• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

C. Analisis Hasil

C. Analisis Hasil Pelaksanaan dan Refleksi

Berbagai macam program PPL yang direncanakan dalam rancangan program telah dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan pemaparan penjabaran pelaksanaan program dapat dikatakan bahwa program-program yang direncanakan sudah berhasil terlaksana dengan berbagai macam hambatan. Namun demikian, hambatan-hambatan yang ditemui dapat terselesaikan dengan baik. Hasil pelaksanaan masing-masing program PPL dijabarkan sebagai berikut.

1. Program pendampingan TPA “Prima Sanggar” berjalan lancar dengan hasil peserta didik TPA “Prima Sanggar” aktif melakukan kegiatan main.

2. Program setting class sentra persiapan TK “Prima Sanggar” berjalan lancar dengan hasil ruang kelas sentra persiapan lebih nyaman dan menarik digunakan sebagai tempat pembelajaran.

3. Program orientasi TK “Prima Sanggar” berjalan lancar dengan hasil anak menjadi lebih siap dan matang untuk mengikuti proses pembelajaran.

4. Program pengadaan media pembelajaran PAUD “Prima Sanggar” berjalan lancar dengan hasil bertambahnya media pembelajaran di KB dan TK “Prima Sanggar” yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

5. Program pengajaran di TK “Prima Sanggar” berjalan lancar dengan hasil memiliki pengalaman dalam mendidik anak-anak TK.

6. Program pengajaran di KB “Prima Sanggar” berjalan lancar dengan hasil memiliki pengalaman dalam mendidik anak-anak KB.

7. Pengelolaan administrasi TK “Prima Sanggar” berjalan lancar dengan hasil memiliki kemampuan untuk mengelola administrasi TK “Prima Sanggar”.

8. Pelatihan membuat bross dari resleting “Bantul Ekspo” tidak dapat berjalan dengan baik karena sepinya pengunjung Bantul Ekspo.

Keberhasilan pelaksanaan program PPL di SKB Bantul tidak terlepas dari adanya partisipasi dan kerja sama dari pihak SKB Bantul. Bentuk partisipasi dan kerja sama yang berupa arahan dan bimbingan sangat membantu dan mendorong lancarnya program PPL ini. Dorongan dan motivasi dari Dosen Pembimbing, Kepala SKB, Pembimbing Lapangan, Pamong Belajar, dan karyawan SKB sangat berperan dalam membangkitkan semangat kami untuk terus maju dan berkembang. Saya menyadari bahwa di dalam pelaksanaan program PPL ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan.

Dengan adanya kegiatan PPL ini, saya berharap dapat memberikan manfaat dan kontribusi nyata dalam pelaksanaan pembelajaran, baik untuk TK, KB, TPA, maupun program lain yang ada di SKB Bantul. Tentunya kesalahan dan kekurangan yang telah banyak dilakukan akan saya jadikan sebagai pengalaman berharga yang dapat memicu untuk terus berusaha menjadi lebih baik lagi. Dengan mengacu pada hasil analisis pelaksanaan PPL, dapat kami sampaikan beberapa point penting, yaitu:

1. Prinsip dan metode pembelajaran yang tepat digunakan dalam pembelajaran PAUD adalah belajar sambil bermain.

2. Pembelajaran dalam PAUD Terpadu harus dapat merangsang perkembangan anak dengan memperhatikan karakteristik anak.

3. Kemampuan mengelola administrasi merupakan kompetensi yang perlu dimiliki untuk menunjang kompetensi pendidikan.

4. Kreativitas pembuatan media pembelajaran sangat penting dalam upaya mendukung lancarnya proses pembelajaran.

5. Keterampilan penting dimiliki untuk menunjang kebutuhan hidup seseorang.

6. Evaluasi hasil pembelajaran harus dilaksanakan setiap kali pembelajaran untuk mengetahui tingkat perkembangan anak.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Analisis Situasi (Permasalahan dan Potensi Pembelajaran)

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bantul merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang terletak di Jalan Imogiri Barat No.7 Bangungharjo, Sewon, Bantul. Lembaga tersebut menyelenggarakan berbagai macam program pendidikan non formal. Bukan hanya programnya saja yang beragam, melainkan prinsip-prinsip dan strategi pelaksanaannya pun beragam. Hal inilah yang menjadikan SKB Kabupaten Bantul tepat digunakan sebagai tempat praktik pembelajaran atau yang dikenal dengan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) Mahasiswa PLS FIP UNY Tahun 2014.

