• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Analisis Kadar Proksimat

Tabel analisis proksimat menunjukan bahwa terdapat perbedaan jumlah

diberi suplemen probiotik H**. Pakan yang diberi suplemen memiliki kadar

protein kasar, dan BETN lebih tinggi dibandingkan dengan pakan yang tidak

diberi suplemen probiotik H**. Pakan yang tidak diberikan suplemen memiliki

kadar berat kering, abu serat kasar dan lemak kasar yang lebih tinggi di

bandingan dengan pakan yang diberi suplemen.

a. Berat kering

Pakan yang diberi suplemen probiotik H** memiliki kadar berat kering

sebesar 87,17%. Pakan yang tidak diberi suplemen probiotik H** memiliki

berat kering sebesar 87.70%. Fungsi dari perhitungan berat kering sebagai

perhitungan BETN dan kadar air pada pakan.

Kadar berat kering yang tinggi menunjukan besarnya kandungan

organik pada pakan. Pakan tanpa suplemen probiotik memiliki berat kering

yang lebih tinggi dibandingkan dengan pakan yang diberi suplemen

probiotik. Tingginya berat kering belum menjamin ayam menerima nutrisi

yang banyak. Salah satu komponen dalam berat kering adalah serat kasar.

Sistem pencernaan unggas tidak memiliki enzim selulese. Enzim selulase

berfungsi untuk memecah serat kasar pada sistem pencernaan unggas.

Pakan menggunakan suplemen probiotik H** memiliki kadar serat

9,25%. Pakan yang tidak menggunakan suplemen probiotik H** memiliki

kadar serat kasar 11,48%. Kadar serat kasar dan berat kering yang tinggi

Kadar air pada pakan dapat ditentukan melalui berat kering. Pakan yang

diberi suplemen probiotik memiliki kadar air sebesar 12,83%. Pakan yang

tidak diberi suplemen probiotik memiliki kadar air sebesar 12.3%. Pakan

treatment dan kontrol masih tergolong pakan memenuhi standar gizi pada

pakan unggas. Standar kadar air pada pakan unggas menurut SNI memiliki

kadar maksimum sebesar 13%.

Suplemen probiotik mengalami peningkatan kadar air. kadar air pada

pakan yang diberi suplemen probiotik H** meningkat dipengaruhi oleh

aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme pada suplemen probiotik

memanfaatkan pakan sebagai nutrisi dan menghasilkan metabolisme berupa

air.

b. Kadar abu

Pakan yang diberi suplemen probiotik H** memiliki kadar abu 11,28%.

Pakan yang tidak diberi suplemen memiliki kadar abu sebesar 11,88 %.

Kadar abu berfungsi untuk menentukan bahan anorganik dalam pakan

treatment dan kontrol.

Suplemen probiotik H** mampu menurunkan kadar abu pada pakan.

Suplemen probiotik H** menurunkan kadar abu pada pakan melalui

fermentasi. Mikroorganisme yang berasal dari suplemen probiotik H**

memanfaatkan nutrisi pada pakan sebagai sumber energi untuk melakukan

Suplemen probiotik H** mampu menurunkan kadar abu pada pakan

sebesar 0,60%. Penurunan kadar abu yang dilakukan oleh mikroorganisme

yang terdapat pada suplemen probiotik H** belum mencapai standar kadar

abu pada pakan unggas. Standar kadar abu pada pakan yang dibutuhkan oleh

unggas yaitu maksimal 8%. Semakin tinggi jumlah kadar abu pada pakan

maka akan semakin buruk kualitas pakan. Kadar abu merupakan pakan yang

tidak dapat dicerna oleh ayam.

Kadar abu yang tinggi dapat dipengaruhi oleh pasir, tanah yang

mencemari pakan. Faktor yang mempengaruhi Kadar abu yang tinggi pada

pakan kontrol dan treatment yaitu pencemaran pakan. Kangkung merupakan

salah satu bahan yang digunakan untuk pakan kontrol dan treatment. Akar

kangkung memiliki peluang yang besar untuk mencemari pakan. Akar

kangkung tumbuh didalam tanah. Pencucian akar kangkung yang kurang

bersih membuat tanah yang melekat pada akar kangkung ikut tercampur

dengan pakan.

c. Serat Kasar

Serat kasar pada pakan yang diberi suplemen probiotik H** adalah

9,25%. Serat kasar pada pakan yang tidak diberi suplemen probiotik H**

adalah 11,48%. Suplemen probiotik H** mempengaruhi kadar serat kasar

probiotik mampu menurunkan kadar serat kasar. Penurunan kadar serat pada

pakan yang diberi suplemen probiotik terlihat pada kotoran unggas. Kotoran

unggas adalah sisa-sisa pencernaan pakan yang tidak dapat dicerna oleh

unggas. Proses fermentasi menyebakan mikroorganisme yang terkandung

didalam suplemen probiotik mampu mengurai rantai panjang karbohidrat,

protein, dan lemak. Pemecahan rantai panjang pada karbohidrat, protein dan

lemak membuat makanan bermolekul kompleks menjadi sederhana.

