Suryani, Septyani. Dwi. (2016). Pengembangan Buku Suplemen Muatan pelajaran Bahasa Indonesia untuk Siswa Kelas II Semester 2 SD Negeri Boto. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma.
Keterampilan membaca dan menulis merupakan keterampilan yang perlu dikuasai dengan baik, karena keterampilan membaca dan menulis merupakan dasar utama seseorang untuk mampu menguasai ilmu pengetahuan dalam bidang studi yang diajarkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa buku suplemen muatan pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas II semester 2 yang terkait dengan keterampilan membaca dan menulis.
Penelitian pengembangan ini menggunakan prosedur pengembangan yang menggabungkan model Borg and Gall dan langkah pengembangan perangkat pembelajaran Dick & Carey. Ada tujuh langkah dalam penelitian pengembangan ini yaitu (1) potensi dan masalah (2) pengumpulan data (3) desain produk (4) validasi produk (5) revisi desain (6) uji coba produk secara terbatas (7) revisi produk berdasarkan uji coba terbatas. Instrumen dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan wawancara dan kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan kepada guru kelas II SD Negeri Boto, sedangkan kuesioner digunakan untuk validasi kualitas dan kelayakan buku suplemen oleh ahli Bahasa Indonesia, dua guru kelas II SD, dan 6 siswa kelas II SD.
Berdasarkan hasil validasi dari ahli Bahasa Indonesia 1 diperoleh skor 4,2 dengan kategori baik, pakar bahasa Indonesia 2 diperoleh skor 4,1 dengan kategori baik, guru kelas II SD 1 diperoleh skor 4,34 dengan kategori sangat baik, guru kelas II SD 2 diperoleh skor 4,44 dengan kategori sangat baik, dan enam siswa kelas II SD diperoleh skor 4,25 dengan kategori sangat baik. Rerata skor yang diperoleh dari keseluruhan validasi adalah 4,26 dengan kategori sangat baik. Hal tersebut ditinjau dari (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi kebahasaan, (4) keterampilan, dan (5) metodologi. Dengan demikian buku suplemen yang dikembangkan telah layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa kelas II semester 2 di SD Negeri Boto.
Suryani, Septyani. Dwi. (2016). The Development of Indonesia Supplementary Book for the Second Grade of Second Semester in Boto Elementary School. Thesis. Yogyakarta: Departement of Elementary School Teacher Education, Sanata Dharma University.
Reading and writing is the skill that needs to be mastered properly by students because reading and writing skills are the main basis for someone to be able to master science in the field of study that is taught in the school. This study aims to produce the material of supplementary book of Indonesian Language for student in the second grade of second semester which is influence with reading and writing skills.
This study uses a model development procedure Borg and Gall and model of Dick & Carey. There are seven steps (1) potential and problem, (2) data gathering, (3) product design, (4) product validation, (5) design revision, (6) product trial implementation, (7) product revision. The instrument of this study using a list of interview and questionnaires. Interviews used to analyze of the needs to teacher, while the questionnaires is used to validate the quality and feasibility of Indonesian supplementary book to Indonesian experts, teacher of grade II, and student of grade II.
Based on the result of expert validation Indonesian 1 obtained score of 4,2 with good category, an Indonesia expert 2 obtained score of 4,1 with good category, teacher of grade two 1 obtained score 4,34 with very good category, teacher of grade two 2 obtained score 4,44 with very good category, and six student of grade two Boto Elementary School obtained score 4,25 with very good category. The average of all score is 4,26 with very good category. It is on the aspects in the validation instruments including the (1) goal and approach, (2) design and organization, (3) language content, (4) language skill, and (5) methodology. Therefore the supplementary book is appropriate to be used teaching and learning Indonesian in Boto Elementary School.
PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN
MUATAN PELAJARAN BAHASA INDONESIA
UNTUK SISWA KELAS II SEMESTER 2
SEKOLAH DASAR NEGERI BOTO
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mempe roleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Oleh:
Septyani Dwi Suryani NIM 121134234
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
HALAMAN PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan kepada:
1. ALLAH SWT dzat yang telah memberikanku kehidupan hingga hari ini
2. Nabi Muhammad SAW penuntun umatnya dari alam jahiliyah menuju
alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan peradaban yang sesuai
dengan syariat ALLAH SWT
3. Ibuku, Ibuku, dan Ibuku pemberi semangat dan selalu mendoakanku
sepanjang waktu
4. Bapakku pemberi dukungan dan nasihat petuah dalam hidupku
5. Kakak dan adekku pelawak amatir yang selalu menghiburku
6. Teman hidupku orang yang hingga hari ini selalu membuatku banyak
belajar
MOTTO
Bismillahhirohmanirohim
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba- hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa
yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah
akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya (QS. Saba: 39)
Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu (QS. Ibrahim: 7)
Dan tidaklah pantas bagi orang yang beriman lelaki atau perempuan, untuk
memiliki pilihan lain dari urusan mereka pada saat Allah dan Rasul-Nya telah
menetapkan suatu perkara. Barang siapa yang durhaka kepada Allah dan
Rasul-Nya sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata (QS. Al Ahzab: 36)
Being different can mean making a difference (Daisy Agent of SHIELD)
You start with something pure, something exciting. Then, come the mistakes. The
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis tidak
memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam
kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 26 Januari 2016
Penulis,
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:
Nama : Septyani Dwi Suryani
Nomor Mahasiswa : 121134234
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
“Pengembangan Buku Suple men Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Siswa Kelas II Semester 2 Sekolah Dasar Negeri Boto”
beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada
perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan
dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan,
mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media
lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun
memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal: 26 Januari 2016
Yang menyatakan
ABSTRAK
Suryani, Septyani. Dwi. (2016). Pengembangan Buku Suplemen Muatan pelajaran Bahasa Indonesia untuk Siswa Kelas II Semester 2 SD Negeri Boto. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma.
Keterampilan membaca dan menulis merupakan keterampilan yang per lu dikuasai dengan baik, karena keterampilan membaca dan menulis merupakan dasar utama seseorang untuk mampu menguasai ilmu pengetahuan dalam bidang studi yang diajarkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa buku suplemen muatan pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas II semester 2 yang terkait dengan keterampilan membaca dan menulis.
Penelitian pengembangan ini menggunakan prosedur pengembangan yang menggabungkan model Borg and Gall dan langkah pengembangan perangkat pembelajaran Dick & Carey. Ada tujuh langkah dalam penelitian pengembangan ini yaitu (1) potensi dan masalah (2) pengumpulan data (3) desain produk (4) validasi produk (5) revisi desain (6) uji coba produk secara terbatas (7) revisi produk berdasarkan uji coba terbatas. Instrumen dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan wawancara dan kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan kepada guru kelas II SD Negeri Boto, sedangkan kuesioner digunakan untuk validasi kualitas dan kelayakan buku suplemen oleh ahli Bahasa Indonesia, dua guru kelas II SD, dan 6 siswa kelas II SD.
Berdasarkan hasil validasi dari ahli Bahasa Indonesia 1 diperoleh skor 4,2 dengan kategori baik, pakar bahasa Indonesia 2 diperoleh skor 4,1 dengan kategori baik, guru kelas II SD 1 diperoleh skor 4,34 dengan kategori sangat baik, guru kelas II SD 2 diperoleh skor 4,44 dengan kategori sangat baik, dan enam siswa kelas II SD diperoleh skor 4,25 dengan kategori sangat baik. Rerata skor yang diperoleh dari keseluruhan validasi adalah 4,26 dengan kategori sangat baik. Hal tersebut ditinjau dari (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi kebahasaan, (4) keterampilan, dan (5) metodologi. Dengan demikian buku suplemen yang dikembangkan telah layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa kelas II semester 2 di SD Negeri Boto.
ABSTRACT
Suryani, Septyani. Dwi. (2016). The Development of Indonesia Supplementary Book for the Second Grade of Second Semester in Boto Elementary School. Thesis. Yogyakarta: Departement of Elementary School Teacher Education, Sanata Dharma University.
