1
1.1 Latar Belakang
Kemampuan berbahasa Inggris seseorang menjadi penting dalam kehidupan sehari-hari, karena kecakapan ini mulai diperhitungkan dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja. Maka dari itu, mengikuti kursus menjadi perlu supaya mahir berbahasa Inggris. Sesuai dengan penjelasan pasal 26 ayat 5 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan, standar kompetensi, pengembangan sikap kewirausahaan serta pengembangan kepribadian profesional. Kursus dipilih masyarakat karena merupakan bentuk pendidikan yang dapat ditempuh dalam waktu singkat serta hasilnya dapat langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. [5] Kemudian guna melaksanakan fungsi kursus di daerah asal penulis, terdapat English Course Center (ECC) Banjarnegara. Sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh Mr. Zain dengan visi meningkatkan kemampuan masyarakat terutama warga Banjarnegara dalam berbahasa Inggris.
Test Of English as Foreign Language (TOEFL) adalah sebuah tes untuk
menilai kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. Tes tersebut menjadi sebuah standar, sebab besarnya nilai TOEFL digunakan sebagai syarat berbagai seleksi, antara lain guna studi lanjut (baik di dalam negeri maupun di luar negeri), dan penjaringan pegawai. TOEFL memiliki berbagai metode/pendekatan dalam penilaiannya. Adalah TOEFL Paper Based Test, metode konvensional populer yang selama ini digunakan. Namun metode ini sudah menjadi tidak efisien. Dikatakan demikian karena TOEFL PBT sangat terbatas dari segi waktu dan tempat. Misalnya pelaksanaan PBT di ECC,
peserta harus ada di ruang tes saat TOEFL berlangsung. Sementara peserta PBT tidak seluruhnya berdomisili di kota Banjarnegara. Oleh karena itu, dibutuhkan penerapan metode TOEFL Internet Based Test (TIBT). TIBT yang dikenal khalayak awam sebagai tes TOEFL online, yaitu tes yang bisa diakses melalui browser komputer dengan internet sebagai media perantara, dipilih karena memungkinkan peserta dari luar daerah untuk bisa mengikuti tes. Alasan pendukung lainnya, TIBT adalah bentuk tes yang paling mencerminkan kompetensi komunikasi; yaitu dengan adanya tes komprehensi reseptif (listening and reading), juga komprehensi produktif (speaking and writing). Selain itu TIBT merupakan metode terkini dan terpercaya yang telah diakui oleh Educational Testing Service (ETS), sebuah lembaga sertifikasi TOEFL internasional. [12]
TIBT merupakan salah satu bentuk penerapan Learning. Dimana e-Learning itu sendiri dijelaskan sebagai pembelajaran yang didukung dan difasilitasi oleh penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. [2] Dalam hal ini penulis merancang e-Learning berbasis web menggunakan framework Code Igniter (CI). CI adalah sebuah framework dengan berbagai keunggulan, misalnya; gratis (bersifat open source), ringan (hanya sedikit library yang dibutuhkan core CI) dan dapat diperluas (programmer dapat mengembangkan
library, atau bahkan core CI). [13]
Akhirnya guna menanggapi berbagai masalah tersebut, penulis mencoba memberi solusi dengan membuat tugas akhir berjudul "Perancangan Latihan TOEFL menggunakan Framework Code Igniter
1.2 Rumusan Masalah
Mengetahui latar belakang yang telah penulis kemukakan sebelumnya, masalah dalam tugas akhir ini meruncing kepada: "Bagaimana membuat rancangan sistem tes TOEFL online yang baik untuk English Course Center Banjarnegara?".
1.3 Batasan Masalah
Supaya dalam proses penelitian nantinya tidak melenceng dari judul dan perumusan masalah yang ditentukan, perlu ada batasan masalah. Maka dari itu, penulis hanya akan berorientasi pada sistem tes TOEFL yang mencakup; tampilan, eksekusi ujian/tes, dan kalkulasi skor hasil tes.
1.4 Tujuan Penelitian
Membangun situs web sebagai prototipe sistem berbasis internet yang mampu mengakomodir kegiatan tes TOEFL guna rujukan memperoleh sertifikat. Sebuah website yang bisa diakses oleh peserta tes TOEFL kapan saja, dan dimana saja. Sehingga para profesional maupun pelajar yang berhalangan mengikuti tes TOEFL PBT di ECC Banjarnegara tetap bisa mengikuti tes TOEFL, menggunakan metode TIBT.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Bagi Penulis
Manfaat utama tugas akhir ini adalah melengkapi syarat kelulusan guna meraih gelar sarjana di jurusan Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro. Selain itu juga menambah wawasan penulis, sekaligus mengembangkan skill dari ilmu yang telah diperoleh, khususnya dalam pembuatan situs internet.
1.5.2 Bagi Pemilik Perusahaan
Menambah jumlah dan kualitas layanan yang ada di lembaga pendidikan ECC Banjarnegara. Kemudian membangun image yang baik di kancah nasional, karena produk ini nantinya akan menjadi komoditi yang mampu menaikkan daya saing ECC.
1.5.3 Bagi Universitas Dian Nuswantoro
Menjadi tolok ukur keberhasilan institusi dalam mendidik mahasiswanya. Dan laporan tugas akhir ini dapat dijadikan sebagai koleksi pustaka yang menyediakan informasi serta ilmu lebih bagi rekan-rekan mahasiswa juga pembaca lainnya.
BAB II
LANDASAN TEORI
1.6 Test Of English as a Foreign Language (TOEFL)
2.1.1 Konsep Dasar TOEFL
TOEFL adalah suatu tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris bagi orang yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa keduanya (non-native). Sedangkan Menurut Patricia N. Sulliuan and Grace Y. Q. Zhong, "TOEFL is the porpose
of this is to measure your ability to read and understand North American English." (TOEFL bertujuan untuk mengukur kemampuan
dalam membaca dan mengerti bahasa Inggris). TOEFL dimaksudkan sebagai alat ukur atau evaluasi atas kemampuan berbahasa Inggris seseorang. [10]
2.1.2 Lingkup TOEFL
TOEFL adalah tes pemahaman bahasa Inggris yang paling diterima secara luas di berbagai negara, tes yang digunakan untuk tujuan izin masuk belajar di lebih dari 130 negara termasuk Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat. [12]
2.1.3 Peserta TOEFL
Faktanya sejumlah besar peserta TOEFL adalah mahasiswa sebagai syarat kelulusan dari universitasnya. [10]
Selain itu menurut ITC (2012) peserta TOEFL antara lain:
Pelajar yang berencana untuk belajar pada institusi pendidikan yang lebih tinggi.
Izin masuk dan keluar dari program pembelajaran bahasa Inggris.
Pelajar-pelajar bahasa Inggris yang ingin memeriksa kemajuan proses pembelajaran mereka.
Pelajar dan pekerja yang membutuhkan visa.
Departemen Imigrasi menggunakan hasil TOEFL untuk
menerbitkan visa tinggal dan bekerja.
Agensi medis dan perijinan menggunakan hasil TOEFL untuk tujuan sertifikasi profesional.
Individu-individu menggunakan hasil TOEFL untuk mengukur
tingkat pemahaman mereka berbahasa Inggris. [14] 2.1.4 Perkembangan TOEFL
Untuk metode pelaksanaan tes TOEFL sesuai urutan perkembangnnya terdiri dari:
Tabel 2.1 Perkembangan TOEFL
Sumber: TOEFL iBT® Research (2011). Insight — TOEFL®
Seperti halnya yang diungkapkan oleh TOEFL Indonesia, tes TOEFL menurut urutan perkembangannya dinyatakan sebagai berikut:
a. TOEFL Paper Based Test
Terdiri dari 3 section : Listening, Structure, and Reading.
Maximum Score : 677. b. TOEFL Computer Based Test
Terdiri dari 4 section : Listening, Structure, Reading, Writing.
Maximum Score : 300. c. TOEFL Internet Based Test
Terdiri dari 4 section : Listening, Reading, Writing, Speaking.
