BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS DATA
A. Analisis Iklan Doa Pasangan Aher-Demiz dalam semiotika
Scene satu
Gambar 4.1 (Tangan Deddy Mizwar)
Dalam scene ini terlihat seorang yang sedang mengangkat kedua tangannya dengan mengenakan kaos dalam putih dan kemeja putih berkancing merah. Dilengkapi dengan aksesoris pin kancing merah di atas saku kanan dan bordiran bendera merah putih di atas saku kiri.
Dalam tayangan ini memaknai sebagai pasangan calon pemimpin yang islami. Adegan yang dilakukan yakni berupa tangan yang terangkat sejajar dengan dada layaknya seorang sedang berdoa. Sebagai seorang muslim doa merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada sang Khalik. Dengan berdoa orang tersebut meyakini bahwa segala sesuatunya merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa sehingga untuk memulai segala sesuatunya pun harus berdoa. Kemudian sang narrator mengucapkan kalimat “Ya Allah” Hal ini menandakan bahwa pasangan Aher-Demiz ini pemimpin yang beriman. Dari adegan dan narasi yang ada pada scene ini memunculkan citra sebagai pemimpin yang islami.
Sebagai sosok yang selalu ingat kepada Allah SWT dan menyadari segala sesuatunya merupakan kehendak Allah SWT untuk itu hanya kepada-Nya lah ia berdoa. Sebagaimana dijelaskan dalam QS Al Baqarah: 152.“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari nikmat-Ku.”
Dalam tayangan ini kandidat pasangan Aher-Demiz juga menunjukan ciri khasnya. Hal itu dapat dilihat dari pin kancing merah dan pin kancing merah, ini merupakan simbol dari pasangan Aher-Demiz dalam pemilihan gubernur Jawa Barat 2013.
Tabel 2 (Orang Berdoa) Analisis Scene Satu
No Tipe Tanda Data
1 Representamen (X): Ikon
Seseorang sedang mengangkat kedua tangannya. Ia memakai jam tangan pada tangan kirinya dan memakai kaos dalam dan kemeja berwarna putih berkancing merah dengan bendera merah putih di dada sebelah kiri dan pin kancing merah di dada sebelah kanan.
Indeks Adegan mengangkat tangan keatas
sejajar dengan dada
Menjadi tanda sedang berdoa
Simbol Suara narrator yang menyebutkan “Ya
Allah”
Kalimat dalam doa ini menyimbolkan sebagai seorang yang beriman dan bertaqwa.
2 Objek (Y) Seorang kandidat Wakil Gubernur
3 Interpretant (X=Y) Seorang pemimpin yang sedang berdoa
Scene Dua
Gambar 4.2 (Deddy Mizwar Berdoa)
Dalam scene ini terlihat jelas raut wajah seorang Deddy Mizwar yang sedang bermunajat kepada Allah SWT sambil mengangkat kedua tangannya. Dengan adanya teks yang bertuliskan Deddy Mizwar semakin menjelaskan sosok tersebut ialah Deddy Mizwar. Dalam tayangan ini narrator mengucapkan “Jika Engkau Berkenan Memberi Amanah Memimpin Rakyat Jawa Barat”.