Reading and writing is the skill that needs to be mastered properly by students because reading and writing skills are the main basis for someone to be able to master science in the field of study that is taught in the school. This study aims to produce the material of supplementary book of Indonesian Language for student in the second grade of second semester which is influence with reading and writing skills.
This study uses a model development procedure Borg and Gall and model of Dick & Carey. There are seven steps (1) potential and problem, (2) data gathering, (3) product design, (4) product validation, (5) design revision, (6) product trial implementation, (7) product revision. The instrument of this study using a list of interview and questionnaires. Interviews used to analyze of the needs to teacher, while the questionnaires is used to validate the quality and feasibility of Indonesian supplementary book to Indonesian experts, teacher of grade II, and student of grade II.
Based on the result of expert validation Indonesian 1 obtained score of 4,2 with good category, an Indonesia expert 2 obtained score of 4,1 with good category, teacher of grade two 1 obtained score 4,34 with very good category, teacher of grade two 2 obtained score 4,44 with very good category, and six student of grade two Boto Elementary School obtained score 4,25 with very good category. The average of all score is 4,26 with very good category. It is on the aspects in the validation instruments including the (1) goal and approach, (2) design and organization, (3) language content, (4) language skill, and (5) methodology. Therefore the supplementary book is appropriate to be used teaching and learning Indonesian in Boto Elementary School.
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan berkah-Nya, sehingga skripsi yang berjudul
“Pengembangan Buku Suple men Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Siswa Kelas II Se mester 2 SD Negeri Boto” ini dapat penulis selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis
mendapatkan banyak bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak baik
secara langsung ataupun tidak langsung sehingga skripsi dapat terselesaikan
dengan baik. Maka pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terimakasih
kepada:
1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma.
2. Romo Gregorius Ari Nugrahanta, SJ.B.S.T.MA. selaku Ketua Program
Studi PGSD yang lama.
3. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd selaku Ketua Program Studi PGSD
yang baru.
4. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd selaku Wakil Program Studi
5. Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku Dosen Pembimbing I yang telah
membimbing dan memberi dukungan sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
6. Galih Kusumo, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing II yang telah
membimbing dan memberi dukungan sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
7. Para dosen dan Staf PGSD yang telah melayani peneliti dengan baik.
8. Ibu Sri Sudaryanti, S.Pd selaku kepala seko lah SD Negeri Boto yang telah
memberikan ijin penelitian kepada peneliti untuk mengadakan penelitian
di sekolah.
9. Ibu Fatkhul Karomah, selaku guru kelas II SD Negeri Boto yang telah
memberikan bantuan selama peneliti melakukan penelitian di sekolah.
10.Dua pakar Bahasa Indonesia yang telah bersedia meluangkan waktu untuk
memvalidasi dan memberikan komentar dan saran perbaikan produk
penelitian yang peneliti buat.
11.Dua guru kelas II SD yang telah bersedia meluangkan waktu untuk
memvalidasi dan memberikan komentar dan saran perbaikan produk yang
peneliti buat.
12.Siswa kelas II SD Negeri Boto tahun ajaran 2015/2016 yang telah
membantu selama penelitian berlangsung.
13.Keluargaku yang memberikan dukungan, semangat dan doa dalam
menyelesaikan skripsi ini.
15.Teman-teman mahasiswa Universitas Sanata Dharma sehati dan
seperjuangan.
16.Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih untuk
bantuan dan dukungannya selama ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak keterbatasandan
kekurangannya, maka penulis sangat membutuhkan kritik dan saran dari berbagai
pihak. Akhirnya penulis mengucapkan selamat membaca semoga bermanfaat bagi
kita semua.
Yogyakarta, 26 Januari 2016
Peneliti
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ...iv
HALAMAN MOTTO ...v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS... vii
ABSTRAK... viii
ABSTRACT ...ix
KATA PENGANTAR ...x
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR TABEL... xvii
DAFTAR GAMBAR ...xix
DAFTAR LAMPIRAN ...xx
BAB I PENDAHULUAN ...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah ...4
1.3 Tujuan Penelitian ...5
1.4 Manfaat Penelitian ...5
1.5 Batasan Istilah ...6
1.6 Spesifikasi Produk yang dikembangakan ...7
BAB II LANDASAN TEORI ...8
2.1 Kajian Pustaka ...8
2.1.1 Karakteristik Perkembangan Anak SD Kelas Rendah ...8
2.1.3 Karakteristik Pembelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas Rendah...22
2.1.4 Pendekatan Komunikatif ...24
2.1.5 Keterampilan Membaca dan Menulis ...25
2.1.5.1 Keterampilan Membaca ...25
2.1.5.2 Keterampilan Menulis ...27
2.1.6 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ...28
2.1.7 Buku Suplemen ...32
2.1.8 Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran ...33
2.2 Penelitian yang Relevan ...38
3.2.1 Potensi dan Masalah ...47
3.2.2 Pengumpulan Data...47
3.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian ...49
3.3.1 Waktu Pelaksanaan Penelitian ...49
3.3.2 Tempat Pelaksanaan Penelitian ...50
3.4 Uji Coba Terbatas...50
3.4.1 Desain Uji Coba Terbatas ...50
3.4.2 Subjek Uji Coba Terbatas ...50
3.4.3 Teknik Pengumpulan Data ...51
3.4.3.2 Kuesioner ...52
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...60
4.1 Analisis Kebutuhan ...60
4.1.1 Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ...61
4.1.2 Pembahasan Wawancara Analisis Kebutuhan...64
4.2 Deskripsi Produk Awal...65
4.2.1 Cover atau Sampul Buku ...65
4.2.2 Isi Buku Suplemen ...66
4.2.2.1 Kata Pengantar...66
4.2.2.2 Kemampuan yang Akan Dicapai ...67
4.2.2.3 Petunjuk Umum Penggunaan Buku...67
4.2.2.4 Latihan ...68
4.2.2.5 Review...68
4.2.2.6 Refleksi ...69
4.2.2.7 Daftar Referensi...70
4.3 Data Validasi dan Revisi ...70
4.3.1 Data Validasi Pakar Bahasa Indonesia ...71
4.3.2 Data Validasi Guru Kelas II SD ...73
4.3.3 Revisi Produk ...75
4.3.4 Data Validasi Uji Coba Terbatas ...77
4.3.5 Revisi Produk ...79
4.4 Kajian Produk Akhir...81
4.4.2 Isi Buku Suplemen ...82
4.4.2.1 Kata Pengantar...82
4.4.2.2 Kemampuan yang Akan Dicapai ...82
4.4.2.3 Petunjuk Umum Penggunaan Buku...83
4.4.2.4 Latihan ...84
4.4.2.5 Review...84
4.4.2.6 Refleksi ...85
4.4.2.7 Daftar Referensi...85
4.5 Pembahasan ...85
BAB V PENUTUP ...90
5.1 Kesimpulan...90
5.2 Keterbatasan Penelitian ...91
5.3 Saran ...91
DAFTAR PUSTAKA ...93
LAMPIRAN ...96
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) ………... 29
Tabel 2.2 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Hasil Modifikasi
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ………... 32 Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian Pengembangan Buku
Suplemen ………... 49
Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan Wawancara Analisis Kebutuhan di
Lapangan………... 53
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Koesioner Validasi untuk Ahli Bahasa Indonesia dan Guru Kelas II SD ……… 54 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuesioner Validasi untuk Siswa Kelas II SD ……… 55
Tabel 3.5 Konversi Nilai Skala Lima ……… 57
Tabel 3.6 Kriteria Skor Skala Lima ………... 59
Tabel 4.1 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Validasi Buku Suplemen oleh
Ahli Bahasa Indonesia ………... 72
Tabel 4.2 Komentar Umum dan Saran Perbaikan Oleh Ahli Bahasa
Indonesia ………... 73
Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Validasi Buku Suplemen oleh Guru Kelas II SD ………... 74 Tabel 4.4 Komentar Umum dan Saran Perbaikan oleh Guru Kelas II SD 75
Tabel 4.5 Revisi Buku Suplemen Berdasarkan Komentar Umum dan
Saran Perbaikan oleh Ahli Bahasa Indonesia dan Guru Kelas
II SD ……….. 76
Tabel 4.6 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Validasi Buku Suplemen oleh Siswa Kelas II SD Negeri Boto ………. 78 Tabel 4.7 Komentar Buku Suplemen oleh Siswa Kelas II SD Negeri
Tabel 4.8 Revisi Buku Suplemen Berdasarkan Komentar Siswa Kelas II
SD Negeri Boto ………. 80
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Model Pengembangan Perangkar Dick & Carey ………….. 34
Gambar 2.2 Literature Map Penelitian yang Relevan ……….. 40
Gambar 3.1 Langkah Prosedure Pengembangan Borg and Gall (Dalam
Sugiyono) ………. 45
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ………... 97
Lampiran 2. Hasil Validasi Ahli Bahasa Indonesia 1 ………. 100
Lampiran 3. Hasil Validasi Ahli Bahasa Indonesia 2 ………. 104
Lampiran 4. Hasil Validasai Guru Kelas II SD 1 ………... 108
Lampiran 5. Hasil Validasi Guru Kelas II SD 2 ………... 112
Lampiran 6. Hasil Uji Coba Siswa Kelas II SD ………... 116
Lampiran 7. Surat Izin Penelitian ………... 129
Lampiran 8. Surat Keterangan Melakukan Penelitian ……… 131
Lampiran 9. Dokumentasi Penelitian ………. 133
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini akan membahas mengenai (1) latar belakang, (2) rumusan masalah, (3)
tujuan penelitian, (4) manfaat penelitian, (5) batasan istilah, dan (6) spesifikasi
produk.
