BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Kebutuhan
Berdasarkan data yang di dapatkan peneliti dari guru kelas II, tahap selanjutnya yaitu mengumpulkan informasi mengenai 10 siswa yang memiliki kecemasan tersebut. Data atau informasi yang di dapatkan oleh peneliti berupa nama siswa, jenis kelamin, daftar nilai matematika hasil ujian tengah semester yang kemudian hasil informasi yang didapatkan akan dianalisis oleh peneliti. Berhubungan dengan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti, beberapa hal yang menunjukkan bahwa siswa tersebut mengalami kecemasan yaitu siswa yang kurang berkonsentrasi, terlihat cemas, dan gelisah pada saat
mengerjakan soal matematika. Untuk melihat daftar nilai matematika pada ujian tengah semester dapat dilihat pada tabel 4.3 dibawah ini.
Tabel 4. 3 Nilai Ujian Tengah Semester No Nama Matematika KKM 65 1. AK 60 2. DDP 54 3. GMA 40 4. JMR 34 5. LVAD 60 6. MAYF 44 7. NNA 54 8. QDZ 40 9. RRK 60 10. WHC 44 1. Perencanaan
Pada tahap ini akan menguraikan mengenai perencanaan skala kecemasan kognitif untuk siswa kelas II sekolah dasar. Perencanaan ini didapatkan berdasarkan hasil identifikasi masalah dan analisis kebutuhan. Pada hasil identifikasi masalah dan analisis kebutuhan menunjukkan bahwa guru memerlukan skala kecemasan aspek kognitif untuk siswa kelas II sekolah dasar. Peneliti menyusun sebuah rancangan dalam penyusunan kecemasan aspek kognitif yang diawali dengan landasan teori yang telah dijabarkan pada bab II yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan
blue-print skala kecemasan aspek kognitif serta penyusunan lembar validasi
a. Penyusunan Blue-Print Skala Kecemasan Aspek Kognitif
Pada penelitian ini peneliti menggunakan indikator yang dikemukan oleh Nevid (2003 : 164) yang mengatakan bahwa kecemasan dapat dilihat dengan beberapa ciri-ciri seperti sulit berkonsentrasi dan memfokuskan pikiran, ketakutan akan ketidakmampuan mengatasi masalah, khawatir tentang sesuatu dimasa yang akan mendatang, merasa terancam, khawatir akan ditinggal sendirian, dan berpikir semuanya sangat membingungkan. Dari beberapa ciri-ciri yang telah disebutkan merupakan indikator kecemasan yang dikemukan oleh Nevid. Indikator-indikator yang telah disebutkan pada bahasan sebelumnya digunakan untuk menyusun skala kecemasan aspek kognitif untuk siswa kelas II sekolah dasar. Blue-print yang menyusun skala kecemasan aspek kognitif untuk siswa kelas II dapat dilihat pada tabel 3.5. Blue-print yang telah disusun oleh peneliti telah disesuaikan dengan kritik dan saran dari beberapa ahli terutama guru wali kelas II bahwa jumlah pernyataan
favorable dan unfavorable telah sama jumlahnya.
Peneliti menggunakan indikator yang dikemukakan oleh Nevid diperuntukkan untuk mempermudah siswa dan mempermudah guru dalam mengetahui tingkatan kecemasan yang dimiliki oleh siswa pada saat mengikuti pelajaran matematika, dengan mengetahui tingkatan yang dimiliki oleh siswa guru akan mengatasi dan mencari cara pengajaran yang tepat dalam pengajaran matematika didalam kelas. Tujuan peneliti dalam penelitian ini dikarenakan masih terdapat guru-guru yang masih
belum mengetahui mengenai apa yang sedang dialami oleh siswanya di dalam kelas, guru hanya mengajar sesuai dengan aturan dan metode pengajaran yang sudah ada sejak lama, maka dari itu peneliti ingin membantu untuk mengetahui seberapa jauh kecemasan yang dialami oleh siswa yang menjadi subjek penelitian, kemudian hasil dari indikator yang dipakai oleh peneliti kemudian akan yang kemudian akan menjadi sebuah
blue-print dalam bentuk angka dan kalimat.
