VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.2 Analisis Kelayakan Finansial
Analisis finansial dilakukan untuk melihat perbandingan antara pengeluaran uang dengan penerimaan, sumber dana yang dibutuhkan, apakah proyek dapat mengembalikan dana yang telah dikeluarkan, dan apakah proyek itu akan berkembang. Pada penelitian ini, analisis finansial menggunakan empat kriteria yaitu NPV, IRR, Net B/C, dan PP.
Perhitungan analisis finansial dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan kapasitas produksi dan rendemen efektif pabrik. Seiring dengan pemasangan mesin-mesin pabrik jumlah tenaga kerja juga berkurang karena mesin yang baru dapat dijalankan secara otomatis sehingga tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Selain biaya tenaga kerja, biaya-biaya yang lain besarnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Setelah dilakukan analisis kelayakan pada kondisi tanpa perubahan lalu dilanjutkan dengan analisis sensitivitas dan analisis nilai pengganti. Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengubah variabel- variabel yang penting bagi kelangsungan usaha, yaitu besarnya rendemen dan harga gula. Selain menganalisis sensitivitasnya, kedua variabel juga digunakan dalam analisis nilai pengganti. Analisis nilai pengganti adalah perhitungan untuk
mengukur perubahan maksimal kedua variabel yang masih dapat ditoleransi agar usaha tetap layak.
6.2.1. Analisis Kelayakan Setelah Restrukturisasi Mesin
Analisis kelayakan finansial pada kondisi sekarang menggunakan perhitungan jumlah penerimaan dan pengeluaran usaha yang tidak dipengaruhi perubahan-perubahan variabelnya. Seluruh aset dan investasi dihitung dalam nilai sekarang dan aset yang sudah habis umur ekonomisnya tidak dimasukkan ke dalam perhitungan karena sudah tidak memiliki nilai buku. Sebagian aset tersebut adalah bangunan dan mesin yang berasal dari peninggalan Belanda.
6.2.1.1. Analisis Biaya
Usaha PG Kremboong merupakan usaha peninggalan Belanda yang telah beroperasi sejak tahun 1847 dengan produk utama gula dan produk sampingan berupa tetes. Sebagian peralatan utama untuk kegiatan proses produksi juga masih menggunakan peralatan lama yang digunakan oleh bangsa Belanda. Selama ini peralatan hanya direkondisi agar tetap dapat digunakan, namun semakin lama kinerja mesin semakin menurun. Hal ini menyebabkan penurunan efisiensi perusahaan, pembengkakan biaya, dan kehilangan gula yang tinggi. Oleh karena itu dilakukan restrukturisasi mesin dengan membeli mesin-mesin yang baru sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi. Rincian biaya investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli mesin-mesin baru dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Biaya Investasi Mesin Baru PG Kremboong
No Uraian Jumlah (unit)
Harga Satuan (Rp) Total (Rp)
1 Boiler 60 T atau H 1 60.000.000.000 60.000.000.000
2 Turbine Generator 3,5 MW 1 7.000.000.000 7.000.000.000
3 High Grade Fugal 1 12.000.000.000 12.000.000.000
4 Low Grade Fugal 2 1.000.000.000 2.000.000.000
5 Sugar Handling 1 4.000.000.000 4.000.000.000
6 Evaporator LP 1200 M2 1 1.500.000.000 1.500.000.000
7 Rotari Vacum Filter 1 2.000.000.000 2.000.000.000