1.1Latar Belakang
Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di
sekolah dasar. Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah diarahkan untuk
meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik
dan benar, baik secara lisan maupun tulis (Sufanti, 2010: 12). Paparan tersebut
menunjukkan bahwa fokus pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah berupa
aktivitas keterampilan berbahasa.
Membaca dan menulis merupakan dua diantara empat keterampilan berbahasa.
Penguasaan keterampilan membaca dan menulis yang baik harus ditanamkan
sejak dini. Keterampilan membaca dan menulis yang baik hanya dapat diperoleh
dan dikuasai dengan jalan praktek dan banyak berlatih (Tarigan, 1985: 1).
Keterampilan membaca dan menulis menjadi dasar utama, tidak hanya untuk
pembelajaran Bahasa Indonesia sendiri, tetapi juga untuk keperluan pembelajaran
bidang-bidang studi lainnya, karena hampir seluruh pengetahuan pada
masing-masing bidang studi disajikan dalam bentuk tertulis (Ngalimun , 2014: 34).
pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan
perkembangan daya nalar, sosial, dan kreasinya serta dapat bermanfaat untuk
mencapai tujuan belajar yang diinginkannya. Mengingat pentingnya peranan
membaca dan menulis untuk siswa, hendaknya komponen-komponen
pembelajaran yang mampu menunjang penguasaan keterampilan membaca dan
menulis yang baik di sekolah dasar kelas rendah harus terus dikembangkan. Salah
satu komponen yang dimaksudkan adalah bahan ajar.
Bahan ajar merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mampu
menunjang pencapaian tujuan dari proses pembelajaran yang dilakukan. Bahan
ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis
maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa
untuk belajar (Depdiknas, 2007: 146). Buku merupakan salah satu bahan ajar
berbasis cetak (Prastowo, 2014: 149).
Pemerintah telah berusaha menyediakan bahan ajar berupa buku elektronik
sekolah (BSE) untuk menunjang penguasaan keterampilan membaca dan menulis.
Buku elektronik sekolah (BSE) ini biasanya digunakan oleh guru maupun siswa
sebagai bahan ajar utama pada proses pembelajaran. De ngan adanya bahan ajar
berupa buku ini, diharapkan dapat membantu siswa menguasai keterampilan
membaca dan menulis dengan baik.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada hari Senin, 30 Maret 2015
dengan Ibu Fatkhul Karomah selaku guru kelas II SD memaparkan bahwa, SD
Negeri Boto merupakan salah satu SD yang menggunakan bahan ajar berupa buku
Namun di SD Negeri Boto masih dijumpai beberapa siswa yang mengalami
kesulitan terkait dengan keterampilan membaca dan menulis. Kesulitan-kesulitan
tersebut diantaranya adalah masih ditemui siswa yang membaca dengan mengeja
per huruf dan per suku kata. Selain itu terdapat pula siswa yang kesulitan dalam
menulis huruf tegak bersambung. Pada saat diberikan latihan yang terkait dengan
membaca dan menulis siswa kurang termotivasi. Hal tersebut terlihat saat ada
beberapa siswa yang mengeluh saat diminta untuk mengerjakan tugas yang terkait
dengan keterampilan membaca dan menulis. Ibu Fatkhul Karomah mengatakan
bahwa bahan ajar berupa buku elektronik sekolah yang disediakan pemerintah
sudah cukup baik membantu dalam penguasaan membaca dan menulis untuk
siswa kelas II. Namun perlu menambahkan cerita yang menarik berserta gambar
yang berwarna-warni supaya siswa dapat lebih tertarik dan termotivasi saat
berlatih membaca dan menulis. Guru kelas II merasa membutuhkan buku
suplemen yang mana di dalam buku tersebut berisi beberapa hal diantaranya
adalah cerita pendek bergambar kartun, berwarna-warni, dan uptodate supaya
siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk berlatih keterampilan membaca dan
menulis.
Berdasarkan kenyataan yang telah dipaparkan, bahan ajar berupa buku
merupakan salah satu komponen yang penting dalam membangun minat dan
motivasi siswa dalam berlatih keterampilan membaca dan menulis. Oleh sebab
itu, peneliti mencoba mengembangkan bahan ajar berupa buku suplemen yang
yang dilakukan oleh peneliti berjudul “Pengembangan Buku Suplemen Muatan
Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Siswa Kelas II Semester 2 SD Negeri Boto”.
Bahan ajar berupa buku suplemen ini dikembangkan sebagai buku tambahan
dari buku pokok belajar keterampilan membaca dan menulis. Buku suplemen
yang dikembangkan, berisi kegiatan belajar dan gambar- gambar yang bervariatif
untuk menarik dan memotivasi siswa dalam berlatih keterampilan membaca dan
menulis. Buku suplemen yang dikembangkan juga berisi latihan-latihan
keterampilan membaca dan menulis yang cukup, supaya dapat membantu siswa
yang kesulitan membaca dan menulis untuk terus berlatih. Buku suplemen yang
dikembangkan ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan bahasa siswa
supaya memudahkan siswa untuk belajar secara mandiri.
1.2Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti merumuskan masalah sebagai
berikut.
1.2.1 Bagaimana mengembangkan buku suplemen keterampilan membaca dan
menulis dalam muatan pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas II
semester 2 SD Negeri Boto?
1.2.2 Bagaimana kualitas buku suplemen keterampilan membaca dan menulis
dalam muatan pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas II semester 2
1.3Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah
sebagai berikut.
1.3.1 Untuk mengembangkan buku suplemen keterampilan membaca dan
menulis dalam muatan pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas II
semester 2 SD Negeri Boto.
1.3.2 Untuk mendeskripsikan kualitas buku suplemen keterampilan membaca
dan menulis dalam muatan pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas
II semester 2 SD Negeri Boto.
1.4Manfaat Penelitian
Penelitian pengembangan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1.4.1 Bagi mahasiswa
Penelitian ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru tentang
pengembangan buku suplemen muatan pelajaran Bahasa Indonesia yang
terkait dengan keterampilan membaca menulis permulaan di kelas II
semeser 2.
1.4.2 Bagi guru
Penelitian pengembangan ini dapat dijadikan sebagai salah satu buku
alternatif latihan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang terkait
dengan keterampilan membaca menulis permulaan di kelas II semester 2
1.4.3 Bagi siswa
Buku suplemen ini membantu siswa kelas II semester 2 dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia yang terkait dengan keterampilan
membaca menulis permulaan di kelas maupun di rumah.
