METODOLOGI PENELITIAN
4. Analisis Instrumen
Untuk mengetahui tingkat motivasi belajar dan ranah afektif siswa digunakan angket tertutup. Penilaian ranah kognitif menggunakan bentuk tes obyektif. Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen yang berupa tes dan angket diujicobakan terlebih dahulu untuk mengetahui kualitas instrumen. Untuk mengetahui kualitas instrumen yang akan digunakan dalam penelitian maka instrumen diuji dengan statistik sebagai berikut:
a. Validitas
Validitas adalah kemampuan suatu alat ukur untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto, 2009:60). Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini meliputi validitas konstruk, isi, dan butir soal. Instrumen yang akan dibuat terlebih dulu dibuat kisi-kisi yang selanjutnya dituangkan dalam instrumen berupa angket dan tes. Sebelum try out angket dan tes divalidasi konstruk dan isi (konten) oleh ahli yaitu dosen pembimbing maupun dosen ahli. Validitas butir soal dan butir angket dihitung dengan menggunakan rumus koefisien Product moment dari Karl Pearson sebagai berikut:
commit to user 31 rxy =
}{
} {N x2 x 2 N y2 y 2 y x xy N Keterangan :rxy : koefisien korelasi antara x dan y, dua variable yang dikorelasikan
N : cacah subyek yang dikenai tes (instrumen)
x : skor untuk butir ke-i
y : skor total (dari subyek uji coba)
Jika harga rxy < r tabel, maka korelasi tidak signifikan sehingga item pertanyaan dikatakan tidak valid. Dan sebaliknya, jika rxy > r tabel maka item pertanyaan dinyatakan valid. Dari perhitungan uji validitas try out soal kognitif didapatkan 21 item valid, untuk try out angket afektif didapatkan 29 item valid, sedangkan try out angket motivasi belajar didapatkan 37 item valid. Secara ringkas hasil try out disajikan dalam Tabel 3.1 selengkapnya pada Lampiran 2.
Tabel 3.1 Rangkuman Hasil Uji Validitas
Instrumen Penelitian Jumlah Item Keputusan Valid Invalid
Kognitif 40 21 19
Afektif 35 29 6
Motivasi Belajar 37 37 0
b. Reliabilitas
Reliabel memiliki arti tingkat kepercayaan. Berasal dari dua suku kata
Rely dan Ability atau dapat dipercaya (Agus dan Islandscript, 2011:37). Suatu tes dikatakan mempunyai taraf reliabilitas yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap apabila diteskan berulang-ulang. Reliabilitas instrumen tes hasil belajar kognitif diukur menggunakan rumus Kuder Richardson (KR-20) sebagai berikut:
commit to user 32 r11= 1 n n 2 2 S pq S Dengan :
reliabilitas tes secara keseluruhan
p = proporsi subyek yang menjawab item dengan benar
q = proporsi subyek yang menjawab item dengan salah ( q = 1 - p )
∑pq= jumlah hasil perkalian antara p dan q
n = banyaknya item
S = standar deviasi dari tes (standar deviasi adalah akar varians )
Sedangkan untuk mengetahui tingkat reliabilitas angket motivasi belajar dan ranah afektif digunakan rumus Alpha yaitu sebagai berikut:
r11 = 1 n n 2 2 1 St si Dengan :
= indeks reliabilitas instrumen n = cacah butir instrumen
Σ = variansi total 2
i
s = variansi butir ke-i
(Riduwan, 2009:108-115) Acuan penilaian reliabilitas dari butir soal atau item menurut Riduwan (2004: 98) adalah: 0,8 – 1,00 : Sangat Tinggi (ST) 0,6 – 0,799 : Tinggi (T) 0,4 – 0,599 : Cukup (C) 0,2 – 0,399 : Rendah (R) 0,00 – 0,199 : Sangat Rendah (SR)
Hasil uji reliabilitas tes try out kognitif, afektif, psikomotorik, dan aktivitas belajar siswa secara ringkas disajikan dalam Tabel 3.2 dan selengkapnya pada Lampiran 2.
