HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.21 Analisis Hasil Penelitian
TOEFL yang selama ini diadakan oleh ECC Banjarnegara adalah Paper
Based Test (PBT), yaitu tes yang mengandalkan kertas dan alat tulis dalam
pelaksanaannya. Gelaran ujian macam ini terbatas pada suatu jadwal, tidak dibuka setiap waktu. Ujian dilaksanakan dalam suatu ruang kelas dimana seluruh peserta mendengar materi listening test-nya melalui speaker. Proses ujian dijaga ketat oleh pengawas. Cara konvensional ini belakangan dipandang sudah tidak efisien lagi. Dikatakan demikian karena PBT yang ada sangat terbatas dari segi waktu dan tempat, yaitu peserta harus ada di ruang tes saat TOEFL berlangsung. Sementara peserta PBT tidak seluruhnya berdomisili di kota Banjarnegara.
Menjelaskan mekanisme TOEFL PBT di ECC, tes dilaksanakan dalam suatu ruangan yang dilengkapi piranti audio. Setiap peserta memiliki lembar soal dan jawaban di mejanya. Waktu pengerjaan untuk setiap bagiannya sudah ditentukan, secara sekuensial sehingga peserta tidak diperkenankan mengerjakan soal dari bagian tes yang sebelumnya. Kemudian lembar jawab dikumpulkan untuk proses koreksi sesuai kunci jawaban yang ada, menghasilkan nilai mentah. Nilai yang kemudian diolah sesuai tabel konversi skor TOEFL PBT (menyesuaikan bobot nilai yang berbeda dari bagian
listening, structure, dan reading comprehension), untuk memperoleh nilai
akhir.
Kelemahan sistem lama yang selama ini dijalankan adalah keterbatasan waktu dan tempat pelaksanaan tes yang terjadwal hanya diadakan kurang dari empat kali dalam satu tahun. Hal itu membuat PBT cenderung hanya mampu mengakomodir pelaksanaan di satu kota saja. Selain itu, perlunya koordinasi dan persiapan yang baik dari panitia pelaksana, PBT tidak dapat diadakan di sembarang waktu. PBT juga dianggap boros sumber daya karena setiap menjelang pelaksanaannya harus terlebih dahulu dicetak lembar soal dan jawabannya. Sarana pelaksana tes yang tidak fleksibel karena siswa hanya
bisa memanfaatkan piranti audio hanya dari yang disediakan oleh panitia, sementara dengan TIBT nantinya diharapkan peserta bisa menyediakan sendiri kebutuhannya secara optimal. Lingkup TOEFL PBT juga terbatas hanya di satu kota lokal saja.
1.22 Deskripsi Sistem
Sistem yang akan Penulis kembangkan di sini merupakan sebuah sistem tes online untuk TOEFL di ECC Banjarnegara. Selain menjadi ajang penyelenggaraan tes online, sistem ini diharapkan dapat menggantikan PBT yang selama ini dilakukan oleh ECC sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas dalam tes yang dilakukan oleh ECC. Karena sifatnya online, maka sistem ini juga dapat diakses oleh orang yang berada di tempat yang jauh, sehingga akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan jika harus datang ke ECC Banjarnegara.
Sistem ini akan dijalankan melalui media Internet menggunakan
browser sehingga sistem ini akan bersifat online. Database sistem ini akan
di-upload ke serverweb tertentu, sehingga setiap kali pengguna mengakses sistem untuk melakukan permintaan, server akan langsung memeriksa ke dalam database untuk menjalankan permintaan yang dilakukan oleh pengguna.
1.23 Perancangan Sistem
Peranan terpenting pada suatu kegiatan pembangunan perangkat lunak adalah kegiatan pengembangan sistem. Pada tahap tersebut pengembang merancang suatu sistem dengan memerhatikan semua aspek, mengolah data-data yang ada dan memperhitungkan segala kebutuhan pengguna. Metode yang dipakai oleh Penulis dalam mengembangkan situs ini adalah menggunakan metode pengembangan sistem berorientasi objek. Adapun tahapan-tahapan yang digunakan adalah sebagai berikut.
4.4.1 Perancangan dan Analisa Kebutuhan Sistem
Kegiatan pada tahap perancangan perangkat lunak ini adalah kegiatan konseptual untuk menentukan persyaratan teknis, perancangan antar muka, kemasan perangkat lunak, output yang dihasilkan dan merancang bagaimana aplikasi TIBT ‒ TOEFL Internet Based Test ECC Banjarnegara ini bekerja sesuai dengan kebutuhan.
Sedangkan kegiatan analisa kebutuhan sistem adalah menentukan bagaimana pengguna, data, informasi dan teknologi informasi dapat saling terhubung melalui spesifikasi yang harus ditentukan telebih dahulu. Melalui kegiatan analisis, suatu sistem diharapkan dapat diuraikan secara utuh menjadi komponen-komponen dasar dengan tujuan identifikasi, evaluasi permasalahan, dan pemenuhan kebutuhan yang diharapkan.
4.4.2 Diagram Model Analisa Kebutuhan
Pada tahap ini proses maupun kegiatan yang harus dilalui dalam analisa sistem akan dibahas. Pada fase ini dilakukan perekaman atau mendokumentasikan berbagai hal yang berkaitan dengan data, informasi, logika sistem yang ada yang selanjutnya digunakan sebagai landasan merancang logika sistem yang hendak dibangun. Logika sistem, bersama dengan arsitektur aplikasi akan memberikan tumpuan untuk memulai desain sistem.