Tayangan ini ingin mengenalkan sosok calon pemimpin yang islami tersebut dengan pengambilan gambar close-up pada wajah Deddy Mizwar dan munculnya teks bertuliskan Deddy Mizwar tanda ini ingin memperjelas siapa sosok calon pemimpin baru yang akan memimpin Jawa Barat. Tayangan tersebut menegaskan sebagai adegan berdoa, karena dikuatkan dengan narasi yang menunjukan sebuah permohonan. “Engkau” dalam narasi bisa menunjukan pada Sang Pencipta atau Tuhan, namun bisa juga ditujukan bagi seluruh warga Jawa Barat. Namun, dalam adegan tersebut, narasi lebih dominan tampak sebagai permohonan kepada Tuhan. Dalam doanya Deddy Mizwar memohon kepada Allah SWT untuk diberikan amanah agar bisa menjadi pemimpin bagi rakyat Jawa Barat. Doa ini menunjukan bahwa Deddy Mizwar ingin menjadi pemimpin di Jawa Barat dan diterima oleh rakyat Jawa Barat dengan kerelaan atas kehendak
Tuhan. Kerelaan itu nampak dalam teks “Jika Engkau Berkenan” menunjukan bahwa sosok tersebut rendah hati dan penuh ikhlas atau tidak ambisius. Kalimat doa menunjukan ke ikhlasan yang ada pada Deddy Mizwar apakah Allah SWT akan memberikan amanah memimpin pada dirinya ataupun tidak. Tanda verbal ini mengambarkan karakter pemimpin yang tidak ambisius dalam menerima jabatan pemimpin
Pada kalimat ucapan doa selanjutnya yakni „Memberi Amanah Memimpin
Rakyat Jawa Barat’. Sosok ini menyadari bahwa kepemimpinan itu merupakan suatu titipan/amanah dari Allah SWT bukan sekedar karena kemenangan dalam pemilu semata. Sikap inilah yang menunjukan sikap seorang pemimpin yang islami dengan karakter pemimpin yang rendah hati dan amanah.
Tabel 3 (Deddy Mizwar Berdoa) Analisis Scene Dua
No Tipe Tanda Data
1 Representamen (X): Ikon
Sosok Deddy Mizwar yang sedang mengangkat kedua tangannya.
Indeks tagline bertuliskan Deddy Mizwar dan
pengambilan gambar Close-up wajah Deddy Mizwar dengan tangan terangkat ke atas.
Menjadi tanda bahwa Deddy Mizwar sedang berdoa
Simbol Kalimat doa yang diucapkan oleh
narrator “Jika Engkau Berkenan Memberi Amanah Memimpin Rakyat
Jawa Barat”.
Menjadi tanda bahwa Deddy Mizwar merupakan sosok pemimpin yang amanah dan bukan pemimpin yang berambisius.
2 Objek (Y) Deddy Mizwar (Wakil Gubernur).
3 Interpretant (X=Y) Deddy Mizwar/Wakil Gubernur yang
sedang memohon kepada Tuhannya.
4 Makna Sosok pemimpin yang amanah dalam
Scene Tiga
Gambar 4.3 Ahmad Heryawan Berdoa
Dalam scene ini terlihat sosok Gubernur Jawa Barat yang berkacamata mengenakan kemeja putih berkancing merah sedang mengangkat kedua tangannya. Adanya teks berupa nama ini memperjelas sosok tersebut yakni Ahmad Heryawan. Dalam scene ini sang narrator mengucapkan “Berikan Juga
Kami Kekuatan Iman untuk Menjadi Pelayan”.
Gambar closeup dan teks nama yang muncul di samping sosok tersebut. Ingin menunjukkan lebih jelas sosok tersebut, yaitu Ahmad Heryawan. Scene ini ingin mengingatkan eksistensinya kepada masyarakat sebagai pemimpin Jawa Barat yang sudah melayani mereka dalam lima tahun terakhir.
Kalimat doa “Kekuatan Iman” menunjukkan bahwa pemimpin ini menjalankan kepemimpinannya dengan keimanan yang meyakini bahwa kepemimpinan itu sebuah amanah. Narasi teks “Menjadi Pelayan” untuk menunjukan sebagai pemimpin yang islami sangat menyadari bahwa kepemimpinannya kelak yaitu untuk melayani rakyatnya, hal ini merupakan amal soleh yang dilakukan seorang pemimpin terhadap yang dipimpinnya. Sebagaimana sabda nabi bahwa pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka
(HR. Abu Na’im). Dalam kalimat doanya ia menggunakan kalimat “kami” hal ini menunjukan sikap pemimpin yang tidak bekerja sendiri, yaitu pemimpin yang
mampu bekerja sama dengan seluruh staf pembantunya. Ini kembali menunjukan karakter pemimpin yang islami, pemimpin yang menerapkan syura dalam kepemimpinannya. Artinya pemimpin yang selalu bermusyawarah dan mendengarkan pendapat dari bawahannya sebelum memutuskan sesuatu.