Maximum score : 120. [15] 2.1.5 TOEFL Internet Based Test (TIBT)
2.1.5.1 Karakteristik dan Komponen TIBT
TIBT menekankan pada kteerampilan terpadu dan pengukuran keempat keterampilan berbahasa, termasuk
speaking. Isi dari tes ini merupakan benar adanya, dan
bahasanya bersifat konsisten dengan bahasa yang digunakan
di kehidupan sehari-hari, lingkungan akademik
sesungguhnya.
Tes ini memiliki empat sesi:
a. Reading, mengukur kemampuan untuk memahami urusan membaca.
b. Listening, mengukur kemampuan untuk memahami bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar yang digunakan di kampus dan universitas.
c. Speaking, mengukur kemampuan untuk berbicara bahasa Inggris.
d. Writing, mengukur kemampuan untuk menulis
sebagaimana yang telah menjadi kelayakan di
Muatan dari TIBT ini berdasarkan ―corpus‖ atau basis data dari bahasa verbal dan nonverbal yang saat ini menampung lebih dari 2,7 juta kata, dihimpun dari berbagai institusi pendidikan di Amerika Serikat. [16]
2.1.5.2 Manfaat TIBT
TIBT menekankan pada keterampilan terpadu dan menyediakan informasi yang lebih baik bagi berbagai institusi mengenai kemampuan pelajar untuk berkomunikasi di dalam sebuah lingkungan akademik dan kesiapan para pelajar ini untuk bekerja (secara akademik). Dengan TIBT ini, ETS dapat merekam ucapan dan merespon skor dalam sebuah sikap yang terstandarisasi. Pendaftaran dan pelaporan skor online membuat TIBT lebih mudah bagi para pelajar untuk mendaftar TIBT juga menerima skor mereka. [16]
1.7 Rekayasa Perangkat Lunak
2.2.1 Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak
Perangkat lunak kini sudah menjadi kekuatan yang dapat dilekatkan dengan segala bentuk sistem. Peranannya telah menjadi pengendali bagi kemajuan baru di dalam segala hal. Sedangkan definisi perangkat lunak adalah:
Perintah (program komputer) yang bila dieksekusi memberikan fungsi dan petunjuk kerja seperti yang diinginkan.
Struktur data yang memungkinkan program memanipulasi
informasi secara proporsional.
Dokumen yang menggambarkan operasi dan kegunaan program. [9]
2.2.2 Karakteristik Perangkat Lunak
Pemahaman lebih lanjut tentang perangkat lunak dengan meneliti karakteristik perangkat lunak yang membuat perangkat lunak berbeda dari hal-hal yang lain yang dibangun oleh manusia. Ketika perangkat lunak dibuat, proses kreatif manusia (analisis, desain, konstruksi, pengujian) diterjemahkan ke dalam bentuk fisik.
Perangkat lunak lebih merupakan elemen logika dan bukan merupakan elemen sistem fisik. Dengan demikian, perangkat lunak memiliki ciri yang berbeda dari perangkat keras. Adapun ciri-ciri dari perangkat lunak menurut Roger S. Pressman adalah:
a. Perangkat lunak dibangun dan dikembangkan, tidak dibuat dalam bentuk yang klasik. Kualitas yang tinggi dicapai melalui perancangan yang baik, tetapi di dalam fase pembuatan perangkat keras, selalu saja ditemukan masalah yang tidak mudah untuk di sesuaikan dengan perangkat lunak.
b. Perangkat lunak tidak pernah usang. Perangkat lunak tidak rentan terhadap pengaruh lingkungan yang merusak, yang menyebabkan perangkat keras menjadi usang. Kesalahan-kesalahan yang tidak dapat ditemukan akan menyebabkan tingkat kegagalan menjadi sangat tinggi pada awal hidup program. Tetapi hal itu dapat diperbaiki dan diharapkan tidak lagi ditemukan kesalahan yang lain. Sehingga bisa dikatakan bahwa perangkat lunak tidak usang.
c. Sebagian besar perangkat lunak dibuat secara custom-built, serta
tidak dapat dirakit dari komponen yang sudah ada.
Memungkinkan perangkat lunak dipesan secara terpisah, tetapi merupakan satu kesatuan yang lengkap, bukan sebagai komponen yang dapat dipasangkan ke dalam program-program yang baru. [9]
2.2.3 Rekayasa Web
Sedangkan Muhammad Adri (2008) mengatakan Rekayasa Web (Web Engineering): Suatu model rakayasa perangkat lunak, yang digunakan untuk pengembangan aplikasi‐aplikasi berbasis web. Pada dasarnya pemrograman web ditujukan untuk menyampaikan informasi kepada user, dengan memanfaatkan teknologi jaringan berbasis protokol TCP/IP. [1]
1.8 Framework Pengembangan Website
2.3.1 Pengertian Framework
Framework adalah sebuah struktur konseptual dasar yang
digunakan untuk memecahkan sebuah permasalahan, bahkan isu-isu kompleks yang ada. Sebuah framework telah berisi sekumpulan
arsitektur/konsep-konsep yang dapat mempermudah dalam
pemecahan sebuah permasalahan. Perlu diingat, framework bukanlah peralatan/tools untuk memecahkan sebuah masalah, tetapi sebagai alat bantu. Framework hanya menjadi sebuah konstruksi dasar yang menopang sebuah konsep atau sistem yang bersifat "essential support" (penting tapi bukan komponen utama). [3]
2.3.2 Manfaat Framework
Manfaat yang didapat dalam penggunaan framework menurut Ibnu Daqiqil (2011), antara lain:
Menghemat Waktu Pengembangan — Dengan struktur dan
library yang telah disediakan oleh framework maka tidak perlu
lagi memikirkan hal-hal tersebut, jadi programmer hanya fokus ke proses bisnis yang akan dikerjakan.
Reuse of code — Dengan menggunakan framework maka
perkerjaan kita akan memiliki struktur yang baku, sehingga kita dapat menggunakanya kembali di proyek-proyek lainnya.
Bantuan komunitas — Terdapat komunitas-komunitas yang siap membantu jika ada permasalahan, selain itu juga bisa berbagi ilmu sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemrograman.
Kumpulan best practice — Sebuah framework merupakan
kumpulan best practice yang sudah teruji. Jadi programmer dapat meningkatkan kualitas kodenya. [3]
2.3.3 Framework Code Igniter (CI) 2.3.3.1 Definisi CI
CodeIgniter (CI) adalah sebuah kerangka (framework) pembangunan aplikasi atau mudahnya disebut toolkit, untuk
developer yang akan membuat aplikasi web dengan PHP.
Tujuan CI adalah supaya pembangunan aplikasi lebih cepat dibanding menulis source code dari awal, karena CI telah meyediakan banyak library untuk proses-proses yang sering digunakan pada suatu aplikasi, dan juga dengan kemudahan dalam menggunakan library tersebut serta kesederhaan penggunaannya. [13]
CodeIgniter ditulis (dibuat) oleh Rick Ellis, seorang musisi rock yang menjadi programmer. Ellis membangun perusahaan bernama Ellis Lab, yang mengembangkan beberapa produk unggulan yang salah satunya adalah CodeIgniter. [11] CI diperkenalkan kepada publik pada tanggal 28 Februari 2006. Codelgniter sendiri dibangun menggunakan konsep Model-View-Controller development
2.3.3.2 Konsep Model-View-Controller CI
Konsep MVC adalah konsep pemisahan antara logic dengan tampilan dan database. Manfaat konsep ini adalah, membuat coding logic lebih simple, karena sudah dipisah dengan code untuk tampilan dan membuat programmer dapat bekerja secara terpisah dengan designer. Programmer mengerjakan logic, sedangkan designer berkutat dengan
design dan tampilan. [13]
Adapun komponen-komponen MVC menurut Ibnu Daqiqil, antara lain:
a. Model
Model berhubungan dengan data dan interaksi ke
database atau webservice. Model juga
merepresen-tasikan struktur data dari aplikasi yang bisa berupa basis data maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks, file XML maupun webservice. Biasanya di dalam model akan berisi class dan fungsi untuk mengambil, melakukan update dan menghapus data website. Sebuah aplikasi web biasanya menggunakan basis data dalam
menyimpan data, maka pada bagian Model biasanya
akan berhubungan dengan perintah-perintah query SQL. b. View
View berhubungan dengan segala sesuatu yang akan ditampilkan ke end-user. Bisa berupa halaman web, RSS, javascript dan lain-lain. Programmer harus menghindari adanya logika atau pemrosesan data di View. Di dalam View hanya berisi variabel-variabel yang berisi data yang siap ditampilkan. View dapat dikatakan sebagai halaman website yang dibuat dengan menggunakan HTML dan bantuan CSS atau JavaScript. Di dalam View jangan pernah ada kode untuk melakukan
koneksi ke basisdata. View hanya dikhususkan untuk menampilkan data-data hasil dari Model dan Controller. c. Controller
Controller bertindak sebagai penghubung data dan View. Di dalam Controller inilah terdapat class-class dan fungsi-fungsi yang memproses permintaan dari View ke dalam struktur data di dalam Model. Controller juga tidak boleh berisi kode untuk mengakses basis data karena tugas mengakses data telah diserahkan kepada Model. Tugas Controller adalah menyediakan berbagai variabel yang akan ditampilkan di View, memanggil Model untuk melakukan akses ke basis data, menyediakan penanganan kesalahan/error, mengerjakan proses logika dari aplikasi serta melakukan validasi atau cek terhadap input. [3]
2.3.3.3 Keunggulan CI
Jika dibandingkan dengan framework-framework
lainnya maka beberapa poin yang membuat Codelgniter unggul menurut Ibnu Daqiqil (2011) adalah:
Menggunakan Pattern MVC. Dengan menggunakan
pattern MVC ini, struktur kode yang dihasilkan menjadi lebih terstruktur dan memiliki standar yang jelas.
