• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN

4.2. Hasil Penelitian

4.2.2. Analisis

Ketika peneliti mewawancarai seluruh informasi utama (key person), peneliti menemukan bahwa informasi yang diberikan subjek tersebut bersifat homogen. Disebut bersifat homogen karena informasi yang diberikan oleh informan atau subjek merujuk kepada satu sumber, yaitu Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Usaha Pariwisata. Ini disebabkan didalam struktur organisasi yang ada di Dinas

Kebudayaan dan Pariwisata, yang behubungan dengan pemasaran dan promosi adalah wewenang dari Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Usaha Pariwisata. Oleh karena itu, seberapa mendalamnya observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti ketika mewawancarai informan tersebut adalah kembali kepada satu sumber yang mempunyai informasi yang dibutuhkan. Sehingga peneliti memutuskan untuk menghentikan wawancara dan observasinya di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo karena semua informasi yang diberikan oleh informan sudah cukup untuk menyelesaikan penelitian. Dengan diselesaikannya pengambilan data dan informasi yang dilakukan peneliti di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo maka peneliti masuk pada tahap selanjutnya yaitu tahap analisis data.

Namun, didalam metode penelitian kualitatif data dan informasi yang didapat oleh peneliti selama melakukan penelitian di lapangan terlebih dahulu di reduksi. Tahap reduksi data adalah tahapan dimana data dan informasi yang diterima ttersebut dipisahkan dan pilah-pilah sehingga peneliti dapat memilih data dan informasi mana yang akan digunakan untuk dianalisis. Oleh karena itu peneliti terlebih dahulu masuk kepada tahapan reduksi data.

Dalam tahapan ini, reduksi data adalah memusatkan perhatian kepada informasi yang diberikan oleh informan. Informan memberikan informasi yang berkaitan dengan objek penelitian dan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Namun reduksi data dalam penelitian ini tidak dapat dilakukan karena keragaman data dan informasi yang diberikan oleh subjek penelitian tidak banyak. Kebanyakan data yang diberikan oleh subjek penellitian ini bersifat homogen, yaitu hanya berpusata kepada satu informan sehingga semua data yang diiberikan oleh informan tersebut otomatis tereduksi dengan sendirinya. Sehingga peneliti hanya memusatakan perhatiannya kepada informasi yang diberikan oleh Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Usaha Wisata. Sehingga setiap informasi yang diberikannya merupakan sebuah data yang dapat mendukung penelitian ini dan juga dapat mewakili semua elemen yang akan dianalisis. Oleh karena itu peneliti masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap display data atau penyajian data.

Penyajian data atau display data dalam penelitian ini adalah data yang

ditemukan dari lokasi penelitian disajikan dalam bentuk narasi dan skripsi mengenai fenomena yang menjadi objek penelitian. Hasil tersebut disajikan sedemikian rupa agar semua informasi mengenai objek penelitian tersampaikan. Berikut adalah penyajian data yang ditemukan peneliti selam berada di lokasi penelitian :

a. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo selama erupsi Gunung Sinabung adalah sebagai berikut : b. Mengikuti kegiatan yang diadakan diluar daerah untuk mempromosikan

pariwisata yang ada di Kabupaten Karo. Program tersebut adalah :  Pekan Raya Sumatera Utara (18 Maret – 18 April 2016)  Festival Danau Toba

 Tourism expo di Batam dan Banjarmasin (Oktober – November 2016)  Festival bunga Tomohon (7-12 Agustus 2016)

c. Membuat event di dalam daerah, seperti :  Pesta Mejuah-juah (Juni 2016)  Pesta Bunga dan Buah

 Lomba lari marathon mini dalam acara Berastagi 10 KM

Semua kegiatan diatas adalah kegiatan promosi yang akan dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo pada tahun anggaran 2016, artinya semua program tersebut sudah masuk didraft APBD untuk disahkan selain kegiatan prommosi yang akan dilakukan tersebut, pemerintah Kabupaten Karo dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karo pernah melakukan kegiatan Promosi selama erupsi Gunung Sinabung terjadi. Artinya, ada beberapa kegiatan promosi yang dilakukan oleh . Adapun kegiatan promosi diatas sesuai dengan metode promosi yang dikemukakan oleh Kotler (2003) dapat dikategorikan kedalam bauran komunikasi pemasaran (marketing comunication mix). Hasil dari analisis terhadap kegiatan promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo adalah sebagai berikut terkait bauran komunikasi pemasaran.

Pada metode periklanan, Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo melakukan beberapa kegiatan yang tujuannya untuk mengiklankan atau mengenalkan produk wisata kepada calon Wisatawan. Adapun bentuk iklan yang dibuat oleh Dinas Pariwisata dan Kabupaten Karo untuk mempromosikan daerah pariwisata Kabupaten Karo adalah membuat brosur dan kepingan CD. untuk brosur memberikan informasi kepada calon wisatawan yang akan berkunjung mengenai daerah wisata yang ada di Kabupaten Karo. Ini bisa berupa informasi akses, kondisi alam dan fasilitas yang terdapat didaerah tersebut. Metode periklanan ini rutin dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo, artinya mereka sepakat bahwa aspek periklanan dengan mencetak brosur cukup efektif dilakukan. Selanjutnya adalah pembuatan CD profil tempat wisata di Kabupaten Karo. Program ini hanya berjalan sekali dan tidak dilanjutkan dikarenakan menyedot biaya yang cukup besar dalam proses pembuatannya.

