• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data 1 Variabel Penelitian

3. Analisis Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes dalam bentuk tes obyektif dengan empat alternatif jawaban untuk memperoleh data tentang prestasi belajar matematika dan angket motivasi berprestasi untuk memperoleh data tentang motivasi berprestasi yang dimiliki siswa.

commit to user a. Tahap Penyusunan Instrumen

1) Menyususn kisi-kisi instrumen yaitu kisi-kisi pada materi pokok bahasan bilangan untuk instrumen tes dan kisi-kisi motivasi berprestasi untuk instrumen angket motivasi berprestasi.

2) Menyusun butir-butir soal instrumen tes yang berupa tes obyektif dengan empat alternatif jawaban dan butir-butir soal motivasi berprestasi dengan lima alternatif jawaban.

b. Tahap Uji Coba Instrumen

Sebelum dikenakan pada sampel penelitian, instrumen yang telah disusun diujicobakan terlebih dahulu. Uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah instrumen tes yang telah disusun memenuhi syarat-syarat instrumen yang baik. Syarat-syarat tersebut antara lain sebagai berikut.

1) Instrumen Tes

a) Analisis Instrumen (1) Uji Validitas Isi

Validitas instrumen tes dalam penelitian ini mengunakan validitas isi. Dengan demikian, instrumen tes dikatakan valid apabila telah merupakan sampel yang representatif dari keseluruhan isi dari hal yang hendak diukur. Validitas isi instrumen tes dapat diketahui melalui penilaian yang dilakukan oleh pakar dibidangnya (experts judgment). Subject matter experts akan melihat apakah kisi-kisi yang telah disusun oleh pengembang tes telah mewakili substansi yang akan diukur. Selanjutnya

commit to user

dilakukan relevance ratings, yaitu penilaian terhadap relevansi atau kesesuaian antara masing-masing butir tes dengan klasifikasi kisi- kisi yang telah ditentukan. Empat langkah yang bisa dilakukan dalam menentukan validitas isi antara lain:

1) Mendefinisikan domain kerja yang akan diukur, dapat berupa tujuan pembelajaran yang dikembangkan melalui kisi-kisi. 2) Membentuk panel-panel yang qualified dalam domain-domain

tersebut.

3) Menyediakan kerangka struktur untuk proses pencocokan butir- butir soal dengan domain performance yang terkait.

4) Menganalisa dan menarik kesimpulan data yang diperoleh dari proses pencocokan.

(Budiyono, 2003:60)

Butir soal tes dinyatakan valid menurut validitas isi jika telah memenuhi semua kriteria yang tersedia dalam lembar telaah validitas yang mencakup materi, konstruksi dan bahasa.

(2) Uji Reliabilitas

Instrumen dikatakan reliabel berarti dapat memberikan hasil yang relatif sama pada saat dilakukan pengukuran lagi pada responden yang sama pada waktu yang berlainan. Reliabel tes hasil belajar diuji dengan rumus KR-20 yaitu:

11=

1

2 2

commit to user dengan:

r11 : indeks reliabilitas instrumen n : banyaknya butir instrumen

pi : proporsi cacah subyek yang menjawab benar pada butir

ke-i

qi : 1 pi, i:1,2,....n

st2 : variansi total

(Budiyono, 2003: 69) Dalam penelitian ini instrumen dikatakan reliabel jika r11≥ 0.70.

b) Analisis Butir Soal (1) Daya Pembeda

Sebuah instrumen terdiri dari sejumlah butir-butir instrumen. Kesemua butir tersebut harus mengukur hal yang sama dan menunjukkan kecenderungan yang sama pula. Ini berarti harus ada korelasi positif antara skor masing butir-butir tersebut dengan skor totalnya. Biasanya untuk menghitung daya pembeda butir ke-i, rumus yang digunakan adalah rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson berikut.