Tabel 4 (Ahmad Heryawan Berdoa) Analisis Scene Tiga
No Tipe Tanda Data
1 Representamen (X): Ikon
Sosok Ahmad Heryawan yang memakai kacamata sedang mengangkat kedua tangannya.
Indeks Closeup Ahmad Heryawan yang
berkacamata dengan tagline berupa namanya.
Menunjukan eksistensi dirinya sebagai pemimpin Jawa Barat (Gubernur).
Simbol Kalimat doa yang diucapkan oleh
narrator: “Berikan Juga Kami Kekuatan Iman untuk Menjadi
Pelayan”.
Menjadi tanda bahwa inilah pemimpin yang siap untuk menjadi pelayan rakyatnya.
2 Objek (Y) Ahmad Heryawan (Gubernur)
3 Interpretant (X=Y) Ahmad Heryawan yang sedang berdoa
4 Makna Karakter pemimpin yang akan melayani
rakyat/pemipin pelayan
Scene Empat
Dalam scene ini terlihat pasangan Gubernur (Ahmad Heryawan) dan Wakil Gubernur (Deddy Mizwar). Keduanya mengenakan pakaian yang sama yakni kemeja putih berkancing merah dengan pin kancing merah pada dada sebelah kananya serta menggunkan kaos dalam berwarna putih. Keduanya sedang mengangkat kedua tangannya dan juga memakai jam tangan. Dalam scene kali ini keduanya berada dalam satu frame, hal ini berbeda dengan scene sebelumnya. Kalimat doa yang diucapkan yaitu “Agar Terwujud Kesejahteraan”.
Scene ini ingin menyatukan dua gaya kepemimpinan dari dua orang yang berbeda. Dengan karakter kepemimpinan yang dimiliki oleh Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar ini, kelak jika disatukan akan menjadi kepemimpinan yang sangat ideal menurut Islam. Pemimpin yang amanah dan mendasari kepemimpinannya dengan ilmu, iman dan amal soleh maka akan sangat mampu mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Pemimpin ini akan siap melayani rakyatnya dengan bekerja secara disiplin hingga terwujudnya kesejahteraan yang akan dirasakan oleh rakyatnya di bawah kepemimpinan Aher-Deddy.
Tabel 5 (Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar Berdoa Bersama) Analisis Scene Empat
No Tipe Tanda Data
1 Representamen (X): Ikon
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang sedang mengangkat kedua tangannya dan memakai jam tangan serta mengenakan pakaian kampanye mereka.
Indeks Jam tangan yang membalut tangan
Aher dan Demiz.
Ini menunjukan keduanya pribadi yang menegakkan disiplin terhadap waktu kerja.
Simbol Kalimat doa : “Agar Terwujud
Kesejahteraan”.
Scene Lima
Gambar 4.5 (Tangan Ahmad Heryawan)
Dalam scene kali ini terlihat kedua tangan Ahmad Heryawan yang terangkat dan sosok Ahmad Heryawan yang mengenakan kemeja putih dan kancing merah. Kamera memberi fokus pada kedua tangan tersebut. Dalam tayangan ini narrator mengucapkan „Bimbing kami Ya Allah’.
