• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Analisis

4.2.1 AnalisisJabatanuntukMeningkatkanEfektivitasK

4.2.1.1 Analisis Jabatan pada Perusahaan

PT. Pertamina EP Field Rantau Aceh Tamiang adalah perusahaan yang maju dalam pemberdayaan SDM.Ini terbukti dengan adanya suatu bidang yang menangani suatu divisi Human Resources (HR) yang menangani sumber daya manusia untuk mendukung keberhasilan perusahaan.Karena dalam divisi inilah sumber daya manusia direncanakan, dikoordinasi, diarahkan, dan diawasi oleh pihak manejemen perusahaan. a. Tujuan, Tanggung Jawab, Tugas-Tugas Divisi HR

Assistant Manager HR mengatakan bahwa “ Tujuan utama dari divisi ini yah pastinya untuk mendukung semua kegiatan HR untuk membuat berhasil perusahaan ini. Dalam hal ini, pastinya yang ditangani itu hal-hal terkait dengan para karyawan. Baik itu dari segi, merencanakan posisi jabatan karyawan, melakukan pelatihan, mengurus masalah penggajian dan tunjangan, memfasilitasi karyawan,

juga menilai sudah sejauh mana hasil pekerjaan karyawan yah pokoknya sehubungan dengan karyawan-karyawan untuk bisa mendukung keberhasilan perusahaan.

Untuk tanggung jawab dari divisi HR sendiri adalah sebagai berikut:

1. Mengikuti pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan fungsi untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas kerja.

2. Melaksanakan kegiatan fungsi sesuai kaidah HSSE, sistem tata kerja, kaidah keteknikan yang baik dan peraturan perundangan yang berlaku.

3. Melakukan dan mengkomunikasikan pelaksanaan perbaikan berkelanjutan kegiatan fungsi untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas.

Sedangkan untuk tugas-tugas yang harus dilakukan oleh divisi ini, adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan kajian dan mengusulkan rencana kerja dan anggaran HR field, serta pelaksanaan audit untuk memastikan kegiatan operasional HR field berjalan selaras dengan kebijakan dan rencana kerja HR field dan asset.

2. Melaksanakan kajian dan mengusulkan rencana kerja dan anggaran HR field terkait perencanaan dan pengadaan pekerja, pengembangan dan pembinaan pekerja, pelaksanaan sistem

penilaian kinerja, hubungan industrial, compensation & benefit, dan HR service agar kegiatan operasional HR field berjalan kebijakan dan rencana kerja HR field dan asset.

3. Melaksanakan kajian dan mengusulkan rencana pemenuhan kebutuhan pekerja field untuk menunjang kegiatan operasional field.

4. Menyiapkan alternatif usulan terkait rencana pemenuhan kebutuhan pekerja field agar seluruh kebutuhan pekerja field terdata dan disiapkan rencana tindak lanjutnya.

5. Mengkoodinasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan pekerja meliputi program induction, pendidikan dan pelatihan, job assignment, promosi, demosi, relokasi pekerja di lingkungan field yang sesuai dengan kebijakan HR dan mendukung kegiatan operasional.

6. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan pekerja meliputi program induction, pendidikan dan pelatihan, job assignment, promosi, demosi, relokasi pekerja di lingkungan field yang sesuai dengan kebijakan HR dan mendukung kegiatan operasional.

7. Mengkoordinasi implementasi program penilaian kinerja yang meliputi penentuan target sampai dengan proses penilaian di tingkat asset untuk memastikan program performance

management yang dilangsungkan selaras dengan prosedur dan ketentuan perusahaan.

8. Memfasilitasi pelaksanaan program penilaian kinerja yang meliputi penentuan target, penilaian kinerja, dialog day, dan pengisian Individual Development Plan di lingkungan field untuk memastikan kegiatan program penilaian kinerja berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan perusahaan.