1.4.4 Bagi sekolah
Penelitian pengembangan ini dapat dijadikan referensi bagi sekolah dalam
mengembangkan buku suplemen muatan pelajaran Bahasa Indonesia
terkait dengan keterampilan membaca menulis permulaan di kelas II
semester 2 SD.
1.4.5 Bagi Prodi PGSD
Penelitian pengembangan ini dapat menambah pustaka bagi prodi PGSD
Universitas Sanata Dharma terkait dengan pengembangan buku suplemen
muatan pelajaran Bahasa Indonesia keterampilan membaca menulis
permulaan di kelas II semester 2 SD.
1.5Batasan Istilah
1.5.1 Membaca dan menulis pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia SD kelas
rendah adalah keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa kelas
rendah sebagai bekal untuk menguasai ilmu pengetahuan bidang studi
lainnya.
1.5.2 Buku suplemen muatan pelajaran Bahasa Indonesia adalah bahan ajar
berbasis cetak yang digunakan untuk melengkapi buku teks utama oleh
1.5.3 Muatan pelajaran Bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran yang
diajarkan pada jenjang sekolah dasar.
1.6Spesifikasi Produk yang dikembangakan
1.6.1 Buku suplemen mengandung komponen kata pengantar, petunjuk
penggunaan buku, kemampuan yang akan dicapai (KD baru hasil analisis
KBK dan Panduan KTSP), indikator, kegiatan belajar (berupa Lembar
Kerja Siswa (LKS)), refleksi, dan review.
1.6.2 Buku suplemen disusun dengan memperhatikan perkembangan bahasa
anak (konkret dan dari yang sederhana ke yang kompleks)
1.6.3 Buku suplemen bersifat kontekstual (mengaitkan dengan lingkungan
sekitar anak)
1.6.4 Buku suplemen disusun dengan memperhatikan karakteristik pembelajaran
Bahasa Indonesia di kelas rendah.
1.6.5 Buku suplemen dilengkapi dengan media yang mendukung yaitu CD.
1.6.6 Buku suplemen berisi kegiatan belajar yang bervariatif
(menirukan-membaca, membaca bersama, membaca mandiri, membaca dalam hati,
mengisi benar-salah pada kalimat, menyusun kalimat cerita, menyusun
kata, menjodohkan, tebak kata, dan menulis cerita berdasarkan gambar).
1.6.7 Buku suplemen berisi kegiatan belajar yang disusun dari tingkat yang
BAB II
LANDASAN TEORI
Bab ini akan membahas (1) kajian pustaka, (2) penelitian yang relevan, (3)
kerangka berpikir, dan (4) pertanyaan-pertanyaan penelitian.
2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Karakteristik Perke mbangan Anak SD Kelas Rendah
Tujuan pembelajaran di sekolah akan tercapai apabila guru dalam
merencanakan pembelajaran mempertimbangakan karakteristik perkembangan
peserta didiknya. Hal ini menjadi penting karena dalam siklus hidupnya, manusia
senantiasa mengalami perkembangan, baik perkembangan pada aspek
fisik-motorik, intelektual, bahasa, emosi, dan sosial (Yusuf;Sugandhi, 2011 : 59).
Perkembangan yang terjadi pada manusia berlangsung secara berurutan melalui
beberapa tahap mulai dari usia anak hingga usia dewasa (Monks; dkk, 2006: 45).
Setiap tahap yang dilalui manusia ini memiliki karakteristik tertentu pada setiap
aspek perkembangannya.
Tahap sekolah dasar merupakan salah satu tahap yang dilalui oleh individu
(Yusuf, 2010: 23). Tingkat kelas sekolah dasar dapat dibagi menjadi dua, yaitu
kelas rendah dan kelas tinggi. Kelas rendah yaitu kelas satu, dua, dan tiga,
sedangkan kelas tinggi adalah kelas empat, lima dan enam. Di Indonesia, rentang
12). Usia siswa pada kelompok kelas rendah berkisar antara 6 atau 7 tahun hingga
atau 9 atau 10 tahun (Yusuf, 2010: 24).
Pada tahap sekolah dasar terdapat beberapa aspek perkembangan anak yang
berkembang. Yusuf (2011: 59-68) mengemukakan bahwa terdapat enam aspek
perkembangan anak sekolah dasar yang berkembang diantaranya yaitu:
a. Perkembangan Fisik- motorik
Perkembangan anak usia sekolah dasar dari aspek fisik ditandai dengan
gerak atau aktivitas motorik yang lincah (Yusuf, 2011: 59). Pertumbuhan fisik
anak yang beranjak matang membuat koordinasi perkembangan motorik anak
menjadi lebih baik. Pada usia sekolah dasar setiap gerakan yang anak lakukan
sudah sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Anak menggerakkan anggota
badannya untuk tujuan tertentu seperti (1) menggerakka n tangan untuk menulis,
menggambar, mengambil makanan, melempar bola dan sebagaianya; dan (2)
menggerakkan kaki untuk menendang bola, lari mengejar teman saat bermain, dan
sebagainya (Yusuf, 2011: 60). Oleh karena itu, usia ini merupakan masa yang
ideal untuk belajar keterampilan yang berkaitan dengan motorik halus maupun
kasar.
b. Perkembangan Intelektual
Pada usia sekolah dasar, anak telah mampu melaksanakan tugas belajar yang
menuntut kemampuan intelektual (Yusuf, 2011: 61). Piaget menamakan tahap ini
sebagai tahap operasi konkret. Pada tahap ini anak mulai berpikir tentang hal- hal
yang berkaitan dengan hal- hal nyata yang ada disekitarnya. Piaget mengatakan
Kemampuan-kemampuan tersebut diantaranya (1) mengklasifikasi benda berdasarkan ciri yang
sama; (2) menyusun atau mengasosiasi (menghubungkan atau menghitung)
bilangan; (3) memecahkan masalah yang sederhana (Yusuf, 2011: 61)..
Kemampuan intelektual pada tahap ini sudah cukup untuk menjadi dasar
diberikannya berbagai kecakapan yang dapat mengembangkan daya nalar anak
(Yusuf, 2011: 62). Anak pada tahap ini sudah dapat diberikan dasar keilmuan
seperti membaca, menulis, dan berhitung. Anak pada tahap ini juga telah dapat
diberikan dasar-dasar pengetahuan yang terkait dengan kehidupan manusia,
hewan, lingkungan alam, lingkungan sosial budaya, dan agama.
c. Perkembangan Bahasa
Tahap usia sekolah dasar merupakan tahap berkembang pesatnya kemampuan
mengenal dan menguasai perbendaharaan kata (Yusuf, 2011: 61). Pada awal tahap
ini anak telah menguasai 2.500 pada kelas rendah dan pada kelas tinggi anak telah
dapat menguasai sekitar 5.000 kata. Pada tahap ini kata tanya yang digunakan
anak mulai berkembang yang semula menggunakan hanya “apa”, sekarang sudah
diikuti dengan pertanyaan “dimana”, “dari mana”, “bagaimana”, “ke mana”, dan
“mengapa”.
Di sekolah, perkembangan bahasa anak diperkuat dengan diberikannya
pelajaran bahasa untuk menambah perbendaharaan kata, menyusun struktur
kalimat, dan mengembangkan kemampuan keterampilan menulis melalui kegiatan
mengarang pengalaman pribadi. Dengan dibekali pelajaran bahasa, diharapkan
anak mampu menguasai dan mempergunakannya sebagai alat untuk (Yusuf, 2011:
1. Berkomunikasi secara baik dengan orang lain.
2. Mengekspresikan pikiran, perasaan, sikap atau pendapatnya.
3. Memahami keterampilan mengolah informasi yang diterimanya baik dari
media cetak maupun orang lain.
d. Perkembangan Emosi
Pada tahap ini, anak mulai belajar bahwa ungkapan emosi secara kasar
tidaklah diterima oleh masyarakat (Yusuf, 2011: 63). Pada tahap ini anak belajar
untuk mengendalikan ungkapan-ungkapan emosi yang kurang dapat diterima
tersebut. Kemampuan mengendalikan emosi tersebut diperoleh oleh anak melalui
peniruan dari orang-orang yang ada disekitarnya. Anak yang dikembangkan di
lingkungan yang emosinya stabil, maka perkembangan emosi anak cenderung
stabil, tetapi sebaliknya apabila anak dikembangkan di lingkungan yang emosi
kurang stabil, maka perkembangan emosi anak pun menjadi kurang stabil.