Tayangan ini memaknai sebagai pemimpin sangat menyadari betul bahwa segala sesuatu yang benar dan baik datangnya dari Allah SWT. Tangan merupakan anggota badan yang memiliki fungsi salah satunya yaitu untuk meraih sesuatu. Dalam hal ini yaitu meraih atau menerima bimbingan dari orang-orang yang ahli dibidangnya guna memperlancar kinerja hingga menciptakan masyarakat yang sejahtera. Kepemimpinan merupakan tanggungjawab yang harus dilaksanakan dengan baik. Perlu kerjasama antara pemimpin dengan yang dipimpin. Dalam kalimat doa yang diucapkan “Bimbing Kami Ya Allah”, ini
Menandai bahwa pasangan ini
memiliki tujuan dari
kepemimpinannya yakni mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Jawa Barat.
2 Objek (Y) Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar
3 Interpretant (X=Y) Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur yang sedang berdoa bersama
4 Makna Gubernur dan Wakil Gubernur yang
mempunyai karakter memimpin yang mampu mewujudkan kesejahteraan.
menunjukan bahwa pemimpin ini tidak menempatkan dirinya sebagai superior
tetapi sebagai seorang pembelajar hidup. Artinya sebagai seorang pemimpin ia sadar bahwa dirinya tidak sempurna dan bersedia mengoreksi dirinya sehingga membutuhkan bimbingan dari pihak lain. Sifat terbuka untuk dikritik ini harus dimiliki karena sehebat apapun seorang pemimpin pasti memerlukan partisipasi dari orang banyak dan mitranya. Di dalam setiap keputusan dan kebijakannya sebagai pemimpin ia selalu berdoa agar apa yang dilakukannya mendapatkan ridho Allah SWT dan berharap selalu berada dalam bimbingan Allah SWT.
Tabel 6 (Tangan Ahmad Heryawan) Analisis Scene Lima
No Tipe Tanda Data
1 Representamen (X): Ikon
Kedua tangan Ahmad Heryawan dengan jam tangan pada tangan kanannya. Serta pin kancing merah dan benderah merah putih yang nampak pada kemeja yang dikenakan.
Indeks Closeup pada tangan Aher yang
terangkat dan terbuka.
Menandai bahwa pemimpin yang siap menerima dan terbuka.
Simbol Kalimat yang diucapkan narrator:
„Bimbing kami Ya Allah’
Ini menandai karakter pemimpin yang selalu mengharap ridho Allah SWT dan
bimbingan dalam menjalankan
kepemimpinannya.
2 Objek (Y) Ahmad Heryawan
3 Interpretant (X=Y) Sosok yang mau menerima bimbingan
4 Makna Sifat pemimpin yang rendah hati dan
terbuka untuk dikritik ataupun menerima saran dari orang lain.
Scene Enam
Gambar 4.6 (Telinga Deddy Mizwar)
Dalam scene ini hanya terlihat kepala bagian sebelah kiri Deddy Mizwar dan yang menjadi fokus ialah telinganya. Narrator mengucapkan “Agar Selalu Mendengar”.
Scene ini memaknai sebagai pemimpin yang islami maka sikap demokratis harus dijunjung tinggi. Untuk menjadi pemimpin yang demokratis diperlukan karakter pemimpin yang mau mendengarkan segala aspirasi rakyatnya ataupun dari bawahannya. Karena demokrasi pada prinsipnya segala sesuatu dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Telinga merupakan indera yang memiliki fungsi untuk mendengar ataupun sebagai alat keseimbangan. Hal ini menunjukan karakter pemimpin yang mampu berlaku adil atau tidak berat sebelah dalam menjalankan kepemimpinannya. Pemimpin yang adil dalam membuat suatu keputusan atau kebijakan tentu akan menerapkan hukum yang sama dan setara kepada semua yang dipimpinnya. Tak terkecuali anggota keluarganya sendiri apabila melanggar hukum pemimpin ini akan berlaku adil. Dalam QS An-Nisa’
ayat 58 memerintahkan agar kaum muslimin berlaku adil dan di dahului dengan perintah untuk menjalankan amanah kepemimpinan dengan sebaik-baiknya
bahkan ketika berurusan dengan para penentang mereka. “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,
dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum antara manusia supaya kamu
berlaku adil…” (QS. An-Nisa’ : 58).