URL Friendly. URL yang dihasilkan sangat url friendly. Pada Codelgniter diminimalisasi penggunaan $_GET dan di gantikan dengan URI.
Kemudahan. Kemudahan dalam mempelajari, membuat
library dan helper, memodifikasi serta meng-integrasikan library dan helper.
Kecepatan. Berdasarkan hasil benchmark Codelgniter merupakan salah satu framework PHP tercepat yang ada saat ini.
Mudah dimodifikasi dan beradaptasi. Sangat mudah
memodifikasi behavior framework ini. Tidak
membutuhkan server requirement yang macam-macam serta mudah mengadopsi library lainya.
Dokumentasi lengkap dan jelas. Bahkan tanpa buku ini pun Codelgniter sebenarnya telah menyediakan sebuah panduan yang lengkap mengenai Codelgniter. Semua informasi yang dibutuhkan tentang CodeIgniter ada di sana. [3]
Gambar 2.1 Perbedaan CodeIgniter dengan Framework Lain Sumber: Id, Ibnu Daqiqil, M.Ti. (2011). Framework
2.3.3.4 Karakteristik CI
Karakter CodeIgniter yang begitu khas dijelaskan oleh Candra Utama (2011) melalui alur proses:
Gambar 2.2 Alur Proses CodeIgniter
Sumber: Utama, Candra (2011). CodeIgniter Framework — IT507 - Rekayasa Web.
Gambar 2.2 selanjutnya dijelaskan sebagai berikut:
a. Index.php berfungsi sebagai pengendali awal,
menginisialisasi sumber daya utama yang dibutuhkan CodeIgniter.
b. Router memeriksa paket HTTP request untuk
menentukan aksi apa yang harus dilakukan oleh sistem. c. Jika cache tersedia, maka halaman langsung dikirim ke
browser, eksekusi sistem yang normal akan dilewati. d. Security. Sebelum Application Controller dieksekusi,
paket HTTP request dan semua data yang dikirimkan pengguna akan disaring terlebih dahulu oleh Security
Class.
e. Application Controller menginisialisasi model, library utama, helpers dan semua sumberdaya yang dibutuhkan untuk setiap request.
f. Antarmuka aplikasi (View) yang sudah disiapkan dikirimkan ke browser. Jika caching diaktifkan, maka View akan disimpan sementara untuk request yang sama berikutnya. [13]
2.3.3.5 Struktur file CI
Berikut adalah struktur file CI menurut Akhmad Sofwan:
Gambar 2.3 Struktur File CodeIgniter
Sumber: Sofwan, Akhmad (2010). Belajar PHP dengan
1.9 Hypertext Preprocessor (PHP)
Dijelaskan oleh Muhadji (2007), PHP adalah singkatan dari "Hypertext
Preprocessor", yang merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side HTML=embedded scripting, dimana script-nya menyatu dengan
HTML dan berada di server. Artinya adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. PHP dikenal sebgai bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML, dieksekusi di server dan digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti ASP (Active Server Pages) dan JSP (Java Server Pages). Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat.
Program ini harus diterjemahkan oleh web-server sehingga
menghasilkan kode html yang dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri sendiri ataupun disisipkan di antara kode-kode html sehingga dapat langsung ditampilkan bersama dengan kode-kode html tersebut. Program PHP dapat ditambahkan dengan mengapit program tersebut di antara tanda <? dan ?>. Tanda-tanda tersebut biasanya disebut tanda untuk escaping atau kabur dari kode html. File html yang telah dibubuhi program php harus diganti ekstensi-nya menjadi .php3 atau .php. [7]
1.10 MySQL
Menurut Muhadji (2007): MySQL adalah database yang cepat dan tangguh, sangat cocok jika digabungkan dengan PHP, dengan database kita bisa menyimpan, mencari dan mengklasifikasikan data dengan lebih akurat dan professional. MySQL menggunakan SQL language (Structur Query Language) artinya MySQL menggunakan query atau bahasa pemprogaman yang sudah standar di dalam dunia database.
Kelebihan MySQL diantaranya :
a. Dari segi performa, MySQL tidak bisa diragukan, pemprosesan database sangat cepat.
b. Open source.
c. Mudah untuk dipelajari.
d. Kompabilitas dengan berbagai system operasi dan web server yang ada. [7]
1.11 Pengembangan Sistem
2.6.1 Konsep Prototype
Prototyping adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa
perangkat lunak yang secara langsung mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat lunak atau komponen-komponen perangkat lunak akan bekerja dalam lingkungannya sebelum tahapan konstruksi aktual dilakukan (Howard, 1997).
Prototyping model dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe
seperti terlihat pada gambar 2.5.
Gambar 2.5 Klasifikasi Prototype
Sumber: Mulyanto , Aunur R. (2008). Rekayasa Perangkat Lunak
Reusable prototype:
Prototype yang akan ditransformasikan menjadi produk final.
Throwaway prototype:
Prototype yang akan dibuang begitu selesai menjalankan
maksudnya.
Input/output prototype:
Prototype yang terbatas pada antar muka pengguna (user interface).
Processing prototype:
Prototype yang meliputi perawatan file dasar dan proses-proses
transaksi.
System prototype:
Prototype yang berupa model lengkap dari perangkat lunak. [8]
2.6.2 Tahapan Prototype
Tahap-tahap dalam prototyping boleh dikatan merupakan tahap-tahap yang dipercepat. Strategi utama dalam prototyping adalah kerjakan yang mudah terlebih dahulu dan sampaikan hasil kepada pengguna sesegera mungkin.
Gambar 2.6 Tahapan Prototype
Sumber: Mulyanto , Aunur R. (2008). Rekayasa Perangkat Lunak
Tahapan-tahapan secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:
Identifikasi kandidat prototyping. Kandidat dalam kasus ini meliputi user interface (menu, dialog, input dan output), file-file transaksi utama, dan fungsi-fungsi pemrosesan sederhana.
Rancang bangun prototype dengan bantuan software seperti word
processor, spreadsheet, database, pengolah grafik, dan software
CASE (Computer-Aided System Engineering).
Uji prototype untuk memastikan prototype dapat dengan mudah dijalankan untuk tujuan demonstrasi.
Siapkan prototype USD (User’s System Diagram) untuk
mengidentifikasi bagian-bagian dari perangkat lunak yang
di-prototype-kan.
Evaluasi dengan pengguna untuk mengevaluasi prototype dan melakukan perubahan jika diperlukan.
Transformasikan prototype menjadi perangkat lunak yang
beroperasi penuh dengan melakukan penghilangan kode-kode yang tidak dibutuhkan, penambahan program-program yang memang dibutuhkan dan perbaikan dan pengujian perangkat lunak secara berulang. [8]
2.6.3 Keuntungan Prototype
Keuntungan dari prototype dinyatakan sebagai berikut:
a. Komunikasi user - developer. Frekuensi komunikasi meningkat dimana pengembang akan selalu meminta pendapat user.
b. Membantu analis. Menentukan kebutuhan user yang sebenarnya. Meminimalkan salah presepsi.
c. Peran user meningkat. Evaluasi oleh user berkali-kali. User bisa memberikan masukan setiap saat.
d. Pengembangan lebih cepat. Program bisa langsung dibuat. User melihat perkembangan tahap demi tahap.
e. Implementasi mudah. User sudah mengenal perangkat lunak yang dikembangkan. User tidak akan merasa asing. Sejak awal
user sudah merasa memiliki. [6]
1.12 Analisis Sistem
2.7.1 Pengertian Analisis Sistem
Menurut Jogiyanto (2005): Analisis sistem adalah mempelajari suatu sistem yang ada dengan tujuan untuk mendesain sistem yang baru atau yang ingin ditingkatkan.
Analisis sistem dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memahami sistem yang ada dengan menganalisis ketentuan/aturan yang ada, masalah dan solusinya. [4]
2.7.2 Langkah-langkah Analisis Sistem
Analisis sistem penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi mengevaluasi kesalahan-kesalahan, kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Langkah-langkah dalam analisa sistem adalah: a) Mengidentifikasi Masalah
Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan pertama yang dilakukan dalam analisis sistem. Masalah (problem) dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai. Oleh karena itu pada tahap analisis sistem, langkah pertama yang harus dilakukan oleh analisis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah yang terjadi.
b) Memahami Kerja dari Sistem
Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara rinci bagaimana sistem dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Sedang pada tahap analisis sistem penelitian yang dilakukan adalah penelitian terinci.
c) Menganalisis Kelemahan Sistem
Analisis sistem perlu manganalisis masalah yang terjadi untuk dapat menemukan jawaban apa penyebab sebenarnya dari masalah yang yang timbul tersebut.
d) Membuat Laporan Hasil Analisis. [4]
1.13 Perancangan Sistem
2.8.1 Pengertian Perancangan Sistem
Jogiyanto (2005) memaparkan bahwa perancangan sistem merupakan suatu alat yang dapat menggambarkan logika mengenai suatu alur kegiatan atau proses baik yang dilakukan secara manual maupun komputer, sehingga kegiatan yang akan dilakukan lebih terkontrol dan terstruktur. [4]
2.8.2 Alat Bantu Perancangan Sistem 2.8.2.1 Use Case
Dijelaskan pada modul "Analisis dan Desain Sistem Informasi" yang disusun oleh Yulianto, Ardhian Agung, et. al. (2010), dalam membuat sebuah sistem, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menentukan kebutuhan. Terdapat dua jenis kebutuhan, yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan nonfungsional. Kebutuhan fungsional adalah kebutuhan pengguna dan stakeholder sehari-hari yang akan dimiliki oleh sistem, dimana kebutuhan ini akan digunakan oleh pengguna dan stakeholder. Sedangkan kebutuhan nonfungsional adalah
kebutuhan yang memperhatikan hal-hal berikut yaitu performansi, kemudahan dalam menggunakan sistem, kehandalan sistem, keamanan sistem, keuangan, legalitas, dan operasional. (Nick Jenkins, 2005). [14]
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram use case, seperti dalam modul "Analisis dan Desain Sistem Informasi" (2010):
Tabel 2.2 Simbol Use Case
Simbol Deskripsi
Use Case Fungsionalitas yang disediakan
sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor; biasanya dinyatakan
dengan menggunakan kata
kerja di awal frase nama use case
Aktor Orang, proses, atau sistem lain
yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan
dibuat itu sendiri, jadi
walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang;
biasanya dinyatakan
menggunakan kata benda di awal frase nama aktor
Asosiasi Komunikasi antara aktor dan
use case yang berpartisipasi pada use case
Ekstensi Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use
case tambahan itu; mirip
dengan prinsip inheritance pada
pemrograman berorientasi
objek; biasanya use case
tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang di-tambahkan, arah panah mengarah pada use case yang ditambahkan
Generalisasi Dimana fungsi yang satu adalah
fungsi yang lebih umum dari lainnya, arah panah mengarah pada use case yang menjadi generalisasinya (umum)
Menggunakan Relasi use case tambahan ke
sebuah use case dimana use
case yang ditambahkan
memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini.
Sumber: Yulianto, Ardhian Agung, et. al. (2010). Analisis
2.8.2.2 Class Diagram
Dipaparkan oleh Yulianto, Ardhian Agung, et. al. (2010), diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. [14]
Berikut beberapa simbol pada class diagram: Tabel 2.3 Simbol pada Class Diagram
Simbol Deskripsi
Package Package merupakan sebuah
bungkusan dari satu atau lebih kelas
Kelas Kelas pada struktur sistem
Antarmuka Sama dengan konsep interface
dalam pemrograman
berorientasi objek
Asosiasi Relasi antar kelas dengan
makna umum, asosiasi
biasanya juga disertai dengan multiplicity
Asosiasi Berarah Relasi antar kelas dengan
makna kelas yang satu
digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity
Generalisasi Relasi antar kelas dengan
makna generalisasi-spesialisasi (umum khusus)
Ketergantungan Relasi antar kelas dengan makna kebergantungan antar kelas
Agregasi Relasi antar kelas dengan
makna semua-bagian (whole-part)
Sumber: Yulianto, Ardhian Agung, et. al. (2010). Analisis
dan Desain Sistem Informasi.
2.8.2.3 Sequence Diagram
Yulianto, Ardhian Agung, et. al. (2010) dalam "Analisis dan Desain Sistem Informasi" menjelaskan diagram sekuen menggambarkan kelakuan/perilaku objek pada use
case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh
karena itu untuk menggambar diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu. [14]
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram sekuen sesuai Yulianto, Ardhian Agung, et. al. (2010):
Tabel 2.4 Simbol pada Sequence Diagram
Simbol Deskripsi
Aktor Orang, proses, atau sistem
lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan
dibuat di luar sistem
informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor
atau belum tentu merupakan orang; biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama aktor
Garis Hidup Menyatakan kehidupan suatu
objek
Objek Menyatakan objek yang
berinteraksi pesan
Waktu Aktif Menyatakan objek dalam
keadaan aktif dan berinteraksi pesan
Pesan Tipe Create Menyatakan suatu objek
membuat objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang dibuat
Pesan Tipe Call Menyatakan suatu objek
memanggil operasi/metode
yang ada pada objek lain atau dirinya sendiri,
Pesan Tipe Send Menyatakan bahwa suatu objek mengirimkan data / masukan / informasi ke objek lainnya, arah panah mengarah pada objek yang dikirimi
Pesan Tipe Return Menyatakan bahwa suatu
objek yang telah menjalankan suatu operasi atau metode
menghasilkan suatu
kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada
objek yang menerima
kembalian
Pesan Tipe Destroy Menyatakan suatu objek
mengakhiri hidup objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang diakhiri, sebaiknya jika ada create maka ada destroy
Sumber: Yulianto, Ardhian Agung, et. al. (2010). Analisis
BAB III
METODE PENELITIAN
1.14 Rancangan Penelitian
Penelitian sebagai kegiatan untuk memperoleh fakta atau prinsip dari suatu pengetahuan dengan tujuan penemuan, pengujian atau pengembangan pada bab ini telah penulis rancang secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan.
Kemudian dalam penyusunan laporan tugas akhir ini, penulis merancang sebuah situs web guna pelaksanaan tes TOEFL secara online di English Course Center (ECC) Banjarnegara. Dan metode penelitian yang penulis gunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pengambilan data melalui wawancara dan penelitian pada ECC Banjarnegara serta studi pustaka.
1.15 Sumber Data
Supaya laporan ini dapat dipercaya kebenarannya, penulis telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan data yang nyata. Sehingga informasi-informasi dalam laporan tugas akhir ini dapat dipertanggung jawabkan sepenuhnya. Sumber data yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah data primer dan data sekunder.
3.2.1 Data Primer
Adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui sumber perantara). Data ini diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik ECC Banjarnegara mengenai sistem TOEFL online yang akan dibuat oleh penulis nantinya. Data ini bersifat kualitatif (tidak dapat dinotasikan dalam bentuk angka-angka), seperti diskripsi tugas Tim Tes TOEFL ECC Banjarnegara, alur kerja TOEFL Internet Based Test (TIBT), serta gambaran umum mengenai ECC Banjarnegara dan TIBT. Sedangkan data yang bersifat kuantitatif (identik dengan hasil atau data yang berupa angka-angka), antara lain tabel konversi nilai TOEFL yang digunakan ECC Banjarnegara, data siswa calon peserta tes, beserta data-data numerik lain yang diperlukan selama pelaporan tugas akhir ini.
3.2.2 Data Sekunder
Merupakan data yang diambil secara tidak langsung. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini data sekunder diperoleh dari buku-buku kepustakaan, jurnal ilmiah, paper, dan berbagai informasi relevan dari internet, yang dijadikan sebagai landasan teori serta pelengkap data primer.
1.16 Ruang Lingkup Penelitian
Lokasi yang peneliti gunakan untuk melakukan observasi adalah "LPK. English Course Center" yang berada di Jalan KH Akhmad Dahlan 16 Banjarnegara, Jawa Tengah. Yang kemudian penulis perkecil menjadi siswa-siswi plajar tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) di ECC Banjarnegara.
1.17 Metode Pengambilan Data
2.6.4 Wawancara
Interview (wawancara) merupakan pengumpulan data melalui
tanya jawab ketika tatap muka langsung antara pewawancara (pengumpul data) dengan responden (sumber data). Dalam hal ini pewancara adalah penulis laporan ini, sedangkan respondennya adalah Pendiri sekaligus Pengajar di ECC Banjarnegara. Proses wawancara dilakukan secara konvensional, yaitu dicatat pada kertas beberapa pertanyaan dari penulis seputar pelaksanaan tes TOEFL di English Course Centre beserta jawaban langsung bapak Zain selaku narasumber.
2.6.5 Studi Pustaka
Studi pustaka adalah pengumpulan data dengan cara mempelajari literatur berupa karya ilmiah dan buku-buku yang erat hubungannya dengan masalah yang penulis dibahas, baik dari media cetak maupun media elektronik. Untuk itu, penulis mengumpulkan data dari buku-buku pinjaman, kumpulan jurnal ilmiah, e-book, dan juga sejumlah artikel di internet. Sehingga dasar-dasar teoritis yang penulis butuhkan dalam pengerjaan tugas akhir ini dapat terpenuhi.
1.18 Analisis Penelitian
Analisis yang dilakukan penulis dijabarkan dalam beberapa langkah seperti berikut :
a. Mengidentifikasi Masalah
TOEFL yang selama ini diadakan oleh ECC Banjarnegara adalah
Paper Based Test (PBT), yaitu tes yang mengandalkan kertas dan alat
tulis dalam pelaksanaannya. Cara konvensional ini belakangan dipandang sudah tidak efisien lagi. Dikatakan demikian karena PBT yang ada sangat terbatas dari segi waktu dan tempat.
b. Memahami Kerja dari Sistem
Menjelaskan mekanisme TOEFL PBT di ECC, tes dilaksanakan dalam suatu ruangan yang dilengkapi piranti audio. Setiap peserta memiliki lembar soal dan jawaban di mejanya. Waktu pengerjaan untuk setiap bagiannya sudah ditentukan, secara sekuensial sehingga peserta tidak diperkenankan mengerjakan soal dari bagian tes yang sebelumnya. c. Menganalisis Kelemahan Sistem
Kelemahan sistem lama yang selama ini dijalankan adalah keterbatasan waktu dan tempat pelaksanaan tes yang terjadwal hanya diadakan kurang dari empat kali dalam satu tahun. PBT juga dianggap boros sumber daya karena setiap menjelang pelaksanaannya harus terlebih dahulu dicetak lembar soal dan jawabannya.
1.19 Pengembangan Sistem
2.7.3 Prototype
Metode yang sesuai dalam pengembangan sistem TIBT adalah
prototype, yang terdiri dari:
Gambar 3.1 Tahapan Prototype
Sumber: Mulyanto , Aunur R. (2008). Rekayasa Perangkat Lunak
Jilid 1 untuk SMK.
2.7.4 Tahapan Prototype 3.6.2.1 Identifikasi
Adapun prototyping model yang penulis gunakan adalah prototype yang reusable. Dimana dari segi
prototype level-nya mencakup input/output (antar muka
pengguna), processing (perawatan file dasar dan proses-proses transaksi), dan system (model lengkap dari perangkat lunak).
Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut: a. User interface
Menu yang diperlukan Home, Login (Register), About (ECC, TIBT), Help, TOEFL Test, Last Score, dan Account.
Input yang dibutuhkan antara lain;
o Login, yaitu Username dan Password
o Register, yaitu Username, Password, Name, Address, Class (Group), dan Photograph.
Output akhirnya adalah TOEFL Score.
b. File-file transaksi utama, misalnya index.php, toefl.php, account.php.
c. Fungsi-fungsi pemrosesan lanjutan.
3.6.2.2 Rancang Bangun
Dalam perancangan memanfaatkan metode ini penulis telah menggunakan CASE software (Computer Aided
System Engineering) seperti Enterprise Architect, lalu
pengolahan database SQL digunakanlah phpMyAdmin. Sekali waktu untuk memenuhi kebutuhan akan grafik yang menarik Adobe Photoshop dan CorelDRAW digunakan oleh penulis.
Dalam pengembangan sistem ini penulis menjabarkan sistem secara deskripsi dengan menggunakan narasi sistem sehingga dapat menjelaskan sistem baru untuk pelaksanaan tes TOEFL di English Course Centre. Dengan menerapkan prinsip OOD (Object Oriented Design) metode UML yang digambarkan oleh Use Case Diagram, Class Diagram dan
3.6.2.3 Pengujian
Pengujian dari sistem ini penulis lakukan dengan simulasi langsung di hadapan peserta pada komputer yang dilengkapi offline server seperti WAMP Server. Simulasi ini dilakukan menggunakan komputer dan headset yang disediakan penulis. Secara acak, sampel yang didapat adalah lima orang siswa ECC. Pelaksanaan tes secara estafet di satu komputer dari peserta pertama hingga akhir. Prosesi simulasi ini juga dibimbing dan diawasi oleh Pak Zain, pendiri ECC. Saran dan kritik mengenai pengujian prototype ini penulis tampung dan usahakan mencari solusi terbaiknya, baik dari pengawas maupun pelaksana tes. Dan setelah selesai evaluasi dan revisi terhadap prototype sistem ini produk jadi.
3.6.2.4 Prototype USD (User’s System Diagram)
USD pada prototype ini lebih lanjut dijelaskan melalui Use Case Diagram dan Scenario Diagram.
3.6.2.5 Evaluasi
Tahap ini melibatkan Pak Zain sebagai pengguna produk, yang menentukan kelayakan TIBT rancangan penulis.
3.6.2.6 Transformasi
Setelah evaluasi dan revisi dari tahap pengujian selesai, produk final penulis lalu diterapkan pada beberapa unit klomputer ECC yang dilengkapi server lokal terintegrasi, yang sepenuhnya diterapkan sebagai TIBT di ECC Banjarnegara.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.20 Hasil Penelitian
3.2.3 Gambaran Umum ECC Banjarnegara
Lembaga bimbingan belajar bahasa Inggris English Course Center (ECC) didirikan pada tanggal 26 Juni 1998 oleh Bp. Zainul Abidin, S.Ag. Dengan alamat awal jalan Let. Jend. S. Parman 24, Banjarnegara; ECC menggunakan bangunan sederhana dengan status menyewa. Satu tahun kemudian English Course Center berpindah tempat ke gedung baru milik sendiri dengan alamat jalan KH. Akhmad Dahlan 16, sebelah barat alun-alun kota Banjarnegara.
Lembaga pendidikan ECC telah memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan Banjarnegara Tahap A nomor 420.1/0074/2011. Terdaftar dengan Nomor Induk Lembaga Nasional (NILEK) 03101.1.0008.
3.2.4 Filosofi ECC Banjarnegara 3.6.2.7 Visi
Membentuk peserta didik yang berakhlak, berilmu, terampil dan berprestasi.
3.6.2.8 Misi
Menumbuhkan sikap dan prilaku terpuji dalam
bertindak.
Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan aktual.
Mendorong dan membantu peserta didik untuk
3.6.2.9 Tujuan
Ikut berperan serta membantu pemerintah dalam
mencerdaskan bangsa.
Memberikan pelayanan pendidikan bahasa inggris
kepada masyarakat secara murah dan berkualitas sebagai bekal keterampilan dan kecakapan hidup. 3.6.2.10 Logo
Gambar 4.1 Logo ECC Banjarnegara
3.2.5 Struktur Organisasi ECC Banjarnegara
1.21 Analisis Hasil Penelitian
TOEFL yang selama ini diadakan oleh ECC Banjarnegara adalah Paper
Based Test (PBT), yaitu tes yang mengandalkan kertas dan alat tulis dalam
pelaksanaannya. Gelaran ujian macam ini terbatas pada suatu jadwal, tidak dibuka setiap waktu. Ujian dilaksanakan dalam suatu ruang kelas dimana seluruh peserta mendengar materi listening test-nya melalui speaker. Proses ujian dijaga ketat oleh pengawas. Cara konvensional ini belakangan dipandang sudah tidak efisien lagi. Dikatakan demikian karena PBT yang ada sangat terbatas dari segi waktu dan tempat, yaitu peserta harus ada di ruang tes saat TOEFL berlangsung. Sementara peserta PBT tidak seluruhnya berdomisili di kota Banjarnegara.
Menjelaskan mekanisme TOEFL PBT di ECC, tes dilaksanakan dalam suatu ruangan yang dilengkapi piranti audio. Setiap peserta memiliki lembar soal dan jawaban di mejanya. Waktu pengerjaan untuk setiap bagiannya sudah ditentukan, secara sekuensial sehingga peserta tidak diperkenankan mengerjakan soal dari bagian tes yang sebelumnya. Kemudian lembar jawab dikumpulkan untuk proses koreksi sesuai kunci jawaban yang ada, menghasilkan nilai mentah. Nilai yang kemudian diolah sesuai tabel konversi skor TOEFL PBT (menyesuaikan bobot nilai yang berbeda dari bagian
listening, structure, dan reading comprehension), untuk memperoleh nilai
akhir.
Kelemahan sistem lama yang selama ini dijalankan adalah keterbatasan waktu dan tempat pelaksanaan tes yang terjadwal hanya diadakan kurang dari empat kali dalam satu tahun. Hal itu membuat PBT cenderung hanya mampu mengakomodir pelaksanaan di satu kota saja. Selain itu, perlunya koordinasi dan persiapan yang baik dari panitia pelaksana, PBT tidak dapat diadakan di sembarang waktu. PBT juga dianggap boros sumber daya karena setiap menjelang pelaksanaannya harus terlebih dahulu dicetak lembar soal dan jawabannya. Sarana pelaksana tes yang tidak fleksibel karena siswa hanya
bisa memanfaatkan piranti audio hanya dari yang disediakan oleh panitia, sementara dengan TIBT nantinya diharapkan peserta bisa menyediakan sendiri kebutuhannya secara optimal. Lingkup TOEFL PBT juga terbatas hanya di satu kota lokal saja.
1.22 Deskripsi Sistem
Sistem yang akan Penulis kembangkan di sini merupakan sebuah sistem tes online untuk TOEFL di ECC Banjarnegara. Selain menjadi ajang penyelenggaraan tes online, sistem ini diharapkan dapat menggantikan PBT yang selama ini dilakukan oleh ECC sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas dalam tes yang dilakukan oleh ECC. Karena sifatnya online, maka sistem ini juga dapat diakses oleh orang yang berada di tempat yang jauh, sehingga akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan jika harus datang ke ECC Banjarnegara.
Sistem ini akan dijalankan melalui media Internet menggunakan
browser sehingga sistem ini akan bersifat online. Database sistem ini akan
di-upload ke serverweb tertentu, sehingga setiap kali pengguna mengakses sistem untuk melakukan permintaan, server akan langsung memeriksa ke dalam database untuk menjalankan permintaan yang dilakukan oleh pengguna.
1.23 Perancangan Sistem
Peranan terpenting pada suatu kegiatan pembangunan perangkat lunak adalah kegiatan pengembangan sistem. Pada tahap tersebut pengembang merancang suatu sistem dengan memerhatikan semua aspek, mengolah data-data yang ada dan memperhitungkan segala kebutuhan pengguna. Metode yang dipakai oleh Penulis dalam mengembangkan situs ini adalah menggunakan metode pengembangan sistem berorientasi objek. Adapun tahapan-tahapan yang digunakan adalah sebagai berikut.
4.4.1 Perancangan dan Analisa Kebutuhan Sistem
Kegiatan pada tahap perancangan perangkat lunak ini adalah kegiatan konseptual untuk menentukan persyaratan teknis, perancangan antar muka, kemasan perangkat lunak, output yang dihasilkan dan merancang bagaimana aplikasi TIBT ‒ TOEFL Internet Based Test ECC Banjarnegara ini bekerja sesuai dengan kebutuhan.
Sedangkan kegiatan analisa kebutuhan sistem adalah menentukan bagaimana pengguna, data, informasi dan teknologi informasi dapat saling terhubung melalui spesifikasi yang harus ditentukan telebih dahulu. Melalui kegiatan analisis, suatu sistem diharapkan dapat diuraikan secara utuh menjadi komponen-komponen dasar dengan tujuan identifikasi, evaluasi permasalahan, dan pemenuhan kebutuhan yang diharapkan.
4.4.2 Diagram Model Analisa Kebutuhan
Pada tahap ini proses maupun kegiatan yang harus dilalui dalam analisa sistem akan dibahas. Pada fase ini dilakukan perekaman atau mendokumentasikan berbagai hal yang berkaitan dengan data, informasi, logika sistem yang ada yang selanjutnya digunakan sebagai landasan merancang logika sistem yang hendak dibangun. Logika sistem, bersama dengan arsitektur aplikasi akan memberikan tumpuan untuk memulai desain sistem.
Untuk dapat mengembangkan sebuah sistem yang benar – benar memenuhi kebutuhan pengguna, maka proses identifikasi, analisis, dan memahami kebutuhan pengguna harus dilakukan. Proses – proses ini dilakukan untuk mendapatkan pandangan pengguna tentang bagaimana sebuah sistem seharusnya bekerja, hasil dari proses – proses ini juga memungkinkan analis sistem untuk mendokumentasikan kebutuhan pengguna.
Diagram model Kebutuhan Sistem menggambarkan kebutuhan terhadap sistem yang akan dikembangkan, yang ditangkap selama proses analisis.
Gambar 4.3 Model Diagram Kebutuhan Sistem
Pada model di atas, kebutuhan fungsional dari tes online ini disebut dengan Business Rules. Kebutuhan fungsional dalam tes
online ini adalah IBT Test, Manajemen Soal, Manajemen User,
Setelah mendefinisikan kebutuhan fungsional dari sebuah sistem, langkah selanjutnya adalah mendefinisikan aktor yang akan memakai sistem ini. Penulis mengidentifikasi aktor yang akan memakai sistem ini adalah Peserta dan Administrator. Peserta merupakan orang yang akan melakukan tes IBT ini, sedangkan Administrator adalah orang yang bertugas untuk melakukan manajemen pada sistem ini. Adapun aktor yang memakai sistem ini ditunjukkan melalui gambar berikut ini.
Gambar 4.4 Aktor yang Terlibat dalam Sistem
4.4.3 Pemodelan Sistem dengan Use Case Diagram
Use Case yang akan dibentuk dalam sistem ini merupakan
kegiatan yang dilakukan oleh aktor. Aktor akan melakukan case-case yang telah didefinisikan pada kebutuhan fungsional.
Use Case dapat digunakan untuk menjelaskan urutan langkah
interaksi yang dilakukan oleh aktor sehingga dapat memudahkan dalam memahami sistem yang akan berjalan.
Adapun langkah-langkah pembuatan use case adalah sebagai berikut.
4.4.3.1 Identifikasi Pelaku Bisnis
Yang dimaksud pelaku bisnis adalah aktor yang berfungsi sebagai pemakai, pengguna dalam sistem. Aktor yang terlibat dalam sistem ini adalah sebagai berikut. a. Peserta
Peserta merupakan aktor penting yang menjadi objek dalam pengembangan sistem ini. Peserta dapat melakukan registrasi dan mengikuti tes.
b. Administrator
Orang yang bertanggungjawab terhadap ketersediaan soal, bertanggungjawab terhadap proses penilaian dan konten dari sistem.
4.4.3.2 Diagram Use Case
Gambar 4.5 Diagram Use Case Pendataan Peserta Tes uc Pendataan Peserta Tes
Peserta (from Actors) mendaftar sebagai user Administrator (from Actors) Verifikasi Pendaftaran Hak akses ke sistem
«extend»
Gambar 4.6 Diagram Use Case Manajemen Soal
Gambar 4.7 Diagram Use Case Manajemen User
Gambar 4.8 Diagram Use Case IBT Test
uc Manaj emen S... Administrator (from Actors) Membuat Soal Soal TOEFL Mengubah Soal Menghapus Soal «extend» «extend» «extend»
uc Manaj emen U...
Administrator (from Actors) Mendaftarkan User Data User Manipulasi User «include» «include» uc IBT test Peserta (from Actors)
Melakukan tes IBT
Login Sistem
Hasil Tes
«extend»
Gambar 4.9 Diagram Use Case Penghitungan Skor
Ilustrasi diagram use case di atas menggambarkan
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh aktor secara spesifik yang dipisahkan dengan package-package yang berbeda sehingga Penulis dapat dengan mudah mengklasifikasikan kegiatan yang dilakukan oleh para aktor.
4.4.3.3 Skenario Sistem
Untuk mempermudah dalam memahami bagaimana nantinya sistem ini akan berjalan, perlu dibuat sebuah skenario berjalannya sistem sehingga pada saat pembangunan sistem, waktu yang digunakan akan lebih efisien. Adapun skenario sistem yang akan dibuat adalah per package yang telah didefinisikan sebelumnya pada diagram use case, yaitu sebagai berikut.
a. Skenario Pendataan Peserta Tes
Skenario ini merupakan proses pendaftaran yang dilakukan oleh Peserta Tes yang akan melakukan tes secara online.
uc Penghitungan Skor
Administrator (from Actors)
Verifikasi j aw aban Hasil Tes
Cek j aw aban Speaking Nilai Akhir «include» «extend» «extend»
b. Skenario Manajemen Soal
Skenario ini merupakan proses pendataan soal yang akan digunakan dalam tes online. Dalam Manajemen Soal, Administrator berperan untuk melakukan pembuatan soal dan manipulasi terhadap soal yang telah dibuat.
c. Skenario Manajemen User
Merupakan proses di mana Administrator akan melakukan pendataan terhadap user yang akan mengakses tes online ini, baik user peserta, maupun administrator tambahan.
d. Skenario IBT Test
Skenario ini menjelaskan bagaimana proses IBT Test dijalankan oleh peserta tes online.
e. Skenario Penghitungan Skor
Skenario ini merupakan proses penghitungan skor terhadap soal yang telah dijawab oleh peserta tes. Termasuk melakukan verifikasi terhadap jawaban untuk soal speaking.
Tabel 4.1 Skenario Pendataan Peserta Tes
NAMA USE CASE Pendataan Peserta Tes
AKTOR UTAMA Peserta
AKTOR PENDUKUNG
Administrator
KONDISI AWAL Peserta belum terdaftar
LANGKAH-LANGKAH
Aktor Sistem
1. Peserta melakukan Pendaftaran Tes online
2. Menampilkan formulir pendaftaran
3. Pengguna mengisikan data-data diri pada formulir yang telah tersedia.
4. Sistem menerima inputan data peserta dan menyimpannya ke dalam basis data sistem. 5. Data peserta telah
disimpan 6. Administrator
melakukan verifikasi terhadap data peserta yang masuk.
7. Menyimpan hasil verifikasi dari administrator.
KONDISI AKHIR Peserta telah terdaftar dan mendapatkan hak akses tes
online
Tabel 4.2 Skenario Manajemen Soal
NAMA USE CASE Manajemen Soal
AKTOR UTAMA Administrator
AKTOR PENDUKUNG
-
KONDISI AWAL Soal belum ada atau soal sudah ada
LANGKAH-LANGKAH
Aktor Sistem
1. Jika belum ada soal, maka soal di-upload oleh Administrator.
2. Sistem menerima kumpulan record soal dan menyimpannya ke dalam tabel.
3. Jika soal sudah ada, maka Administrator dapat menambah, menghapus, atau mengubah soal yang sudah ada.
4. Melakukan perintah yang diberikan oleh Administrator untuk menambah, menghapus, atau mengubah record soal.
KONDISI AKHIR Soal terkini siap untuk ditampilkan
AKTOR TERKAIT Administrator
Tabel 4.3 Skenario Manajemen User
NAMA USE CASE Manajemen User
AKTOR UTAMA Administrator
AKTOR PENDUKUNG
-
KONDISI AWAL User belum terdaftar, peserta sudah mendaftar
LANGKAH-LANGKAH Aktor Sistem 1. Administrator melakukan pendaftaran, menghapus, menghubah data administrator tambahan. 2. Menyimpan data administrator tambahan terkini. 3. Administrator melakukan verifikasi terhadap peserta yang sudah mendaftar.
4. Menyimpan hasil verifikasi data peserta.
KONDISI AKHIR Administrator telah terdaftar dan memiliki hak akses.
Tabel 4.4 Skenario Manajemen IBT Test
NAMA USE CASE IBT Test
AKTOR UTAMA Peserta
AKTOR PENDUKUNG
-
KONDISI AWAL Peserta belum melakukan tes
LANGKAH-LANGKAH
Aktor Sistem
1. Peserta menjawab soal yang sudah disediakan oleh sistem dan
menyimpannya.
2. Menyimpan jawaban dari peserta
KONDISI AKHIR Peserta telah melakukan tes.
AKTOR TERKAIT Peserta
Tabel 4.5 Skenario Penghitungan Skor
NAMA USE CASE Penghitungan Skor
AKTOR UTAMA Administrator
AKTOR PENDUKUNG
-
KONDISI AWAL Peserta sudah melakukan tes.
LANGKAH-LANGKAH
Aktor Sistem
1. Administrator
melakukan verifikasi terhadap hasil tes yang telah dilakukan oleh peserta
2. Menyimpan hasil verifikasi dari administrator.
3. Khusus soal speaking, administrator memberi nilai langsung dari antar muka.
4. Menyimpan semua jawaban dan melakukan pemrosesan terhadap skor.
KONDISI AKHIR Peserta mendapatkan skor
4.4.4 Pemodelan menggunakan Sequence Diagram
Pemodelan dengan sequence diagram menggambarkan proses interaksi antara sistem dan aktor berdasarkan urutan waktu, sehingga memudahkan Penulis dalam memahami setiap proses yang dikerjakan sesuai urutan waktunya.
Pada pemodelan ini, Penulis memodelkan sistem berdasarkan
package yang telah dibuat sebelumnya.
Gambar 4.10 Sequence Diagram Pendataan Peserta
Pada diagram di atas, peserta diberikan formulir pendaftaran pada antarmuka sistem. Peserta melakukan pendaftaran dengan mengisi formulir yang telah disediakan dan kemudian data tersebut akan disimpan ke dalam sistem. Setelah data disimpan dalam sistem, peserta akan diberi notifikasi bahwa pendaftaran telah berhasil dilakukan, dan peserta harus menunggu verifikasi dari Administrator agar peserta mendapat hak akses sistem.
sd Use Case Mo...
Peserta Pendaftaran Sistem Administrator form_daftar() pendaftaran() simpan_daftar() daftar_berhasil() verifikasi_daftar() hak_akses()
Gambar 4.11 Sequence Diagram Manajemen User
Pada proses Manajemen User, Administrator dapat
melakukan menambahkan administrator lainnya, untuk
kemudian disimpan ke dalam sistem. Selain menambah, Adminstrator juga dapat melakukan edit dan hapus data administrator yang sudah ada di dalam sistem.
sd Manaj emen U...
Administrator Manajemen User Sistem list_admin() tambah_admin() simpan_admin() simpan_berhasil() edit_admin(id) action(edit, id) delete_admin(id) action(delete, id)
Gambar 4.12 Sequence Diagram Manajemen Soal
Sequence Diagram manajemen soal di atas menunjukkan
bagaimana proses administrator membuat soal. Administrator melakukan upload soal ke dalam sistem, secara langsung untuk
segera disimpan. Selanjutnya, Administrator dapat
menambahkan, mengubah atau menghapus soal melalui antarmuka sehingga didapatkan soal yang terkini untuk dipakai dalam tes online.
sd Manaj emen S... Administrator Sistem Manajemen Soal upload_soal() tampil_soal() edit_soal(id) action(edit, id) hapus_soal(id) action(delete, id)
Gambar 4.13 Sequence Diagram IBT Test
Pada gambar 4.13 ditunjukkan proses tes online melalui antarmuka. Sistem menampilkan semua soal yang tersedia. Peserta kemudian menjawab soal yang telah disediakan pada antarmuka dan selanjutnya disimpan. Untuk soal speaking, Peserta upload file
speaking melalui antarmuka.
sd IBT Test Peserta IBT Test Sistem list_soal() menjawab_soal() simpan_jawaban(id_soal) simpan_berhasil() upload_speaking() simpan_speaking()
Gambar 4.14 Sequence Diagram Penghitungan Skor
Proses yang ditampilkan pada gambar 4.14 adalah proses penghitungan skor yang dilakukan oleh sistem. Sistem menampilkan peserta yang telah melakukan tes, untuk kemudian diverifikasi oleh administrator. Khusus untuk jawaban speaking, Administrator memberikan nilai secara manual untuk kemudian disimpan ke dalam sistem. Selanjutnya sistem akan menghitung skor secara otomatis. 4.4.5 Data Model Diagram
Untuk kebutuhan penyimpanan data, sistem membutuhkan suatu media penyimpanan berupa basis data yang berisi tabel-tabel pendukung guna menampung data yang diperlukan oleh sistem. Pada perancangan berorientasi objek, tabel direpresentasikan sebagai data model yang fungsinya sama seperti tabel dalam basis data.
sd Penghitungan Skor Administrator Skor Sistem list_jawaban() verifikasi_speaking() simpan_skor()
Perancangan data model untuk sistem tes online diilustrasikan ke dalam gambar berikut.
Gambar 4.15 Data Model Diagram
Penulis menggunakan lima tabel yang saling berelasi satu sama lainnya sehingga data dapat disajikan dengan mudah. Tabel-tabel tersebut merupakan representasi kebutuhan data yang akan digunakan dalam sistem tes online.
4.4.6 Desain Antarmuka Sistem
Setelah melakukan analisa terhadap kebutuhan-kebutuhan fungsional maupun non-fungsional secara logika, selanjutnya adalah melakukan perancangan yang sesuai dengan analisa yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu dengan membuat desain antarmuka sistem. Rancangan antarmuka diperlukan guna mempermudah dalam membangun sistem, dan disesuaikan
dm Class Mo... Users «column» *PK id form_num * username display_name password email active a_verified «PK» + PK_Users() «unique» + UQ_Users_id() + UQ_Users_username() Admin «column» *PK id username display_name password email reg_date active «PK» + PK_Admin() «unique» + UQ_Admin_username() Questions «column» *PK id material * quest * answ audio flag «PK» + PK_Questions() Choices «column» *PK id q_id ans_choice «PK» + PK_Choices() answ ers «column» *PK id * form_num q_id q_group score ans ans_date «PK» + PK_answers()
dengan kebutuhan pengguna secara umum, tanpa mengesampingkan aspek estetika, sehingga selain mudah digunakan, sistem juga menarik minat pengguna.
Adapun desain antarmuka yang akan dibuat adalah sebagai berikut.
Gambar 4.16 Desain Antarmuka untuk Halaman Utama Halaman utama yang ditampilkan pada sistem ini adalah halaman yang dapat diakses oleh semua pengunjung, baik yang sudah terdaftar maupun yang belum terdaftar. Pada halaman utama terdapat empat elemen, yaitu header, menu, content, dan
login. Bagian header menyatakan judul dari sistem. Menu
menampilkan navigasi pada sistem yang dibuat. Content menampilkan bagian isi berita dari sistem, sedangkan login, akan
custom Primary Forms Home
Header
Menu Content
membawa pengunjung yang sudah terdaftar untuk masuk ke dalam halaman tes.
Gambar 4.17 Desain Antarmuka untuk Halaman Registrasi Bagi pengunjung yang belum terdaftar, maka akan ditampilkan halaman registrasi untuk menangani proses pendaftaran bagi user.
custom Primary Forms Registrasi
Header
Form Registrasi
Gambar 4.18 Desain Antarmuka untuk Login
Sebelum masuk ke dalam halaman Custom account, user harus melalui proses autentifikasi dengan mengisi username atau nomor form diikuti dengan passwordnya.
Gambar 4.19 Desain Antarmuka Halaman Peserta custom Primary Forms
Login
Username or Form Num Password
Login
custom Administrativ e For...
Uj ian
Header
Setelah melakukan login, user akan dibawa menuju ke halaman akun peserta. Pada halaman ini, terdapat elemen
Header, Menu, dan Content seperti pada halaman utama namun Custom untuk tiap peserta berbeda. Pada bagian menu, peserta
dapat memilih untuk tes, melihat hasil, atau cetak hasil tes.
Content dapat berisi berita atau berupa soal yang ditampilkan oleh
sistem.
Gambar 4.20 Desain Antarmuka untuk Halaman Administrator Administrator melalui tampilan antarmuka sistem, juga dapat melakukan verifikasi terhadap jawaban peserta tes. Administrator akan diberikan daftar jawaban dari semua peserta tes, kemudian administrator akan memverifikasi jawaban untuk soal speaking. Pada halaman administrator, juga terdapat menu publish nilai ke dalam akun peserta tes online.
custom Administrativ e For...
Administrator
Header
4.5 Implementasi Sistem
Setelah melakukan perancangan terhadap sistem yang akan dibangun, maka tahapan selanjutnya adalah mengimplementasikan hasil perancangan, dalam hal ini membangunnya menggunakan bahasa pemrograman PHP Dalam balutan framework CI. Pengimplementasian sistem ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana progres pengembangan berlangsung sehingga dapat dilakukan perubahan jika terdapat masukan dari pemakai.
Hasil implementasi terhadap rancangan model sistem adalah sebuah situs atau aplikasi berbasis web yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL yang dibantu dengan penggunaan WAMP Server sebagai server web lokal dengan URL lokal localhost. Kebutuhan untuk menjalankan sistem ini adalah sebuah komputer yang dilengkapi dengan server web lokal dan web browser.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dengan adanya Sistem Latihan TOEFL ECC Banjarnegara ini, akan memudahkan peserta tes untuk melakukan tes dari jarak jauh. Selain itu, dengan adanya tes online ini, akan mengurangi penggunaan kertas untuk kegiatan tes ini.
Kegiatan tes online ini, juga meningkatkan efisiensi dan daya saing karena keberhasilan suatu perusahaan tergantung dari penggunaan teknologi dalam unit usahanya.
5.2 Saran
Setelah menyelesaikan tugas akhir ini, ada beberapa kekurangan pada karena keterbatasan waktu dan sumber daya. Beberapa kekurangan tersebut dirangkum pada saran-saran di bawah ini.
1. Sistem ini belum dapat menangani secara langsung tes yang berupa
speaking, karena tes tersebut membutuhkan sebuah metode yang
disebut speech recognizing. Sehingga peserta harus meng-upload jawaban ke dalam sistem.
2. Sistem ini belum dapat menangani pendaftaran dan pembayaran
secara online, sehingga perlu adanya proses yang menangani pendaftaran dan pembayaran secara langsung.