Emosi merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku belajar anak (Yusuf,
2011: 64). Emosi positif seperti perasaan senang, bersemangat dan rasa ingin tahu
yang tinggi akan mempengaruhi anak untuk dapat memusatkan dirinya terhadap
proses atau aktivitas belajar, tetapi sebaliknya apabila yang menyertai proses atau
aktivitas belajar anak adalah emosi yang negatif seperti perasaan tidak senang,
kecewa, dan tidak bergairah, maka anak dalam mengikuti proses atau aktivitas
belajar akan mengalami hambatan. Mengingat emosi merupakan hal yang
mempengaruhi perilaku belajar anak, maka guru dituntut untuk memiliki
menyenangkan supaya membangkitkan emosi positif dalam diri anak, sehingga
tercipta proses belajar mengajar yang efektif.
e. Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial yang paling menonjol pada tahap ini adalah adanya
perluasan hubungan sosial dengan teman sebayanya (Yusuf, 2011: 66). Pada tahap
ini anak mulai memiliki kesanggupan untuk bekerja sama dengan teman
sebayanya. Anak mulai berminat terhadap kegiatan-kegiatan teman sebayanya.
Selain itu anak memiliki keinginan yang kuat untuk diterima menjadi anggota
kelompok teman sebayanya, dan merasa tidak senang apabila tidak diterima
dikelompok teman sebayanya. Di sekolah, perkembangan sosial anak diarahkan
pada pemberian tugas-tugas yang sifatnya kelompok, baik yang membutuhkan
tenaga fisik, maupun tugas yang membutuhkan pikiran. Tugas kelompok ini harus
memberikan kesempatan kepada anak untuk menunjukka n prestasinya dan juga
untuk menunjukkan pada anak mencapai tujuan bersama.
f. Perkembangan Kesadaran Beragama
Pada masa ini sikap agama anak masih bersikap reseptif, tapi sudah disertai
dengan pengertian (Yusuf, 2011: 67). Pandangan dan paham ketuhanan anak
diperoleh berdasarkan kaidah-kaidah logika yang berpedoman pada
indikator-indikator alam semesta sebagai manifestasi dari keagungan-Nya (Yusuf, 2011:
68). Pengalaman ibadah anak masih bersifat peniruan. Namun pada usia 10 tahun
ke atas, semakin bertambah kesadaran anak akan fungsi agama baginya, yaitu
Izzaty mengungkapkan hal yang hampir senada dengan Yusuf tentang aspek
perkembangan anak sekolah dasar. Aspek perkembangan anak sekolah dasar
menurut Izzaty (2008, 104-116) terbagi atas enam yaitu:
a. Perkembangan Fisik
Pada tahap ini, perkembangan fisik anak yang paling menonjol terlihat pada
sistem tulang, otot, dan keterampilan gerak (Izzaty, 2008: 105). Keterampilan
gerak anak pada tahap ini semakin lancar dan lebih terkoordinasi. Kegiatan fisik
dan keterampilan gerak yang biasa dilakukan anak pada tahap ini anatara lain
berlari, memanjat, melompat, berenang, naik sepeda, dan main sepatu roda.
Kegiatan fisik pada tahap ini sangat penting dilakukan untuk mengembangkan
kestabilan gerak dan melatih koordinasi untuk menyempurnakan berbagai
keterampilan gerak anak.
b. Perkembangan Kognitif
Piaget mengemukakan bahwa pada tahap ini anak berada pada tahap operasi
konkret (Izzaty, 2008: 106). Anak pada tahap ini mampu memecahkan masalah
yang bersifat konkret. Anak telah mampu berpikir logis terhadap objek konkret.
Pada masa ini anak telah mampu mengelompokkan dan mengurutkan suatu benda
berdasarkan ciri-cirinya. Pengalaman hidup anak memberikan andil dalam
mempertajam konsepnya.
c. Perkembangan Bahasa
Pada tahap ini perkembangan bahasa yang paling menonjol adalah
perbendaharaan kata dan tata bahasa (Izzaty, 2008: 107). Anak telah banyak
Anak kelas satu biasanya telah mampu merespon pertanyaan orang dewasa
dengan jawaban yang sederhana. Sebagian besar anak usia 6 tahun telah mampu
menceritakan kembali satu bagian pendek dari buku, film, atau pertunjukkan
televisi.
d. Perkembangan Moral
Perkembangan moral pada tahap ini ditandai dengan kemampuan anak untuk
memahami aturan, norma, dan etika yang berlaku di masyarakat (Izzaty, 2008:
110). Perilaku moral banyak dipengaruhi pola suh orang tua dan orang-orang
disekitarnya. Perkembangan moral juga tidak terlepas dari perkembangan kognitif
dan emosi anak.
e. Perkembangan Emosi
Pada tahap ini emosi anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya
(Izzaty, 2008: 111). Pergaulan yang semakin luas membuat anak belajar tentang
ungkapan emosi yang diterima ataupun tidak diterima dalam lingkungan
sosialnya. Anak pada tahap ini belajar untuk mengendalikan emosi.
f. Perkembangan Sosial
Dunia sosial anak menjadi kompleks pada tahap ini (Izzaty, 2008: 113)..
Interaksi dengan teman sebaya memiliki peran yang penting. Minat terhadap
kegiatan kelompok pada tahap ini mulai timbul. Integritas dengan kelompoknya
cukup tinggi, ada keterikatan satu sama lain, sehingga mereka merasa perlunya
untuk bersama-sama. Keinginan untuk diterima dalam kelompoknya sangat besar.
Anak berusaha agar teman-teman dikelompokknya menyukainya. Mereka
Dari beberapa pendapat para ahli yang telah diuraiankan, anak sekolah dasar
kelas rendah berusia antara 6 atau 7 tahun hingga atau 9 atau 10 tahun. Anak
sekolah dasar kelas rendah mengalami perkembangan pada aspek fisik- motorik,
intelektual, bahasa, emosi, sosial, moral dan agama. Karakteristik anak sekolah
dasar kelas rendah antara lain (1) aktivitas motorik anak sekolah dasar kelas
rendah sangat lincah, (2) anak sekolah dasar kelas rendah mampu melakukan
aktivitas pemecahan masalah secara logis dengan objek yang bersifat konkret, (3)
anak sekolah dasar kelas rendah telah menguasai banyak kosakata dan mampu
menggunakan kosakata tersebut untuk menjelaskan suatu tindakan atau merespon
pertanyaan orang dewasa, (4) keingingan belajar anak sekolah dasar kelas rendah
dipengaruhi oleh emosinya, (5) anak sekolah dasar kelas rendah cenderung suka
menirukan hal- hal yang dilakukan orang lain yang ada disekitarnya, (6) anak
sekolah dasar kelas rendah berminat pada kegiatan yang bersifat kelompok.
2.1.2 Karakteristik Perke mbangang Bahasa SD Kelas Rendah
Perkembangan bahasa adalah suatu rangkaian kesatuan kegiatan ucapan dari
yang sederhana menuju ucapan yang utuh (Slamet, 2014:7). Perkembangan
bahasa tersebut ditandai dengan serangkaian kesatuan yang bergerak dari
bunyi-bunyi yang sederhana menuju tuturan yang lebih kompleks. Hal ini membuktikan
bahwa kemampuan berbahasa seseorang tidaklah tiba-tiba dan sekaligus,
melainkan berjalan secara bertahap.