Tabel 7 (Telinga Deddy Mizwar) Analisis Scene Enam
Scene Tujuh
Gambar 4.7 (Mata dan Telinga Deddy Mizwar)
Dalam scene ini terlihat mata dan telinga dari Deddy Mizwar. Mata berfungsi untuk melihat dan telinga untuk mendengar. Yang menjadi fokus pada tayangan ini ialah pada matanya. Ini diperjelas dengan tanda verbal dari narrator
yang mengatakan “Melihat”.
No Tipe Tanda Data
1 Representamen (X): Ikon
Bagian sebelah kiri wajah Deddy Mizwar, dan telinga yang menjadi fokus
Indeks Tayangan yang memfokuskan pada
telinga atau alat keseimbangan tubuh
Ini menjadi tanda bahwa pemimpin ini mampu berlaku adil terhadap semua yang dipimpinnya.
Simbol Kalimat “Agar Selalu Mendengar”.
Menandai karakter pemimpin yang selalu mendengarkan aspirasi rakyatnya.
2 Objek (Y) Telinga Deddy Mizwar
3 Interpretant (X=Y) Pemimpin yang mau mendengarkan
rakyatnya
4 Makna Pemimpin yang menjunjung demokrasi
dan berlaku adil terhadap yang dipimpinya.
Pada tayangan ini ingin memaknai sebagai pemimpin mau melihat langsung keadaan masyarakat yang dipimpinnya. Tanda mata ini berkaitan dengan tanda sebelumnya yaitu telinga. Hal ini dapat diartikan karakter pemimpin yang peduli terhadap rakyatnya. Selain mau mendengarkan aspirasi rakyatnya. Pemimpin ini juga akan melihat langsung keadaan rakyat yang dipimpinnya.
Hal ini memunculkan makna bahwa pemimpin ini merupakan pemimpin yang mau melihat dan memperhatikan persoalan yang ada di masyarakat. Pemimpin dengan karakter seperti ini akan terjun langsung ke lapangan untuk mengawasi ataupun mengatasi persoalan yang ada tersebut. Dengan mata yang terbuka semakin memaknai bahwa pemimpin ini tidak akan menutup mata terhadap permasalah yang terjadi. Pemimpin dengar karakter mau mendengar aau turun langsung ke lapangan ini menunjukan sifat pemimpin yang peduli dan perhatian dengan rakyat yang dipimpinnya. Seperti inilah kepemimpinan islami pemimpin yang selalu memperhatikan rakyatnya dan bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpimnya.
Tabel 8 (Mata dan Telinga Deddy Mizwar) Analisis Scene Tujuh
No Tipe Tanda Data
1 Representamen (X): Ikon
Ikon yang terlihat ialah mata yang terbuka dan telinga
Indeks Gambar yang memfokuskan pada mata
yang terbuka
Menandai sifat pemimpin yang sangat
memperhatikan rakyat yang
dipimpinnya.
Simbol Tanda verbal dari narrator yang
mengucapkan “Melihat”
Menandakan pemimpin yang peduli dengan mau melihat keadaan rakyat
Scene Delapan
Gambar 4.8 (Raut Muka Deddy Mizwar Ketika Berdoa)
Dalam scene ini paras wajah Deddy Mizwar terlihat sedang merasakan sesuatu sambil mengangkat kedua tangannya. Tanda verbal dalam scene ini ialah
“Merasakan, untuk Melaksanakan Apa yang Diharapkan Rakyat”.