Tabel 4. 4 Blue-print Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif Dalam Bentuk Angka yang Telah Disesuaikan Dengan Indikator
No Indikator Kecemasan Kognitif Nomor aitem Jumlah aitem Bobot Favorabel Unfavorabel
1 Sulit berkonsentrasi dan
memfokuskan pikiran 1,2,3,4,5 6,7,8,9,10 10 30% 2 Ketakutan akan ketidakmampuan mengatasi masalah 11,12,13, 14 15,16,17,18 8 25% 3 Khawatir tentang sesuatu dimasa yang akan mendatang
19,20 21,22 4 15%
4 Merasa terancam 23,24 25,26 4 10%
5 Khawatir akan ditinggal
sendirian 27 28 2 10%
6 Berpikir semuanya
sangat membingungkan 29 30 2 10%
Jumlah 15 15 30 100%
Peneliti juga memberikan hasil blue-print yang telah disesuaikan dengan indikator dalam bentuk kalimat pernyataan dan dapat dilihat pada tabel 4.6 dibawah. Pernyataan-pernyataan yang peneliti susun pada tabel 4.6 sudah melalui beberapa tahapan validasi dari beberapa ahli seperti
ahli psikologi, ahli bahasa, dan guru wali kelas II, tujuan peneliti memberikan guru kelas memvalidasi produk yang peneliti susun agar hasil dari pernyataan-pernyataan yang peneliti susun sudah sesuai dengan penilaian dari beberapa ahli dan sudah sesuai pula dengan kondisi siswa didalam kelas. Hasil dari validasi oleh beberapa ahli akan akan direkapitulasi yang kemudian akan dimasukkan kedalam kriteria kelayakan sebuah produk, apakah produk yang peneliti susun sudah baik dan layak digunakan atau belum layak digunakan.
Tabel 4. 5 Blue-print Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Kognitif dalam Bentuk Kalimat yang Telah Disuaikan Dengan Indikator
No
Indikator Kecemasan
Kognitif
Nomor Butir Pernyataan
Favorabel Unfavorabel 1 Sulit berkonsentrasi dan memfokuskan pikiran
1. Ketika belajar menjelang ujian tengah semester, saya kesulitan untuk fokus mempelajari materi matematika.
6. Saya selalu
berkonsentrasi ketika belajar menjelang ujian tengah semester. 2. Ketika guru
memberitahukan waktu akan segera habis, saya menjadi tidak fokus dalam mengejarkan soal.
7. Konsentrasi saya dalam menyelesaikan ujian tidak terganggu dengan pemberithuan bahwa waktu akan segera habis.
3. Ketika sebagian teman saya sudah selesai
mengerjakan soal ujian tengah semester,
konsentrasi saya menjadi terganggu.
8. Saya tetap fokus mengerjakan soal ujian meski teman-teman telah selesai.
4. Saya sulit berkonsentrasi ketika mengerjakan soal ujian tengah semester.
9. Saya selalu fokus dalam mengerjakan soal ujian tengah semester. 5. Saya sulit berkonsentrasi
ketika pelajaran
10. Saya dapat
No
Indikator Kecemasan
Kognitif
Nomor Butir Pernyataan
Favorabel Unfavorabel matematika sedang berlangsung. pelajaran matemtika sedang berlangsung. 2 Ketakutan akan ketidakmampuan mengatasi masalah
11. Saya takut dimarahi oleh guru jika tidak bisa mengerjakan soal matematika. 15. Saya memiliki keyakinan dapat menyelesaikan soal matematika dengan benar.
12. Tangan saya gemetar ketika diminta
mengerjakan soal
matematika didepan kelas.
16. Saya berani mengerjakan soal matematika didepan kelas.
13. Pikiran saya menjadi tidak tenang menjelang ujian matematika.
17. Tidak ada yang saya takutkan menjelas ujian matematika.
14. Saya menjadi kesulitan untuk mengingat rumus pelajaran matematika ketika ulangan tengah semester.
18. Saya tidak kesulitan dalam mengingat rumus matematika yang sudah saya pelajari. 3 Khawatir tentang sesuatu dimasa yang akan mendatang
19. Saya khawatir jika tiba-tiba diminta oleh guru untuk mengerjakan soal matematika
21. Saya sangat senang ketika guru meminta saya mengerjakan soal
matematika. 20. Saya khawatir jika
tiba-tiba guru mengadakan kuis matematika dikelas.