Chaer (2009: 223) mengungkapkan bahwa menurut Piaget tahap
perkembangan kognitif menentukan urutan dari tahap perkembangan bahasa
a. Usia lahir – 18 bulan
Pada usia lahir hingga 18 bulan oleh Piaget disebut sebagai tahap “sesori
motor” (Chaer, 2009: 224). Pada tahap ini dianggap belum ada bahasa karena
anak belum menggunakan lambang- lambang untuk menunjuk obyek yang ada
disekitrnya. Anak hanya mengenal obyek jika obyek tersebut dialami langsung
oleh indranya.
b. Usia >18 bulan
Pada usia ini anak telah mengerti tentang keberadaan suatu obyek, meskipun
obyek tersebut tidak dialami dengan indranya (Chaer, 2009: 224). Anak akan
mulai menggunakan simbol untuk mempresentasikan obyek, meskipun obyek
tersebut tidak dialami oleh indranya.
Hal yang senada dikemukakan oleh Yusuf bahwa bahasa sangat erat
kaitannya dengan perkembangan berpikir individu (Yusuf, 2010: 118).
Perkembangan berpikir individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu
kemampuan membentuk pengertian, menyusun pendapat, dan menarik
kesimpulan. Laju perkembangan yang dimaksud adalah sebagai berikut (Yusuf,
2010: 158-179):
a. Usia 6-12 Bulan
Masa mengeluarkan bermacam- macam suara yang tidak berati (Yusuf,
2010: 158). Masa ini sebagai permainan pelatihan alat-alat suara. Pada masa ini
anak sering mengulang beberapa suku kata, seperti ba-ba-ba, ma- ma- ma, dan
b. Usia 12-16 Bulan
Pada masa ini anak sudah bisa mengucapakan kata (Yusuf, 2010: 158).
Sepatah kata merupakan kalimat, tetapi kalimat tidak lengkap. Pada usia ini anak
juga sudah dapat menirukan suara-suara, seperti suara kucing, burung, dan
kendaraan.
c. Usia 16-24 Bulan
Pada masa ini anak sudah mulai timbul kesadaran bahwa semua orang dan
benda mempunyai nama (Yusuf, 2010: 158). Pada masa ini anak sering berbicara
sendiri, baik berbicara dengan diri sendiri atau dengan mainannya.
d. Usia 2-2,6 Tahun
Anak sudah mulai bisa menyusun kalimat tunggal yang sempurna (Yusuf,
2010: 170). Sudah mampu memahami tentang perbandingan. Anak banyak
menanyakan nama dan tempat. Selain itu anak sudah menggunakan kata
berawalan dan yang berakhiran.
e. Usia 2,6-6 Tahun
Anak sudah dapat menggunakan kalimat majemuk beserta anak kalimatnya
(Yusuf, 2010: 170). Tingkat berpikir anak sudah mulai maju, anak dapat
menanyakan soal waktu, sebab-akibat melalui pertanyaan.
f. Usia 6-12 Tahun
Usia anak sekolah dasar ini merupakan usia berkembang pesatnya
kemampuan mengenal dan menguasai perbendaharaan kata (Yusuf, 2010: 179).
Pada awal masa ini anak sudah menguasai sekitar 2.500 kata dan pada masa akhir
bersekolah, sehingga diberikan pelajaran bahasa diharapkan anak dapat mengusai
dan mempergunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain,
menyatakan isi hati, memahami keterampilan mengolah informasi yang
diterimanya, menyatakan pendapat, dan mengembangkan kepribadiannya.
Slamet menyatakan hal yang hampir sama dengan hal yang dikemukakan
Yusuf tentang tahap perkembangan bahasa. Terdapat 4 tahap perkembangan
bahasa menurut Tarigan. Perkembangan bahasa tersebut antara lain (Slamet, 2014:
8-10):
a. Tahap Pralinguistik (lahir – 12 bulan)
Tahap ini berlangsung pada saat anak baru lahir sampai dengan usia 12
bulan. Tahap pralinguistik, yaitu tahap perkembangan bahasa dimana anak belum
mampu menghasilkan bunyi yang bermakna (Slamet, 2014: 8). Bunyi yang
dihasilkan anak misalnya, tangisan, rengekan, dekutan, dan celoteh, hanya sebagai
sarana anak untuk melatih gerak artikulatorisnya sampai ia mengucapkan kata
yang bermakna.
b. Tahap Satu Kata (12 – 18 bulan)
Tahap ini berlangsung ketika anak berusia 12 sampai dengan 18 tahun. Pada
tahap ini, anak menggunakan satu kata yang memiliki arti (Slamet, 2014: 9). Satu
kata yang memiliki arti mewakili ide dan keseluruha tuturan yang dimaksud.
c. Tahap Dua Kata (18 – 24 bulan)
Tahap ini berlangsung ketika anak berusia 18 – 24 bulan. Pada tahap ini,
yang dituturkan anak dalam berbicara merupakan dua kata yang penting untuk
menunjukkan maksudnya.
d. Tahap Banyak Kata (3 – 6 tahun)
Tahap ini berlangsung ketika anak berusia 3 – 6 tahun. Pada tahap ini
tuturan anak mulai lebih panjang dan tatabahasanya lebih teratur (Slamet, 2014:
10). Anak tidak lagi menggunakan hanya dua kata, tetapi tiga kata atau lebih.
Anak telah mampu menggunakan bahasa dalam berbagai cara untuk berbagai
keperluannya.
Meggit mengemukakan hal yang mendukung terhadap tahap perkembangan
bahasa yang dikemukakan oleh Yusuf dan Tarigan. Tahap perkembangan bahasa
yang dimaksud Meggit adalah sebagai berikut (Meggit, 2013: 70-186):
a. Usia baru lahir – 18 bulan
Pada minggu awal kelahirannya hingga 16 minggu kelahirannya, anak akan
mengeluarkan tangisan dan baru mulai belajar mengoceh sebagai cara untuk
berkomunikasi (Meggit, 2013: 70-105). Memasuki usia 4 bulan anak mulai
menggunakan ocehan dari huruf vokal maupun konsonan. Sekitar usia 6 – 9
bulan, anak mulai memahami kata-kata seperti ‘atas’ dan ‘bawah’, meniru suara
orang dewasa di sekitarnya, dan lebih banyak mengoceh. Me nginjak usia 9 – 12
bulan ocehan anak lebih ekspresif dan bernada. Anak juga mulai mamakai kata
perkiraan, misalnya ‘dadda’ = ayah. Pada usia 12 – 18 bulan anak mampu
mengucapkan dua sampai enam kata. Kosakata anak berkembang sampai 20 – 50
b. Usia 18 bulan – 3 tahun
Pada usia ini anak mulai mengalami periode ledakan bahasa (Meggit, 2013:
105-115). Setiap aspek berbahasa mulai berkembang secara cepat pada
masa-masa ini. Anak telah mampu menunjuk serta menyebutkan nama bagian tubuh,
benda, orang, serta gambar di buku. Anak telah memakai satu kata untuk
menjelaskan banyak hal. Anak juga telah mampu menamai bermacam- macam
benda dan aktivitas yang mereka lakukan.
c. Usia 3 – 5 tahun
Pada periode ini, kemampuan berbahasa a nak berkembang sangat cepat
(Meggit, 2013: 116-130). Anak mulai memakai lebih banyak kosa kata, mulai dari
kata sifat, kata kerja, kata benda, kalimat utuh dll. Anak juga mulai berbicara
mengikuti tata bahasa. Pada rentang usia ini anak mulai melemparkan
bermacam-macam pertanyaan menggunakan kata ‘apa’, ‘kenapa’, ‘bagaimana’, ‘siapa’, dan
‘kapan’.
d. Usia 5 – 8 tahun
Pada usia ini anak memasuki periode melek huruf (Meggit, 2013: 130-141).