8 Juice Heater (LP 300 M2) 2 750.000.000 1.500.000.000 9 Modifikasi Penggerak Gilingan 2 20.000.000.000 40.000.000.000 10 Juice Mouthing Automatication 1 2.600.000.000 2.600.000.000 Total 132.600.000.000
Sumber: Data Primer PG Kremboong (2011)
Pemasangan mesin dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2011 sampai pertengahan tahun 2014, karena selama pemasangan proses produksi gula harus tetap berlangsung sehingga mesin tidak dapat diganti serentak. Jika diganti secara serentak maka PG Kremboong tidak dapat melakukan kegiatan produksi gula karena mesin-mesin utamanya masih dalam tahap pemasangan dan instalasi. Selain itu, PG Kremboong membutuhkan dana yang besar untuk merestrukturisasi mesin. Dana tersebut tidak dapat langsung tersedia seluruhnya. Oleh karena itu, pengadaan mesin dilakukan secara bertahap sesuai dengan pengadaan dana yang juga diusahakan secara bertahap setiap tahunnya agar tidak terlalu berat bagi PG Kremboong. Tahap restrukturisasi mesin dimulai dengan pemasangan turbin dan
boiler karena kedua mesin tersebut berpengaruh besar terhadap peningkatan
kapasitas dan penyediaan tenaga listrik untuk pabrik. Pemasangan mesin terus berlangsung hingga akhirnya pada tahun 2014 semua mesin telah terpasang dan pabrik dapat beroperasi dengan kapasitas 2.750 TCD. Selain investasi pada mesin yang akan dipasang, PG Kremboong memiliki aset berupa tanah, jalan, kendaraan,
barang elektronik, peralatan, dan mesin yang saat ini digunakan. Daftar barang investasi PG Kremboong dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Daftar Barang Investasi PG Kremboong Tahun 2009
No Uraian Nilai Perolehan (Rp) Nilai Buku (Rp)
1 Biaya Pendirian 580.783.182 580.783.182
2 Hak Guna Bangunan (HGB) 1.486.233.294 1.139.106.771
3 Pabrik termasuk penataran 1.976.402.899 1.057.087.294
4 Mesin dan instalasi 19.505.420.632 6.342.542.756
5 Jalan 718.322.886 199.981.881
6 Sedan, station car, dan bus 1.432.737.567 282.980.182
7 Alat pertanian 312.181.499 0
8 Inventaris kantor dan rumah 571.026.463 62.070.248
Total 26.002.325.240 9.083.769.132
Sumber: Data Primer PG Kremboong (2011)
Tabel 18 menyajikan daftar investasi PG Kremboong yang meliputi biaya pendirian, tanah, pabrik termasuk penataran, mesin dan instalasi, jalan, kendaraan, alat pertanian, serta inventaris kantor dan rumah. Total nilai investasi PG Kremboong sebesar Rp 26.002.325.240,00 tetapi karena barang-barang tersebut dibeli beberapa tahun yang lalu maka telah mengalami penyusutan. Oleh karena itu, nilai investasi PG Kremboong tahun 2009 sebesar Rp 9.083.769.132,00. Pada tahun 2011, barang-barang modal kembali mengalami penyusutan dan beberapa barang harus direinvestasi karena umur ekonomisnya telah habis sehingga total nilai buku aset PG Kremboong sebesar Rp 18.712.500.168,00. Alat pertanian memiliki nilai buku nol karena alat-alat yang digunakan telah habis umur ekonomisnya sehingga harus direinvestasi. Namun pada analisis finansial ini, alat pertanian tidak termasuk dalam perhitungan investasi karena diasumsikan PG Kremboong membeli bahan baku dari luar. Selama ini usaha budidaya tebu dilakukan oleh bagian khusus di PG Kremboong dengan luas yang tidak terlalu besar. Sebagian besar bahan baku dipasok oleh petani tebu.