1. Sejarah SKB Bantul

Pada tahun 1974, Bidang Dikas Kanwil Depdikbud Propinsi DIY mendirikan sebuah lembaga yang disebut PLPM (Pusat Latihan Pendidikan Masyarakat). Tugas pokoknya adalah penyelenggaraan kursus keterampilan bagi masyarakat, dan PLPM ini bertanggung jawab ke Bidang Dikmas. Tahun 1979, PLPM berubah nama menjadi SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) yang menangani 3 bidang, yakni Dikmas, Pemuda, Olahraga. Secara organisasi SKB dalam bentuk struktural dimana didalamnya ada Kepala, Kasubsi program, Kasubsi sarana, serta Kaurs TU. Secara administrasi, bertanggung jawab langsung ke Dinas P dan K. Secara teknis langsung pada direktorat Tenaga Teknis Ditjen Diklusepora.

Tahun 1989 SKB dalam bentuk struktural berubah menjadi fungsional dimana secara struktur organisasi SKB terdiri dari Kepala SKB, Kepala TU serta kelompok fungsional. Tahun 2001 secara organisasi SKB masuk pada otonomi daerah dengan struktur organisasi yang terdiri dari Kepala SKB, Petugas TU, serta kelompok Fungsional Pamong Belajar. Dasar hukum yang digunakan adalah Perda No. 16 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten bantul dan Perbup No. 75 Tahun 2008 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Tehnis pada Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Kabupaten Bantul.

2. Visi dan Misi SKB Bantul

Visi yang ingin dicapai oleh SKB Bantul, yaitu: “Unggul dalam kreatifitas, prima dalam pelayanan”, untuk prioritas kebutuhan belajar

masyarakat melalui program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI)”. Sedangkan, misi SKB Kabupaten Bantul, yaitu:

a. Mengadakan Program Pendidikan sesuai dengan prioritas kebutuhan belajar masyarakat sebagai program Percontohan, Pengkajian, serta Pengembangan Model Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI). b. Melaksanakan pendampingan, bimbingan, penyuluhan, dan

pelatihan bagi masyarakat, khususnya dalam program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI). c. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program

percontohan, pengkajian, serta pengembangan model melalui program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI).

d. Mengelola urusan Tata Usaha dan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

3. Tugas dan Fungsi Pokok SKB Bantul a. Tugas Pokok SKB Kabupaten Bantul

Tugas pokok Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bantul Kabupaten Bantul sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Nonformal Kabupaten Bantul adalah melakukan pembuatan percontohan, pengkajian, dan pengembangan model program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI) berdasarkan kebijakan Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul.

b. Fungsi Pokok SKB Kabupaten Bantul

Adapun fungsi pokok SKB Kabupaten Bantul, sebagai berikut:

1) Membangkitkan dan menumbuhkan kemauan belajar masyarakat dalam rangka menciptakan masyarakat gemar belajar melalui program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI).

2) Memberikan motivasi, pendampingan, penyuluhan, bimbingan, dan pelatihan kepada masyarakat agar mau serta mampu menjadi pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan asas saling membelajarkan khususnya program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI).

3) Membuat percontohan, pengkajian, serta pengembangan model berbagai program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI).

4) Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI).

5) Melaksanakan koordinasi kegiatan sektoral dan bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI). 6) Pengelolaan urusan Tata Usaha dan gedung Sanggar Kegiatan

Belajar (SKB) Bantul.