22. Saya sangat senang ketika guru mengadakan kuis matematika
4 Merasa terancam
23. Saya gelisah ketika mengikuti pelajaran matematika.
25. Saya merasa nyaman ketika mengikuti
pelajaran matematika. 24. Saya ingin duduk di
kursi baris paling belakang ketika pelajaran
matematika sedang berlangsung.
26. Saya ingin duduk dikursi baris paling depan ketika pelajaran matematika sedang berlangsung. 5 Khawatir akan ditinggal sendirian
27. Saya sulit mengerjakan soal matematika tanpa bantuan dari teman.
28. Saya mampu mengerjakan soal matematika tanpa bantuan teman. 6 Berpikir semuanya terasa sangat membingungkan
29. Saya mengabaikan soal yang sulit.
30. Saya berusaha menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru meskipun sulit.
b. Penyusunan Instrumen Validasi Produk
Produk yang telah disusun oleh peneliti kemudian akan di validasi oleh ahli psikologi, ahli bahasa, dan guru wali kelas II. Hasil dari validasi dapat memperlihatkan kualitas dari produk yang telah disusun oleh peneliti. Peneliti melakukan beberapa perbaikan yang telah disesuaikan dengan saran-saran oleh ahli psikologi, ahli bahasa, dan guru wali kelas II. Hasil validasi yang didapatkan oleh peneliti dari beberapa ahli kemudian akan dikaji oleh peneliti apakah produk yang telah peneliti susun sudah sesuai atau belum, dikarenakan pada penelitian ini sudah ditetapkan oleh beberapa acuan. Beberapa kriteria kelayakan produk dapat dilihat pada tabel 3.9.
2. Pengembangan Bentuk Awal Produk
Pada tahap pengembangan bentuk awal produk hasil produk yang dihasilkan oleh peneliti berupa penyusunan skala kecemasan aspek kognitif untuk siswa kelas II sekolah dasar. Penjelasan selanjutnya akan membahas mengenai pengembangan bentuk awal produk yang berhubungan dengan sampul buku, isi buku, hasil validasi dari ahli psikologi, ahli bahasa, dan guru wali kelas II sekolah dasar.
a. Sampul Buku Skala Kecemasan Aspek Kognitif
Peneliti membuat sampul buku dengan menggunakan Microsoft
Word. Peneliti memilih warna putih sebagai warna dasar karena warna
dasar yang dikenal siswa adalah warna putih yang berarti bersih dan kebebasan. Pada bagian bawah diberi gambar siswa yang sedang bermain
dengan angka dan simbol matematika. dengan pemilihan warna yang cerah dan pemilihan gambar yang sesuai diharapkan dapat menarik minat siswa untuk mau membaca dan mengisi pernyataan-pernyataan skala yang telah dibuat. Panjang sampul 21 cm dan lebar sampul 15 cm.
Sampul buku yang disusun oleh peneliti berjudul “Skala Psikologi untuk Siswa Kelas II”. Dengan menggunakan jenis huruf Times New
Roman dengan diberi Bold agar penulisan terlihat lebih tebal. Ukuran
pada penulisannya 20pt, judul diletakkan pada tengah dengan spasi 1,5mm, sampul buku dicetak menggunakan kertas Ivory 210. Sampul buku dapat dilihat pada gambar 4.1.
Gambar 4. 1 Sampul Buku b. Isi Buku Skala Kecemasan Aspek Kognitif
Setelah penyusunan sampul pada buku, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti yaitu menyusun tampilan isi buku skala kecemasan dan isi didalamnya terdiri dari lembar permohonan, petunjuk pengisian, skala kecemasan dan lembar ucapan terimakasih. Pada isi buku dicetak menggunakan HVS 70 gram. Pada bagian lembar
permohonan peneliti menuliskan berupa salam pembuka, permohonan peneliti kepada siswa dalam mengisi skala kecemasan, dan lembaran ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang ikut serta dalam penelitian ini.
Jenis huruf yang digunakan peneliti oleh peneliti dalam penyusunan skala kecemasan ini menggunakan jenis font Arial dengan pont 14pt. Spasi yang digunakan adalah 15 mm dengan menggunakan rata tengah. Lembar permohonan pengisian dapat dilihat pada gambar 4.2.