Jenis-jenis investasi yang ditanamkan PG Kremboong disesuaikan dengan kebutuhan usaha serta memiliki fungsi masing-masing dalam keberlangsungan
usaha. Biaya pendirian adalah biaya yang harus dikeluarkan PG Kremboong untuk mendapatkan beberapa perijinan yang harus dipenuhi dalam kegiatan operasional perusahaan. PG Kremboong juga memiliki aset berupa HGB senilai Rp 1.139.106.771,00 tempat bangunan pabrik, kantor, dan rumah dinas berdiri. Pabrik termasuk penataran terdiri atas bangunan pabrik, jalan emplasemen, kantor, rumah dinas, gudang, dan bangunan sosial. Bangunan-bangunan ini menjadi tempat proses produksi gula dan kegiatan penunjang lainnya. PG Kremboong juga menyediakan rumah dinas siap huni untuk karyawan tetap. Mesin dan instalasi merupakan mesin-mesin yang digunakan untuk memroses tebu menjadi gula dan tetes. Selain itu, termasuk penyediaan energi listrik untuk mesin selama masa giling. Jalan yang dibangun dipergunakan untuk jalan lori, namun saat ini sebagian besar tebu diangkut menggunakan truk sehingga tidak menggunakan jalan lori lagi. Sedan, station car, dan bus adalah kendaraan- kendaraan yang dipergunakan untuk kegiatan operasional karyawan. Sebagian kendaraan menjadi mobil dinas karyawan di level pimpinan untuk menunjang mobilitasnya, sedangkan bus digunakan untuk mengangkut karyawan dalam jumlah banyak ke suatu acara tertentu. Daftar lengkap aset PG Kremboong dapat dilihat pada Lampiran 5.
Setiap barang investasi menyusut setiap tahun dengan nilai penyusutan yang berbeda-beda karena setiap barang investasi memiliki umur ekonomis masing-masing. Umur ekonomis merupakan jumlah tahun selama pemakaian barang investasi dapat meminimumkan biaya tahunan dan masih menguntungkan jika dioperasikan. Umur ekonomis barang investasi PG Kremboong dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19. Umur Ekonomis dari Investasi Usaha PG Kremboong
No Uraian Umur Ekonomis (Tahun)
1 Biaya Pendirian 20
2 Hak Guna Bangunan 20
3 Pabrik termasuk penataran 20
4 Mesin dan instalasi 8
5 Jalan 20
6 Sedan, station car, dan bus 5
7 Inventaris kantor dan rumah 5
Sumber: Data Primer PG Kremboong (2011)
Biaya pendirian meliputi biaya ijin industri yang diurus setiap 20 tahun sekali. Tanah tidak mengalami penyusutan namun pihak PG Kremboong harus mengurus sertifikatnya setiap 20 tahun sekali. Bangunan pabrik termasuk penataran berumur 20 tahun karena setelah 20 tahun bangunan mulai mengalami kerusakan seperti kebocoran, dinding yang sudah tua, dan catnya sudah mengelupas. Mesin-mesin pendukung memiliki umur ekonomis selama 8 tahun karena setelah 8 tahun, biasanya mesin telah aus sehingga kinerjanya tidak sesuai dengan harapan. Mesin-mesin baru yang akan dipasang mengalami penyusutan sebesar 7 persen per tahun sehingga memiliki umur ekonomis selama 14 tahun. Jalan yang dibangun dapat bertahan hingga 20 tahun sedangkan kendaraan hanya 5 tahun. Begitu pula dengan inventaris kantor yang biasanya berupa alat-alat elektronik. Umur ekonomis mesin baru menjadi umur dari unit usaha PG Kremboong, karena selain menjadi komponen terpenting pada proses produksi gula, mesin baru juga memiliki nilai yang besar dibandingkan barang modal lainnya.