4. Program-Program di SKB Bantul

Program-program non formal yang berkembang di SKB Kabupaten Bantul, sebagai berikut:

a. PAUD Terpadu Prima Sanggar

1) Taman Penitipan Anak (TPA) Prima Sanggar 2) Kelompok Bermain (KB) Prima Sanggar 3) Taman Kanak-Kanak (TK) Prima Sanggar b. Kesetaraan (Paket C)

c. Kursus Keterampilan

1) Kursus Rias Pengantin 2) Kursus Komputer 3) Kursus Tata Boga 4) Kursus Menjahit

d. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Keliling e. UKSKB

f. Pameran (Bantul Expo)

g. Tempat Uji Kompetensi (TUK) 1) Rias Pengantin

2) Hantaran

3) Pendidik PAUD h. Diklat Pendidik PAUD

i. Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) j. Gugus PAUD

5. Sarana dan Prasarana SKB Bantul Tabel 1. Sarana dan Prasarana SKB Bantul

Sarana Prasarana

1. Komputer 1. Gedung kantor

2. Mesin jahit dan obras 2. Ruang belajar

3. Meja 3. Gedung serbaguna

4. Kursi 4. Gedung aula

5. Televisi 5. Ruang perpustakaan

6. TV kabel 6. Asrama

7. Handycam 7. Fasilitas lain :

8. Kamera digital a) Mushola

7. Tape recorder b) Rumah dinas kepala

8. LCD c) Rumah dinas penjaga

9. Kamera biasa d) Lapangan tenis

10. Pakaian pengantin e) Kamar mandi

11. Sound System f) Area parkir

12. Alat kursus memasak g) Ruang makan h) Ruang Satpam i) Garasi

j) Ruang Asrama

6. Inventaris SKB Bantul

Tabel 2. Inventaris SKB Bantul

No. KODE JENIS BARANG JUMLAH KET

1. 230.0800 0801

Perabot Meja Kursi Meja tulis Meja panjang Meja tamu Meja ketik Meja makan 105 buah 47 buah 5 buah 23 buah 11 buah 2. 230.0820 Kursi kayu Kursi kuliah Kursi kantor Kursi lipat Kursi siding 68 buah 150 buah 60 buah 202 buah 12 buah 10 rusak 10 rusak 30 rusak

3. 230.0600 0610

Alat penyimpanan Almari kayu Almari kaca Almari rak buku Almari pakaian 10 buah 2 buah 2 buah 17 buah 4. 230.0000 0100 0230 0310 0430 0400 0270 0860 0270 0280 0710 0710 0710 0710 0710 0260 Peralatan kantor Mesin tulis Mesin kalkulator Mesin stensil Tape recorder Amplifier Jam dinding Papan tulis White board Papan nama SKB Mesin obras Mesin jahit Kipas angin

Kipas angi bertiang Kipas angina putar Kipas angina kecil Kipas angina box van Printer/computer 9 buah 7 buah 3 buah 1 buah 1 buah 4 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 18 buah 11 buah 1 buah 8 buah 2 buah 2 buah 3 buah 3 rusak 2 rusak 1 rusak 3 rusak 1 rusak 5. 230.0150 Timbangan barang/beras 2 buah

6. 232.0200 OHP dan Layar OHP 1 buah 7. 233.0700 Peralatan olah raga

tenis 2 buah 8. 226.9900 Alat penerangan (generator) 1 buah 9. 230.0420 203.0770 250.0103 0103

Alat pengeras suara (megapon)

Alat penggarap tanah (cangkul) Alat transportasi Sepeda jengki 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

Toyota Hartop 10. 231.9900 Alat kepramukaan/tenda 3 buah 11. 230.0500 Alat dokumentasi/kamera foto 2 buah 12. 205.000 Peralatan rumah tangga/asrama Dipan tingkat Kasur bantal Dipan tidak tingkat TV Telepon Sound system/salon 50 buah 120 buah 20 buah 3 buah 1 buah 2 Buah 7. Ketenagaan Struktural Tabel 3. Ketenagaan Struktural

