• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Analisis Hasil Penelitian

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik sampel yang digunakan dan menggambarkan variable-variabel dalam penelitian. Peneliti menggunkan analisis descriptive pada variabel dengan skala rasio dan analisis frequencies pada variabel dengan skala nominal. Berikut ini disajikan table hasil pengujian dengan analisis descriptive:

Tabel 4.1 Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean

Std. Deviation MAN_OWN 60 .00000 70.00000 5.5839673 17.46778232 BLOCK 60 30.56 99.14 53.6188 18.48085 Valid N (listwise) 60

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Jumlah seluruh sampel penelitian adalah 15 perusahaan dengan periode pengamatan selama 4 tahun sehingga total N sebanyak 60 unit analisis. Dengan dua variabel independen yang diukur dalam skala rasio yaitu kepemilikan manajerial sebagai variabel kedua dan kepemilikan terpusat sebagai variabel ketiga. Kedua variabel tersebut merupakan bagian dari mekanisme corporate governance.

b. Variabel independen kedua, yaitu kepemilikan manajerial, memiliki nilai minimum sebesar 0,00 dan nilai maksimum sebesar 70,00 dengan nilai rata-rata yaitu 5.5839673. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel mempunyai pihak manajerial yang mempunyai kepemilikan dalam jumlah saham yang beredar. Nilai standar deviasi sebesar 17.46778232 menunjukkan bahwa tidak ada sampel yang bersifat ekstrim.

c. Variabel independen ketiga, yaitu kepemilikan terpusat, memiliki nilai minimum sebesar 30,56 dan nilai maksimum 99,14 dengan nilai rata-rata 53,6188. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel memiliki kepemilikan terpusat yang positif dan cukup besar persentasenya. Nilai standar deviasi sebesar 18,48085 menunjukkan bahwa tidak ada sampel yang bersifat ekstrim.

Tabel 4.2 Statistics

ADTR KOMITE PRIOP GCAO

N Valid 60 60 60 60

Missing 0 0 0 0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Berdasarkan tabel 4.2 dapat dideskripsikan bahwa jumlah data yang valid atau sah adalah 60 buah sedangkan data yang hilang (missing) adalah nol. Artinya semua data telah diproses.

Tabel 4.3 Komite Audit

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 3.00 51 85.0 85.0 85.0

4.00 6 10.0 10.0 95.0

5.00 3 5.0 5.0 100.0

Total 60 100.0 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Berdasarkan tabel 4.3 dapat dideskripsikan bahwa variabel independen pertama, yaitu komite audit merupakan variabel nominal yang diukur dengan menghitung jumlah komite audit pada perusahaan sampel. Data yang diolah bersifat valid karena seluruhnya telah diproses. Perusahaan dengan jumlah anggota komite audit sebanyak 3 orang terdiri dari 51 perusahaan atau 85 % dari total keseluruhan data ; perusahaan dengan jumlah anggota komite audit sebanyak 4 orang terdiri dari 6 perusahaan atau 10% dari total keseluruhan data ; sedangkan perusahaan yang memiliki jumlah komite audit sebanyak 5 orang terdiri dari 3 perusahaan atau 5 % dari total keseluruhan data.

Tabel 4.4 Kualitas Audit Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Berafiliasi dengan KAP Non-BigFour 28 46.7 46.7 46.7 Berafiliasi dengan KAP BigFour 32 53.3 53.3 100.0 Total 60 100.0 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Berdasarkan tabel 4.3 dapat dideskripsikan bahwa variabel independen keempat, yaitu kualitas audit merupakan variabel nominal yang menggunakan variabel dummy. Dimana perusahaan yang diaudit oleh KAP yang berafiliasi dengan BigFour diberi kode “1” sedangkan perusahaan yang diaudit oleh KAP yang tidak berafiliasi dengan BigFour (Non-BigFour) dibei kode “0”. Data yang diolah bersifat valid karena seluruhnya telah diproses. Perusahaan yang diaudit oleh KAP yang berafiliasi dengan BigFour sebanyak 32 perusahaan atau 53,3% dai total keseluruhan data sedangkan yang diaudit oleh KAP yang tidak berafiliasi dengan BigFour (KAP Non-BigFour) sebanyak 28 perusahaan atau 46,7% dari total keseluruhan data.