9. Mengkoordinasi pelaksanaan program kompensasi dan benefit pekerja di tingkat field untuk memastikan keselarasan implementasi dengan sasaran dan strategi HR dalam mempertahankan dan menarik talenta.

10.Mengusulkan dan melaksanakan program kompensasi dan benefit pekerja sesuai dengan kebijakan perusahaan sebagai upaya dari memotivasi dan mempertahankan pekerja.

11.Mengkoordinasikan dan mengawasi kegiatan hubungan industrial di tingkat pekerja dan atau pihak terkait untuk memastikan hubungan industrial yang harmonis, sehat, kondusif dan konsisten.

12.Mengkoordinasikan program kerja lapangan dan siswa magang di field untuk mendukung program national capacity building. 13.Mengkoordinasikan kegiatan serta anggaran olahraga, sosial

dan budaya untuk memfasilitasi minat dan bakat pekerja selaras dengan kebijakan compensation & benefit.

14.Merumuskan dan mengusulkan metode penilaian kinerja HR field sebagai bahan improvement program kerja dan pelaksanaan kegiatan HR di tahun berikutnya.

15.Mengawasi pelaksanaan penggunaan tenaga kerja jasa penunjang di lingkungan field untuk memastikan kesesuiannya dengan ketentuan yang berlaku.

16.Melaksanakan evaluasi kinerja di HR field dibidang Training & Development sebagai bahan improvement program kerja dan pelaksanaan kegiatan di tahun berikutnya.

17.Membuat laporan bulanan HR field untuk memastikan program berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.

18.Merencanankan dan melaksanakan kegiatan proses administratif dan pemutakhiran data pekerja serta layanan HR dilingkungan field untuk memastikan pelaksanaan program sesuai rencana kerja dan kebijakan HR field.

b. Manfaat Analisis Jabatan

Assistant Manager HR mengungkapkan bahwa, “Tentunya peranan analisis jabatan sangat diperlukan dalam kegiatan mensukseskan setiap rencana kerja para pegawai. Setiap pegawai yang sebanyak ini kan harus tau apa-apa saja yang harus dikerjakannya masing-masing. Baik itu tugas-tugas, tanggung jawab mereka apa, hubungan dengan divisi lain. Kalau pegawai saja tidak tahu apa yang harus dikerjakan yah

jadinya kacau balau pekerjaan dilapangan, tidak terarah mau kemana pekerjanya.Untuk menetapkan pegawai mana yang bisa menjabat jabatan tertentu, juga referensi ya dari analisis jabatan ini, jadi waktu menempatkan pegawai bisa efektif, bisa sesuai. Jadi untuk itulah uraian jabatan sangat penting di berikan pada para pegawai, bukan hanya itu hal-hal lain yang tercantum di uraian jabatan bisa menjadi tolak ukur saat pihak manajemen melakukan penilaian kinerja. Yah manfaat-manfaat utamanya begitu.”

Selain hal-hal tersebut tentunya banyak lagi manfaat dari analisis jabatan seperti acuan untuk melakukan pelatihan dan pengembangan, pemberian kompensasi yang sesuai, dan juga perencanaan tenaga kerja.

Berikut ini juga pendapat yang disampaikan para pegawai terkait dengan hasil wawanca terhadap manfaat analisis jabatan bagi mereka. Dari segi kejelasan uraian jabatan, seorang karyawan menyampaikan bahwa, “Penyampaian uraian jabatan terkait tugas-tugas, tanggung jawab, dan wewenang mereka sudah sangat jelas karena uraian jabatan yang diberikan itu sudah lengkap penjabarannya”. Dan untuk manfaat jabatan, para pegawai menyatakan bahwa uraian jabatan ini sangat dibutuhkan agar mereka bisa mengetahui tugas-tugas, tanggung jawab, wewenang mereka sehingga mereka bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik ataupun tidak terjadi kebingungan dalam menjalankan perannya masing-masing.

Dokumen terkait