BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Kebutuhan
Langkah awal dalam melakukan penelitian pengembangan buku suplemen ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan peneliti berdasarkan langkah- langkah pengembangan buku suplemen yang telah diuraikan pada bab III. Peneliti melakukan analisis keb utuhan dengan mewawancai guru kelas kelas II SD.
Wawancara dilakukan kepada Ibu Fatkhul Karomah selaku guru kelas II SD Negeri Boto pada hari Senin tanggal 30 Maret 2015. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi adanya fakta masalah yang terjadi di lapangan yang berkaitan dengan keterampilan membaca dan menulis di kelas II dan buku yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan mengetahui fakta masalah yang ada, produk yang dikembangkan akan disusun sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan dan dilandasi dengan teori- teori yang mendukung penyusunan buku suplemen.
4.1.1 Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan
Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas II SD Negeri Boto pada hari Senin, 30 Maret 2015. Wawancara tersebut berpedoman pada sembilan butir pertanyaan untuk melakukan survei kebutuhan buku suplemen. Berikut data hasil wawancara dengan guru kelas II SD Negeri Boto yang akan dijelaskan pada setiap butirnya.
Butir pertanyaan pertama tentang pemahaman guru mengenai membaca dan menulis permulaan.Guru memberikan jawaban bahwa membaca dan menulis permulaan merupakan dasar untuk pembelajaran lebih lanjut karena orang dapat memahami atau mengerti suatu hal dari keterampilan membaca dan menulis. Jika seseorang tidak menguasai kedua hal tersebut, maka ia tidak dapat menyerap berbagai informasi.
Butir pertanyaan kedua yaitu tentang pembelajaran MMP di kelas melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ibu Fatkhul memaparkan bahwa, pembelajaran MMP di kelas dilaksanakan melalui kegiatan membaca secara rutin atau terus menerus. Bacaan tersebut dapat berupa cerita-cerita pendek yang menarik.
Butir pertanyaan ketiga yaitu tentang kesulitan siswa kelas II dalam menguasai keterampilan membaca dan menulis. Guru kelas II menjelaskan bahwa terdapat beberapa siswanya yang masih mengalami kesulitan terkait dengan keterampilan membaca dan menulis. Siswa-siswa tersebut masih membaca dengan mengeja per huruf dan per suku kata, sehingga sering lebih lambat daripada siswa yang lain. Selain itu, banyak siswa yang kesulitan menulis huruf
tegak bersambung. Siswa kurang termotivasi sehingga siswa sering mengeluh saat diminta menulis huruf tegak bersambung.
Butir pertanyaan keempat adalah tentang kesulitan yang dialami guru dalam pembelajaran membaca dan menulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Guru menjelaskan bahwa dengan adanya kesenjangan kemampuan belajar di dalam kelas, siswa dengan kemampuan membaca dan menulis yang baik cenderung lebih cepat mengerjakan tugas sehingga cepat merasa bosan ketika menunggu teman-teman yang memiliki kemampuan membaca dan menulis rendah yang sedang diberikan bimbingan khusus oleh guru.
Butir pertanyaan kelima yaitu tentang usaha guru untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran keterampilan membaca dan menulis melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia. Guru tersebut memaparkan bahwa ada beberapa usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran keterampilan membaca dan menulis melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia. Cara-cara tersebut diantaranya adalah memberikan tugas atau PR untuk latihan membaca dengan dampingan dari orang tua, melaksanakan tutorial sebaya saat pembelajaran di kelas, memberikan jam tambahan sekitar 30 menit bagi siswa yang kesulitan membaca dan menulis sete lah pulang sekolah untuk kegiatan membaca.
Butir pertanyaan keenam yaitu tentang buku pegangan yang digunakan untuk pembelajaran keterampilan membaca dan menulis di kelas II. Guru tersebut menjawab bahwa buku pegangan yang digunakan guru untuk pembelajaran
keterampilan membaca dan menulis di kelas II adalah buku sekolah elektronik (BSE) yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Butir pertanyaan ketujuh yaitu tentang pendapat guru mengenai buku sekolah elektronik (BSE) yang dikeluarkan oleh pemerintah. Guru kelas II tersebut memberikan penjelasan bahwa buku-buku tersebut sudah cukup baik, tetapi sebaiknya perlu ditambahkan dengan cerita menarik beserta gambar yang berwarna-warni, sehingga siswa dapat lebih tertarik dan termotivasi belajar. Buku- buku juga perlu uptodate sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.
Butir pertanyaan kedelapan yaitu tentang kebutuhan guru akan buku suplemen untuk menunjang pembelajaran membaca dan menulis siswa kelas II. Guru kelas II menjawab bahwa guru memerlukan buku suplemen untuk menunjang pembelajaran membaca dan menulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Guru kelas tersebut juga menjelaskan kriteria yang terdapat pada buku suplemen yang dibutuhkan seperti cerita pendek bergambar, berwarna-warni, cerita-cerita uptodate, dan terdapat gambar- gambar kartun karena anak menyukai kartun sehingga dapat menaik dan memotivasi siswa.
Butir pertanyaan kesembilan yaitu tentang apakah guru pernah membuat atau mengembangkan secara mandiri bahan ajar bagi siswa untuk pembelajaran membaca dan menulis permulaan. Guru tersebut menjawab bahwa guru tersebut belum pernah mengembangkan bahan ajar yang menunjang pembelajaran membaca dan menulis di kelas. Akan tetapi, guru tersebut ada keinginan untuk membuatnya.
4.1.2 Pembahasan Wawancara Analisis Kebutuhan
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dipaparkan di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa pemahaman yang dimiliki guru mengenai pentingnya keterampilan membaca dan menulis sudah cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran membaca dan menulis yang diselenggarakan di dalam kelas juga telah diusahakan guru mengarah pada tujuan membaca dan menulis dengan cara melaksanakan kegiatan membaca cerita-cerita pendek secara rutin. Guru juga telah berusaha menggunakan beberapa cara untuk mengatasi masalah pada siswa yang memiliki kemampuan membaca menulis rendah dengan memberikan PR membaca, melaksanakan tutorial sebaya, dan memberikan jam tambahan belajar membaca dan menulis setelah pulang sekolah.
Permasalahan yang dihadapai terkait dengan buku yang digunakan guru adalah buku yang digunakan guru kurang dapat membuat siswa tertarik dan termotivasi untuk berlatih membaca dan menulis, karena masih dijumpai beberapa anak yang mengeluh saat diberikan tugas yang terkait dengan membaca dan menulis. Dengan adanya permasalahan tersebut guru merasa memerlukan bahan ajar berupa buku dengan beberapa kriteria seperti cerita pendek bergambar, berwarna-warni, terdapat gambar-gambar kartun, serta yang uptodate. Guru kelas II juga belum pernah membuat bahan ajar berupa buku untuk menunjang pembelajaran membaca menulis di kelas, meskipun memiliki keinginan dan rencana untuk membuat bahan ajar berupa buku tersebut.