• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS HASIL PENELITIAN

B. Analisis Hasil Penelitian

1. Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan

Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi yang dibadingkan dengan teori-teori yang penulis ketahui, penuis berpendapat bahwa Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan sudah memiliki struktur organisasi yang baik dalam pembagian dan pelaksanaan kerja masing-masing bagian dan pembayaran gaji dilakukan sesuai dengan UMR dan telah mengadakan pemisahan fungsi organisasi dalam setiap bagian tertentu.

Cara pemberian gaji dan upah ada berbagai macam : 1. Dibayar dimuka

2. Panjar

3. Dibayar kemudian

Berdasarkan sifatnya, pemberian gaji dan upah dapat dilakukan dengan dua hal yaitu :

1. Pemberian gaji/upah menurut waktu (harian, mingguan, bulanan)

2. Pemberian gaji/upah menurut imbalan yang diberikan dalam bentuk uang, barang, jasa, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut.

Adapun cara yang diterapkan pada Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan adalah pembayaran gaji menurut waktu yaitu bulanan yang merupakan pembayaran dimuka. Uang gaji dapat diambil pada bendaharawan gaji masing-masing golongan ataupun melalui rekening pada bank yang sudah ditunjuk. Gaji karyawan akan dibayarkan pada setiap awal bulan dan karyawan melaksanakan tugasnya sebagaimana biasanya. Hal ini akan berlangsung terus-menerus dan berulang setiap bulannya. Dengan kata lain karyawan dibayar terlebih dahulu kemudian ia bekerja dan memberikan balas jasa atas gaji yang sudah diterima dimuka.

Seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya ssitem penggajian pada Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan dilakukan melalui prosedur pembuatan daftar gaji, pengajuan uang gaji dan prosedur pembayaran gaji yang akan dibayarkan dengan cara yang tepat, sehingga dapat mencegah manipulasi.

Apabila orang yang membuat perhitungan gaji sama dengan orang yang membukukan jumlah uang gaji kedalam jurnal, maka pihak yang membuat perhitungan gaji dan upah tersebut dapat melakukan kecurangan. Misalnya menambah jumlah pendapatan karyawan, membuat nama-nama fiktif dan sebagainya. Dalam hal ini dokumen yang dapat digunakan sebagai pemicu kecurangan adalah SK pegawai.

Apabila tidak ada pembagaian tugas, maka bisa saja SK pegawai yang belum berlaku secara sah dilaporkan oleh bendaharawan sudah berlaku pada saat itu untuk mendapatkan jumlah gaji yang lebih banyak, dan dalam pembayaran kepada pegawai dibayarkan sesuai dengan golongannya sehingga selisih dari jumlah gaji dapat diambil sebagai hasil dari kecurangannya.

Apabila pegawai bagian akuntansi bertugas untuk membuat daftar gaji maka dengan mudah ia akan dapat menambah jumlah gaji ataupun membuat nama-nama fiktif dan mengambil selisihnya ketika slip gaji dibuat. Selain itu beliau juga dapat melaporkan nama-nama pegawai yang sudah tidak bekerja lagi atau nama pegawai yang baru saja berhenti bekerja; dengan catatan bahwa dalam perusahaan ini juga ada pegawai honor dan satpam yang tidak mempunyai SK kerja.

Oleh karena itu, dalam hal ini peran serta pihak satuan pengawasan intern sangat diperlukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecurangan.

Berdasarkan hasil analisa penulis, maka penulis berpendapat bahwa sistem penggajian yang dilakukan Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan sudah cukup baik dan terarah.

Berikut ini adalah bagan proses pembayaran gaji pegawai pada Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan :

Gambar 4.1.

Bagan Proses Pembayaran Gaji Pegawai pada RSUP Haji Adam Malik Medan Sumber : Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan 2008-2009

PERSONALIA

Pembuat daftar Gaji Bendaharawan

Juru Bayar

BANK PEGAWAI

Kas. Sub. Bag Perbendaharaan

Ka. Bagian Perbendaharaan dan

Mobilisasi Dan

Direktur Keuangan

Direktur Utama

KPPN

Keterangan :

1. Bagian Personalia membuat SK gaji berkala, kenaikan pangkat, tunjangan fungsional, kenaikan gaji berkala dan lain-lain termasuk pegawai baru.

2. Bendaharawan (pembuat daftar gaji) menerima berkas untuk membuat daftar gaji dan sekaligus komputerisasi daftar gaji tersebut.

3. Bendaharawan mengajukan SPP ke Direktur utama.

4. Kepala Sub Bagian perbendaharawan/kepala bagian perbendaharaan dan mobilisasi dana meneliti, membuat, memaraf daftar gaji.

5. Direktur keuangan dan kepala bagian perbendaharaan dan mobilisasi dana meneliti, memeriksa, memaraf daftar gaji.

6. Direktur utama menandatangani daftar gaji.

7. Setelah selesai ditandatangani oleh Direktur utama, Bendaharawan mengajukan ke KPPN untuk proses pengeluaran uang.

8. Pihak KPPN mengeluarkan mandat surat Perintah Membayar (SPM) yang ditujukan ke bank bendaharawan.

9. Bendaharawan menuliskan ke dalam cek sesuai/sebesar SPM untuk ditandatangani oleh Direktur utama untuk pencairan uang.