Barang-barang investasi memiliki umur ekonomis masing-masing. Setelah lewat umur ekonomisnya, barang-barang tersebut akan mengalami penurunan kinerja sehingga hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, perlu dilakukan reinvestasi pada barang-barang tersebut. Biaya reinvestasi dikeluarkan setiap tahun, karena begitu banyaknya mesin dan peralatan yang digunakan dengan umur ekonomis yang berbeda-beda sehingga waktu penggantiannya tidak sama. Perusahaan juga mereinvestasi barang-barang modal yang dibeli sebelum
restrukturisasi mesin dilakukan tetapi telah habis umur ekonomisnya. Tidak semua barang modal mengalami reinvestasi, misalnya jalan dan jembatan lori. Saat ini sebagian besar tebu diangkut ke pabrik oleh truk sehingga jalan dan jembatan lori sudah tidak digunakan lagi. Besarnya biaya reinvestasi yang harus dikeluarkan PG Kremboong dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Biaya Re-investasi PG Kremboong (Tanpa Perubahan)
Tahun ke- Biaya Re-investasi (Rp)
2 2.509.465.936 3 2.323.678.283 4 2.058.538.116 5 1.102.496.782 6 2.723.758.026 7 4.254.384.408 8 260.744.821 9 3.989.882.22 10 1.561.362.179 11 1.393.533.722 12 971.091.176 13 1.100.736.204 14 3.529.961.560 Sumber: Data Primer PG Kremboong (2011)
Barang-barang investasi selalu mengalami penyusutan setiap tahunnya. Besarnya nilai penyusutan setiap barang berbeda karena ditentukan oleh nilai awal investasi dan umur ekonomis barang tersebut. Mesin dan peralatan produksi berumur delapan tahun karena setelah delapan tahun mesin dan peralatan mulai aus sehingga hasil produksi tidak sesuai dengan harapan. Peralatan elektronik, inventaris kantor, dan kendaraan disusutkan selama lima tahun. Investasi yang memiliki umur ekonomis paling lama adalah hak guna bangunan (HGB), pabrik termasuk penataran, dan jalan yaitu selama 20 tahun. Tanah tidak mengalami penyusutan karena penggunaan tanah tidak dibatasi oleh umur ekonomis dan dapat digunakan lebih lama daripada umur proyek. Besarnya biaya penyusutan setiap tahunnya dapat dilihat pada Tabel 21.
Tabel 21. Besarnya Biaya Penyusutan Investasi PG Kremboong
Tahun ke- Biaya Penyusutan (Rp)
1 2.134.306.125 2 7.187.645.946 3 9.799.186.666 4 11.562.173.553 5 11.590.825.561 6 11.643.723.044 7 11.697.880.941 8 11.697.356.030 9 11.697.356.030 10 11.695.495.868 11 11.694.485.628 12 11.694.485.628 13 11.694.485.628 14 11.694.485.628 Sumber: Data Primer PG Kremboong (2011)
Selain biaya penyusutan, perusahaan harus mengeluarkan biaya operasional yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan tanpa dipengaruhi oleh besarnya output yang dihasilkan. PG Kremboong menggolongkan biaya tetap dalam enam bagian, yaitu gaji karyawan tetap, biaya umum, biaya tanaman, biaya instalasi, biaya pengolahan, dan biaya di luar perusahaan. Gaji karyawan tetap adalah gaji bagi karyawan tetap yang bekerja pada perusahaan dalam lingkup PTPN X mulai dari golongan IA hingga IVD. Perusahaan memberikan gaji menurut golongan sesuai dengan skala gaji. Biaya umum adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membiayai kebutuhan perusahaan secara umum, seperti peralatan kantor, biaya tamu, hiburan, mess, telepon, tamu, dan asuransi. Besarnya biaya umum yaitu Rp 590.704.000,00. Biaya tanaman dikeluarkan perusahaan untuk membiayai pengelolaan tebu rakyat, penelitian, kegiatan tebang dan angkut, serta pemeliharaan alat angkut dan jembatan. Biaya tanaman yang dikeluarkan perusahaan mencapai Rp 2.069.424.000,00. Biaya instalasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk segala kebutuhan di pabrik yang meliputi rekondisi mesin serta
penyediaan air dan utilitas. Besarnya biaya instalasi adalah Rp 6.843.226.806,00. Biaya pengolahan adalah biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan pengolahan tebu menjadi gula. Biaya pengolahan yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp 469.003.306 dan digunakan untuk pembersihan pipa, kegiatan di laboratorium, pemeliharaan timbang, serta rekondisi dan pengelolaan lingkungan hidup. Biaya di luar perusahaan mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan di luar kelima bagian tersebut, seperti biaya keamanan, jaminan sosial pensiun, dan
quality control. Besarnya biaya di luar perusahaan adalah Rp 3.799.300.189,00.
Biaya tetap yang dikeluarkan mulai tahun pertama hingga tahun ke-14 besarnya sama karena restrukturisasi mesin tidak mempengaruhi biaya tetap yang dikeluarkan perusahaan. Tabel 22 menyajikan rincian biaya tetap usaha PG Kremboong.
