BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Di subbab ini menguraikan tentang proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Proses penelitian ini meliputi penelitian dan pengumpulan data. Perencanaan, pengembangan bentuk awal produk, validasi produk, revisi desain, dan uji coba lapangan terbatas.
1. Penelitian dan Pengumpulan Data
Pada tahap awal yang dilakukan oleh peneliti yaitu penelitian dan pengumpulan data. Pada tahap ini peneliti melakukan beberapa kegiatan berupa pengamatanuntuk mengumpulkan data yang akan dijadikan sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian ini. Pengumpulan data yang dimaksut peneliti adalah observasi di dalam kelas dilanjutkan dengan wawancara guru wali kelas II. Penelitian pada tahap awal, dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang dialami oleh siswa SDN Adisucipto 2. Pada tahap ini juga peneliti menemukan beberapa permasalahan yang dialami oleh siswa terutama mengenai kecemasan siswa yang mengacu kepada aspek kognitif mereka.
Kemudian peneliti memulai untuk mempelajari lebih dalam mengenai pemahaman tentang kecemasan aspek kognitif yang dialami oleh siswa kelas II di SDN Adisucipto 2 Yogyakarta, setelah peneliti mendalami tentang kecemasan aspek kognitif yang dialami oleh siswa kelas II di SDN Adisucipto 2, peneliti melanjutjukan dengan menghubungkan dengan uraian-uraian yang terdapat di dalam kajian teori. Dari hasil penelitian dan pengumpulan data, peneliti melanjutkan tahap selanjutnya dengan menyusun sebuah alat ukur yaitu skala kecemasan aspek kognitif untuk memenuhi kebutuhan guru untuk melihat tingkatan kecemasan yang dialami oleh siswanya di dalam kelas pada saat mengikuti pembelajaran matematika. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui identifikasi masalah dan analisis kebutuhan. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai identifikasi masalah dan analisis kebutuhan.
2. Identifikasi Masalah
Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah yang berkaitan dengan kognitif dan sikap yang ditunjukkan oleh siswa pada saat mengikuti pembelajaran matematika dan pada saat mengikuti ulangan tengah semester disekolah. Identifikasi masalah dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil observasi dan wawancara dianalisis oleh peneliti.
a. Observasi
Peneliti melakukan observasi pada pembelajaran matematika pada kelas II. Observasi dilakukan untuk mengetahui keaktifan siswa saat mengikuti pembelajaran matematika, cara mengajar guru, reaksi yang
ditunjukan oleh siswa. Observasi dilakukan oeh peneliti pada tanggal 7 September 2017 Pedoman observasi digunakan oleh peneliti dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4. 1 Hasil Observasi Pembelajaran Matematika Objek yang diamati Jawaban Catatan
Siswa mengikuti
pembelajaran matemtika dengan aktif
Tidak
Sebagian siswa terlihat aktif mengikuti pembelajaran
matemtika, namun ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran matematika
Siswa mengalami kesulitan ketika mengikuti
pembelajaran matematika di dalam kelas
Ya
Terlihat ada beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan, terlihat ketika diberikan
pertanyaan dari guru, siswa hanya diam dan menundukan kepala Siswa sangat antusias dalam
menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru
Tidak
Beberapa siswa yang ditunjuk oleh guru untuk menjawab pertanyaan terlihat bersemangat, namun ada juga siswa yang menolak pertanyaan dan melemparkan kepada temanya Guru memberikan instruksi
dengan jelas Ya
Guru memberikan instruksi yang mudah diapahami oleh siswa Siswa mampu menjalani
instruksi yang diberikan oleh guru
Tidak
Siswa masih sulit memahami instruksi yang diberikan oleh guru, sehingga guru harus menjelaskanya secara berulang-ulang
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran di dalam kelas, siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Kebanyakan dari mereka diam ketika guru menanyakan kesulitan yang dialami oleh siswa saat mengikuti
pembelajaran matematika. Ketika guru menyampaikan materi pembelajaran, guru juga sudah menggunakan bahasa dan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa. Selain itu siswa yang tidak aktif dapat dilihat ketika guru memberikan pertanyaaan dan siswa yang hanya diam serta siswa yang menundukan kepala dan melemparkan pertanyaan tersebut kepada temanya. yang lain unuk menjawab pertanyaan dari guru tersebut. Ada pula siswa yang menjawab pertanyaan dari guru dengan kurang percaya diri serta keragu-raguan dalam menjawab pertanyaan. Siswa tersebut menjawab pertanyaan dari guru dengan suara lirih agar tidak terdengar oleh teman satu kelasnya. Hasil observasi menunjukan bahwa guru sudah baik dalam penyampaian materi, tetapi masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Ketika guru menanyakan mengenai ketidakpahaman materi yang disampaikan kepada siswa, siswa hanya dia serta menundukan kepala. Ada beberapa siswa juga yang merasa takut serta ragu-ragu dalam menjawab pertnyaan yang diberikan oleh guru serta tidak percaya diri dalam bertanya mengenai materi yang telah disampaikan oleh guru. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami kecemaasan dalam mengikuti pembelajaran matematika di dalam kelas. b. Wawancara
Pada penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan guru wali kelas II. Wawancara dilakukan pada tanggal 7 September 2017, dan
wawancara dilakukan telah sesuai dengan pedoman wawancara pada tebel 3.2.hasil wawancara dengan guru kelas II dapat dilihat melalui tabel 4.2.
