• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN

6.1. Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan

6.1.2. Analisis Industri

6.1.2.1. Kekuatan Persaingan dalam Industri

Jenis restoran yang menyajikan makanan berciri tradisional atau kedaerahan semakin lama semakin banyak bermunculan. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya restoran dengan berbagai nama, namun menawarkan ciri produk yang relatif sama. Daftar restoran khas Sunda di Pandeglang dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10. Daftar Restoran Khas Sunda di Kabupaten Pandeglang

No Nama Alamat

1 Panineungan I Jl. A Yani

2 Panineungan II Jl. AMD Pandeglang

3 Saung Salira Jl. A Yani No. 50

4 Khas Sunda Jl. Raya Ciateul Labuan

5 Pak Kumis Jl. Raya Labuan

6 Nyenil Jl. Raya Carita/Sukajadi

7 Nini Aki Jl. Raya Carita Km. 11

8 Cibaru Jl. Kadu Bumbang

9 Pondok Ijo Jl. Kadu bumbang

10 Cikoromoi Jl. Cikoromoi

Sumber: www.banten.go.id (13 Mei 2008)

Restoran khas Sunda di Kota Pandeglang terbilang cukup banyak dan menawarkan produk yang relatif sama, diantaranya seperti karedok, bakakak ayam, sayur asem dan lain-lain. Kecilnya diferensiasi produk antar restoran mengakibatkan persaingan dalam industri menjadi besar. Selain karena kecilnya diferensiasi produk yang rendah, besarnya biaya tetap pemain dalam industri juga

68

turut mengakibatkan persaingan dalam industri menjadi besar. Berdasarkan wawancara dengan pemilik Restoran Cibaru yang merupakan salah satu pemain dalam industri ini, biaya tetap restoran cukup besar terutama mengenai biaya bangunan dan biaya tenaga kerja.

6.1.2.2. Ancaman Masuknya Pesaing Baru

Beberapa bulan lalu muncul pesaing baru bagi Restoran Cibaru yaitu Panineungan II. Restoran ini merupakan restoran lanjutan dari restoran yang telah dibangun sebelumnya yaitu Panineungan I. Kedua restoran Panineungan tersebut menawarkan makanan khas Sunda, namun dengan penyajian suasanan yang berbeda. Panineungan I berbentuk sebuah ruko, sedangkan Panineungan II dibangun di daerah dekat pegunungan sehingga pemandangan sekitar dapat dinikmati oleh konsumen. Konsep dari bangunan juga sajian yang ditawarkan Panineungan II tidak jauh berbeda dengan Restoran Cibaru.

Mengurus surat perijinan usaha di Kota Pandeglang hanya perlu memenuhi syarat-syarat standar seperti menyerahkan KTP dan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan juga syarat lain sesuai prosedur. Pemerintah daerah Kota Pandeglang tidak memberikan aturan yang mempersulit munculnya restoran tradisional atau bentuk usaha apapun, menganggapi penuturan juru bicara Pemda Provinsi Banten, Ir. Hj. Eneng bahwa Pemda Provinsi Banten sudah membuka peluang usaha yang sebesar-besarnya kepada para investor12. Hal ini membuat kecilnya hambatan masuk dalam industri yang merupakan ancaman bagi Restoran Cibaru karena akan menambah banyaknya perusahaan pesaing

12 Berdasarkan wawancara dengan Kepala Dinas Tata Ruang dan Perijinan Kota Pandeglang, 19 Maret 2008

6.1.2.3. Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok

Restoran Cibaru memiliki pemasok untuk bahan baku ayam dan ikan, sedangkan untuk bahan baku lainnya diperoleh dari pasar tradisional terdekat.

Untuk bahan baku ayam diperoleh dari H. Acing, pemasokan dilakukan 2 hari sekali untuk pasokan 10-12 ekor. Untuk bahan baku ikan diperoleh dari H. Iyus, pemasokan dilakukan 3 hari sekali untuk jumlah setiap pasokan sebesar 20 Kg.

Besarnya pasokan dapat berbeda-beda tergantung kebutuhan, adapun besaran pemesanan yang disebutkan sebelumnya adalah jumlah pemesanan pada saat ada booking tempat di Restoran Cibaru.

Proses pemesanan dilakukan melalui telepon dan pesanan dapat diantarkan dari pihak pemasok atau diambil oleh karyawan dari karyawan Restoran Cibaru dengan menggunakan mobil pemilik. Sistem pembayaran yang dilakukan adalah secara tunai (cash) pada saat barang pesanan diterima dari pemasok. Semua bahan baku yang telah dibeli tidak langsung diolah tetapi sebagiannya diletakkan di dalam freezer sebagai stok, namun untuk jenis bahan baku sayuran tidak disisihkan di dalam freezer karena mudah layu, sehingga langsung diolah.