10. Setelah uang cair, kemudian gaji dibayarkan kepada karyawan oleh juru bayar masing-masing golongan dan bagi karyawan yang memiliki nomor rekening pada bank yang ditunjuk, gajinya ditransfer melalui rekening.

2. Sistem Pengendalian Intern Gaji dan Upah

Sistem pengendalian intern memiliki unsur-unsur pokok meliputi struktur organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, praktik yang sehat, serta karyawan yang bermutu. Sistem pengendalian intern gaji dan upah juga memiliki unsur-unsur tersebut didalamnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis dan setelah dibandingkan dengan landasan teori yang dipelajari maka berikut ini adalah unsur-unsur pengendalian intern pada perusahaan ini :

a. Struktur organisasi

Dalam struktur organisasi Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan terlihat bahwa adanya pembagian yang jelas antar tiap bagian. Hal tersebut baik untuk pengendalian intern perusahaan karena tiap bagian akan memiliki tanggung jawab yang jelas terhadap tugas yang diberikan kepada mereka.

Bawahan hanya menerima perintah langsung dari atasannya seperti yang ditunjukan dalam struktur organisasinya sehingga pekerjaan akan lebih terkendali karena telah jelas siapa yang memberi perintah, siapa yang menjalankan tugas dan kepada siapa harus melaporkan hasil tugasnya tersebut. Dengan demikian penggendalian terhadap karyawan akan lebih mudah dilakukan. Secara umum pelaksanaan fungsi di tiap bagian sudah cukup baik, dimana fungsi pembuatan daftar gaji dan upah ditangani oleh urusan keuangan di bagian pembiayaan.

Pengendalian intern gaji dan upah berdasarkan komputer juga terlihat cukup baik.

Bagian teknologi informasi yang melakukan pengembangan terhadap sistem, sedangkan pemeliharaannya dilakukan oleh masing-masing bagian yang menggunakan sistem tersebut. Bagian SDM sebagai pemakai sistem penggajian dan pengupahan memelihara sistem tersebut.

b. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan

Penerapan sistem otorisasi dalam kegiatan perusahaan terutama untuk pengendalian intern gaji dan upah berlangsung cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari adanya otorisasi oleh pejabat yang berwenang untuk setiap dokumen yang digunakan dalam penggajian dan pengupahan. Setiap pengangkatan, pemberhentian, kenaikan jabatan dan mutasi karyawan memiliki surat keputusan yang ditandatangani oleh direksi. Setiap potongan yang mempengaruhi gaji dan upah karyawan selain dari pajak penghasilan karyawan didasarkan surat potongan gaji dan upah yang diotorisasi oleh fungsi kepegawaian yang ditangani bagian sumber daya manusia. Perintah lembur diotorisasi oleh kepala departemen yang bersangkutan. Daftar gaji dan upah diotorisasi oleh bagian sumber daya manusia.

Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji dan upah diotorisasi oleh fungsi akuntansi yang ditangani bagian pembiayaraan. Dalam pengendalian intern gaji dan upah berdasarkan komputer, bagian SDM sebagai pengguna sistem penggajian dan pengupahan mengolah transaksi gaji dan upah dan melakukan otorisasi atas data-data yang dihasilkan dari sistem tersebut.

c. Praktik yang Sehat

Perusahaan telah menjalankan praktik yang sehat untuk pengendalian intern gaji dan upah. Hal ini terlihat dari pelaksanaan tugas-tugasnya. Misalnya penyimpanan catatan penghasilan yang dilakukan oleh bagian sumber daya manusia sebagai fungsi pembuat daftar gaji dan upah, adanya verifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungan pembuatan daftar gaji dan upah oleh bagian akuntansi sebelum dilakukan pembayarannya. Dalam pengendalian intern gaji dan upah berdasarkan komputer, bagian gaji dan upah memastikan bahwa data yang diinput

ke dalam sistem adalah data yang benar dan telah diotorisasi dengan sah oleh bagian yang berwenang. Hal ini baik dilakukan untuk menjamin bahwa sistem menghasilkan informasi yang akurat.

d. Karyawan yang Bermutu

Seperti yang telah dijelaskan bahwa karyawan merupakan unsur penting dalam pengendalian intern perusahaan. Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan telah menerapkan pengendalian yang baik dengan mengadakan serangkaian proses seleksi. Dengan demikian karyawan yang dipekerjakan merupakan orang-orang yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, bermutu, bertanggungjawab serta jujur. Penempatan karyawan juga disesuaikan dengan pendidikan dan pengalaman mereka, sehingga dapat mempertanggungjawabkan pekerjaan yang diberikan kepada mereka.

Sebelum pegawai ditugaskan untuk menjalankan sistem, mereka diberikan pelatihan yang memadai untuk menambah keahlian agar pekerjan yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik. Pada bagian gaji dan upah, pegawai yang mengoperasikan sistem penggajian dan pengupahan dengan komputer sebelumnya telah diberikan pelatihan untuk menjalankan sistem tersebut selama beberapa waktu.

Pemberian berbagai jenis kompensasi kepada karyawan juga turut membantu pengendalian intern perusahaan. Kompensasi yang layak serta berpihak kepada kesejahteraan karyawan akan menambah loyalitas karyawan kepada perusahaan yang pada akhirnya memperkecil kemungkinan dilakukannya kecurangan yang akan merugikan perusahaan.

BAB V

Dokumen terkait