Gambar 4. 2 Lembar Permohonan Pengisian Skala Kecemasan
Kemudian setelah lembar permohonan pengisian skala, peneliti melanjutkan dengan menyusun petunjuk pengisian skala. Pada petunjuk pengisian skala terdiri dari enam pernyataan, peneliti juga menggunakan jenis huruf Arial ukuran font 14pt. Skala kecemasan ini akan diisi oleh
siswa-siswa yang telah diberikan arahan untuk mengikuti petunjuk pengisian skala,dengan petunjuk pengisian dapat dilihat pada gambar 4.3.
Gambar 4. 3 Petunjuk Pengisian
Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti yaitu menyusun skala kecemasan yang terdiri dari 30 pernyataan, dan pada setiap butir pernyataan mengacu pada indikator kecemasan yang dapat dilihat pada
Blue-print penyusunan skala kecemasan aspek kognitif untuk siswa kelas
II sekolah dasar sesuai dengan tabel 4.5 dan tebel 4.6 pada skala kecemasan ini menggunakan jenis font Time New Roman dengan ukuran 19pt, peneliti menggunakan ukuran font yang sedikit lebih besar dikarenakan apabila menggunakan font normal maka tulisan pada setiap pernyataan akan tidak terlihat dan bahkan akan kesulitan dalam membacanya. Tampilan penyusunan skala kecemasan aspek kognitif untuk siswa kelas II sekolah dasar dapat dilihat pada gambar 4.4.
Gambar 4. 4 Tampilan Skala Aspek Kognitif untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar
Halaman terakhir pada buku skala kecemasan ini berisikan lembar ucapan terimakasih dengan menggunakan jenis font Times New Roman dengan ukuran 21pt untuk tulisan atas dan ukuran 20pt untuk tulisan bawahnya. Kemudian hasil bentuk awal produk yang telah disusun, kemudian dicetak untuk di validasi oleh para ahli. Tampilan lembaran ucapan terimakasih dapat dilihat pada gambar 4.5.
Gambar 4. 5 Lembar Ucapan Terimakasih
3. Validasi Produk
Tahap selanjutnya yaitu validasi produk yang dimana produk yang telah disusun oleh peneliti kemudian akan di validasi oleh ahli psikologi, ahli bahasa, dan guru wali kelas II. Hasil validasi yang telah diterima oleh peneliti akan menjadi bahan pertimbangan peneliti dalam melakukan perbaikan. Di bawah ini merupakan hasil validasi dari para ahli akan diuraikan oleh peneliti. a. Hasil Validasi oleh Ahli Psikologi
Hasil produk dari penelitian ini adalah berupa sebuah produk skala kecemasan aspek kognitif untuk siswa kelas II sekolah dasar dengan judul “ Skala Psikologi untuk Siswa Kelas II”. Hasil cetak skala akan di validasi oleh ahli psikologi. Setiap cetakan yang dinilai oleh ahli psikologi akan diberikan penilaian, kritik dan saran untuk peneiti agar peneliti mengtahui kriteria kelayakan produk yang telah disusun. Hasil validasi oleh ahli psikologi dapat dilihat pada tabel 4.6.
Tabel 4. 6 Hasil validasi oleh Ahli Psikologi
Ahli Total Rerata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Psikologi 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 32 3,2
Hasil validasi dari ahli psikologi kemudian dibandingkan dengan tabel 3.9 untuk mengetahui hasil kriteria kelayakan produk skala kecemasan aspek kognitif yang peneliti susun. Hasil validasi dari ahli psikologi memperoleh rerata 3,2, hasil yang didapat menunjukkan kedalam kriteria baik. Pada kategori tersebut menunjukkan bahwa produk sudah layak untuk digunakan namun masih perlu beberapa perbaikan yang telah diberikan oleh ahli psikologi. Pada lembar instrumen yang peneliti berikan pada ahli psikologi terdapat kolom komentar dan saran, pada tabel 3.6 dibawah ini merupakan rekapitulasi catatan dan komentar yang diberikan oleh ahli psikologi.