Kekuatan tawar-menawar pemasok tidak terlalu besar disebabkan masih tersedianya alternatif pemasok lain dalam jumlah besar. Tempat pemasok ayam dan pemasok ikan sebagian besar terkumpul dalam satu tempat di daerah Maja, Kabupaten Pandeglang. Dengan perbedaan jarak dan harga antara pemasok yang satu dengan yang lainnya tidak terlalu berbeda jauh, sehingga biaya alih pemasok tidak terlalu tinggi. Rendahnya kekuatan tawar-menawar pemasok merupakan

70

peluang bagi Restoran Cibaru karena memungkinkan restoran ini untuk melakukan integrasi ke belakang.

6.1.2.4. Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli/Pelanggan

Konsumen adalah orang yang mengkonsumsi suatu produk, sedangkan pelanggan adalah konsumen yang mengkonsumsi suatu produk secara tetap atau kontinyu atau dapat dikatakan sebagai konsumen yang datang lebih dari satu kali.

Berdasarkan wawancara dengan pemilik, Restoran Cibaru memiliki segmentasi pasar golongan menengah ke atas. Sebagian besar konsumen yang datang berasal dari luar Pandeglang. Banyak juga konsumen yang datang merupakan sahabat ataupun kolega dari pemilik.

Pembeli mempunyai kekuatan tawar-menawar terhadap perusahaan yang sangat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti jumlah pembeli, biaya alih, dan kemampuan atau kemungkinan untuk melakukan integrasi, dan lain-lain.

Kekuatan tawar pembeli yang besar tidak diinginkan dan akan menyulitkan perusahaan.

Pada Restoran Cibaru jumlah pembeli yang berpengaruh pada omzet penjualan restoran sangat sedikit. Restoran ini dapat dikunjungi oleh konsumen baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Adapun yang berpengaruh adalah besarnya hasil penjualan yang diperoleh. Berdasarkan pengamatan dilapangan, hasil penjualan besar pada saat ada pemesanan (booking) tempat baik untuk acara keluarga ataupun rapat yang diadakan oleh suatu perusahaan.

Namun pemesanan tempat di Restoran Cibaru untuk berbagai acara terbilang jarang. Hal ini mungkin disebabkan oleh tersedianya banyak alternatif tempat yang menawarkan produk sejenis dari produk restoran ini. Di Kota

Pandeglang, restoran-restoran yang menawarkan makanan tradisional sunda dapat dikatakan banyak, diantaranya terdapat Restoran Panineungan I, Panineungan II, Saung Salira, Khas Sunda, Nini Aki, Pondok Ijo dan Cikoromoy. Selain itu, biaya alih pembeli cukup rendah terutama untuk Restoran Pondok Ijo dan Cikoromoy yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Restoran Cibaru. Berdasarkan kondisi ini disimpulkan bahwa kekuatan tawar menawarkan konsumen relatif tinggi terhadap perusahaan sehingga menjadi ancaman bagi Restoran Cibaru.

6.1.2.5. Ancaman Produk Substitusi

Produk substitusi dari Restoran Cibaru adalah restoran sejenis yang menawarkan menu-menu tradisional lainnya. Perkembangan jumlah restoran tradisional di Pandeglang seperti Restoran Padang dan restoran tradisional lainnya merupakan ancaman bagi Restoran Cibaru. Ketersediaan produk substitusi yang cukup banyak dan beragam dapat memperbesar kekuatan tawar produk substitusi yang dapat menjadi ancaman bagi perusahaan.

Pihak manajemen restoran perlu memperhatikan jenis produk substitusi yang dapat menjadi ancaman bagi perkembangan restoran ini. Hal ini karena restoran-restoran yang menawarkan produk substitusi mempunyai cita rasa produk yang hampir sama dan segmentasi pasar yang hampir sama pula. Sehingga semakin berkembangnya produk substitusi yaitu makanan khas daerah lainnya merupakan ancaman bagi Restoran Cibaru.

72

6.1.3. Identifikasi Peluang dan Ancaman Perusahaan Tabel 11. Faktor-Faktor Peluang dan Ancaman Perusahaan

Faktor Eksternal Peluang Ancaman

Politik Kebijakan kenaikan

harga BBM dan TDL yang disertai kenaikan bahan pokok makanan

Ekonomi Peningkatan daya beli

masyarakat Kabupaten

tersedianya pasar potensial dan tenaga kerja

2. Trend back to nature Kekuatan persaingan dalam

Ancaman produk substitusi Semakin berkembangnya

produk substitusi yaitu makanan khas daerah lainnya