Program dalam bentuk periklanan yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata hanya mencakup dua program tersebut, yakni brosur dan CD. namun kegiatan priklanan yang lain biasanya disandingkan oleh kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan di daerah Kabupaten Karo Seperti Pesta Budaya Karo dan Festival Danau Toba. Namun ini bukanlah kegiatan periklanan yang direncanakan, melainkan kegiatan periklanan yang bertujuan untuk memberi informasi tentang kegiatan yang berlangsung atau lebih tepatnya bagian dari publikasi dari kegiatan tersebut.

2. Promosi Penjualan (sales Promotion)

Metode selanjutnya adalah metode promosi penjualan, yaitu metode yang memberikan perhatian khusus kepada barang dan jawa yang hendak ditawarkan. Hal ini dilakukan untuk menarik minat wisatawan, baik lokal maupun internasional untuk mengubah keputusannya untuk membeli suatu produk wisata. Dalam aktivitas

promosi pemasaran yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Kabupaten Karo memuat konten promosi penjualan. Hal ini terlihat di ajang Pekan Raya Sumatera Utara dan Festival Bungan Tomohon. Pada kegiatan tersebut promosi yang dilakukan adalah dengan menampilkan miniatur Pariwisata dan Kebudayaan Karo yang akan menarik perhatian calon wisatawan yang berkunjung. Miniatur tersebut berupa rumah adat, senjata tradisional dan pakaian tradisional. Miniatur ini

dibuat sedemikian rupa agar pembeli ataupun wisatawan tertarik untuk melakukan perjalanan wisata ke Kabupaten Karo. Juga pada kegiatan Festival Bunga Tomohon, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo juga mambawa sampel bunga yang dipamerkan pada acara tersebut sehingga diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan.

3. Hubungan Publik (publict relations)

Metode selanjutnya adalah hubungan publik. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo dalam setiap aktivitas promosinya pasti menyertakan metode ini. Metode hubungan publik dalam promosi pariwisata Kabupaten karo dilakukan pada setiap kegiatan yang bertemakan promosi. Hal ini terlihat hampir semua program promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo pasti menyertakan masyarakat sebagai elemen penting kegiatannya. Hal ini dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten karo untuk menjaga hubungan baik kepada masyarakat, baik itu masyarakat sebagai pelaku usaha Pariwisata maupun masyarakat sebagai pelaku wisata atau wisatawan. Contoh kegiatan yang menyertakan masyarakat sebagai elemennya adalah Pesta Budaya Karo dan Festival Danau Toba. Hal ini dikarenakan tugas dan kewajiban Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo untuk membina hubungan ke setiap stakeholder masyarakat. Sehingga setiap program promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo menyertakan masyarakat. Seperti Pesta Budaya Karo yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha Pariwisata untuk melakukan promosi terhadap barang dan jasa yang mereka punya. Hal ini dibuktikan dengan diundangnya para pelaku usaha Pariwisata untuk bergabung dalam acara tersebut.

Contoh lain kegiatan yang berhubungan dengan publik sebagai pesertanya adalah kegiatan Berastagi 10 KM. Kegiatan ini adalah kegiatan yang bersifat

keolahragaan, yaitu lari marathon sepanjang 10 KM. Adapun yang berhak mengikuti kegiatan ini adalah Pemuda atau masyarakat yang memang dari suku Karo atau mempunyai kekerabatan erat dengan suku Karo. Hal ini dilakukan untuk menjalin dan membina masyarakat suku Karo tentang besarnya potensi wisata di Kabupaten Karo. Kegiatan ini dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo

untuk mejalin hubungan dengan masyarakat sekitar yang notabene adalah suku Karo untuk ikut juga sadar akan potensi wisata serta menjadi ajang promosi pariwisata.

4. Penjualan Langsung (direct selling)

Pada metode ini, yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karo dalam hal ini dalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah dengan mengikuti program event yang diselenggarakan diluar. Adapun tujuan mengikuti event tersebut adalah

berusaha menjual secara langsung produk barang dan jasa Pariwisata di Kabupaten Karo kepada pihak yang bersangkutan dengan skala yang lebih besar. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo yang berhubungan dengan Penjualan langsung adalah sebagai berikut :

 Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU)

PRSU merupakan parade upacara tahunan yang dibuat oleh pemerintah provinsi sumatera utara dalam rangka memperkenalkan

kebudayaan dan aktivitas pariwisata di seluruh kawasan di Sumatera Utara. Kegiatan ini juga sebagai sarana promosi dan pemasaran pariwisata yang dilakukan oleh seluruh instansi pemerintahan yang berada dibawah naungan pemerintah provinsi Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Karo.