Tabel 4. 7 Catatan dan Komentar Umum oleh Ahli Psikologi Ahli No. Item Catatan/komentar Tindak lanjut
Psikologi Menganti kata “jelek” menjadi kata “kurang baik” Penliti merubah kata “jelek” di satu pernyataan. Menganti kata “jelek” menjadi kata “kurang baik” Menganti kata “terancam” menjadi kata “kuatir” Penliti merubah kata “terancam” di satu pernyataan. Menganti kata “terancam” menjadi kata “kuatir”
Berdasarkan catatan dan komentar yang diberikan oleh ahli psikologi, akan menjadi panduan peneliti untuk melakukan perbaikan pada pernyataan-pernyataan yang mendapatkan catatan dan komentar. b. Hasil Validasi oleh Ahli Bahasa
Produk ini juga divalidasi oleh ahli bahasa, instrument yang digunakan sama dengan intrumen yang digunakan oleh ahli psikologi yang dapat dilihat pada tabel 3.7. Pada penelitian atau memvalidasi produk ini ahli bahasa memberikan penilaian dengan menyesuaikan pernyataan yang terdapat pada instrumen, hasil validasi dari ahli bahasa akan dianalisis oleh peneliti untuk mengetahui kriteria kelayakan produk. Hasil validasi ahli bahasa dapat dilihat pada tabel 4.8.
Tabel 4. 8 Hasil Validasi oleh Ahli Bahasa
Ahli Total Rerata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Bahasa 2 4 4 3 3 4 3 4 3 4 34 3,4
Hasil yang didapatkan dari penilaian oleh ahli bahasa terhadap produk yang peneliti susun mendapatkan rerata sebesar 3,4, dan hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa produk yang telah disusun termasuk kedalam kriteria sangat baik, menunjukkan bahwa produk sudah layak digunakan. Ahli bahasa juga meberikan komentar terhadap produk skala kecemasan. Peneliti menggunakan komentar dari ahli
sebagai pertimbangan untuk memperbaiki produk tersebut. Berikut merupakan rekap komentar dari ahli bahasa dapat dilihat pada tabel 4.9.
Tabel 4. 9 Catatan dan Komentar Umum oleh Ahli Bahasa Ahli No
Item Catatan/komentar Tindak lanjut 1 Dibuat lebih full
gambar.
Peneliti memperbesar gambar agar terlihat lebih jelas. 2 Pengerjaan harus tetap
dicontohkan.
Peneliti memberikan contoh pada skala agar memahami pengerjaan.
24 Pernyataan nomer 24 lebih di perjelas
Peneliti membuat pernyataan lebih rinci dan jelas.
Komentar umum
Huruf diperbesar. Peneliti memperbesar ukuran huruf di pernyataan skala agar lebih mudah dibaca.
Jenis huruf tidak lebih luwes.
Peneliti mengganti penulisan dari Times New Roman
menjadi Arial.
Berdasarkan catatan dan komentar yang diberikan oleh ahli bahasa, akan menjadi panduan peneliti untuk melakukan perbaikan pada pernyatan-pernyataan yang mendapatkan catatan dan komentar.
c. Hasil Validasi Guru kelas II
Produk ini di validasi juga oleh guru kelas II, dikarenakan guru ini mengerti dan memahami perbandingan kualitas hasil belajar siswa pada saat pelajaran matematika.
Tabel 4. 10 Hasil Validasi oleh Guru Kelas II
Ahli No item Total Rerata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Hasil didapatkan dari guru kelas II sebesar 3,7. Berdasarkan kriteria kelayakan oleh guru kelas II termasuk kedalam kriteria sangat baik dan produk yang telah disusun oleh peneliti tidak membutuhkan perbaikan dan sudah layak untuk digunakan. Pada penilaian ini guru kelas II tidak memberikan komentar secara tertulis.
d. Rekapitulisasi Hasil Validasi
Produk yang telah peneliti susun telah mendapatkan beberapa validasi dari beberapa ahli seperti ahli psikologi pada tabel 4.7, ahli bahasa pada tabel 4.9, dan guru kelas II pada tabel 4.10. hasil rekapitulasi hasil validasi oleh ketiga ahli dapat dilihat pada tabel 4.11.