No Nama/NIP L/P Pangkat/Gol Jabatan

1 Rr. Dwi Suwarningsih, S.Pd NIP. 196011141981032005

P Pembina, IV/a Kepala SKB 2 Suparman, S. Pd NIP. 196028011984031004 L Penata TK 1, III/d Pembantu pimpinan 3 Subari, S.Pd NIP. 19631002198603111 L Penata TK 1, III/d Pembantu Pimpinan 4 R. Budi Sunartono NIP. 196109261980031001 L Penata Muda TK 1, III/b Pembantu Pimpinan 5 Kodimah NIP. 196907061990032013 P Penata Muda TK 1, III/b Pembantu Pimpinan 6 Sukirjo NIP. 196107041986021003 L Penata Muda, III/a Pembantu Pimpinan 7 Parmadji NIP. 195506121979121002

L Pengatur, II/c Pelaksana

8 Prita Santosa

NIP. 198401252009031001

L Penata Muda TK 1, II/a

8. Tenaga Fungsional

Tabel 4. Tenaga Fungsional

No Nama/NIP L/P Pangkat/Gol Jabatan

1 Haryadi Iswanto, S.Pd NIP. 196611101998921991

L Penata, III/c Pajar Muda

2 Siti Zuriah, S. Pd

NIP. 195902071981032005

P Penata TK 1, III/d Pajar Muda

3 Siti Kistiyah, S.Pd

NIP. 196007021981032018

P Penata TK 1, III/d Pajar Muda

4 Sri suprapti, S.Pd

NIP. 195612311982032005

P Penata, III/d Pajar Muda

5 Rumini, S.Pd

NIP. 195908251982032005

P Penata, III/c Pajar Muda

6 Suwardi, S.Pd

NIP. 196506211998921001

L Penata Muda TK 1, III/b

Pajar Muda

7 Dra. Dewi Usmuwati NIP. 1966032499512200 P Penata Muda TK 1, III/b Pajar Muda 8 Suparman NIP. 196001091083031010

L Penata Muda, III/a Pajar Pelaksana Lanjutan

Agar lebih jelas mengenai ketenagaan dalam SKB Bantul, dapat dilihat dalam bagan 1 struktur organisasi dibawah ini:

Bagan 1

Struktur Organisasi SKB Bantul

Sanggar Kegiatan Belajar Bantul (SKB Bantul) sebagai Unit Pelaksana Teknis yang bergerak dalam pendidikan jalur non formal memiliki berbagai program pendidikan yang berpotensi pada upaya pemberdayaan

masyarakat. Adapun program pendidikan yang dikembangkan di SKB Bantul pada tahun 2014 ini meliputi program pembelajaran Kejar Paket C, PAUD Terpadu (KB, TK TPA), Kursus Tata Rias, Kursus Komputer, TBM Keliling, Kursus Menjahit, UKSKB, parenting, pameran, dan Kursus Tata Boga. Dari berbagai macam program pendidikan tersebut, program kejar paket C, PAUD Terpadu, Kursus Menjahit, dan Kursus Tata Boga merupakan program yang masih aktif berjalan pada bulan Agustus hingga September ini.

Program pameran juga masih aktif pada bulan Agustus, yakni adanya program Bantul Expo. Sedangkan, program-program yang lainnya belum aktif kembali dikarenakan oleh berbagai hal, seperti rendahnya peminat, belum waktunya dilakukan pembelajaran, dan lain-lain. Program pendidikan non formal yang menjadi prioritas SKB Bantul adalah PAUD Terpadu. Hal tersebut dikarenakan maju dan berkembangnya program PAUD Terpadu, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Dari segi kuantitas, jumlah peserta didik untuk program PAUD Terpadu selalu meningkat dari tahun ke tahun. Prinsip pembelajaran yang berbasis sentra juga menjadikan kualitas pembelajaran di dalam program PAUD Terpadu terus mengalami peningkatan.