Tabel 4.5

Opini Tahun Sebelumnya

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid NGCAO 44 73.3 73.3 73.3

GCAO 16 26.7 26.7 100.0

Total 60 100.0 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Berdasarkan tabel 4.5 dapat dideskripsikan bahwa variabel independen kelima, yaitu opini tahun sebelumnya merupakan skala nominal yang menggunakan variabel dummy. Dimana perusahaan yang menerima opini audit going concern (GCAO) pada tahun sebelumnya diberi kode “1” sedangkan perusahaan yang menerima opini audit non going concern (NGCAO) tahun sebelumnya diberi kode “0”. Data yang diolah bersifat valid karena semua data diproses. Perusahaan yang menerima opini audit going concern pada tahun sebelumnya sebanyak 16 perusahaan atau 26,7% dari total keseluruhan data sedangkan perusahaan yang menerima opini audit non going concern pada tahun sebelumnyasebanyak 44 perusahaan atau 73,3% dari total keseluruhan data.

Tabel 4.6

Opini Audit Going Concern

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid NGCAO 43 71.7 71.7 71.7

GCAO 17 28.3 28.3 100.0

Total 60 100.0 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Berdasarkan tabel 4.6 dapat dideskripsikan bahwa variabel dependen, yaitu opini audit going concern (GCAO), merupakan skala nominal yang menggunakan variabel dummy. Dimana perusahaan yang menerima opini audit going concern diberi kode “1” sedangkan perusahaan yang menerima opini audit non going concern diberi kode “0”. Data yang diolah bersifat valid karena semua data diproses. Perusahaan yang menerima opini audit going concern sebanyak 17 perusahaan atau 28,3% dari otalkeseluruhan data sedangkan perusahaan yang menerima opini audit non going concern sebanyak 43 perusahaan atau 71,7% dari total keseluruhan data.

4.2.2 Statistik Inferensial

4.2.2.1 Menilai Keseluruhan Model (Overall Model Fit)

Uji ini digunakan untuk menilai model yang telah dihipotesakan telah fit atau tidak dengan data. Adapun hipotesis yang digunakan yaitu sebagai berikut:

H0: Model yang dihipotesiskan fit dengan data Ha: Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data

Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai antara - 2Log likelihood awal (block number = 0) dengan nilai -2Log likelihood akhir (block number = 1).

Tabel 4.7

Perbandingan Nilai -2Log Likelihood Awal dengan -2Log Likelihood Akhir

- 2Log likelihood awal (block number = 0) 71,529 -2Log likelihood akhir (block number = 1) 7,695

Method : Enter

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Tabel 4.7 menunjukkan perbandingan antara nilai -2 Log likelihood awal dan -2 Log likelihood akhir, dimana terjadi penurunan nilai -2 Log likelihood awal (block number = 0) yaitu 71,529 menjadi 7,695 pada nilai -2 Log likelihood akhir (block number = 1). Tabel selengkapnya yang menjelaskan tentang penurunan nilai -2 Log likelihood dapat dilihat dalam lampiran ix. Selisih antara nilai -2 Log likelihood awal dan akhir sebesar 63,834 (71,529 – 7,695) menunjukkan

adanya penurunan nilai -2 Log likelihood. Adanya penurunan tersebut menunjukkan bahwa H0 diterima yaitu model yang dihipotesakan fit dengan data. Artinya setiap penambahan variabel independen yaitu komite audit, kepemilikan manajerial, kepemilikan terpusat, kualitas audit, dan opini tahun sebelumnya ke dalam penelitian akan memperbaiki model penelitian ini.

4.2.2.2 Menilai Kelayakan Model Regresi

Pengujian kelayakan model regresi logistik dilakukan dengan menggunakan Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test yang diukur dengan nilai Chi-Square. Probabilitas signifikansi yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan tingkat signifikansi (α) 5%. Hipotesis yang digunakan untuk menilai kelayakan model regresi yaitu sebagai berikut:

H0 : Tidak ada perbedaan antara model dengan data Ha : Ada perbedaan antara model dengan data

Tabel 4.8

Tabel Hosmer and Lemeshow Test

Step Chi-square df Sig.

1 1.495 7 .982

Sumber Hasil Pengolahan SPSS

Tabel 4.8 menunjukkan hasil pengujian Hosmer and Lameshow. Hasil pengujian statistik ini menunjukkan nilai Chi-square sebesar 1,495 dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,982 yang nilainya lebih besar dari 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 diterima sehingga

model regresi layak untuk digunakan karena sesuai dengan data observasinya.

Tabel 4.9

Contingency Table for Hosmer dan Lameshow Test GCAO = .00 GCAO = 1.00

Total Observed Expected Observed Expected

Step 1 1 7 7.000 0 .000 7 2 5 5.000 0 .000 5 3 8 8.000 0 .000 8 4 8 7.921 0 .079 8 5 6 5.781 0 .219 6 6 5 5.620 1 .380 6 7 4 3.677 1 1.323 5 8 0 .000 7 7.000 7 9 0 .000 8 8.000 8

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Tabel 4.9 menunjukkan bahwa nilai yang diamati dan nilai yang diprediksi tidak memiliki perbedaan yang ekstrim, sehingga dapat dikatakan bahwa model regresi logistik yang digunakan mampu memprediksi nilai observasinya.

