BAB IV HASIL PENELITIAN
4.2.3 Analisis Horizontal PT Martina Berto Tbk
4.2.3.1.1 Periode 2010-2012
Berdasarkan tabel analisis horizontal laporan neraca pada LAMPIRAN 26, maka dapat dianalisis bahwa secara umum laporan neraca dari tahun 2010 sampai tahun 2012 mengalami trend naik. Hal ini dapat dilihat dari angka indeks jumlah aset pada tahun 2011 adalah 61,10% dari jumlah aset akhir tahun 2010, yang artinya angka indeks jumlah aset tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 61,10% dari jumlah aset akhir tahun 2010. Dan untuk angka indeks jumlah aset tahun 2012 adalah sebesar 14,18% dari jumlah aset yang tersedia pada akhir tahun 2011, yang artinya angka indeks jumlah aset tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 14,18% dari jumlah aset akhir tahun 2011.
Pada sisi liabilitas dan ekuitas, ekuitas dari tahun 2010 sampai tahun 2012 mengalami kenaikan dengan persentase sebesar 241,25% pada tahun 2011 dari jumlah ekuitas akhir tahun 2010 dan peningkatan pada tahun 2012 sebesar 8,91% dari jumlah ekuitas akhir tahun 2011. Pos-pos yang menarik untuk diperhatikan adalah agio saham, saldo laba telah ditentukan penggunaannya dimana dari tahun 2011 sampai tahun 2012 memiliki proporsi nilai yang sama. Pos agio saham memiliki nilai sebesar Rp 214.500 juta, dan saldo laba telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp 500 juta.
Sedangkan pada sisi liabilitas, liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang menunjukkan penurunan setiap tahunnya. Nilai pos-pos dalam liabilitas bergerak secara fluktuatif, tetapi pergerakan fluktuatif tersebut juga menggambarkan trend turun. Pergerakan fluktuatif tersebut dipengaruhi karena adanya kenaikan pada pos liabilitas keuangan jangka pendek lain-lain pada tahun 2011 sebesar 53,93% dari tahun 2010 dan pada pos utang bank jangka pendek pada tahun 2012 sebesar 42,98% dari tahun 2011.
4.2.3.1.2 Periode 2012-2014
Berdasarkan tabel analisis horizontal laporan neraca pada LAMPIRAN 27, maka dapat dianalisis bahwa secara umum laporan neraca dari tahun 2012 sampai tahun 2014 mengalami trend naik. Hal ini dapat dilihat dari angka indeks jumlah aset pada tahun 2013 adalah -0,32% dari jumlah aset akhir tahun 2012, yang artinya angka indeks jumlah aset tahun 2013 mengalami penurunan sebesar -0,32% dari jumlah aset akhir tahun 2012. Dan untuk angka indeks jumlah aset tahun 2014 adalah sebesar 1,41% dari jumlah aset yang tersedia pada akhir tahun 2013, yang artinya angka indeks jumlah aset tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 1,41% dari jumlah aset akhir tahun 2013.
Pada sisi liabilitas dan ekuitas, ekuitas dari tahun 2012 sampai tahun 2014 mengalami kenaikan dengan persentase sebesar 3,86% pada tahun 2013 dari jumlah ekuitas akhir tahun 2012 dan peningkatan pada tahun 2014 sebesar 0,54% dari jumlah ekuitas akhir tahun 2013. Pos-pos yang menarik untuk diperhatikan adalah modal saham dan agio saham, dimana dari tahun 2012 sampai tahun 2014
memiliki proporsi nilai yang sama. Pos modal saham memiliki nilai sebesar Rp 107.000 juta, dan agio saham sebesar Rp 214.500 juta.
Sedangkan pada sisi liabilitas, liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang menunjukkan penurunan pada tahun 2013. Nilai pos-pos dalam liabilitas bergerak secara fluktuatif pada tahun 2013, tetapi pergerakan fluktuatif tersebut juga menggambarkan trend turun. Pergerakan fluktuatif tersebut dipengaruhi karena adanya kenaikan pada pos utang bank jangka pendek pada tahun 2013 sebesar 69,53% dari tahun 2012. Sementara liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang menunjukkan kenaikan pada tahun 2014. Nilai pos-pos dalam liabilitas bergerak secara fluktuatif pada tahun 2014, tetapi pergerakan fluktuatif tersebut juga menggambarkan trend naik. Pergerakan fluktuatif tersebut dipengaruhi karena adanya penurunan pada pos utang bank jangka pendek, pajak penghasilan, dan
utang sewa pembiayaan pada tahun 2014 masing-masing sebesar -36,36%, -0,69%, dan -65,57% dari tahun 2013.