Tabel perkembangan berat badan ayam menujukan bahwa ayam yang

diberi pakan suplemen probiotik memiliki berat badan akhir yang lebih

tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan berat badan ayam

yaitu kadar serat kasar. Serat kasar merupakan pakan yang tidak dapat

dicerna oleh unggas. Serat kasar pada pakan berfungsi untuk membantu

gerak peristaltik usus, mencegah pengumpalan pakan pada seka,

mempercepat laju digesta dan memacu perkembangan organ pencernaan,

mengatasi kanker saluran pencernaan dan mengurangi kegemukan.

Kadar serat yang tinggi membuat laju pencernaan dan penyerapan

nutrien lambat. Pakan yang mengandung Serat kasar yang tinggi membuat

ayam mendapatkan sedikit energi. Kandungan serat kasar pada pakan harus

sesuai dengan kebutuhan serat pakan ayam. Kadar serat kasar yang sesuai

akan memaksimalkan ayam dalam menerima nutrisi. Standar kandungan

serat kasar pada ayam yaitu maksimal 6%. Tabel analisis kandungan

mikroorganisme pada pakan tretmen belum mampu membuat pakan

memiliki kadar serat yang sesuai untuk ternak. Penelitian lanjutan perlu

dilakukan kembali untuk mendapatkan kadar serat kasar yang sesuai dengan

pakan ayam.

d. Protein Kasar

Tabel analisis proksimat menunjukan kadar protein kasar yang diberi

suplemen probiotik pada pakan yaitu 12 %. Pada pakan yang tidak diberi

suplemen memiliki kadar protein 11,08 %. Suplemen probiotik H**

memepengaruhi kadar protein kasar pada pakan ayam.

Pakan yang diberi suplemen probiotik H** mampu menaikan kadar

protein kasar. Kenaikan kadar protein kasar mencapai 0,92 %. Faktor yang

mempengaruhi kenaikan protein kasar pada pakan adalah fermentasi.

Kenaikan protein kasar pada pakan probiotik H** masih belum memenuhi

standar kadar protein kasar pada unggas. Kadar protein kasar yang sesuai

untuk pakan unggas adalah minimal 15 %. Pakan ayam harus memiliki kadar

protein kasar yang sesuai. Kadar protein yang sesuai akan memaksimalkan

produktivitas ayam. fungsi protein bagi ayam adalah memperbaiki jaringan

tubuh, pertumbuhan jaringan baru, metabolisme energi kedalam zat-zat vital

e. Lemak Kasar

Pakan yang diberi suplemen probiotik H** memiliki kadar lemak kasar

5,58%. Pakan yang tak diberi suplemen probiotik H** yaitu sebesar 5.81%.

pakan yang diberi suplemen probiotik mengalami penurunan kadar lemak.

Faktor penurunan kadar lemak kasar pada pakan adalah fermentasi.

Lemak kasar pada pakan sangat penting untuk pertumbuhan dan

perkembagan ayam. Ayam tidak bisa menghasilkan asam lemak tidak jenuh.

Untuk mencukupi kebutuhan lemak ayam hanya mendapatkannya melalui

kosumsi pakan. Konsumsi lemak kasar harus sesuai dengan kebutuhan

lemak kasar pada unggas. Menurut SNI standar gizi pada pakan unggas

memiliki kadar lemak kasar minimum sebesar 3 %. Perlakuan dan kontrol

telah memenuhi standar lemak kasar pada unggas.

f. BETN ( bahan ekstrak tanpa nitrogen)

Pakan yang diberi suplemen probiotik H** memiliki kadar BETN

61,88%. Pakan yang tidak diberi suplemen probiotik H** adalah 59,72%.

Suplemen probiotik H** mempengaruhui hasilBETN. Hasil BETN

menunjukkan bahwa pemberian pakan menggunakan suplemen probiotik

mampu menaikkan kadar BETN.

Kadar BETN meningkat disebabkan oleh faktor fermentasi. suplemen

probiotik H** memiliki mikroorganisme yang memfermentasikan pakan.

Tillman, dkk. (1991) bahwa penurunan kandungan serat kasar dari suatu

bahan pakan akan meningkatkan kandungan BETN.

Kenaikan kadar BETN pada pakan treatmen mencapai 2,16%. menurut

(Wizna, dkk., 2009) bahwa kadar BETN yang sesuai untuk pakan unggas

adalah 81,10%. Hasil fermentasi yang dilakukan oleh suplemen probiotik

belum mampu memenuhi standar kadar BETN pada pakan. Pakan treatment

harus meningkatkan kadar BETN sebesar 19,22 % untuk bisa memenuhi

standar kadar BETN pada unggas. Sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut

untuk mendapatkan kadar BETN yang sesuai.

Dokumen terkait