Tabel 4. 2 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas II Topik
Pertanyaan
Nomor
Item Hasil Wawancara Informasi yang berkaitan dengan keaktifan siswa 1,2,3
Selama proses pembelajaran siswa kurang antisiuas, khususnya pada materi yag dianggap sulit oleh siswa, sebaliknya jika materi tersebut mudah maka ada beberapa siswa yang antusias dalam mengikutinya. Ketika guru memeberikan pertanyaan kepada siswa, beberapa siswa hanya diam dan menundukan kepala serta melemparkan pertanyaan yang sulit kepada temanya Materi yang dianggap sulit oleh siswa 4 dan 5
Siswa masih sangat kesulitan dalam materi
penjumlahan, makanya sering kali guru mengulang materi penjumlahan dengan diadakannya kuis tentang materi penjumlahan.
Respon siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika 6 dan 7
Ada beberapa siswa yang bingung dan menundukan kepala karena tidak bisa menjawab pertanyaan, ada juga siswa yang melemparkan pertanyaan tersebut kepada temanya, kemudian ada juga siswa yang hanya diam saja serta beberapa siswa yang menunjukan sikap gugup karena tidak bisa mengerjakan soal di papan tulis, kemudian siswa tersebut akan melemparkan pertanyaan kepada temanya Hasil belajar siswa beberapa bulan terakhir 2,8 dan 9
Guru mengakui bahwa hasil belajar siswa beberapa bulan terakhir ini tidak memuaskan. Siswa dapat menangkap materi pemebelajaran. Namun ketika ujian berlangsung, ketelitian siswa dalam
mengerjakan soal sangat kurang. Sisa sangat tahu cara atau langkah-langkah pengerjaan, namun karena siswa kurangnya ketelitian sehingga mebuat jawaban siswa menjadi salah. Rata-rata hasil belajar siswa dalam bidang matemtika juga sangat rendah apabila dibandingkan dengan mata pelajaran lainya.
Pemahaman tentang kecemasan
10 dan 11
Guru memang sering mendengar kata kecemasan, namun tidak mengerti secara mendalam arti kecemasan itu sendiri. Menurut guru kecemasan sendiri menggambarkan rasa takut, sebagai contoh siswa menundukan kepala ketika guru memberikan
Topik Pertanyaan
Nomor
Item Hasil Wawancara
pertanyaan, kemudian siswa gelisah ketika disuruh maju kedepan kelas untuk mengerjakan soal. Bagaimana sikap ibu dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang ada 12
Usaha yang telah guru dalam menghadapi kesulitan yang ada adalah guru tersebut akan menulusuri terlebih dahulu penyebab terjadinya .kecemasan pada siswa, ataupun kesulitan yang dihapai siswa ketika mengikuti pembelajan khususnya matematika, kemudian guru akan membuat inovasi pembelajaran yang baru untuk pembelajaran matematika seperti membuat permainan agar siswa juga tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran matematika.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas II, peneliti mendapatkan hasil mengenai kecemasan yang dialami oleh siswa dan peneliti dapat menyimpulkan bahwa, kecemasan yang di alami siswa akan timbul pada saat siswa tersebut mengikuti pembelajaran matematika hal tersebut dapat dibuktikan pada saat peneliti mengikuti pembelajaran KMB seperti biasa.