• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Kebutuhan

Wawancara tersebut berpedoman pada 13 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum SD 2013. Berikut data hasil wawancara dengan seorang guru SD Negeri Kalasan 1, Sleman, Yogyakarta yang akan dijelaskan pada setiap butir.

Butir pertanyaan pertama yaitu mengenai pemahaman guru mengenai Kurikulum SD 2013. Guru tersebut memberikan jawaban tentang pemahamannya mengenai kurikulum 2013 bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum di mana penyampaiannya secara utuh dan keseluruhan atau holistik.Beliau menjelaskan bahwa kurikulum 2013 ini sangat berbeda dengan kurikulum 2006 (KTSP), karena kurikulum 2013 penyampaiannya secara keseluruhan dengan satu kesatuan yang utuh dalam sebuah kemasan tema, sedangkan kurikulum 2006 (KTSP) penyampaiannya secarah terpisah sesuai dengan mata pelajarannya masing-masing.

Butir pertanyaan kedua yaitu mengenai pemahaman guru terkait dengan perumusan indiaktor dan tujuanpembelajaran yang mempertimbangkan keutuhan pribadi. Guru memberikan jawaban bahwa di mana kurikulum 2013 itu ada 4 aspek (kompetensi inti) yakni kompetensi inti 1 dan 2 menyangkut kepribadian kompetensi inti 3 menyangkut pengetahuan dan yang ke 4 menyangkut keterampilan. Jadi setiap hari di setiap pembelajaran siswabelajar utuh 4 aspek tersebut.Siswa diharapkan untuk memiliki pengetahuan,

kepribadian yang baik dan juga bisa menerapkan keterampilan di dalam kehidupannya sehari-hari. Guru tersebut mengatakan bahwa, perumusan indikator yang terlihat hanya kompetensi inti pengetahuan dan keterampilan sedangkan kompetensi inti 1 dan 2 disisipkan di tujuan pembelajaran.

Butir pertanyaan ketiga yaitu mengenai sejauh mana pemahaman guru terkait dengan pendekatan tematik integratif dalam pembelajaran. Guru tersebut memaparkan bahwa tematik integratif itu intinya gabungan dari semua muatan pembelajaran yang disatukan dalam ssbuah kegiatan pembelajaran dan penyampainnya juga tidak boleh terpisah. Hal tersebut sangat membutuhkan keahlian guru untuk menyampaikan pendekatan tematik integratif ini sehingga siswa tidak terbebani dengan beberapa muatan pembelajaran tertentu.

Butir pertanyaan keempat yaitu tentang sejauh mana pemahaman guru terkait dengan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran.Guru tersebut memaparkan bahwa pendekatan sainstifik itu ada 5 tahap yaitu; mengamati, menanya, menalar, mencoba, menyimpulkan dan mengkomunikasikan.Kemudian guru tersebut mengatakan bahwa pendekatan sainstifik dikatakan berhasil jika dalam 1 pembelajaran penyampaiannya 5 tahap tersebut sudah dilakukan meskipun tidak harus berurutan, yang terpenting adalah ke 5 tahap tersebut harus terlihat dalam kegiatan 1 pembelajaran sehari.

Butir pertanyaan kelima yaitu tentang pemahaman guru terkait dengan penilaian otentik. Guru tersebutmemaparkan bahwa penilaian otentik itu adalah penilaian secara keseluruhan yang mengukur semua aspek yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap dan spiritual. Guru tersebut juga mengatakan bahwa ada 2 jenis penilaian otentik yakni penilaian protes dan penilaian hasil atau produk.Dengan penilaian ini guru bisa mengetahui perkembangan siswa dari setiap aspek.

Butir pertanyaan keenam yaitu mengenai keperluan guru tentang contoh-contoh rubrik penilaian non tes.Guru tersebut mengatakan bahwa mereka membutuhkan contoh yang lebih real atau nyata. Alasannya penilaian otentik sangat sulit bagi guru, karena guru harus menilai secara keseluruhan ke 4 aspek tersebut permuatan. Guru tersebut juga mengatakan bahwa yang menjadi kendala adalah yang pertama keterbatasan SDM, guru belum mahir dalam melaksanakan penilaian otentik atau kurang berpengelaman dalam hal penilaian autentik. Kedua sarana dan prasarananya belum memenuhi dan yang ketiga yang paling menjadi kendala adalah jumlah murid, karena guru harus menilai secara keseluruhan ke 4 aspek tersebut untuk setiap anak dalam satu kelas dalam muatan pelajaran yang berbeda-beda. Hal ini yang menjadi alasan guru merasa sangat kesulitan dalam menjalankan penilaian otentik.

