• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Kebutuhan

Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran ini yaitu dengan menganalisis kebutuhan yang ada di SD Negeri Babarsari. Peneliti melakukan analisis kebutuhan yang didasari pada langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran yang telah peneliti jabarkan di bab III hal 47 . Yang peneliti lakukan dalam menganalisis kebutuhan di SD Negeri Babarsari yaitu dengan melakukan wawancara.

Wawancara dilakukan kepada dua orang guru kelas IV SD Negeri Babarsari Sleman Yogyakarta yaitu dengan Ibu dengan inisial W.S dan juga Bapak dengan inisial S, pada hari Sabtu, 15 April 2017. Peneliti melakukan wawancara tersebut dengan tujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh guru sesuai dengan fakta yang ada. Permasalahan yang dihadapi guru berkaitan dengan pemahaman guru mengenai kurikulum 2013 dan pembelajaran terpadu.

4.1.1 Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Peneliti Melakukan wawancara kepada dua orang guru kelas IV SD Negeri Babarsari pada hari Sabtu, tanggal 15 April 2017. Wawancara ini berpedoman pada 8 butir pertanyaan yang bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perangkat pembelajaran terpadu yang sesuai dengan 10 model pembelajaran terpadu yang digunakan di SD yang telah menggunakan kurikulum2013. Di bawah ini adalah

70

data hasil wawancara dengan dua ornag guru kelas IV SD Negeri babarsari yang akan dijelaskan pada setiap butirnya.

Butir pertanyaan pertama yaitu sejak kapan bapak/ibu menerapkan kurikulum 2013. Guru tersebut memberikan jawaban bahwa sejak awal keluarnya kurikulum ini SD Negeri Babarsari sudah mulai menerapkan kurikulum 2013 yang mulai diterapkan hanya dikelas I dan kelas IV saja. Tetapi sekarang sudah diterapkan di semua kelas.

SD Negeri Babarsari sudah menerapkan Kurikulum 2013 sejak tahun 2013, yang dimulai pada kelas I dan kelas IV. Tetapi sekarang sudah menggunakan Kurikulum 2013 dari kelas 1-6.

Butir pertanyaan kedua yaitu apakah Bapak/Ibu sudah tahu bahwa kurikulum 2013 harus menggunakan pembelajaran terpadu. Guru memberikan jawaban bahwa guru selaku wali kelas I dan IV yang pertama menerapkan kurikulum 2013 ini mengatakan telah mengetahui bahwa pada penerapan Kurikulum 2013 semua mata pelajaran berbasis tema. Pada setiap tema menggabungkan beberapa mata pelajaran yang saling berkaitan dan berkesinambungan, tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran guru hanya terpaku pada buku guru yang telah disediakan. Guru hanya mengetahui kalau pembelajaran terpadu hanya berbasis tema yang menggabungkan beberapa mata pelajaran. Guru tidak memahami jika pembelajaran terpadu jika kurikulum 2013 harus menggunakan pembelajaran terpadu

Butir pertanyaan ketiga yaitu mengenai apakah Bapak/Ibu pernah mengikuti pelatihan kurikulum 2013. Guru memberikan jawaban bahwa selaku

71

walikelas beliau telah mengikuti pelatihan kurikulum 2013 yang telah beliau ikuti sebanyak satu kali, yang diikuti pada awal penerapan kurikulum Guru juga menyampaikan bahwa sejak awal dimulainya penerapan kurikulum 2013 guru hanya mengikuri pelatihan satu kali dan beliau juga mengatakan bahwa belum mengikuti pelatihan lagi mengenai penerapan kutikulum 2013 di SD.

Butir pertanyaan keempat yaitu adanya 10 jenis pembelajaran terpadu, apakah Bapak/Ibu mengenal dan menguasai 10 jenis itu . Dari butir pertanyaan keempat ini, guru memberikan jawaban yaitu selaku wali kelas I dan IV kurang mengenal dan menguasai 10 jenis pembelajaran terpadu, beliau hanya mengetahuai bahwa karakteristik pembelajaran kurikulum 2013 yaitu menggunakan tema dan berbasis tematik. Guru juga memberi jawaban bahwa memang masih kurang memahami tentang 10 model pembelajaran terpadu.