Tabel 22. Biaya Tetap Usaha PG Kremboong
Biaya Tetap Tahun ke 1-14 (Rp)
Biaya Tenaga Kerja 8.260.242.252
Tunjangan 3.352.270.000
Biaya umum 590.704.000
Biaya Tanaman 2.069.424.000
Biaya Instalasi 6.843.226.806
Biaya Pengolahan 469.003.306
Biaya Diluar Perusahaan 3.799.300.189
Total Biaya Tetap 22.031.900.553
Sumber: Data Primer PG Kremboong (2011)
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya dipengaruhi oleh jumlah
output dan berubah seiring meningkatnya volume output perusahaan. Biaya
variabel dalam usaha PG Kremboong terbagi menjadi empat, yaitu gaji karyawan tidak tetap, biaya pengolahan, biaya instalasi, dan penyediaan bahan baku tebu. Karyawan tidak tetap PG Kremboong terdiri dari tiga jenis, yaitu karyawan kampanye, karyawan honorer, dan karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Karyawan kampanye dan PKWT adalah karyawan yang dipekerjakan pada masa giling dan mulai dipanggil paling lambat sebulan sebelum mulai masa
giling. Karyawan honorer adalah karyawan tidak tetap dengan tugas melakukan pekerjaan kasar. Seiring dengan pemasangan mesin yang menggunakan otomatisasi terus menurun karena mesin yang baru menggunakan listrik sebagai tenaga penggerak sehingga mesin tidak lagi digerakkan secara manual yang memerlukan banyak tenaga kerja. Pengurangan PKWT terbanyak dari bagian instalasi yaitu sebanyak 50 orang dan bagian pengolahan sebanyak 20 orang. Pengurangan jumlah tenaga kerja ini juga menjadi salah satu wujud peningkatan efisiensi tenaga kerja karena selama ini karyawan yang dipekerjakan terlalu banyak sehingga biaya tenaga kerja membengkak.
Biaya bahan baku tebu tetap setiap tahunnya, karena biaya penyediaan tebu yang dimaksud pada penelitian ini adalah bahan baku tebu yang dikelola dari tanah sewa seluas 500 Ha dan diasumsikan PG Kremboong membeli tebu tersebut dengan harga Rp 35.000,00 per kuintal. Biaya instalasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk rekondisi dan pengoperasian mesin-mesin di enam stasiun di PG Kremboong yaitu stasiun gilingan, stasiun pemurnian, stasiun penguapan, stasiun masakan, stasiun pendingin, dan stasiun pemutaran. Biaya pengolahan dikeluarkan perusahaan untuk membiayai kegiatan pengemasan, angkut, dan timbun gula. Biaya instalasi dan pengolahan tidak banyak berubah dari tahun- tahun sebelumnya. Begitu juga dengan biaya pengepakan gula dan transportasi sama dengan tahun 2010. Rincian biaya tetap dan variabel tersaji pada Lampiran 6. Daftar biaya variabel PG Kremboong dapat dilihat pada Tabel 23.
Tabel 23. Biaya Variabel Usaha PG Kremboong
Biaya Variabel Tahun ke-
1 (Rp) 2 (Rp) 3 (Rp) 4-14 (Rp) Gaji dsb karyawan kampanye 3.701.327.932 3.336.174.503 3.120.402.023 2.969.418.963 Gaji dsb karyawan PKWT 4.265.951.058 4.265.951.058 4.265.951.058 3.184.006.949 Gaji dsb karyawan honorer 45.320.806 45.320.806 45.320.806 45.320.806 Tebu 14.437.500.000 14.437.500.000 14.437.500.000 14.437.500.000 Biaya Instalasi 2.041.018.000 2.041.018.000 2.041.018.000 2.041.018.000 Biaya Pengolahan 1.778.000.778 1.778.000.778 1.778.000.778 1.778.000.778
Total Biaya Variabel 27.682.806.574 27.317.653.146 27.101.880.666 25.868.953.496
Sumber: Data Primer PG Kremboong (2011)
Restrukturisasi mesin PG Kremboong membutuhkan biaya yang besar sehingga modalnya harus diperoleh dari luar yaitu bank. Seluruh proses peminjaman diurus oleh Direksi PTPN X sedangkan PG Kremboong bertanggung jawab untuk melunasi seluruh pinjaman. Pinjaman dilakukan secara bertahap setiap tahun untuk membiayai pemasangan mesin di tahun tersebut. Jenis pinjaman yang digunakan adalah kredit investasi dengan bunga pinjaman sebesar 14 persen. PG Kremboong akan mengangsur pinjaman dengan jangka waktu pengembalian selama delapan tahun. Penjadwalan pinjaman PG Kremboong dapat dilihat pada Lampiran 7. Tabel 24 menyajikan rincian pinjaman dan angsuran yang harus dibayar oleh PG Kremboong.
