BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.4 Uji Regresi dan Analisis Jalur ( Path Analysis )
4.1.4.2 Analisis Jalur ( Path Analys )
Analisis jalur (path analysis) digunakan untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel. Adapun hubungan kausalitas yang diuji dalam penelitian ini adalah hubungan antara etika lembaga terhadap kinerja perawat dan apakah hubungan etika lembaga dan kinerja perawat dimediasi oleh variabel QWL. Koefisien jalur dihitung dengan membuat dua persamaan struktural yaitu persamaan regresi yang menunjukkan hubungan yang dihipotesiskan. Dalam penelitian ini persamaan strukturalnya adalah:
QWL = a Etika lembaga + e1 (1)
Kinerja = c Etika lembaga + b QWL + e2 (2)
Dimana nilai standardized coefficients beta etika lembaga pada model regresi 1 (satu) adalah nilai a. Sedangkan nilai standardized coefficients beta etika lembaga pada model regresi 2 (dua) adalah nilai c dan nilai standardized coefficients beta QWL adalah nilai b.
Berdasarkan hasil output SPSS yang nampak pada Tabel 4.13 memberikan informasi standardized coefficients beta etika lembaga 0,315. Nilai standardized coefficients beta etika lembaga 0,315 merupakan nilai path atau jalur a. Tabel 4.14 memberikan informasi nilai standardized coefficients beta
etika lembaga 0,324 yang merupakan nilai path c dan standardized coefficients beta QWL 0,200 adalah nilai path b. Nilai e = sehingga didapatkan:
Nilai e1 = , dimana R2 dapat dilihat pada lampiran 7 hasil output SPSS Tabel Model Summary Regresi Model 1 (satu).
=
= = 0,949
Nilai e2= , dimana R2 dapat dilihat pada lampiran 8 hasil output SPSS Tabel Model Summary Regresi Model 2 (dua).
=
= = 0,902
Berdasarkan hasil perhitungan, maka dapat dituliskan persamaan struktural dan digambarkan alur struktural penelitian pada Gambar 4.1.
QWL = 0,315 Etika lembaga + 0,949 (1)
Gambar 4.1. Diagram Alur Struktural
4.1.5 Uji Hipotesis
Penelitian ini menggunakan data ordinal dan untuk menguji hipotesis peneliti melakukan uji signifikansi parameter individual (Uji statistik t), uji signifikansi simultan (Uji statistik F), dan koefisien determinasi. Uji ini juga dilakukan untuk memastikan model memenuhi Goodness of fit, yaitu ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual.
1. Regresi Model 1 (Satu)
Regresi model 1 (satu) menjelaskan hubungan variabel bebas (etika lembaga) dan variabel mediasi (QWL).
a. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Stastistik t)
Uji parsial dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel etika lembaga terhadap Quality of Work Life (QWL). Hasil uji statistik t nampak pada Tabel 4.15.
Etika Lembaga Quality of Work
Life Kinerja Perawat 0,315* 0,324 0,200* e1=0,949 e2=0,902
Tabel 4.15. Uji Signifikansi Parameter Individu (Uji Statistik t) Model 1 (Satu) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Correlations B Std. Error Beta
Zero-order Partial Part 1 (Constant) 37.389 4.755 7.863 .000
TotalEtika Lembaga
.351 .086 .315 4.089 .000 .315 .315 .315
a. Dependent Variable: TotalQWL Sumber: daya yang diolah (2013)
Berdasarkan Tabel 4.15 dapat diketahui bahwa variabel etika lembaga memiliki thitung 4,089 > ttabel 1,9757 dengan signifikansi 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti secara parsial etika lembaga berpengaruh terhadap QWL, maka H1 Diterima “Etika lembaga memiliki pengaruh positifterhadap QWL”.
b. Uji Signifikansi Simultan (Uji Stastistik F)
Pengujian dilakukan untuk memastikan model memenuhi Goodness of fit, yaitu ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual. Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS 19 didapat hasil yang tercantum dalam Tabel 4.16.
Tabel 4.16. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) Model 1 (Satu)
ANOVAb
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 1004.689 1 1004.689 16.720 .000a
Residual 9133.752 152 60.090 Total 10138.442 153
a. Predictors: (Constant), TotalEtikaLembaga b. Dependent Variable: TotalQWL
Sumber: daya yang diolah (2013)
Berdasarkan Tabel 4.16 dapat diketahui nilai Fhitung 16,720 dengan nilai signifikansi 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti model memenuhi Goodness of fit.
c. Uji Koefisien Determinasi
Uji koefisien determinasi (R²) dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji koefisisen determinasi pada model regresi 1 (satu) digunakan untuk mengukur sejauh mana variabel etika lembaga variabel QWL. Hasil uji menggunakan SPSS 19 nampak pada Tabel 4.17.
Tabel 4.17. Koefisien Determinasi Model 1 (Satu)
Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .315a .099 .093 7.752
a. Predictors: (Constant), TotalEtikaLembaga Sumber: daya yang diolah (2013)
Berdasarkan Tabel 4.17 besarnya R2 adalah 0,099, hal ini berarti 9,9 % variasi QWL dapat dijelaskan oleh variabel etika lembaga. Sedangkan, sisanya 89,1% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
2. Regresi Model 2 (Dua)
Regresi model 2 (dua) menjelaskan hubungan variabel bebas (etika lembaga dan QWL) dan variabel dependen (Kinerja perawat).
a. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Stastistik t)
Uji parsial dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel etika lembaga dan QWL terhadap kinerja perawat. Adapun hasil uji statistik t menggunakan program SPSS tersaji dalam tabel 4.18.