Untuk dapat mengembangkan sebuah sistem yang benar – benar memenuhi kebutuhan pengguna, maka proses identifikasi, analisis, dan memahami kebutuhan pengguna harus dilakukan. Proses – proses ini dilakukan untuk mendapatkan pandangan pengguna tentang bagaimana sebuah sistem seharusnya bekerja, hasil dari proses – proses ini juga memungkinkan analis sistem untuk mendokumentasikan kebutuhan pengguna.
Diagram model Kebutuhan Sistem menggambarkan kebutuhan terhadap sistem yang akan dikembangkan, yang ditangkap selama proses analisis.
Gambar 4.3 Model Diagram Kebutuhan Sistem
Pada model di atas, kebutuhan fungsional dari tes online ini disebut dengan Business Rules. Kebutuhan fungsional dalam tes
online ini adalah IBT Test, Manajemen Soal, Manajemen User,
Setelah mendefinisikan kebutuhan fungsional dari sebuah sistem, langkah selanjutnya adalah mendefinisikan aktor yang akan memakai sistem ini. Penulis mengidentifikasi aktor yang akan memakai sistem ini adalah Peserta dan Administrator. Peserta merupakan orang yang akan melakukan tes IBT ini, sedangkan Administrator adalah orang yang bertugas untuk melakukan manajemen pada sistem ini. Adapun aktor yang memakai sistem ini ditunjukkan melalui gambar berikut ini.
Gambar 4.4 Aktor yang Terlibat dalam Sistem
4.4.3 Pemodelan Sistem dengan Use Case Diagram
Use Case yang akan dibentuk dalam sistem ini merupakan
kegiatan yang dilakukan oleh aktor. Aktor akan melakukan case-case yang telah didefinisikan pada kebutuhan fungsional.
Use Case dapat digunakan untuk menjelaskan urutan langkah
interaksi yang dilakukan oleh aktor sehingga dapat memudahkan dalam memahami sistem yang akan berjalan.
Adapun langkah-langkah pembuatan use case adalah sebagai berikut.
4.4.3.1 Identifikasi Pelaku Bisnis
Yang dimaksud pelaku bisnis adalah aktor yang berfungsi sebagai pemakai, pengguna dalam sistem. Aktor yang terlibat dalam sistem ini adalah sebagai berikut. a. Peserta
Peserta merupakan aktor penting yang menjadi objek dalam pengembangan sistem ini. Peserta dapat melakukan registrasi dan mengikuti tes.
b. Administrator
Orang yang bertanggungjawab terhadap ketersediaan soal, bertanggungjawab terhadap proses penilaian dan konten dari sistem.
4.4.3.2 Diagram Use Case
Gambar 4.5 Diagram Use Case Pendataan Peserta Tes uc Pendataan Peserta Tes
Peserta (from Actors) mendaftar sebagai user Administrator (from Actors) Verifikasi Pendaftaran Hak akses ke sistem
«extend»
Gambar 4.6 Diagram Use Case Manajemen Soal
Gambar 4.7 Diagram Use Case Manajemen User
Gambar 4.8 Diagram Use Case IBT Test
uc Manaj emen S... Administrator (from Actors) Membuat Soal Soal TOEFL Mengubah Soal Menghapus Soal «extend» «extend» «extend»
uc Manaj emen U...
Administrator (from Actors) Mendaftarkan User Data User Manipulasi User «include» «include» uc IBT test Peserta (from Actors)
Melakukan tes IBT
Login Sistem
Hasil Tes
«extend»
Gambar 4.9 Diagram Use Case Penghitungan Skor
Ilustrasi diagram use case di atas menggambarkan
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh aktor secara spesifik yang dipisahkan dengan package-package yang berbeda sehingga Penulis dapat dengan mudah mengklasifikasikan kegiatan yang dilakukan oleh para aktor.
4.4.3.3 Skenario Sistem
Untuk mempermudah dalam memahami bagaimana nantinya sistem ini akan berjalan, perlu dibuat sebuah skenario berjalannya sistem sehingga pada saat pembangunan sistem, waktu yang digunakan akan lebih efisien. Adapun skenario sistem yang akan dibuat adalah per package yang telah didefinisikan sebelumnya pada diagram use case, yaitu sebagai berikut.
a. Skenario Pendataan Peserta Tes
Skenario ini merupakan proses pendaftaran yang dilakukan oleh Peserta Tes yang akan melakukan tes secara online.
uc Penghitungan Skor
Administrator (from Actors)
Verifikasi j aw aban Hasil Tes
Cek j aw aban Speaking Nilai Akhir «include» «extend» «extend»
b. Skenario Manajemen Soal
Skenario ini merupakan proses pendataan soal yang akan digunakan dalam tes online. Dalam Manajemen Soal, Administrator berperan untuk melakukan pembuatan soal dan manipulasi terhadap soal yang telah dibuat.
c. Skenario Manajemen User
Merupakan proses di mana Administrator akan melakukan pendataan terhadap user yang akan mengakses tes online ini, baik user peserta, maupun administrator tambahan.
d. Skenario IBT Test
Skenario ini menjelaskan bagaimana proses IBT Test dijalankan oleh peserta tes online.
e. Skenario Penghitungan Skor
Skenario ini merupakan proses penghitungan skor terhadap soal yang telah dijawab oleh peserta tes. Termasuk melakukan verifikasi terhadap jawaban untuk soal speaking.
Tabel 4.1 Skenario Pendataan Peserta Tes
NAMA USE CASE Pendataan Peserta Tes
AKTOR UTAMA Peserta
AKTOR