Tabel 24. Daftar Pinjaman dan Angsuran
Tahun Pinjaman (Rp) Tingkat Suku Bunga (%) Jangka Waktu Pengembalian (Th) Angsuran Kredit Per Tahun (Rp) 2011 1.500.000.000 14 8 323.355.034,5 2012 71.100.000.000 14 8 15.327.028.635 2013 36.000.000.000 14 8 7.760.520.828 2014 24.000.000.000 14 8 5.173.680.552 Total 132.600.000.000
6.2.1.2. Analisis Manfaat
Manfaat yang diperoleh PG Kremboong dari usaha produksi gula berasal dari penerimaan hasil lelang gula, hasil lelang tetes, penjualan limbah padatan (blotong), dan nilai sisa. Produksi gula, tetes, dan blotong terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan peningkatan rendemen dan kapasitas produksi pabrik. Peningkatan rendemen terjadi, karena intensifikasi pertanian dan penggantian mesin. Besarnya rendemen efektif ditentukan oleh tanaman tebu dan efisiensi pabrik. Proses penanaman yang baik dan sesuai dengan standar akan menghasilkan tebu dengan rendemen yang tinggi, begitu pula dengan penggunaan mesin yang baru akan menurunkan tingkat kehilangan gula pada proses produksi. Produksi mulai stabil pada tahun keempat karena mesin baru sudah terpasang semua dan pabrik dapat beroperasi dengan kapasitas optimal. Harga gula berfluktuatif tergantung pada hasil lelang dan juga dipengaruhi oleh harga gula dunia. Pada tahun 2010 harga gula hasil lelang mencapai harga lebih dari Rp 9000,00 per kg karena harga gula dunia sedang tinggi. Pada perhitungan penerimaan menggunakan harga Rp 8.500,00 yaitu harga rata-rata gula pada kondisi normal. Berikut data penjualan gula dari tahun ke tahun selama umur usaha (Tabel 25).
Tabel25. Penerimaan Hasil Lelang Gula Selama Umur Usaha Tahun Usaha ke- Kapasitas (TCD) Rendemen (%) Total Produksi (Ton) Bagian Pabrik (Ton) Harga per kg (Rp) Total Penerimaan (Rp) 1 1.600 7,358 18.874,153 6039,73 8.500 51.337.705.000 2 2.200 8 28.216,32 8.464,896 8.500 71.951.616.000 3 2.400 8 30.781,44 9.234,432 8.500 78.492.672.000 4 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 5 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 6 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 7 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 8 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 9 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 10 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 11 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 12 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 13 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 14 2.750 8,75 38.577 11.573,1 8.500 98.371.350.000 Total Penerimaan 1.283.866.843.000
Selain gula, hasil produksi PG Kremboong yang penjualannya melalui lelang adalah tetes. Tetes tebu atau molasses adalah produk sisa pada proses produksi gula. Tetes masih mengandung kadar gula yang tinggi namun tidak dapat dikonsumsi karena mengandung kotoran-kotoran lain yang berbahaya bagi kesehatan. Tetes tebu merupakan bahan baku pembuatan MSG, alkohol, spiritus, pakan ternak, dan bioetanol. Pada proses produksi gula, sebanyak 4,5 persen tebu menjadi tetes. Sistem bagi hasil tetes antara petani dan pabrik, yaitu petani mendapatkan tetes sebanyak 3 kg per kuintal tebu yang diproses. Harga rata-rata tetes hasil lelang sebesar Rp 1.300,00 per kg. Berikut data hasil penjualan tetes selama umur usaha (Tabel 26).