Anak mulai memperlajari bunyi-bunyi huruf yang berbeda dalam alfabet untuk
mengembangkan keterampilan membaca. Anak pada rentang usia ini mulai
memahami bahasa buku serta mempelajari bahwa cerita-cerita memiliki karakter.
e. Usia 8 – 12 tahun
Pada usia 8 hingga 9 tahun anak mulai menggunakan dan memahami
kalimat-kalimat yang rumit (Meggit, 2013: 142-166). Anak senang membuat
tahun anak telah mampu menulis cerita yang panjang. Cerita ya ng ditulis anak
menunjukkan imajinasi dan kemampuan tata bahasa yang meningkat.
f. Usia 12 – 16 tahun
Pada usia ini perkembangan bahasa anak berkembang dengan level yang
lebih tinggi (167-186). Anak mampu memahami penggunaan bahasa yang abstrak.
Pada rentang usia ini, anak telah mampu memproses makna teks dan abstrak,
menghubungkan makna sebuah kata dengan konteks terkait, memahami tanda
baca serta membentuk struktur sintaktik yang rumit.
Perkembangan bahasa merupakan suatu rangkaian kegiatan ucap dari
bunyi-bunyi yang sederhana menuju tuturan yang kompleks yang berlangsung secara
bertahap. Tahap perkembangan bahasa seseorang berjalan seiring dengan tahap
perkembangan fisik, intelektual, dan sosialnya. Tahap perkembangan bahasa anak
kelas rendah berada pada rentang usia 6 atau 7 tahun hingga atau 9 atau 10 tahun.
Karakteristik tahap perkembangan anak kelas rendah yaitu (1) anak telah mampu
menguasai lebih dari 2.500 kosa kata yang menunjuk pada hal- hal disekitarnya,
(2) perbendaharaan kata anak berkembang pesat, (3) anak telah dapat
menggunakan kalimat majemuk, (4) anak telah mampu bertanya menggunakan
kata 'apa', 'siapa', 'bagaimana', 'kapan', dan 'mengapa', (5) anak mampu
menggunakan bahasa untuk berbagai keperluan anak, (6) anak telah memasuki
periode melek huruf, karena pada usia ini anak mulai mempelajari bunyi-bunyi
huruf yang berbeda pada alfabet untuk keperluan membaca, (7) anak mulai
tokoh karakter dan alur, (8) memasuki usia 10 tahun anak mulai mampu menulis
cerita.
2.1.3 Karakteristik Pe mbelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas Rendah
Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di
sekolah sejak Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Mata pelajaran Bahasa
Indonesia penting untuk diajarkan di sekolah karena bahasa Indonesia merupakan
bahasa nasional dan bahasa negara yang berfungsi sebagai sarana komunikasi di
lembaga- lembaga pendidikan, alat penghubung dalam kepentingan pemerintah
dan kenegaraan, pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya, dan
sebagai alat pemersatu berbagai suk u yang ada di Indonesia (Ngalimun, 2014: 4).
Sufanti mengemukakan pendapat yang mendukung bahawa menurut BSNP
pembelajaran Bahasa Indonesia penting untuk diajarkan karena bahasa memiliki
peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosi peser ta didik dan
merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari bidang studi (2010: 12).
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah diarahkan untuk meningkatkan
kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan
baik dan benar, baik secara tulis maupun lisan (Sufanti, 2010: 12). Hal yang
hampir senada dikemukakan oleh Permendiknas yang menyatakan bahwa tujuan
diselenggarakannnya mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah yaitu (2006:
317-318):
a. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku,
b. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan dan bahasa negara.
c. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif
untuk berbagai tujuan.
d. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan
intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
e. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan,
memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan berbahasa .
f. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya
dan intelektual manusia Indonesia.
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencangkup komponen
kemampuan berbahasa dan kemampuan bersasatra yang meliputi keterampilan
aspek mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis (Sufanti, 2010: 14). Hal
yang senada dikemukakan oleh Tarigan bahwa keterampilan berbahasa ada empat
yang meliputi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan
membaca dan keterampilan menulis, dimana setiap keterampilan tersebut
berhubungan dengan tiga keterampilan yang lainnya (Tarigan, 2008 : 1). Ngalimun
mengemukakan pernyataan yang mendukung Tarigan bahwa keterampilan
berbahasa seseorang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan
menulis yang saling erat berhubungan satu dengan yang lainnya (Ngalimun, 2014:
2). Ngalimun menambahkan bahwa keterampilan menyimak dan berbicara
keterampilan yang lain yaitu membaca dan menulis, diperoleh anak ketika anak
memasuki usia sekolah dasar (Ngalimun, 2014: 3).
Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang diajarkan pada jenjang sekolah
dasar hingga perguruan tinggi. Bahasa Indonesia penting diajarkan karena bahasa
Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Tujuan
diselenggarakannya pelajaran Bahasa Indonesia supaya seseorang terampil dalam
berkomunikasi lisan maupun tertulis baik dalam lingkup nonsastra maupun dalam
lingkup sastra. Pembelajaran Bahasa Indonesia akan mampu mencapai tujuannya,
apabila guru atau pelaksana pembelajaran mampu memahami karakteristik dari
mata pelajaran Bahasa Indonesia. Karakteristik pembelajaran Bahasa Indonesia
khususnya pada jenjang sekolah dasar kelas rendah meliputi (1) pendekatan
pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan komunikatif, (2)
pengorganisasian materi dilakukan secara terpadu, (3) pelaksanaan pembelajaran
menekankan pada komponen praktik berbahasa baik pada materi nonsastra
maupun materi sastra, (4) pembelajaran Bahasa Indonesia mengandung kegiatan
apresiasi sastra, (5) pembelajaran Bahasa Indonesia ditekankan pada keterampilan
membaca dan menulis.
2.1.4 Pendekatan Komunikatif
Sufanti mengemukakan bahwa pendekatan komunikatif merupakan
pendekatan dalam pengajaran bahasa yang berasumsi bahwa bahasa berfungsi
sebagai alat komunikasi (2010: 16-17). Hal yang mendukung dikemukakan oleh
Slamet bahwa pendekatan komunikatif merupakan pe ndekatan yang dilandasi
yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa (2014: 20). Berdasarkan tujuan
tersebut, maka pengajaran dan pembelajaran bahasa diarahkan pada terbentuknya
kemampuan berkomunikasi siswa baik secara lisan maupun tertulis, sesuai dengan
tujuan pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Dalam rangka mencapai tujuan
tersebut, siswa dalam proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di
kelas diberikan latihan antara lain (Ngalimun, 2014: 53):
a. Memberi informasi secara terbatas
1) Mengidentifikasi gambar
2) Menemukan atau mencari pasangan yang cocok
3) Menemukan informasi yang ditiadakan
b. Memberikan informasi tanpa dibatasi bebas (tak bebas)
1) Mengkomunikasikan contoh dan gambar
2) Menemukan perbedaan
3) Menyusun kembali bagian-bagian cerita
c. Mengumpulkan informasi untuk memecahkan masalah
d. Menyusun infomasi
2.1.5 Keterampilan Membaca dan Menulis 2.1.5.1 Keterampilan Membaca
Membaca adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Membaca
merupakan suatu proses yang dilakukan atau dipergunakan untuk memperoleh
pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa
Christopher membaca adalah proses untuk menerjemahkan kode-kode visual ke
dalam bahasa pengucapan yang bermakna (2014: 1).
Tujuan proses membaca adalah menerima atau memahami pesan yang
terkandung dalam teks/tulisan (Kumara, 2014: 1). Tarigan mengemukakan bahwa
tujuan utama membaca adalah memperoleh dan memahami informasi isi suatu
bacaan (2008: 9). Ditinjau dari segi terdengar atau tidaknya suara pembaca, proses
membaca dibagi atas membaca nyaring dan membaca dalam hari (Tarigan, 2008:
23).
Membaca nyaring merupakan kegiatan membaca dimana pembaca
mengeluarkan suara (Ngalimun, 2014: 63). Tujuan kegiatan membaca nyaring
adalah memperoleh dan menyampaikan informasi, karena dalam proses kegiatan
membaca nyaring terjadi komunikasi antara pembaca dan pendengar (Tarigan,
2008: 23-24). Pada kegiatan membaca nyaring pembaca harus dapat membedakan
secara jelas aspek-aspek seperti intonasi kalimat berita, intonasi kalimat tanya,
intonasi kalimat seru, lagu kalimat orang marah, gembira, dan susah (Ngalimun,
2014: 63). Kesemua aspek tersebut dapat dipelajari pada jenjang pendidikan
formal sekolah. Kesemua aspek yang harus dikuasai dalam kegiatan membaca
nyaring telah dituangkan dalam kurikulum.