Butir pertanyaan ketujuh yaitu mengenai pemahaman guru terkait dengan penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Menurut guru tersebut

pada kurikulum 2013 ini pendidikan karakter memang setiap hari diterapkan dalam setiap pemelajaran, jika dibandingkan dengan kurikulum 2006 hanya terlihat di pelajaran PPKn dan agama. Jadi, dengan adanya kurikulum 2013 di mana pendidikan karakter itu muncul dalam setiap pembelajaran siswa diharapkan memiliki karakter yang kuat.Selain pengetahuan yang mereka miliki, siswa juga mempunyai karakter yang baik agar dalam implikasi di kehidupan sehari-hari pengetahuannya diterapkan terarah ke hal-hal yang baik.

Butir pertanyaan kedelapan yaitu terkait pemahaman guru dengan jenis-jenis karakter yang akan dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Gurutersebut menjelaskan bahwa kementrian pendidikan dan kebudayaan memaparkan 18 karakter pilar bangsa, tetapi guru tersebut tidak menghafal semua 18 karakter tersebut. Dalam pembelajaran guru tersebut tidak berpatokan pada 18 karakter dari kementrian pendidikan dan kebudayaanmelainkan karakter baik (sikap-sikap baik) apa saja yang bisa diberikan pada siswa.

Butir pertanyaan kesembilan yaitu terkait dengan kesulitan-kesulitan yang dialami guru dalam mengembangakan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013. Guru tersebut mengatakan bahwa ia masih kesulitan dalam hal instrument atau perangkat penilaian. Guru-guru belum menemukan daftar penilaian yang efektif untuk kurikulum 2013 serta analisis penilaian dan daya serapnya masih sangat dibutuhkan oleh guru-guru karena belum ada

patokan yang jelas. Guru tersebut mengaharapkan adanya intrumen atau perangkat penilaian yang mudah dan efektif serta cukup mengukur.

Butir pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai contoh-contoh perangkat pembelajaran yang sesuai tuntutan Kurikulum 2013 tersedia di Sekolah tersebut. Guru menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran yang tersedia di sekolah dan dibuat semampu guru-guru di SD tersebut dan belum maksimal. Mengenai rubrik penilaian yang sudah tersedia di SD tersebut paling banyak adalah rubrik penilaian hasil (produk), sebabrubrik tersebut lebih jelas dibandingkan dengan rubrik penilaian sikap masih minim karena guru masih kesulitan dalam merancang rubrik penilaian sikap.

Butir pertanyaan kesebelas yaitu mengenai apakah masih memerlukan contoh-contoh perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum SD 2013.Gurutersebut mengatakan bahwa untuk perancangan RPP beliau sudah bisa walaupun belum maksimal namun beliau masih kesulitan dalam hal penilaian. Guru tersebut masih sangat membutuhkan contoh-contoh perangkat penilaian yang mudah, efektif dan cukup mengukur.

Butir pertanyaan keduabelas yaitu mengenai karakteristik atau ciri-ciri RPPTH yang mengacu Kurikulum SD 2013 yang dibutuhkan. Guru tersebutmengatakan bahwa untuk karakteristik RPPTH beliau sudah bisa menguasainya walaupun belum maksimal, yang masih menjadi kesulitannya adalah dalam hal penilaian.

Butir pertanyaan ketigabelas yaitu mengenai saran yang dapat guru berikan terkait dengan penyusunan perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum SD 2013. Guru tersebut memberikan saran agar bisa memberikan arahan atau bimbingan kepada guru-guru mengenai penilaian kurikulum 2013. Guru tersebut juga mengatakan bahwa guru-guru lebih membutuhkan rillnya atau ke praktek ke lapangannya bukan hanya teori.

2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dijabarkan di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa pemahaman guru terhadap Kurikulum SD 2013 hanya sejauh yang diterima dari pemerintah (KEMENDIKBUD) dan sekemampuan sendiri dari dinas. Guru hanya mengikuti indikator dan tujuan yang sesuai dengan buku dan mengembangkannya dengan memperhatikan rambu-rambu yang telah diberikan. Pemahaman guru mengenai pendekatan tematik integratif dan saintifik juga belum begitu mendalam.Kesulitan yang dialami oleh guru berkaitan dengan perangkat pembelajaran yaitu penilaian otentik. Guru sangat mengharapkan adanya perangkat penilaian otentik yang mudah jelas dan dapat mengukur. Hal tersebut dilihat dari jawaban guru pada butir pertanyaan ke 6, 9 dan 11 mengenai pemahaman guru tentang penilaian otentik dan kesulitan yang dialami guru dalam mengembangakan perangkat pembelajaran serta memerlukan contoh perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum SD 2013.

Guru telah mampu melaksanakan pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum SD 2013 tetapi belum begitu memahami secara lebih mendalam. Guru juga belum dapat mengembangkan materi yang terdapat pada buku. Guru hanya mengikuti apa yang telah disediakan di dalam buku. Guru masih sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran yang baik dan benar terutama dari pemerintah. Guru merasa sangat kesulitan dalam penilaian otentik terutama pada penilaian sikap sosial dan penilaian sikap spiritual.

Dokumen terkait