., 2014, “Manfaat Hasil Belajar Aksesoris Milineris Sebagai Kesiapan Perintisan Usaha Aksesoris Dan Milineris Secara Online”,Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Waktola, A.D., 2014, “Economic Valuation of The Recreational Use Value of Babogayya Lake (Bishoftu Town): Application of The Individual Travel Cost Method (ITCM)”,Tesis, Addis Ababa University, Ethiopia.
Yavanica, E., 2009, “Analisis Nilai Kerusakan Lingkungan Dan Kesediaan Membayar Masyarakat Terhadap Program Perbaikan Lingkungan (Kasus Pemukiman Bantaran Sungai Ciliwung)”, Skripsi, Isnsitut Pertanian Bogor, Bogor.
Yoeti, O. A., 1997, Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata, Cet.1, Pradnya Paramita, Jakarta.
89