commit to user
33
Tabel 3.2 Rangkuman Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Jumlah Item Valid No Item Indeks
Reliabilitas Keputusan Uji Kognitif 21 1-14 0,723 Reliabilitas tinggi
15-21 0,652 Reliabilitas tinggi Afektif 29 1-29 0,904 Reliabilitas sangat tinggi Motivasi 37 1-37 0,936 Reliabilitas sangat tinggi
Berdasarkan Tabel 3.2 hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa hasil uji reliabilitas tes kognitif pertama (No. item 1-14) dan kedua (No. item 15-21) masing-masing diperoleh r11= 0.723 dan r11= 0.652 yang berarti bahwa koefisien reliabilitas soal tes kognitif tinggi. Hasil uji reliabilitas angket afektif diperoleh r11 = 0.902 hal ini berarti koefisien reliabilitas angket afektif sangat tinggi. Hasil uji reliabilitas angket motivasi belajar siswa diperoleh r11 = 0.937 hal ini berarti koefisien reliabilitas angket motivasi belajar siswa sangat tinggi.
c. Analisis Butir soal
a. Uji Taraf Kesukaran Soal
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. Untuk menentukan tingkat kesukaran tiap-tiap butir soal digunakan rumus sebagai berikut :
P =
Keterangan :
P = Indeks kesukaran
B = Banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul
JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes
Klasifikasi indeks kesukaran adalah sebagai berikut : 0,10 – 0,30 : Sukar
0,30 – 0,70 : Sedang 0,70 – 1,00 : Mudah
commit to user
34
Hasil try out uji taraf kesukaran tes kognitif secara ringkas disajikan pada Tabel 3.3 dan selengkapnya pada Lampiran 2
Tabel 3.3 Rangkuman Uji Taraf Kesukaran Tes Kognitif Instrumen
Penelitian Jumlah Butir Soal Valid
Kriteria
Mudah Sedang Sukar
Kognitif 21 10 9 2
Berdasarkan Tabel 3.4 menunjukkan bahwa hasil uji taraf kesukaran diperoleh soal yang mempunyai indeks kesukaran mudah sebanyak 10 soal, sedang 9 soal, dan sukar sebanyak 2 soal.
b. Daya Pembeda
Suatu butir soal dikatakan mempunyai daya pembeda jika kelompok siswa yang pandai menjawab benar lebih banyak dari kelompok siswa yang kurang pandai. Arikunto (2009:213-214) mengemukakan bahwa untuk mengetahui daya beda butir soal digunakan rumus indeks diskriminasi sebagai berikut:
D =
Keterangan :
J : Jumlah peserta tes
: Banyaknya peserta kelompok atas : Banyaknya peserta kelompok bawah
BA : Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
BB : Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar
commit to user
35
Klasifikasi daya pembeda menurut Arikunto (2009:218) adalah sebagai berikut:
D : 0.00 – 0.20 : Jelek (poor)
D: 0.20 – 0.40 : Cukup (satisfactory) D: 0.40 – 0.70 : Baik (good)
D: 0.70 – 1.00 : Baik sekali (excellent).
D: Negatif : Semua butir soal yang mempunyai nilai D negatif dibuang
Butir soal yang baik memiliki indeks diskriminasi 0,4 – 0,7. Hasil analisis uji daya pembeda try out tes kognitif secara ringkas disajikan pada Tabel 3.4 dan selengkapnya pada Lampiran 2.
Tabel 3.4 Rangkuman Uji Daya Pembeda Tes Kognitif
Instrumen Penelitian
Jumlah Butir Soal Valid
Kriteria
Negatif Jelek Cukup Baik Baik Sekali
Kognitif 21 0 6 10 5 0
Berdasarkan Tabel 3.4 menunjukkan bahwa dari hasil uji daya beda diperoleh soal yang mempunyai indeks deskriminasi baik sebanyak 5 soal, cukup sebanyak 10 soal, jelek sebanyak 6 soal. Untuk soal yang mempunyai indeks deskriminasi jelek direvisi secara redaksional.