Terdapat tiga peubah elemen-elemen kelompok yang diuji hubungannya dengan peran kelompok nelayan, yaitu kepemimpinan melalui peran pemimpin (mencetuskan ide atau sebagai seorang kepala, mengaktifkan anggota, mengawasi kegiatan, memberi semangat untuk mencapai tujuan, mewakili kelompok, dan memberi tanggung jawab), peranan tugas kelompok (penyetus-penyumbang, pencari informasi, pemberi informasi, pemberi pendapat, koordinator, pengkritik- penilai, dan penggerak) dan norma/aturan kelompok (bentuk aturan, pemahaman isi aturan, dan penerapan aturan). Elemen-elemen kelompok merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja dalam kelompok tersebut. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah elemen-elemen kelompok memiliki hubungan nyata dengan peran kelompok nelayan, khususnya dalam kegiatan pariwisata. Peran kelompok nelayan tersebut meliputi wahana kerjasama (kerjasama dalam pencarian informasi usaha pariwisata, kerjasama dalam penyediaan komoditi atau peralatan usaha dan kerja, dan kerjasama dalam pengelolaan usaha kelompok. Hasil pengujian hubungan antara elemen-elemen kelompok dengan peran kelompok nelayan disajikan secara ringkas pada Tabel 9.
Tabel 9 Korelasi elemen-elemen kelompok dengan peran kelompok nelayan
Elemen-elemen kelompok
Peran kelompok nelayan (rs)
Wahana kerjasama Unit jasa penunjang
Peran pemimpin 0.73** 0.60**
Peran tugas kelompok 0.56** 0.55**
Norma/aturan kelompok 0.61** 0.13
Keterangan: **berhubungan sangat nyata p<0.01 rs = koefisien rank Spearman
Berdasarkan Tabel 9 dapat dijelaskan bahwa korelasi elemen-elemen kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama menunjukkan semua peubah elemen-elemen kelompok seperti peran pemimpin, peran tugas kelompok, dan norma/aturan kelompok memiliki hubungan yang sangat nyata dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama. Korelasi elemen-elemen kelompok seperti peran pemimpin dan peran tugas kelompok memiliki hubungan yang sangat nyata dengan peran kelompok nelayan sebagai unit jasa penunjang, sedangkan norma/aturan kelompok tidak memiliki hubungan tersebut.
Hubungan Peran Pemimpin dengan Peran Kelompok Nelayan
Hubungan peran pemimpin dengan peran kelompok nelayan dianalisis dengan menggunakan SPSS 16 for windows dengan model uji rank Spearman. Uji ini dilakukan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan nyata antara peran pemimpin kelompok dengan peran kelompok nelayan. Peran pemimpin digolongkan ke dalam tiga kategori, yakni rendah, sedang dan tinggi. Peran kelompok nelayan, seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,
46
dikategorikan menjadi wahana kerjasama dan unit jasa penunjang. Penjelasan lebih lanjut tentang hubungan peubah peran pemimpin dengan dimensi peran kelompok nelayan dapat dijelaskan di bawah ini.
Hubungan Peran Pemimpin dengan Wahana Kerjasama
Hasil uji statistik pada Tabel 9 menunjukkan bahwa korelasi peran pemimpin dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama merupakan korelasi postif atau searah, hal ini berarti semakin tinggi peran pemimpin membuat kerjasama dalam kelompok semakin baik. Terjadi hubungan yang sangat nyata (p<0.01) antara peran pemimpin dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama, hal ini terjadi karena hampir semua anggota kelompok berpandangan kinerja pemimpin mereka dirasa cukup baik, tentunya berhubungan secara langsung bagaimana pemimpin mengatur kerjasama dalam kelompok. Ketua kelompok dua, tiga dan enam melakukan perencanaan maupun pengambilan keputusan secara musyawarah yaitu melibatkan anggota kelompok ikut serta dalam kerjasama kelompok tersebut, sehingga kerjasama kelompok dirasa berjalan dengan cukup baik.
Hubungan Peran Pemimpin dengan Unit Jasa Penunjang
Hasil uji statistik pada Tabel 9 menunjukkan bahwa korelasi peran pemimpin dengan peran kelompok nelayan sebagai unit jasa penunjang merupakan korelasi positif atau searah, hal ini berarti semakin tinggi peran pemimpin membuat keinginan untuk mengembangkan jasa penunjang semakin tinggi dalam kelompok. Terjadi hubungan yang sangat nyata (p<0.01) antara peran pemimpin dengan peran kelompok nelayan sebagai unit jasa penunjang, hal ini terjadi karena peran pemimpin yang cukup baik berhubungan dengan pola pikir pemimpin untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya bagi keperluan kelompoknya. Pengembangan unit jasa penunjang kelompok adalah cara bagi pemimpin untuk mengembangkan keuntungan kelompoknya, sehingga dianggap dapat memenuhi kebutuhan para anggotanya. Ketua kelompok tiga memiliki pandangan bahwa pengembangan usaha penunjang perlu dikembangkan, hal ini didukung dengan kemampuannya untuk menambahkan usaha tambahan seperti membuka warung dan homestay yang dikelola oleh keluarganya.