4.2.3.2 Analisis Laporan Laba Rugi 4.2.3.2.1 Periode 2010-2012
Berdasarkan tabel analisis horizontal laporan laba rugi pada LAMPIRAN 28, maka dapat dianalisis bahwa secara umum laporan laba rugi dari tahun 2010 sampai tahun 2012 mengalami trend naik. Hal ini dapat dilihat dari angka indeks penjualan bersih pada tahun 2011 adalah 14,52% dari penjualan bersih akhir tahun 2010, yang artinya angka indeks penjualan bersih tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 14,52% dari jumlah penjualan bersih akhir tahun 2010. Dan untuk angka indeks penjualan bersih tahun 2012 adalah sebesar 10,71% dari penjualan bersih pada akhir tahun 2011, yang artinya angka indeks penjualan bersih tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 10,71% dari penjualan bersih akhir tahun 2011. Trend naik pada penjualan bersih tahun 2010 sampai 2012 ini merupakan trend yang baik.
Sedangkan trend buruk terjadi pada beban pemasaran dan penjualan serta beban umum dan administrasi pada tahun 2011. Hal ini dapat dilihat dari angka indeks beban pemasaran dan penjualan serta beban umum dan administrasi masing-masing naik sebesar 25,38% dan 1,34% dari akhir tahun 2010. Kenaikan pada beban-beban tersebut merupakan trend yang buruk. Begitu pula pada tahun 2012 terjadi trend naik dibanding akhir tahun 2011. Hal ini dapat dilihat dari angka indeks beban pemasaran pemasaran dan penjualan serta beban umum dan administrasi masing-masing naik sebesar 6,49% dan 10,96% dari akhir tahun 2011.
Secara keseluruhan, laba tahun berjalan tahun 2011 meningkat sebesar Rp 5.895 juta atau 16,03% dari akhir tahun 2010. Begitu pula pada tahun 2012 meningkat sebesar Rp 2.863 juta atau 6,71% dari akhir tahun 2011. Trend naik pada laba tahun berjalan tahun 2010 sampai 2012 ini merupakan trend yang baik.
4.2.3.2.2 Periode 2012-2014
Berdasarkan tabel analisis horizontal laporan laba rugi pada LAMPIRAN 29, maka dapat dianalisis bahwa secara umum laporan laba rugi dari tahun 2012 sampai tahun 2014 mengalami trend turun. Hal ini dapat dilihat angka indeks penjualan bersih pada tahun 2013 adalah -10,66% dari penjualan bersih akhir tahun 2012, yang artinya angka indeks penjualan bersih tahun 2013 mengalami penurunan sebesar -10,66% dari jumlah penjualan bersih akhir tahun 2012. Namun, angka indeks penjualan bersih tahun 2014 adalah sebesar 4,70% dari penjualan bersih pada akhir tahun 2013, yang artinya angka indeks penjualan bersih tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 4,70% dari penjualan bersih akhir tahun 2013. Trend naik pada penjualan bersih tahun 2012 sampai 2014 ini merupakan trend yang baik.
Sedangkan trend fluktuatif terjadi pada beban pemasaran dan penjualan serta beban penjualan dan pemasaran pada tahun 2012 sampai tahun 2014. Hal ini dapat dilihat dari angka indeks jumlah pemasaran dan penjualan pada tahun 2013 turun sebesar -9,85% dari akhir tahun 2012. Penurunan pada beban tersebut merupakan trend yang baik. Sedangkan pada beban umum dan administrasi, dapat dilihat angka indeks pada tahun 2013 naik sebesar 2,39% dari akhir tahun 2012. Kenaikan pada beban tersebut merupakan trend yang buruk. Begitu pula pada tahun 2014 terjadi trend naik dibanding akhir tahun 2013. Hal ini dapat dilihat dari angka indeks beban pemasaran pemasaran dan penjualan serta beban umum dan administrasi masing-masing naik sebesar 13,38% dan 3,33% dari akhir tahun 2013.
Secara keseluruhan, laba tahun berjalan tahun 2013 menurun sebesar Rp 29.361 juta atau -64,50% dari akhir tahun 2012. Begitu pula pada tahun 2014 menurun sebesar Rp 13.236 juta atau -81,89% dari akhir tahun 2013. Trend turun pada laba tahun berjalan tahun 2012 sampai 2014 ini merupakan trend yang buruk.