Tabel 4.18. Uji Signifikansi Parameter Individu (Uji Statistik t) Model 2 (Dua)
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Correlations B Std. Error Beta
Zero-order Partial Part 1 (Constant) 14.259 3.964 3.597 .000
TotalEtika Lembaga
.266 .064 .324 4.189 .000 .387 .323 .308
TotalQWL .147 .057 .200 2.584 .011 .302 .206 .190 a. Dependent Variable: TotalKinerja
Sumber: daya yang diolah (2013)
Berdasarkan Tabel 4.18 dapat diketahui bahwa variabel etika lembaga memiliki thitung 4,189 > ttabel 1,9757 dengan signifikansi 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti secara parsial etika lembaga berpengaruh terhadap kinerja perawat, maka H3 Diterima “Etika lembaga berpengaruh positif terhadap
1,9757 dengan signifikansi 0,011 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti secara parsial QWL berpengaruh terhadap kinerja perawat, maka H2 Diterima “QWL
berpengaruh positif terhadap kinerja perawat”.
b. Uji Signifikansi Simultan (Uji Stastistik F)
Pengujian hipotesis secara simultan dimaksudkan untuk menguji keberartian pengaruh secara bersama-sama atau simultan dari variabel bebas terhadap variabel terikat, yaitu pengaruh etika lembaga dan QWL terhadap kinerja perawat. Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS 19 didapat hasil yang tercantum dalam Tabel 4.19.
Tabel 4.19. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) Model 2 (Dua)
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 1022.751 2 511.376 17.227 .000a
Residual 4482.294 151 29.684 Total 5505.045 153
a. Predictors: (Constant), TotalQWL, TotalEtikaLembaga b. Dependent Variable: TotalKinerja
Sumber: daya yang diolah (2013)
Tabel 4.19 menunjukkan nilai Fhitung sebesar 17,227 dengan probabilitas 0,000. Karena probabilitas 0,000 lebih kecil 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi kinerja perawat atau secara simultan etika lembaga dan QWL berpengaruh terhadap kinerja perawat dan nilai model memenuhi Goodnes of fit.
c. Uji Koefisien Determinasi
Uji koefisien determinasi (R²) dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji koefisisen determinasi pada model regresi 2 (dua) digunakan untuk mengukur sejauh mana variabel etika lembaga dan QWLdapat menerangkan variabel kinerja perawat. Hasil uji menggunakan SPSS 19 nampak pada Tabel 4.20.
Tabel 4.20. Koefisien Determinasi Model 2 (Dua)
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .431a .186 .175 5.448
a. Predictors: (Constant), TotalQWL, TotalEtikaLembaga Sumber: daya yang diolah (2013)
Berdasarkan Tabel 4.20 besarnya adjusted R2 adalah 0,175, hal ini berarti 17,5 % variasi kinerja perawat dapat dijelaskan oleh variabel etika lembaga dan QWL. Sedangkan, sisanya 82,5% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
3. Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung
Pada model jalur, penelitian ini akan menjelaskan pengaruh variabel mediator terhadap hubungan antara variabel prediktor (independen) dan variabel kriterion (dependen). Variabel mediator dalam penelitian ini adalah QWL, variabel independen etika lembaga dan variabel dependen kinerja perawat.
Berdasarkan Gambar 4.1 didapat informasi bahwa besarnya pengaruh langsung (direct effect) variabel etika lembaga terhadap kinerja perawat adalah sebesar 0,324. Pengaruh tak langsung yaitu pengaruh etika lembaga terhadap
kinerja perawat melalui variabel QWL. Besarnya pengaruh tak langsung (indirect effect ) adalah a x b atau (0,315) x (0,200) = 0,063, maka total pengaruh etika lembaga ke kinerja perawat adalah c + (a x b) = 0,324 + 0,063 = 0,387. Besarnya indirect effect 0,063 < direct effect 0,324.
Standar error koefisien a dan b ditulis dengan Sa dan Sb dan besarnya standar error pengaruh tidak langsung (indirect effect) adalah Sab yang dihitung dengan rumus: Sab = = = = = 0,0247
Berdasarkan hasil perhitungan Sab maka besarnya nilai t statistik pengaruh mediasi adalah:
= 2,5506
Nilai thitung 2,55 > t tabel 1,5797, maka dapat disimpulkan ada peran mediasi antara variabel QWL terhadap hubungan etika lembaga dan kinerja perawat. Hal ini berarti H4 Diterima “Etika lembaga melalui QWL
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat”. Pengaruh
langsung, tidak langsung dan pengaruh total tiap-tiap variabel dapat dilihat pada Tabel 4.21.
Tabel 4.21. Pengaruh langsung, Tidak Langsung dan Total
No Variabel Pengaruh QWL Kinerja Perawat
1. Etika Lembaga Langsung 0,315 0,324 Tidak langsung 0,063 Total 0,351 0,387 2. QWL Langsung 0,200 Tidak langsung Total 0,200
Sumber: daya yang diolah (2013)