Dalam tayangan ini kita bisa turut merasakan perasaan yang dirasakan oleh Deddy Mizwar. Dengan ekspresi yang penuh pengharapan dan perasaan itu menandakan begitu hikmat dan khusyunya Deddy Mizwar dalam memohon kepada Allah SWT. Dalam scene ini kalimat doa yang diucapkan ialah
“Merasakan, untuk Melaksanakan Apa Yang Diharapkan Rakyat”. Merasakan adalah salah satu prinsip yang harus dipegang oleh seorang pemimpin ialah melaksanakan harapan rakyatnya. Hubungan antara pemenuhan tanggungjawab dan harapan kelompok dalam kepemimpinan islami menjadi dasar dari tindakan kepatuhan dan kepengikutan bawahan/staf.1 Seorang pemimpin harus mempunyai kepekaan yang tinggi, yaitu apabila rakyatnya menderita dia yang pertama sekali
1
Muhammad A. Al-Buraery. Islam Landasan Alternatif Adminitrasi Pembangunan (Jakarta: Jakarta Raja Wali, 1986), h. 380
yang dipimpinnya.
2 Objek (Y) Mata dan telinga Deddy Mizwar
3 Interpretant (X=Y) Pemimpin yang mau turun langsung
kelapangan.
4 Makna Pemimpin yang peduli terhadap persoalan
meraskan pedihnya dan apabila rakyatnya sejahtera cukup dia yang terakhir sekali menikmatinya. Seorang pemimpin harus konsisten dalam memegang amanat yang telah diamanahkan. Karena hal tersebut menjadi kunci sebuah kemajuan dari perbaikan. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan khalifah Abu Bakar ketika diangkat sebagai khalifah, beliau mengatakan bahwa kunci dari sebuah kemajuan dan perbaikan ialah pemimpin yang konsisten dengan amanat rakyat. Deddy Mizwar terlihat berdoa memohon kepada Allah SWT agar semua yang dikerjakannya kelak ketika menjadi pemimpin Jawa Barat sesuai dengan harapan rakyatnya.
Tabel 9 (Raut Muka Deddy Mizwar Ketika Berdoa) Analisis Scene Delapan
No Tipe Tanda Data
1 Representamen (X): Ikon
Deddy Mizwar yang sedang mengangkat kedua tangannya, dengan ekspresi wajah yang penuh pengharapan.
Indeks Ekspresi wajah yang diperlihatkan
Menjadi tanda pemimpin yang peka terhadap rakyatnya
Simbol Tanda verbal: “Merasakan, untuk
Melaksanakan Apa yang Diharapkan
Rakyat”.
Ini menandai bahwa pemimpin ini pemimpin yang peduli terhadap harapan rakyatnya.
2 Objek (Y) Deddy Mizwar
3 Interpretant (X=Y) Pemimpin yang bertanggungjawab
Scene Sembilan
Dalam scene ini terlihat Deddy Mizwar sedang menundukan kepalanya dengan mata tertutup serta tangan yang tetap terangkat keatas. Narrator
mengucapkan kalimat “Amin”. Kalimat “Amin” merupakan kalimat yang biasa digunakan orang untuk mengakhiri doanya dengan harapan agar doa yang dipanjatkan terkabul.
Hal ini ingin memaknai bahwa sebagai pemimpin yang beriman dan bertakwa selalu berserah diri kepada Allah SWT dengan memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Mengembalikan semuanya kepada Allah SWT yang Maha Kuasa. Sebagai manusia yang beriman hanya bisa berusaha dan berdoa untuk selebihnya bertawakal kepada Allah SWT serta berharap semua doanya agar menjadi pemimpin yang amanah, perhatian dan melayani rakyatnya dapat dikabulkan oleh Allah SWT.
Tabel 10 (Deddy Mizwar Menunduk) Analisis Scene Sembilan
No Tipe Tanda Data
1 Representamen (X): Ikon
Deddy Mizwar dengan tangan terangkat dan mata yang tertutup serta kepala yang menunduk.
Indeks Kepala tertunduk dengan mata yang
menutup serta tangan yang tetap terangkat