4.2.3.3 Analisis Laporan Arus Kas 4.2.3.3.1 Periode 2010-2012
Berdasarkan tabel analisis horizontal laporan arus kas pada LAMPIRAN 30, menunjukkan terjadinya pergerakan fluktuatif pada kas dan setara kas akhir tahun dari periode 2010 - 2012. Peningkatan terjadi pada tahun 2011 sebesar 1384,59% dari akhir tahun 2010 sementara penurunan terjadi pada tahun 2012 sebesar 36,91% dari akhir tahun 2011. Berbeda pada kas dan setara kas awal tahun yang menunjukkan trend naik, dimana pada tahun 2011 kas dan setara kas awal tahun menunjukkan kenaikan sebesar 1,93% dan pada tahun 2012 kembali menunjukkan penurunan sebesar 1384,59% dari tahun 2011.
Arus kas masuk perusahaan menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dari tahun 2010 - 2012, dimana pada tahun 2011 meningkat sebesar 72,89% dari akhir tahun 2010, kemudian pada tahun 2012 menurun sebesar -30,98% dari akhir tahun 2011. Sementara, pos-pos dalam arus kas masuk mengalami pergerakan yang fluktuatif. Peningkatan tertinggi berasal dari aktivitas pendanaan, dimana pada tahun 2011 meningkat sebesar 679,17% dari akhir tahun 2010, walaupun kembali menurun pada tahun 2012 sebesar -74,55% dari akhir tahun 2011.
Arus kas keluar perusahaan menunjukkan pergerakan fluktuatif dari tahun 2010-2012, dimana pada tahun 2011 meningkat sebesar 43,98%, kemudian pada tahun 2012 kembali menurun sebesar -9,13%. Berdasarkan proporsi total arus kas masuk dan arus kas keluar dari tahun 2010-2012, hasil kalkulasinya menunjukkan fluktuasi pada kenaikan(penurunan) kas dan setara kas. Dimana pada tahun 2011 persentase kenaikan sebesar 73202,90% sedangkan pada tahun 2012 persentase menurun sebesar -139,57%. Tetapi persentase penurunan kas dan setara kas pada tahun 2012 tidak sebanding dengan persentase peningkatan pada tahun 2011.
4.2.3.3.2 Periode 2012-2014
Berdasarkan tabel analisis horizontal laporan arus kas pada LAMPIRAN 31, menunjukkan terjadinya trend turun pada kas dan setara kas akhir tahun dari periode 2012 - 2014. Penurunan terjadi pada tahun 2013 sebesar -60,18% dari akhir tahun 2012, lalu penurunan kembali terjadi pada tahun 2014 sebesar -13,31% dari akhir tahun 2013. Hal yang sama pada kas dan setara kas awal tahun menunjukkan penurunan, dimana pada tahun 2013 kas dan setara kas awal tahun menunjukkan penurunan sebesar -36,91% dan pada tahun 2014 menunjukkan penurunan sebesar -60,18% dari tahun 2013.
Arus kas masuk perusahaan menunjukkan pergerakan yang terus meningkat dari tahun 2012 - 2014, dimana pada tahun 2013 meningkat sebesar 5,50%dari akhir tahun 2012, kemudian pada tahun 2014 kembali meningkat sebesar 17,57% dari akhir tahun 2013. Sementara, pos-pos dalam arus kas masuk mengalami pergerakan yang fluktuatif. Peningkatan tertinggi berasal dari aktivitas pendanaan, dimana pada tahun 2013 meningkat sebesar 18,40% dari akhir tahun 2012, lalu kembali meningkat pada tahun 2014 sebesar 126,60% dari akhir tahun 2013.
Arus kas keluar perusahaan menunjukkan pergerakan yang terus meningkat dari tahun 2012-2014, dimana pada tahun 2013 meningkat sebesar 5,27%, kemudian pada tahun 2014 kembali meningkat sebesar 8,26%. Berdasarkan proporsi total arus kas masuk dan arus kas keluar dari tahun 2012-2014, hasil kalkulasinya menunjukkan pergerakan fluktuatif pada kenaikan(penurunan) kas dan setara kas. Dimana pada tahun 2013 persentase kenaikan sebesar 2,87% sedangkan pada tahun 2014 persentase penurunan sebesar -91,19%.
4.2.4 Analisis Horizontal PT Mustika Ratu Tbk