Namun demikian, peningkatan kualitas pembelajaran program PAUD tidak hanya dapat dilihat dari segi prinsip pembelajarannya saja. Masih terdapat aspek-aspek lain yang dapat digunakan untuk mengukur peningkatan kualitas pembelajaran PAUD, antara lain media pembelajaran, pengelolaan administrasi, dan kecakapan dalam penataan ruang pembelajaran. Perlu banyak pembenahan di PAUD Terpadu menjadi tahap ekplorasi awal yang dilakukan dalam menentukan program PPL (Praktik Pengalaman Lapangan). Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam buku Panduan Pelaksanaan PPL, Praktik Pengalaman Lapangan atau PPL berarti segala hal yang mencakup kegiatan belajar mengajar (KBM).

Dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), tidak hanya mengembangkan kompetensi pendidikan saja, tetapi juga perlu mengembangkan penunjang dari kompetensi pendidikan itu sendiri. Hal tersebut juga sesuai dengan standar kompetensi lulusan jurusan Pendidikan Luar Sekolah, yang mana mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah tidak diprioritaskan untuk diarahkan menjadi pengajar PAUD, tetapi pada bagian lain, seperti pengelolaan administrasi PAUD, kompetensi membuat media

pembelajaan, memberikan pelatihan, dan sebagainya. Remaja dan orangtua juga merupakan bagian penting yang tentu berperan penting dalam menyukseskan pembelajaran di sekolah yang dalam hal ini bertempat di SKB Bantul.

Berdasarkan hal-hal yang telah dipaparkan diatas, maka pembelajaran yang dilakukan dalam PPL ini meliputi program PAUD Terpadu, pembuatan media, penataan ruang pembelajaran PAUD, dan pemberian pelatihan keterampilan. Secara lebih jelas, program-program yang akan dilakukan dalam kegiatan PPL dipaparkan dalam perumusan program dan rancangan kegiatam PPL.

B. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan PPL

Perumusan program dan rancangan kegiatan merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan sebelum melaksanakan suatu program, termasuk program PPL. Dalam hal ini, rumusan program dan rancangan kegiatan PPL digunakan sebagai tolok ukur untuk melihat tingkat keberhasilan program yang sudah direncanakan. Terdapat beberapa tahapan kegiatan yang dilakukan dalam merumuskan program PPL. Tahapan-tahapan tersebut, yaitu:

1. Pra PPL

Demi lancarnya pelaksanaan program PPL, Mahasiswa telah melaksanakan kegiatan, sebagai berikut :

a. Pembekalan PPL yang diberikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan

b. Wawancara dan observasi lapangan

c. Penyerahan (penerjunan) mahasiswa PPL kepada SKB Bantul d. Identifikasi permasalahan

e. Analisis kebutuhan (need assessment)

f. Koordinasi dan konsultasi rencana program kepada Dosen Pembimbing dan Pembimbing Lapangan di SKB Bantul

g. Diskusi dengan teman sekelompok PPL

2. Perumusan Program

Hasil kegiatan pra PPL selanjutnya digunakan untuk merumuskan program PPL yang akan dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis kondisi SKB bantul yang diperoleh dari observasi dan identifikasi kebutuhan, maka dapat

dirumuskan beberapa arahan program yang dapat dilaksanakan selama PPL. Program PPL dirumuskan berdasarkan pertimbangan hal-hal berikut:

a. Permasalahan dan kebutuhan lembaga b. Sarana dan prasarana pendukung

c. Kesesuaian keahlian kompetensi yang dimiliki Mahasiswa dengan program yang ada di lembaga

d. Ketersediaan waktu

e. Study literatur (Kajian Pustaka) f. Kebermanfaatan program

Atas dasar hal tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa program PPL, sebagai berikut:

a. Pendampingan orientasi TK Prima Sanggar b. Pendampingan pembelajaran TPA Prima Sanggar

c. Penataan ulang ruang kelas sentra persiapan TK Prima Sanggar d. Pengadaan media pembelajaran

e. Pelatihan Membuat Bross dari Resleting (Bantul Expo) f. Pengelolaan administrasi TK Prima Sanggar

g. Praktik pengajaran di KB Prima Sanggar h. Praktik pengajaran di TK Prima Sanggar