Tabel 4. 11 Rekapitulisasi Hasil Validasi
Ahli No item Total Rerata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Psikologi 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 32 3,2
Bahasa 2 4 4 3 3 4 3 4 3 4 34 3,4
Guru 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 37 3,7
Rerata 34,3 3,43
Hasil rekapitulasi memperoleh rerata hitung sebesar 3,43. Berdasrkan kriteria kelayakn yang tertera pada tabel 3.9 produk skala kecemasan aspek kognitif untuk siswa kelas II sekolah dasar termasuk kedalam kriteria sangat baik dan sudah layak untuk digunakan. Pada penilaian ini peneliti mendapatkan catatan untuk memperbaiki produk
skala kecemasan dari ahli psikologi pada tabel 4.8 dan peneliti mendapat catatan dan komentar dari ahli bahasa dapat dilihat pada tabel 4.10. hasil perbaikan yang telah diperbaiki oleh peneliti dapat dilihat pada tabel 4.12.
Tabel 4. 12 Rekapitulasi Komentar Para Ahli Catatan/komentar Tindak lanjut
Dibuat lebih full gambar. Peneliti memperbesar gambar agar terlihat lebih jelas.
Pengerjaan harus tetap dicontohkan.
Peneliti memberikan contoh pada skala agar memahami pengerjaan.
Pernyataan nomer 24 lebih di perjelas
Peneliti membuat pernyataan lebih rinci dan jelas.
Pernyataannya lebih di perjelas. Peneliti memperbaiki penulisan pernyataan pada aitem skala sesuai dengan masukkan validator.
Huruf diperbesar. Peneliti memperbesar ukuran huruf di pernyataan skala agar lebih mudah dibaca. Jenis huruf tidak lebih luwes. Peneliti mengganti penulisan dari Times
New Roman menjadi Arial.
Menganti kata “jelek” menjadi kata “kurang baik”
Menganti kata “jelek” menjadi kata
“kurang baik”
Menganti kata “terancam”
menjadi kata “kuatir”
Menganti kata “terancam” menjadi kata
“kuatir”
4. Uji Coba Lapangan
Peneliti melakukan uji coba pada 10 siswa yang telah peneliti tentukan, siswa-siswa yang telah dipilih oleh peneliti telah disesuaikan dengan saran oleh beberapa ahli seperti ahli psikologi dan guru wali kelas II. Siswa-siswa yang menjadi subjek penelitian terdiri dari 6 siswa putra dan 4 siswa putri, lokasi yang digunakan untuk melakukan ujicoba adalah ruang kelas II SDN Adisucipto 2, peneliti melakukan uji coba selama satu jam. Semua persiapan
telah dipersiapkan oleh peneliti dengan meminta izin kepada guru wali kelas II sekolah dasar dan mempersiapkan tempat yang akan dipakai agar siswa dapat mengerjakan buku skala kecemasan dengan tenang dan nyaman, pelaksanaan uji coba dilakukan pada saat siswa telah selesai mengikuti kegiatan belajar didalam kelas. Setelah siswa menduduki kursi masing-masing, peneliti membagikan buku skala kecemasan dengan cara menanyakan pertanyaan kepada siswa yang berhungan dengan buku skala kecemasan yang peneliti susun. Setelah siswa mengerti cara mengisi buku skala kecemasan, kemudian peneliti mengajak siswa untuk mengerjakan namun diawali dengan mengisi identitas mereka masing-masing. Selanjutnya setelah siswa selesai mengisi peneliti mengumpulkan semua buku skalakecemasan yang kemudian akan dianalisis dan dihitung.
a. Data dan Analisis Hasil
Data hasil jawaban siswa adalah hasil yang diperoleh dari siswa pada saat menjawab skala psikologi. Pada tabel 4.13 merupakan hasil dari jawaban siswa ketika mengisi skala psikologi.
