• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

B. Analisis Hasil Penelitian

Dalam penyelesaian bab ini, penulis berusaha mencoba menganalisa dan

mengevaluasi data yang diperoleh melalui riset langsung yang telah penulis lakukan

di PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Tinjauan Pustaka pada Bab II akan

menjadi landasan dalam penulisan analisa hasil penelitian ini.

Untuk menganalisa dan mengevaluasi antara landasan teoritis yang ada di tinjauan

pustaka dengan penerapannya di lapangan, maka penulis membagi masalah yang

dianalisa dan dievaluasi ke dalam 3 (tiga) bagian yaitu:

1. Struktur organisasi perusahaan

2. Sistem Informasi Akuntansi penjualan

3. Penerapan Pengendalian intern

1. Struktur organisasi perusahaan

Sistem akuntansi tidak dapat dipisahkan dari struktur organisasi, sistem

akuntansi diciptakan untuk mengidentifikasi, merakit, menggolongkan,

menganalisa, mencatat dan melaporkan transaksi suatu aktifitas usaha di dalam

pencapaian tujuan organisasi. Berbagai metode, prosedur dan teknik dalam

pelaksanaan aktifitas perusahaan hanya dapat berjalan efektif dan efisien dalam

struktur organisasi yang jelas, yang dapat memisahkan tanggung jawab fungsional

secara tepat, demikian pula ketepatan dalam pemberian wewenang untuk suatu

fungsi.

Agar sistem akuntansi memberikan manfaat bagi perusahaan maka struktur

Elfany Hesfrida P. : Penerapan Pengendalian Intern Pada Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, 2010.

mensyaratkan terpisahnya fungsi operasional, fungsi pencatatan dan fungsi

penyimpanan, demi tercapainya tujuan internal check, sehingga perusahaan

terhindar dari penyimpangan-penyimpangan yang mungkin dilakukan

fungsi-fungsi organisasi.

Dalam pembentukan struktur organisasi suatu perusahaan juga harus

memperhatikan ruang lingkup perusahaan, sifat perusahaan, ukuran penyebaran

daerah operasi dan sebagainya. Perusahaan-perusahaan yang besar akan

menciptakan struktur organisasi yang mampu melaksanakan seluruh operasi

perusahaan tersebut. Di dalam struktur tersebut terlihat jelas hubungan antara

fungsi-fungsi wewenang dan tanggung jawab setiap unit organisasi, sehingga

dengan adanya struktur organisasi memungkinkan adanya koordinasi usaha

diantara semua unit untuk pencapaian tujuan perusahaan.

Selain dengan pembagian fungsi-fungsi, wewenang dan tanggung jawab juga

harus benar-benar diperhatikan pegawai yang betul-betul mampu menjalankan

tugasnya dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Karena dengan pegawai

yang cakap dan juga jujur adalah unsur penting dalam sebuah perusahaan.

Struktur organisasi PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk. Adalah struktur

organisasi garis yang terdiri dari departemen-departemen dan bagian-bagian.

Pembagian departemen ini dapat dilihat dari kegiatan perusahaan yang terkait

sampai sejauh mana jangkauan pimpinan melihat ruang lingkup dari operasi

perusahaan secara keseluruhan.

Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan maka dapat disimpulkan bahwa

Elfany Hesfrida P. : Penerapan Pengendalian Intern Pada Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, 2010.

a. Secara umum susunan organisasi telah memberikan tugas dan tanggung

jawab yang jelas, sehingga tiap bagian atau fungsi yang ada dapat dengan

mudah mempertanggungjawabkan pemakaian sumber daya organisasi dalam

pencapaian tujuan organisasi.

b. Organisasi disusun berdasarkan besarnya operasi perusahaan, sehingga bila

perusahaan semakin berkembang, kita tidak perlu merombak seluruh struktur

organisasi tetapi cukup hanya merubah bagiannya saja.

c. Pembagian tugas menurut fungsi dari masing-masing bagian, diperoleh

spesialisasi sehingga setiap pegawai pada setiap fungsi merupakan orang

yang ahli atau yang cakap juga jujur adalah merupakan unsur yang sangat

penting.

2. Sistem informasi akuntansi penjualan

Sistem akuntansi penjualan pada dasarnya dirancang untuk menangani

transaksi penjualan secara kredit, namun meskipun demikian bukan berarti apabila

suatu perusahaan tidak memiliki transaksi penjualan kredit maka perusahaan

tersebut tidak memiliki sistem akuntansi penjualan. Karena tujuan utama dari

dibentuknya suatu sistem akuntansi adalah menyediakan informasi keuangan yang

dibutuhkan oleh pihak manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

Dalam hal penjualan komoditi perkebunan PT.PP. London Sumatra

Indonesia Tbk. tidak mengenal istilah penjualan kredit, namun perusahaan tetap

memiliki suatu sistem akuntansi penjualan. Sistem akuntansi penjualan pada

Elfany Hesfrida P. : Penerapan Pengendalian Intern Pada Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, 2010.

pencatatan administrrasi yang baik dan teratur sebagaimana sumber informasi

actual yang dapt digunakan untuk pengambilan keputusan dan alat pengawasan

internal.

Konsumen ingin membeli komoditi perkebunan PT.PP. London Sumatra

Indonesia Tbk. harus terlebih dahulu mengikuti tender yang diadakan oleh

perusahaan, baru setelah konsumen dapat memenangkan tender dia berhak untuk

membeli komoditi perkebunan tersebut, setelah itu barulah kedua belah pihak

menandatangani kontrak. Kemudian pihak pembeli harus melakukan pembayaran

sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak penjualan, baru kemudian PT.PP.

London Sumatra Indonesia Tbk. mengeluarkan Delivery Order yang akan

digunakan konsumen untuk mengambil komoditi yang telah dibelinya.

Berdasarkan data yang diperoleh dilapangan maka yang dapat disimpulkan

bahwa sistem akuntansi yang terdapat pada PT.PP. London Sumatra Indonesia

Tbk. cukup baik meskipun sederhana, hal ini dapat dilihat dari:

a. Sistem akuntansi penjualan yang ada berhubungan dengan banyak bagian di

dalam perusahaan, hal ini dapat mengurangi kecurangan yang mungkin

terjadi.

b. Sistem akuntansi penjualan ini memudahkan perusahaan untuk menghitung

persediaan barang karena konsumen haruslah menyerahkan Delivery Order

yang dikeluarkan perusahaan untuk dapat mengambil komoditi yang sudah

menjadi haknya.

Elfany Hesfrida P. : Penerapan Pengendalian Intern Pada Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, 2010.

Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan

ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek

ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong

dipatuhinya kebijakan manjemen.

Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan maka dapat disimpulkan bahwa

pengendalian intern PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, sudah dapat

dikatakan baik hal ini terlihat dengan adanya pembagian tugas, wewenang dan

tanggung jawab yang tegas antara satu bagian dengan bagian yang lain. Dan tidak

terdapat rangkap tugas pada bagian-bagian yang terkait dalam system informasi

akuntansi penjualan dan penerimaan kas. Dan dengan adanya pegawai yang cakap

dan juga jujur serta penempatan posisi pegawai sesuai dengan bidangnya, maka

dapat mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

Elfany Hesfrida P. : Penerapan Pengendalian Intern Pada Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, 2010.

Elfany Hesfrida P. : Penerapan Pengendalian Intern Pada Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT.PP. London Sumatra Indonesia Tbk, 2010.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait