B. Hasil Penelitian
1. Analisis Hasil Penelitian
Setiap perusahaan berpotensi terjadinya fraud (kecurangan), khususnya dari dalam perusahaan itu sendiri. Fraud umumnya dilakukan oleh pihak dalam perusahaan. Motif umum dilakukannya kecurangan oleh pegawai adalah ketidakpuasan dari pendapatan yang telah diperoleh atau dicapai oleh pegawai tersebut, umumnya bersifat material, sedangkan kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen adalah untuk mengangkat nama baik perusahaan di hadapan publik dan untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu internal control perusahaan harus dirancang dan benar-benar dilaksanakan oleh seluruh pegawai PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero).
Fraud audit ini dilaksanakan jika adanya indikasi kecurangan yang dilakukan pegawai PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero). Sehingga fraud audit tidak dilaksanakan secara reguler dan waktu pelaksanaannya tidak selalu sama.
Dalam melakukan audit, pihak SPI tidak membuat jadwal yang diumumkan. SPI hanya mengirimkan surat panggilan kepada pihak-pihak yang akan diaudit yang telah disetujui oleh direksi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kepanikan di perusahaan dan menghindari kecurangan yang mungkin dilakukan pegawai, misalnya mempersiapkan skenario jawaban atas pertanyaan SPI, mempersiapkan bukti-bukti fiktif, dan sebagainya.
Tahapan-tahapan fraud audit dimulai dari tahap pemeriksaan pendahuluan (pre audit). Dalam tahapan ini, ditentukan terlebih dahulu objek pemeriksaan yang diduga terjadi kecurangan di dalamnya. Kemudian ditentukan tujuan pemeriksaan, sasaran pemeriksaan, fokus pemeriksaan, pemeriksaan prosedur, informasi-informasi dan data umum bahan audit, proses bisnis dimana kegiatan akan diperiksa, dan membuat kuesioner internal kontrol. Jika setelah pre audit terbukti adanya kecurangan, maka dilakukan tahapan pengujian data lapangan dengan mempersiapkan kertas kerja yang berisi prosedur-prosedur pemeriksaan kecurangan. Prosedur-prosedur tersebut meliputi, langkah-langkah pemeriksaan (referensi dan hasil pengujian data), kesimpulan hasil pengujian, kriteria, sebab dan akibat, serta rekomendasi yang disaranka oleh SPI. Kemudian tahap terakhir adalah membuat laporan hasil pemeriksaan khusus. Laporan ini merupakan rangkuman dari seluruh proses yang telah dilakukan, dimulai dari pendahuluan, hasil pemeriksaan, dan rekomendasi oleh SPI. Rekomendasi ini boleh dilaksanakan atau tidak dilaksanakan, hal ini merupakan keputusan direktur utama dan para direksi. Berikut juga dilampirkan contoh formulir pre audit, pengujian data lapangan, dan hasil pemeriksaan khusus pada lampiran iv sampai dengan
lampiran vi.
Tab el 4.1
Langkah-langkah melakukan audit
Input Proses Output
RJPP, RKAP, Arahan Direksi, Arahan Dekom, Arahan Pemegang Saham, Informasi lain yang penting bagi perusahaan.
Perencanaan Program Kerja untuk Pengawasan Tahunan (PKPT)
PKPT Pre Audit/Persiapan Audit Audit Program/Focus Audit/Probis
Audit Program/Focus Audit/Probis
Pelaksanaan Audit Kertas Kerja Audit (KKA)
KKA Pelaporan Laporan Hasil
Pemeriksaan (LHP)
LHP Pemeriksaan Tindak
Lanjut
Penyelesaian Tindak Lanjut (Bila Ada) Sumber: SPI PT. Pelabuhan Indonesia I Medan
a. Fungsi dan Peran SPI
SPI mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Penyelenggaraan pengujian dan penilaian (assurance) pelaksanaan sistem pengendalian internal dan sistem pengendalian manajemen perusahaan.
Fungsi pengujian dan penilaian (assurance) sebagaimana pada butir a di atas dilaksanakan melalui kegiatan antara lain:
a) Audit operasional (operational audit) b) Audit kepatuhan (complience audit) c) Audit keuangan (financial audit)
e) Audit investigasi (investigative audit) f) Audit di belakang meja (desk audit)
g) Review untuk tujuan khusus (specific review)
Fungsi pengujian dan penilaian (assurance) dan konsultasi SPI dilakukan dengan sasaran teridentifikasinya risiko perusahaan, tersedianya pengendalian internal yang memadai dan bekerja secara efisien dan efektif serta terwujudnya good governance dalam perusahaan.
2. Penyelenggaraan pemeriksaan keuangan dan operasional perusahaan. 3. Pemberian jasa konsultasi yang dibutuhkan sesuai kebijakan Direksi.
Pemberian jasa konsultasi ini dilakukan dalam batas-batas yang jelas sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi independensi dan objektivitas SPI dalam melakukan assurance terhadap kegiatan-kegiatan yang menjadi objek pemeriksaan.
4. Penyelenggaraan dokumentasi laporan hasil pemeriksaan dan tindak lanjut temuan pemeriksaan serta ketatausahaan.
5. Pendorong pelaksanaan pengawasan melekat yang lebih efektif di perusahaan.
6. Pendorong penerapan Good Corporate Governance (GCG).
7. Sebagai mitra kerja dengan Komite Audit dan Pemeriksa Eksternal dalam mengawasi pengelolaan perusahaan.
8. Pelaksanaan program kerja dan menyelenggarakan penerapan sistem informasi manajemen di lingkungan kerja.
PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) yang baru dan yang lama.
Tabel 4.2
Fungsi dan Peran SPI PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)
Uraian Lama Baru
Control Tradisional: • Control Activity • No Value Added COSO: 1. control environment 2. risk management 3. control activity 4. monitoring 5. value added: • pengendalian manajemen • manajemen risiko • Corporate Government Peran Auditor • watch – dog
• complience audit • deviasi aturan • teguran
consultant and catalyst management audit/analisis proses quality
government/ quality assurance • nasehat/kolaborasi Orientasi • aturan • bidang/fungsi • post audit • tujuan • bisnis unit • current audit
Analisis kepatuhan risiko
Sumber: SPI PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)
b. Struktur Organisasi SPI 1. Infrastruktur SPI
a) Audit charter
Disusun dan disahkan oleh Direktur Utama, Komite umum, dan Kepala SPI pada tanggal 16 Desember 2004.
b) Struktur organisasi SPI
Berdasarkan SK Direksi No. PR.02/1/3/P.I-08 tanggal 21 Januari 2008. c) Pedoman Pemeriksaan/Audit
d) Proses bisnis Audit/Pemeriksaan
c. Personil SPI 1. Struktural
a) Kepala SPI
b) Pengawas Wilayah dan Pengawas Bidang c) Manajer Administrasi dan Monitoring d) Team Leader
2. Fungsional/Non-Struktural a) Auditor
b) Pelaksana Administrasi dan Monitoring 3. Persyaratan
a) Kepala SPI
1) memiliki pengalaman dalam industri kepelabuhan 2) memiliki pengetahuan tentang ruang linkup organisasi 3) memahami dan mampu menerapkan manajemen pengawasan 4) memiliki kewenangan manajemen yang efektif
5) menunjukkan kemampuan untuk mengestimasi organisasi manajemen b) Pengawas Wilayah/Pengawas Bidang:
1) menguasai manajemen pengawasan operasional pelabuhan 2) memiliki kemampuan membimbing/komunitas vital/non-vital 3) memahami dan mampu menerapkan manajemen
b. pelabuhan, SDM, keuangan, TI dan manajemen c. risiko serta analisis dan evaluasinya
4) sertifikat audit internal tingkat manajerial. c) Manajer Administrasi dan Monitoring SPI
1) kemampuan membimbing melalui komunikasi verbal maupun non verbal
2) pengetahuan mendalam tentang ruang lingkup organisasi 3) kemampuan menguntungkan bawahan
4) sertifikat Audit Lanjutan II d) Team Leader
1) kemampuan membimbing melalui komunikasi verbal maupun non verbal
2) pengetahuan mendalam tentang ruang lingkup organisasi 3) kemampuan menguntungkan bawahan
4) integritas dan komitmen yang tinggi terhadap perusahaan 5) independensi dalam sikap mental
6) moral dan etika yang tinggi
7) memiliki kredibilitas di dalam organisasi atau kalangan profesi 8) sertifikat Audit Lanjutan II
e) Auditor
1) Memahami prinsip-prinsip dasar sistem pengawasan intern perusahaan, efektivitas, efisiensi, dan ekonomis serta manajemen audit.
2) Audit Lanjutan I dan Electronic Data Processing (EDP) f) Staf Administrasi
1) mampu mengoperasikan komputer 2) mampu melakukan analisis dan evaluasi 3) mampu berbahasa Inggris
4) mampu mengkonsep surat
g) Pelaksana Tata Usaha dan Staf Administrasi
Berikut adalah daftar jumlah dan kualifikasi para anggota SPI pada tahun 2010. Tabel 4.3
Daftar Jumlah Pegawai SPI dan Kualifikasi Pendidikan
Jabatan Jumlah Kualifikasi Pendidikan
Kepala SPI 1 orang S1 Lanjutan 1
Pengawas 4 orang S2 Lanjutan 2 (2 orang), S2 Lanjutan 1 (1 orang), S2 belum melanjut (1 orang) Manajemen Administrasi
dan Monitoring
1 orang S2 Manajerial
Team Leader 4 orang S1 Manajerial (1 orang) S2 Manajerial (3 orang)
Pemeriksa 15 orang S1 (12 orang)
S2 (3 orang)
Lanjutan 1 (13 orang) Dasar (2 orang)
Staf SPI 2 orang S1 Dasar
Sumber: SPI PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) d. Program SPI
I. Pengembangan Komite Audit: 1. Committee Audit Charter
II. Pengembangan Infrastruktur Audit 1. Audit Charter
2. Standar Profesi Auditor
3. Kebijakan Manajemen Good Corporate Governance (GCG) dan Risk Management.
4. Booklet Internal Audit
III. Pengembangan Manual Audit 1. Manual Pengelolaan
2. Manual Proses Audit 3. Manual Pengembangan 4. Manual Operasional IV. Pengembangan SDM
1. Pelatihan Pemenuhan Persyaratan Minimal 2. Recruitment
3. Pelatihan Pengembangan Wawasan V. Pengembangan Sistem Informasi SPI
1. Komput erisasi Proses Audit 2. Komput erisasi Pengelolaan
VI. Pengembangan Metode dan Pendekatan Audit 1. Risk Base Audit
2. Electronic Data Processing Audit VII. Pengadaan Peralatan
2. Menerima Surat Perintah Pelaksanaan Tugas (SPPT). 3. Melakukan:
a. Identifikasi skup pemeriksaan.
b. Menyiapkan logistik yang diperlukan. c. Membuat Audit Program/Plan/Probis/Fokus.
d. Membuat daftar dan men-check list masing-masing fokus. 4. Lakukan pengarahan kepada para auditor.
5. Lakukan pembukuan pemeriksaan. 6. Lakukan pemeriksaan fisik ke lapangan. 7. Pimpin pelaksanaan pemeriksaan. 8. Lakukan pemeriksaan fisik ke lapangan
a. Pemeriksaan dokumen.
b. Lakukan pemeriksaan berdasarkan proses atau risiko, dan sebagainya. e. Program Pemeriksaan SPI Tahun 2010
1. Wilayah I, meliputi:
Belawan I, Pekanbaru II, Unit Galangan Kapal, Kuala Tanjung, Sibolga, Malahayati, Tanjung Pinang II, Kantor Pusat.
2. Wilayah II, meliputi:
Lhoksumawe, Belawan International Container Terminal (BICT) I, Depo Peti Kemas, Belawan II, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Asahan, PU baru I, Kantor Pusat.
3. Wilayah III, meliput i:
Pusat.
4. Bidang khusus, meliputi:
Belawan, BICT, Dumai, Lhoksumawe, TPI, Tanjung Balai Karimun, PKP, Kantor Pusat.