• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

C. Analisis Hasil Penelitian

1. Pengaruh Return On Asset terhadap Dividend Payout Ratio

Nilai signifikan sebesar 0.000 menunjukan bahwa nilai sig. untuk uji t secara parsial lebih kecil dari 0.05. hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel yaitu Return On Assets secara parsial berpengaruh terhadap Dividend Payout Ratio pada tingkat 95%. Nilai t hitung adalah 4.643 > 1.67252 (t table n-k = 59-3 = 56 pada α 5%) dan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, dengan ini dikatakan bahwa Return On Assets berpengaruh signifikan terhadap Dividend Payout Ratio.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel Return On Asset (ROA) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) menjelaskan bahwa tingkat

profitabilitas perusahaan akan berdampak pada peningkatan pembagian dividen

yang dilakukan perusahaan. Kebijakan dividen yang tercermin dari DPR, ROA mengalami peningkatan karena laba yang dihasilkan berupa earning after tax juga mengalami kenaikan. Sehingga berpengaruh terhadap kenaikan ROA. Kenaikan dividen merupakan suatu sinyal kepada para investor bahwa manajemen meramalkan suatu penghasilan yang baik dimasa yang akan datang.

Perusahaan yang memilki laba besar akan menentukan kebijakan dividen kepada pemegang saham yang lebih besar. Menurut Hanafi (2004:375) perusahaan

41 yang mempunyai aliran kas atau profitabilitas yang baik bisa membayar deviden atau meningkatkan deviden. Maka H1 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Fira Puspita (2009) dan Bagus Laksono (2006) bahwa rasio return on asset (ROA) mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap dividen.

2. Pengaruh Cash ratio terhadap Dividend Payout Ratio

Nilai signifikan sebesar 0.0160 menunjukan bahwa nilai sig. untuk uji t secara parsial lebih besar dari 0.05. Hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel yaitu cash ratio secara parsial tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada tingkat 95%. Nilai t hitung adalah 1.423 < 1.67252 (t table n-k = 59-3 = 56 pada α 5%) dan nilai signifikansi 0.160 > 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, dengan ini dikatakan bahwa cash ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan uang kas tidak menunjukkan besarnya tingkat dividen yang dibagikan. Dengan kata lain H2 ditolak. Hal ini sejalan dengan Penelitian Nur Hidayat (2006) yang menyatakan tidak ada pengaruh cashratio terhadap kebijakan pembayaran dividen.

3. Pengaruh DER terhadap Dividend Payout Ratio

Nilai signifikan sebesar 0.000 menunjukan bahwa nilai sig. untuk uji t secara parsial lebih besar dari 0.05. hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistic yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel yaitu DER secara parsial berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada tingkat 95%. Nilai t hitung adalah 1.059 <1.67252 (t table n-k = 59-3 = 56 pada α 5%) dan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, maka Ha ditolak dan Ho diterima, dengan ini dikatakan bahwa DER berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio (DER)

berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio (DPR) menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang profitable memiliki lebih banyak earnings yang tersedia untuk investasi dan cenderung membangun equitas mereka relative terhadap debt. Maka H3 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Lisa Marlina dan Clara Danica (2009), menyatakan bahwa DER secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap dividend payout ratio.

4. Pengaruh ROA, Cash Ratio, DER terhadap DPR

Dari hasil analisis regresi yang dilihat pada tabel 4.9 dapat diketahui pula bahwa secara bersama-sama variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai F hitung sebesar 10.506 dengan probabilitas 0,000. Dimana F hitung > Ftabel, 10.506>2,34 (n-k, 59-3=56) dan karena probabilitas jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 5%, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi dividend payout ratio (DPR) atau dapat dikatakan bahwa variabel meliputi secara bersama-sama ROA, cash ratio , DER,berpengaruh terhadap dividend payout ratio (DPR).

Hal ini menunjukan bahwa H4 diterima, artinya variabel independen yaitu terhadap dividend payout ratio pada perusahaan Manufaktur secara simultan berpengaruh. Hal ini sejalan dengan penelitian RB Atok Risaptoko (2007), Nur Hidayati (2006), dan Tsaniyah (2009). Hal ini memperlihatkan bahwa dalam pengolahan regresi berganda tabel 4.8, dapat dikatakan bahwa nilai R Squere 0.360

42 atau 36.0% yang berarti kemampuan variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen sangat terbatas dan juga diperlihatkan bahwa angka

adjusted R squere atau koefisien determinasi bernilai 0.326. Angka

mengidentikasikan bahwa sebesar 32,6% varisi dividend payout ratio dapat dijelaskan oleh ROA, cash ratio, danDER.

Sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi secara keseluruhan, pengumuman laporan keuangan dan data keuangan lainnya, faktor psikologi pembeli pembelian saham, permintaan dan penawaran, tingkat suku bunga, harga komoditas, inflasi, peraturan perpajakan, kebijakan pemerintah, kurs valuta asing, tingkat bunga pinjaman luar negri, kondisi ekonomi internasional, jumlah uang yang beredar, dan sebagainya yang tidak dimasukan dalam model penelitian pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Penelitian ini menguji apakah return on asset,cash ratio, debt to equity ratio memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio (DPR) pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampel 15 perusahaan manufaktur yang listing selama periode 2007 sampai 2010.

Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini :

1. Pengaruh return on asset, cash ratio, debt to equity ratio sebagai variabel independen terhadap dividend payout ratio (DPR) sebagai variabel dependen secara simultan menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa return on asset memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio (DPR) pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3. Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa cash ratio tidak memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio (DPR) pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4. Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa debt to equity ratio memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio (DPR) pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Dokumen terkait