Kabupaten Karo setiap tahun rutin mengikuti kegiatan PRSU ini. Karena di kegiatan ini, Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Karo berkesempatan untuk mempromosikan Pariwisata Kabupaten Karo secara langsung kepada pengunjung. Pengunjung yang datang ke acara PRSU ini berkesempatan untuk melihat secara langsung Pariwisata apa saja yang ditawarkan oleh Pemerintah Kabupaten Karo. Sehingga metode yang dipakai dalam acara ini adalah metode penjualan langsung. Metode ini melakukan penjualan langsung produk yang ditawarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo langsung kekonsumen. Disini konsumen dapat bertanya langsung mengenai informasi produk yang ditawarkan sehingga aktivitas promosi dan pertukaran informasi berjalan dengan baik

Penjualan langsung ini dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata Kabupaten Karo dengan membuka stand promosi dan penjualan di arena PRSU ini. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo juga

menyediakan sales promotion untuk memberikan informasi mengenai produk yang ditawarkan, dalam hal ini adalah barang dan jasa yang berkaitan dengan pariwisata di Kabupaten Karo.

 Festival Danau Toba

Festival Danau Toba juga merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Acara ini merupakan kegiatan untuk mempromosikan daerah daerah yang berada dikawasan Danau Toba. Daerah kawasan Danau Toba tersebut terdapat Kabupaten/Kota yang berada di kawasannya, termasuk Kabupaten Karo. Oleh sebab itu Kabupaten Karo turut ambil bagian dalam kegiatan Festival Danau Toba tersebut dan pernah menjadi tuan rumah pada tahun 2015 lalu.

Dalam Festival danau Toba ini, aktivitas penjualan produk wisata secara langsung dapat dijumpai ketika kegiatan berlangsung melalui booth atau stand pada acara tersebut berlangsung. Hanya saja produk yang ditawarkan tersebut adalah aktivitas Pariwisata yang berada di Kawasan danau Toba yaitu wilayah Merek dan Tongging. Namun wilayah tersebut harus dipromosikan secara maksimal mengingat daerah tersebut paling minimal mengalami dampak dari erupsi Gunung Sinabung ini sehingga menjadi kawasan paling aman dari bencana erupsi. Oleh karena itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Karo mengambil kesempatan dalam acara ini untuk mempromosikan langsung dan menjual langsung aktivitas Pariwisata yang ada di wilayah danau toba. Yaitu Merek dan Tongging.

Aktivitas penjulan langsung tersebut berupa pembagian brosur dan informasi mengenai kawasan wisata yang dimaksud, membagikan kupon produk wisata di daerah tersebut, dan membuka stand-stand untuk informasi mengenai produk yang ditawarkan. Cara ini cukup efektif karena dapat menarik minat pengunjung yang akan mengunjungi objek wisata tersebut. Dengan adanya penjualan langsung tersebut pengunjung maupun calon wisatawan dapat menerima informasi sebanyak-banyaknya mengenai objek wisata yang dituju.

Kegiatan ini hampir sama dengan kegiatan sebelumnya yaitu

mempromosikan daerah-daerah pariwisata di seluruh wilayah Indonesia. Bentuk dari kegiatannya pun hampir sama yaitu menampilkan stand-stand promosi wisata dari setiap daerah. Melalui stand tersebut aktivitas promosi melalui penjualan langsung semakin terbuka. Tidak hanya pihak

pemerintahan saja yang ikut ambil bagian, melainkan para pelaku usaha pariwisata yang menjadi binaan pemerintah setempat juga ikut dalam kegiatan ini.

 Festival Bunga Di Tomohon

Kegiatan ini merupakan kegiatan karnaval yang memfokuskan bunga sebagai tonggak utama kegiatan. Festival ini telah diikuti oleh Dinas

Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo sejak 2014. Aktivitas penjualan langsung disini adalah dengan memperkenalkan bunga asli atau endemik maupun bunga yang sering dijumpai di objek pariwisata Kabupaten Karo. Hal ini terjadi karena bunga merupakan aspek dari produk pariwisata yang

ditawarkan di Kabupaten Karo. Melalui bunga juga banyak wisatawan ingin berkunjung ke objek wisata di Kabupaten Karo.

Melihat fenomena ini membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo menilai harus mengikuti kegiatan ini sebagai ajang promosi dan pemasaran tentang produk wisata yang di Kabupaten Karo khususnya Bunga dan tumbuh-tumbuhan. Dalam kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo dan juga para pelaku usaha wisata khususnya bunga berkesempatan untuk melakukan penjualan langsung didalam kegiatan tersebut. Hal ini sangat menguuntungkan dikarenakan target pasar dalam kegiatan tersebut tinggi dan sebanding dengan nilai prestis dari kegiatan tersebut. Sehingga Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo berkesempatan untuk melakukan penjualan langsung di kegiatan ini. Aktivitas yang dilakukan berupa pembagian selebaran produk, penjualan langsung produk dalam kegiatan itu, mapun pemberian sampel, dalam kegiatan ini adalah bunga. Ini berarti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Kabupaten Karo sudah melakukan kegiatan promosi wisata dalam bentuk penjualan langsung dengan cukup baik.

Dokumen terkait