Tabel 4. 13 Hasil Analisis Data Jawaban Siswa
Nama AK DDP GMA JMR LVAD MAYF NNA QDZ RRK WHC No item 1 2 2 3 1 1 3 4 4 1 2 2 2 1 3 1 1 3 4 4 1 1 3 2 2 3 1 1 3 4 4 1 2 4 2 2 4 2 3 4 4 2 2 1 5 3 2 3 1 1 3 4 4 1 2 6 2 2 4 2 3 4 4 2 2 1 7 2 2 3 1 1 3 4 4 1 2 8 2 1 3 1 1 3 3 4 1 1 9 2 2 4 1 3 3 3 4 2 2 10 2 4 4 2 3 2 3 2 2 2
Nama AK DDP GMA JMR LVAD MAYF NNA QDZ RRK WHC 11 2 1 3 1 1 3 4 4 1 1 12 2 1 3 1 1 3 4 4 1 1 13 3 2 2 2 3 2 1 1 1 1 14 1 4 3 2 3 3 4 2 2 2 15 2 3 3 2 2 3 4 2 2 2 16 2 1 3 1 1 3 4 4 1 2 17 2 1 3 1 1 3 4 4 1 2 18 2 1 3 1 1 3 4 4 1 4 19 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 20 3 2 3 2 2 3 4 3 2 2 21 4 3 3 2 2 2 4 3 1 1 22 1 2 2 1 2 3 4 1 1 1 23 2 2 4 2 2 2 4 3 3 3 24 2 2 3 2 3 4 4 3 1 1 25 2 3 4 2 2 2 4 3 2 2 26 2 4 4 1 2 2 4 3 2 2 27 4 4 4 2 2 2 4 3 1 1 28 2 2 4 2 3 2 4 3 2 2 29 2 1 3 1 1 3 3 4 1 1 30 2 1 3 1 1 3 2 4 2 2 Jumlah 82 65 61 95 44 54 84 108 93 43
Pada tabel 4.14 merupakan hasil jawaban siswa, dan hasil tersebut kemudian akan peneliti masukkan ke dalam tingkatan kecemasan yang dialami oleh siswa.
Tabel 4. 14 Hasil Analisis Jawaban Siswa
No Nama Siswa Skor Total Tingkat Kecemasan
1 AK 82 Kecemasan Sedang
2 DDP 65 Kecemasan Ringan
3 ANH 61 Kecemasan Ringan
4 JMR 95 Kecemasan Berat
5 LVAD 44 Tidak Cemas
6 MAYF 54 Kecemasan Ringan
7 NNA 84 Kecemasan Sedang
8 QDZ 108 Kecemasan Sangat Berat
9 RRK 93 Kecemasan Berat
Berdasarkan tabel 4.14 peneliti dapat mengetahui terdapat 2 siswa yang berada dalam kategori kecemasan sedang, 3 siswa yang berada dalam kategori kecemasan ringan, 2 siswa yang berada dalam kategori kecemasan berat, 1 siswa dalam kategori kecemasan sangat berat, dan sedangkan 2 siswa lainnya tidak mengalami kecemasan. Hasil pada tabel diatas didapatkan berdasarkan hasil analisis data siswa pada saat menjawab setiap pernyataan yang berada di dalam produk. Pada akhir uji coba peneliti membagikan kuesioner tanggapan mengenai produk buku skala kecemasan aspek kognitif untuk siswa kelas II sekolah dasar. Hasil tanggapan produk skala kecemasan yang diberikan oleh peneliti untuk siswa kelas II dapat dilihat pada tabel 4.15 dan hasil tabel di bawah dihitung untuk mendapatkan hasil rerata.
Tabel 4. 15 Hasil Tanggapan oleh Siswa Mengenai Produk Skala Kecemasan
No Nama No item Jumlah Rerata
1 2 3 4 5 1 AK 4 4 4 4 4 20 4,0 2 DDP 3 4 4 4 4 19 3,8 3 ANH 4 4 3 4 3 18 3,6 4 JMR 4 4 4 4 4 20 4,0 5 LVAD 4 4 4 4 4 20 4,0 6 MAYF 4 4 4 4 4 20 4,0 7 NNA 4 4 4 4 4 20 4,0 8 QDZ 3 4 4 4 4 19 3,8 9 RRK 4 3 4 4 4 19 3,8 10 WHC 4 4 3 4 4 19 3,8 Rerata 38,8 3,8
Menurut hasil tanggapan oleh siswa mengenai produk skala kecemasan aspek kognitif melalui tabel 4.15 didapatkan hasil rerata skor
sebesar 3,8. Dan hasil tersebut terasuk kedalam kriteria sangat baik, hasil tersebut menunjukkan bahwa skala kecemasan yang peneliti susun sudah layak digunakan untuk mengetahui kecemasan yang dialami siswa. hasil tanggapan siswa pada produk skala kecemasan aspek kognitif siswa dapat dilihat pada lembar lampiran.