Membaca dalam hati kegiatan membaca yang hanya mempergunakan
ingatan visual yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan (Tarigan, 2008: 30).
Tujuan utama membaca dalam hati adalah untuk memperoleh informasi. Secara
garis besar membaca dalam hati dibedakan atas membaca ekstensif dan membaca
Membaca ekstensif merupakan kegiatan proses membaca yang d ilakukan
untuk memahami isi yang penting dari bahan bacaan dalam waktu yang singkat
(Ngalimun, 2014: 63). Membaca ekstensif dibagi menjadi tiga jenis. Jenis-jenis
membaca ekstensif tersebut diantarnya yaitu (1) membaca survei, (2) membaca
sekilas, dan (3) membaca dangkal (Tarigan, 2008: 32-36).
Jenis membaca dalam hati yang lainnya adalah membaca intensif.
Membaca intensif merupakan kegiatan proses membaca yang dilakukan secara
seksama untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis
(Ngalimun, 2014: 64). Tarigan mengemukakan bahwa membaca intesif terdiri atas
membaca telaah isi dan membaca telaah bahasa (2008: 37).
Membaca merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh dan memahami informasi dari suatu bacaan yang dibaca. Membaca
terdiri atas membaca nyaring dan membaca dalam hati. Membaca nyaring
merupakan kegitan membaca dimana pembaca mengeluarkan suara untuk
memperoleh dan menyampaikan informasi. Sedangkan membaca dalam hati
merupakan kegiatan membaca yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan
untuk memperoleh informasi.
2.1.5.2 Keterampilan Menulis
Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa.
Menulis adalah kegiatan yang bersifat produktif (Ngalimun, 2014: 5). Produktif
yang dimaksud oleh Ngalimun adalah seseorang mampu menghasilkan sesuatu
keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak
langsung, tidak secara tatap muka dengan yang lain (1985: 3).
Kegiatan menulis memerlukan kemampuan yang kompleks.
Kemampuan-kemampuan yang dimaksud adalah dalam menulis diperlukan antar lain berpikir
secara teratur dan logis serta kemampuan mengungkapkan pikiran secara jelas
dengan menggunakan bahasa yang efektif (Slamet, 2014: 45). Kemampuan yang
diperlukan untuk menulis didapat melalui proses yang panjang. Slamet
mengemukakan bahwa untuk dapat sampai pada tingkat dapat menulis, seseorang
harus mulai dari tingkat awal dengan mengenal lambang- lambang bunyi (2014:
45).
Pembelajaran menulis di sekolah dasar dilakukan secara bertahap.
Tahapan proses menulis disesuaikan dengan tingkat kelas, tingkat kesulitan, dan
jenis atau bentuk tulisan yang dibinakan (Harjono, 2010: 41). Seluruh tahapan
dalam proses belajar tulis menulis di sekolah tertuang dalam kurikulum yang telah
direncanakan oleh pemerintah.
2.1.6 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Harjono mengemukakan bahwa secara terminologis pendidikan,
kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta
didik untuk mencapai suatu tujuan pendidikan atau kompetensi yang ditetapkan
(2010: 47). Dalam pelaksanaannya di sekolah, kurikulum diartikan sebagai
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan baha n pelajaran,
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Harjono, 2010: 51).
Dalam perkembangannya kurikulum di Indonesia mengalami beberapa perubahan.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) merupakan dua kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia
(Harjono, 2010: 4). Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang masuk ke dalam
lingkup kurikulum KBK dan KTSP. Membaca dan menulis sebagai bagian dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia, baik standar kompetensi, kompetensi dasar, dan
indikator telah dipetakan dalam KBK dan KTSP. Berikut akan dipaparkan tentang
isi kurikulum Bahasa Indonesia membaca dan menulis kelas II semester 2 dari
KBK dan KTSP.
Tabel 2. 1 Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan
menjelaskan isi puisi
2009:
31-Tabel diatas menunjukkan standar kompetensi, kompetensi dasar,
indikator, dan materi yang telah dipetakan dalam kurikulum yang berlaku di
Indonesia. Kedua kurikulum tersebut memetakan standar kompetensi, kompetensi
dasar, indikator, dan materi yang terkait dengan membaca dan menulis. Dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan kedua kurikulum yang telah dipaparkan
sebagai dasar untuk menghasilkan kurikulum baru. Kedua kurikulum tersebut oleh
peneliti dilakukan beberapa modifikasi sehingga menghasilkan kurikulum baru.
Tabel 2. 2 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Hasil Modifikasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP
1.1 Membaca nyaring ragam teks (15-20 kalimat) dengan memperhatikan lafal dan intonasi secara tepat.
1.2 Menyebutkan isi ragam teks (20-25 kalimat) yang dibaca di dalam hati. Menulis
2. Menulis deskripsi menggunakan huruf lepas dan menyalin ragam teks menggunakan huruf latin tegak bersambung tentang sesuatu yang ada di lingkungan sekitar dengan memperhatikan huruf kapital dan tanda baca (titik).
2.1 Menuliskan deskripsi tentang sesuatu yang ada di lingkungan sekitar menggunakan huruf lepas dengan memperhatikan huruf kapital di awal kalimat dan tanda baca (titik).
2.3 Menyalin ragam teks tentang sesuatu yang ada di lingkungan sekitar menggunakan huruf tegak bersambung dengan memperhatikan huruf kapital di awal kalimat dan tanda baca (titik).
Tabel di atas menunjukkan modifikasi kurikulum KBK dan KTSP. Hasil
modifikasi kurikulum memetakan dua standar kompetensi membaca dan menulis,
dan empat kompetensi dasar membaca dan menulis. Kurikulum hasil modifikasi
akan dijadikan dasar pembuatan indikator dalam mengembangkan buku suplemen
yang akan dibuat.
2.1.7 Buku Suplemen
Istilah buku suplemen terbentuk dari dua kata yaitu kata “buku” dan
“suplemen”. Harjono menyatakan bahwa buku adalah lembaran kertas yang
berjilid berisi tulisan atau kosong (2010: 71). Sedangkan menurut Prastowo buku
suplemen dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah sesuatu yang ditambahkan
untuk melengkapi (Suharso, 2014: 506). Berdasarkan hal tersebut definisi dari
buku suplemen adalah kertas berjilid dalam bentuk cetak yang digunakan untuk
melengkapi bahan ajar yang lain.
Permendiknas mengemukakan hal yang hampir senada bahwa buku
pengayaan adalah buku pelajaran yang melengkapi buku teks pelajaran untuk
memperkaya pengetahuan peserta didik dan guru (2007: 66). Pratiwi
mengemukakan hal yang mendukung bahwa buku suplemen merupakan buku
yang berisi informasi yang dapat melengkapi buku paket yang dapat digunakan
guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Pratiwi, 2014: 20). Berdasarkan
pendapat para ahli tersebut, buku suplemen merupakan bahan ajar berbasis cetak
yang digunakan untuk melengkapi buku teks utama oleh guru dan siswa dalam
proses pembelajaran.
2.1.8 Model Pengembangan Pe rangkat Pe mbelajaran
Buku suplemen merupakan bahan ajar berbasis cetak yang digunakan untuk
melengkapi buku teks utama oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
Bahan ajar merupakan perangkat yang mendukung dalam proses pembelajaran.
Trianto mengemukakan bahwa, menurut Sudjana, untuk melaksanakan
pengembangan perangkat pembelajaran diperlukan model pengembangan yang
sesuai dengan sistem pendidikan (2014: 221).
Dick & Carey mengemukakan bahwa terdapat sepuluh langkah dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Kesepuluh langkah tersebut akan