= ∑V − ∑V ∑

∑V2 V 2 2 2

dengan:

rxy : indeks daya pembeda untuk butir ke-i

commit to user

X : skor butir ke-i (dari subjek uji coba) Y : skor total (dari subjek uji coba)

Butir soal disebut mempunyai daya pembeda baik jikarxy ³ 0.3

(Budiyono, 2003: 65) Dalam penelitian ini jika indeks daya pembeda untuk butir ke-i kurang dari 0.3 maka butir tersebut harus dibuang.

(2) Tingkat Kesukaran

Soal yang baik adalah soal yang mempunyai tingkat kesukaran yang memadai, artinya tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Untuk menghitung tingkat kesukaran setiap butir soal digunakan rumus sebagai berikut.

P JBJS

dengan:

P = indeks kesukaran

JB = banyaknya subjek yang menjawab benar JS = banyaknya seluruh subjek.

Butir soal yang digunakan untuk menghimpun data penelitian ini mempunyai interval tingkat kesukaran 0,3≤P≤0,7.

2) Instrumen Angket motivasi berprestasi

Angket tipe kecerdasan majemuk digunakan untuk mengetahui motivasi berprestasi yang dimiliki siswa. Angket motivasi berprestasi dikatakan baik jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

commit to user a) Analisis Instrumen

(1) Uji Validitas Isi

Supaya angket motivasi berprestasi mempunyai validitas isi, maka harus diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.

(a) Butir-butir angket sudah sesuai dengan kisi-kisi angket. (b) Kesesuain kalimat dengan Ejaan Yang Disempurnakan.

(c) Kalimat pada butir-butir angket mudah dipahami siswa sebagai responden.

(d) Ketetapan dan kejelasan perumusan petunjuk pengisian angket. Untuk menilai apakah instrumen angket motivasi berprestasi tersebut mempunyai validitas isi, penilaian ini dilakukan oleh para pakar atau validator (experts judgment) dan semua kriteria disetujui. Jika ada salah satu yang tidak disetujui maka instrumen tersebut belum valid, artinya butir yang tidak disetujui tersebut harus direvisi atau dibuang. (2) Uji Reliabilitas

Dalam penelitian ini untuk uji reliabilitas digunakan rumus Alpha, sebab skor butir angket bukan 0 dan 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto (2002: 192) yang menyatakan bahwa, “Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket atau soal bentuk uraian”. Adapun rumus Alpha yang dimaksud adalah sebagai berikut.

r11= n

n1 1

si2 st2

commit to user dengan:

r11 = indeks reliabilitas instrumen n = banyaknya butir instrumen si2 = variansi butir ke-i, i = 1,2,...,n

st2 = variansi skor total yang diperoleh subyek uji coba

(Budiyono, 2003: 72) Interpretasi indeks reliabilitas instrumen angket sama dengan interpretasi indeks reliabilitas instrumen tes, instrumen angket dikatakan reliabel jika indeks reliabilitasnya lebih dari 0.7 atau r11Ģ 0.7.

b) Analisis Butir Instrumen (1) Konsistensi Internal

Untuk mengetahui konsistensi internal butir soal angket digunakan rumus korelasi produk momen Karl Pearson sebagai berikut.

rxy=

n∑XY– ∑X ∑Y

n∑X2X 2 nY2Y 2

dengan:

rxy : indeks konsistensi internal untuk butir ke-i

n : banyaknya subyek yang dikenai tes (instrumen) X : skor butir ke-i (dari subjek uji coba)

Y : skor total (dari subjek uji coba)

Butir soal disebut mempunyai daya pembeda baik jika rxy ³ 0.3

commit to user

Dalam penelitian ini jika indeks konsistensi internal untuk butir ke-i kurang dari 0.3 maka butir tersebut harus dibuang.

c. Tahap Penetapan Instrumen

Butir-butir instrumen yang memenuhi syarat-syarat instrumen yang baik ditetapkan sebagai instrumen penelitian. Sedangkan yang tidak memenuhi syarat, tidak digunakan.

E.Teknik Analisis Data

Dokumen terkait