Hubungan Peranan Tugas Kelompok dengan Peran Kelompok Nelayan
Hubungan peranan tugas kelompok dengan peran kelompok nelayan dianalisis dengan menggunakan SPSS 16 for windows dengan model uji rank Spearman. Uji ini dilakukan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan nyata antara peranan tugas kelompok dengan peran kelompok nelayan. Peranan tugas kelompok digolongkan ke dalam tiga kategori, yakni rendah, sedang dan tinggi. Peran kelompok nelayan, seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dikategorikan menjadi wahana kerjasama dan unit jasa penunjang. Penjelasan lebih lanjut tentang hubungan peubah peranan tugas kelompok dengan dimensi peran kelompok nelayan dapat dijelaskan di bawah ini.
Hubungan Peranan Tugas Kelompok dengan Wahana Kerjasama
Hasil uji statistik pada Tabel 9 menunjukkan bahwa korelasi peran tugas kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama merupakan
47 korelasi positif atau searah, hal ini berarti semakin tinggi peranan tugas kelompok semakin tinggi pula kerjasama dalam kelompok. Terjadi hubungan yang sangat nyata (p<0.01) antara peranan tugas kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama, hal ini terjadi karena dalam menjalankan kerja atau tugas kelompok sesama anggota baik pada kelompok dua, tiga dan enam memiliki pembagian tugas yang jelas dalam menjalankan kegiatan perahu pesiar, sehingga wahana kerjasama kelompok menurut para anggotanya dirasa sangat baik.
Hubungan Peranan Tugas Kelompok dengan Unit Jasa Penunjang
Hasil uji statistik pada Tabel 9 menunjukkan bahwa korelasi peran tugas kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai unit jasa penunjang merupakan korelasi positif atau searah, hal ini berarti semakin tinggi peranan tugas kelompok semakin tinggi pula keinginan untuk mengembangkan usaha penunjang. Terjadi hubungan yang sangat nyata (p<0.01) antara peranan tugas kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama, hal ini terjadi karena dalam menjalankan usaha perahu pesiar anggota kelompok merasa dapat menjalankan kerjasama yang baik, ditambah lagi banyaknya pengunjung ke Pangandaran tergantung musim sehingga peranan tugas kelompok mereka akan sangat besar jika pada musim banyaknya pengunjung yang datang. Faktor-faktor tersebut membuat keinginan mereka semakin tinggi untuk mengembangkan usaha penunjang lainnya untuk menambah pemasukan.
Hubungan Norma/Aturan Kelompok dengan Peran Kelompok Nelayan
Hubungan norma/aturan kelompok dengan peran kelompok nelayan dianalisis dengan menggunakan SPSS 16 for windows dengan model uji rank Spearman. Uji ini dilakukan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan nyata antara norma/aturan kelompok dengan peran kelompok nelayan. Norma/aturan kelompok digolongkan ke dalam tiga kategori, yakni rendah, sedang dan tinggi. Peran kelompok nelayan, seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dikategorikan menjadi wahana kerjasama dan unit jasa penunjang. Penjelasan lebih lanjut tentang hubungan peubah norma/aturan kelompok dengan dimensi peran kelompok nelayan dapat dijelaskan di bawah ini.
Hubungan Norma/Aturan Kelompok dengan Wahana Kerjasama
Hasil uji statistik pada Tabel 9 menunjukkan bahwa korelasi norma/aturan kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama merupakan korelasi positif atau searah, hal ini berarti semakin tinggi penerapan dan pemahaman norma atau aturan kelompok semakin tinggi pula kerjasama dalam kelompok. Terjadi hubungan yang sangat nyata (p<0.01) antara norma/aturan kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama, hal ini terjadi karena sebagian besar anggota kelompok memiliki pemahaman yang cukup baik tentang norma/aturan kelompok termasuk dalam penerapannya oleh masing- masing anggota kelompok dua, tiga dan enam, sehingga dalam pelaksanaan kerjasama dalam kelompok mengacu atau sesuai dengan aturan yang berlaku.
48
Hubungan Norma/Aturan Kelompok dengan Unit Jasa Penunjang
Hasil uji statistik pada Tabel 9 menunjukkan bahwa korelasi norma/aturan kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai unit jasa penunjang merupakan korelasi positif atau searah, hal ini berarti semakin tinggi penerapan dan pemahaman norma atau aturan kelompok semakin tinggi pula keinginan untuk mengembangkan usaha penunjang. Tidak terdapat hubungan yang nyata (p>0.05) antara norma/aturan kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai unit jasa penunjang, hal ini terjadi dikarenakan dalam aturan kelompok tidak menjelaskan perlu adanya usaha tambahan bagi kelompok selain usaha perahu pesiar yang mereka jalankan.
Berdasarkan data yang dijelaskan di atas, maka hipotesis penelitian (H1)
kedua yang menyebutkan “terdapat hubungan nyata antara elemen-elemen kelompok yaitu kepemimpinan melalui peran pemimpin, peranan tugas kelompok, dan norma/aturan kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai wahana kerjasama dan unit jasa penunjang,” diterima terkecuali peubah norma/aturan kelompok dengan peran kelompok nelayan sebagai unit jasa penunjang.