4.2.2.3 Koefisien Determinasi

Tujuan dari digunkanannya koefisien determinasi yaitu untuk mengetahui seberapa besar variabilitas variabel-variabel independen mampu memperjelas variabilitas variabel dependen. Koefisien

determinasi pada regresi logistik dapat dilihat pada nilai Nagelkerke R Square. Tabel 4.10 Model Summary Step -2 Log likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square

1 7.695a .655 .940

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa nilai Cox & Snell R Square sebesar 0,655 dan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,940. Hal ini menunjukkan variabilitas variabel independen untuk memperjelas variabel dependen adalah sebesar 94%, sementara sisanya yaitu sebesar 6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.

4.2.2.4 Pengujian Hipotesis

Tujuan dari pengujian hipotesis yaitu untuk menguji pengaruh variabel-variabel independen yang terdiri dari komite audit, kepemilikan manajerial, kepemilikan terpusat, kualitas audit, dan opini tahun sebelumnya terhadap penerimaan opini audit going concern. Pengujian dilakukan dengan menggunakan hasil uji regresi yang ditunjukkan dalam table variables in the equation, yaitu dengan membandingkan nilai pada kolom signifikan dengan nilai signifikansi

yang digunakan (α = 0,05). Apabila tingkat signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima. Ha ditolak jika α > 0,05.

Tabel 4.11 Variables in Equation

B S.E. Wald Df Sig. Exp(B) Step 1a KOMITE -7.063 23696.236 .000 1 1.000 .001 MAN_OWN .008 .094 .007 1 .935 1.008 BLOCK -.061 .187 .108 1 .743 .941 ADTR -16.307 6697.921 .000 1 .998 .000 PRIOP 40.678 11467.689 .000 1 .997 4.635E17 Constant 20.826 71088.709 .000 1 1.000 1.108E9

a. Variable(s) entered on step 1: KOMITE, MAN_OWN, BLOCK, ADTR, PRIOP.

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Dari pengujian persamaan regresi logistik tersebut, diperoleh sebuah persamaan model regresi logistik sebagai berikut :

GCAO = 20,826 7,063 KOMITE + 0,008 MAN_OWN –0,061 BLOCK -16,307ADTR + 40,678 PRIOP + ε

Berdasarkan table 4.11 tersebut dapat diperoleh hasil uji regresi logistic yang diperlukan untuk menguji hipotesis. Maka hasil pengujian hipotesis yaitu sebagai berikut :

H1 : Komite audit berpengaruh negatif terhadap penerimaan opini audit going-concern pada perusahaan manufaktur.

Berdasarkan tabel 4.11, komite audit mempunyai koefisien negatif sebesar 7,063 dengan tingkat signifikansi 1,000 > 0,05. Artinya H1 tidak dapat didukung

atau dapat disimpulkan bahwa komite audit berpengaruh negatif namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. H2 : Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap penerimaan

opini audit going-concern pada perusahaan manufaktur.

Berdasarkan tabel 4.11, kepemilikan manajerial mempunyai koefisien positif sebesar 0,008 dengan tingkat signifikansi 0,935 > 0,05. Artinya H2 tidak dapat didukung atau dapat disimpulkan bahwa kepemilikan manjerial berpengaruh positif namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern.

H3 : Kepemilikan terpusat berpengaruh negatif terhadap penerimaan opini audit going-concern pada perusahaan manufaktur.

Berdasarkan tabel 4.11, kepemilikan terpusat mempunyai koefisien negatif sebesar 0,061 dengan tingkat signifikansi 0,743 > 0,05. Artinya H3 tidak dapat didukung dan dapat disimpulkan bahwa kepemilikan terpusat berpengaruh negatif namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern.

H4 : Kualitas audit berpengaruh positif terhadap penerimaan opini audit going-concern pada perusahaan manufaktur

Berdasarkan tabel 4.11, kualitas audit mempunyai koefisien negatif sebesar 16,307 dengan tingkat signifikansi 0,998 > 0,05. Artinya H4 tidak dapat didukung atau dapat disimpulkan bahwa kualitas audit berpengaruh negatif namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern.

H5 : Opini tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap penerimaan opini audit going-concern pada perusahaan manufaktur.

Berdasarkan tabel 4.11, opini tahun sebelumnya mempunyai koefisien positif sebesar 40,678 dengan tingkat signifikansi 0,997 > 0,05. Artinya H5 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa opini tahun sebelumnya berpengaruh positif namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern.

Dokumen terkait