3. Rancangan Kegiatan PPL

Berdasarkan perumusan program, maka terdapat beberapa program yang direncanakan dalam kegiatan PPL ini. Rancangan program PPL yang akan dilaksanakan di SKB Bantul, yaitu :

a. Pembuatan Proposal Kegiatan

Proposal kegiatan perlu disusun terlebih dahulu sebelum program PPL dilaksanakan. Isi dalam proposal ini meliputi bentuk-bentuk kegiatan PPL, tujuan program, manfaat program, waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, biaya yang diperlukan, dan gambaran pelaksanaan kegiatan PPL. Terkait dengan hal tersebut, proposal yang disusun dalam kegiatan PPL ini adalah proposal program PPL dan proposal pembuatan media.

b. Persiapan Pelaksanaan

Beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum program PPL dilaksanakan, sebagai berikut :

Fokus utama dalam program PPL adalah praktik pembelajaran PAUD Terpadu yang ada di SKB Bantul. Oleh karena itu, maka materi yang akan disiapkan menyesuaikan dengan kurikulum PAUD Terpadu yang ada di SKB Bantul.

2. Persiapan RKH/RPP

RKH yang perlu disiapkan dalam kegiatan PPL meliputi RKH pembelajaran di KB Prima Sanggar, RKH pembelajaran di TK Prima Sanggar, RKH pendampingan orientasi, RKH setting class sentra persiapan TK Prima Sanggar, RKH pendampingan pembelajaran TPA Prima Sanggar. Adapun RPP yang harus dipersiapkan adalah RPP pelatihan membuat bross dari resleting yang diberikan ketika ada Bantul Expo.

c. Pelaksanaan Program PPL

Program-program PPL yang dilaksanakan di SKB Bantul terdiri dari:

1. Praktik pengajaran di TK Prima Sanggar a) Sentra persiapan

b) Sentra alam c) Sentrabalok d) Sentra imtaq e) Sentra budaya

2. Praktik pengajaran di KB Prima Sanggar a) Sentra alam

b) Sentra balok c) Sentra imtaq d) Sentra budaya e) Sentra persiapan

3. Penataan ulang ruang kelas TK Prima Sanggar a) Sentra persiapan

4. Pengadaan media pembelajaran untuk TK dan KB Prima Sanggar a) Sentra persiapan TK Prima Sanggar

b) Sentra imtaq TK Prima Sanggar c) Sentra imtaq KB Prima Sanggar d) Sentra alam KB Prima Sanggar

5. Pendampingan orientasi TK Prima Sanggar a) Sentra persiapan

b) Sentra alam c) Sentra balok d) Sentra imtaq e) Sentra budaya

6. Pelatihan membuat bross dari resleting a) Bantul Expo

7. Pengelolaan administrasi TK Prima Sanggar 8. Pendampingan TPA Prima Sanggar

d. Evaluasi Pelaksanaan Program PPL

Evaluasi merupakan kegiatan yang perlu dilakukan agar kita dapat mengetahui dan menilai tingkat keberhasilan program yang dilaksanakan. Dalam hal ini, evaluasi pelaksanaan kegiatan PPL dilaksanakan pada setiap akhir masing-masing kegiatan PPL. Bentuk dan jenis evaluasi berbeda-beda setiap program, menyesuaikan dengan bentuk evaluasi yang sudah ada di SKB Bantul.

Dokumen terkait