Karena dalam setiap pemebelajaran guru terfokus pada buku guru dan hanya sesuai dengan yang ada pada buku guru. Tidak menggunakan model-model pembelajaran terpadu pada umumnya.

Butir pertanyaan kelima mengenai apakah bapak/ibu mengetahui salah satu model pembelajaran terpadu model immersed. Dari butir pertanyaan kelima ini guru memberikan jawaban bahwa guru kurang memahami model pembelajaran terpadu apalagi model Immersed. Dari pernyataan guru tersebut beliau juga menyatakan bahwa guru yang menerapkan kurikulum 2013 ini hanya mengikuti pelatihan pembelajaran terpadu. Dan dalam pelaksaan dan penilaian guru juga menyamakan sesuai dengan yang ada pada buku guru. Tanpa mengetahui model-model pembelajaran terpadu terutama model-model Immersed.

72

Butir pertanyaan keenam mengenai apakah ada kesulitan dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Dari pertanyaaan tersebut guru memberikan jawaban bahwa dalam merencanakan pembelajaran guru mengalami kesulitan dalam merencanakan sebuah pelaksanaan pembelajaran. Karena pada dasarnya guru hanya terfokus pada buku guru, sedangkan di dalam buku guru hanya ada satu contoh RPP. Jadi disini guru membutuhkan banyak contoh RPP untuk merencakana sebuah pelaksanaan pembelajaran yang lebih kreatif dan beragam.

Butir pertanyaan ketujuh mengenai apakah ada kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran terpadu. Dari pertanyaan tersebut guru memberikan jawaban bahwa dalam melaksanakan pembelajaran guru mengalami kesulitan pada bagian penilaian hasil belajar siswa. Karena guru disini hanya terpaku pada buku guru sehingga kurangnya referensi dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaran ini akan berpengaruh pada pembuatan RPP dan hasil belajar siswa.

Maka dari itu guru membutuhkan banyak contoh RPP untuk membuat penilaian yang sesuai dengan karakteristik siswa. Guru hanya membutuhkan contoh format penilaian yang lebih kontekstual dan efektif untuk mengukur kemampuan siswa.

Butir pertanyaan kedelapan mengenai apakah Bapak/Ibu membutuhkan contoh perangkat pembelajaran terpadu. Dari pertanyaan ini guru memberikan jawaban yaitu guru sangat membutuhkan contoh perangkat pelaksanaan pembelajaran. Terutama contoh perangkat pembelajaran terpadu yang lebih kreatif dan beragam. Yang didalamnya menggunakan salah satu dari 10 model pembelajaran terpadu.

73

4.1.2 Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dijelaskan diatas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa pemahaman guru terhadap kurikulum 2013 kurang memahami kurikulum 2013 apalagi bahwa perencanaan pelaksaan pembelajaran harus menggunakan pembelajaran terpadu yang memiliki sepuluh model pembelajaran terpadu. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru hanya mengacu pada buku guru, guru hanya sesekali mengembangkan langkah-langkah pembelajaran yang terdapat pada buku guru yang mereka miliki dengan memperhatikan rambu-rambu yang telah diberikan dan guru dapat mengembangkan sesuai dengan pemahaman guru. Kesulitan yang dialami guru dalam perencanaan pelaksanaan pembelajaran yaitu berkaitan dengan langkah-langkah pembelajaran karena disini guru dalam pelaksanaan pembelajaran hanya melihat langkah-langkah yang ada pada buku guru, penilaian otentik yang diharapkan dapat mengukur kemampuan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran.

Guru mampu melaksanakan pembelajaran yaang mengacu pada Kurikulum SD 2013, tetapi guru belum memahami bahwa pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 ini harus menggunakan pembelajaran terpadu memiliki 10 model pembelajaran terpadu. Guru menggunakan materi yang ada pada buku guru dengan ditambah dari pengetahuan guru tersebut. Guru hanya mengikuti langkah-langkah pembelajaran yang ada pada buku guru dengan sedikit mengembangkan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu yang ada. Guru disini massih sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 yang

74

menggunakan model pembelajaran terpadu. Guru juga membutuhkan banyak contoh RPP untuk membuat penilaian yang sesuai dengan karakteristik siswa.

Guru hanya membutuhkan contoh format penilaian yang lebih kontekstual dan efektif untuk mengukur kemampuan siswa.

Dokumen terkait