Tabel 26. Penerimaan Hasil Lelang Tetes Selama Umur Usaha Tahun Usaha ke- Kapasitas (TCD) Total Produksi (Ton) Bagian Pabrik (Ton) Harga per kg (Rp) Total Penerimaan (Rp) 1 1.600 11.520 3.840 1.300 5.304.000.000 2 2.200 15.840 5.280 1.300 6.864.000.000 3 2.400 17.280 5.760 1.300 7.488.000.000 4 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 5 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 6 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 7 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 8 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 9 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 10 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 11 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 12 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 13 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 14 2.750 19.800 6.600 1.300 8.580.000.000 Total Penerimaan 114.036.000.000
Blotong adalah limbah padat yang dihasilkan dari proses produksi gula dan berasal dari stasiun pemurnian nira. Bentuk blotong berupa serpihan serat- serat tebu yang mempunyai komposisi humus. Banyaknya blotong yang dihasilkan dari proses produksi gula adalah 2 persen dari total tebu yang diproses. Blotong yang dihasilkan dari proses produksi gula tidak dijual melalui lelang, namun diproses menjadi kompos. Proses produksi kompos ini dilakukan oleh bagian tersendiri di PG Kremboong, sehingga pada perhitungan penerimaan ini diasumsikan blotong dijual ke bagian tersebut dengan harga Rp 80,00 per kg. Tabel 27 menyajikan data penjualan blotong selama umur usaha.
Tabel 27. Penerimaan Penjualan Blotong Selama Umur Usaha Tahun Usaha ke- Kapasitas (TCD) Total Produksi (Ton) Harga per kg (Rp) Total Penerimaan (Rp) 1 1.600 5.120 80 409.600.000 2 2.200 7.040 80 563.200.000 3 2.400 7.680 80 614.400.000 4 2.750 8.800 80 704.000.000 5 2.750 8.800 80 704.000.000 6 2.750 8.800 80 704.000.000 7 2.750 8.800 80 704.000.000 8 2.750 8.800 80 704.000.000 9 2.750 8.800 80 704.000.000 10 2.750 8.800 80 704.000.000 11 2.750 8.800 80 704.000.000 12 2.750 8.800 80 704.000.000 13 2.750 8.800 80 704.000.000 14 2.750 8.800 80 704.000.000 Total Penerimaan 9.331.200.000
Selain penerimaan dari penjualan gula, tetes, dan blotong, PG Kremboong juga mendapatkan manfaat langsung dari nilai sisa. Nilai sisa adalah nilai dari barang-barang investasi yang tidak habis dipakai selama umur bisnis. Pada akhir umur bisnis, yaitu pada akhir tahun ke-14 masih banyak barang investasi yang masih memiliki nilai yang dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, misalnya mesin, bangunan, jalan, kendaraan, dan peralatan elektronik. Setiap barang investasi memiliki umur ekonomis dan nilai perolehan yang berbeda-beda sehingga di akhir umur bisnis tiap barang investasi memiliki nilai sisa yang berbeda. Daftar barang-barang investasi yang memiliki nilai sisa dapat dilihat pada Lampiran 8.
6.2.1.3. Hasil Analisis Finansial
Hasil proyeksi laba rugi PG Kremboong menunjukkan bahwa pada tahun pertama saat kapasitas produksi masih 1.600 TCD, laba yang diperoleh sebesar Rp 21.485.910.226,00. Pada tahun ke-2 dan ke-3, laba perusahan naik menjadi
Rp 34.557.903.681,00 dan Rp 30.719.671.780,00 seiring dengan peningkatan kapasitas dan rendemen serta penurunan biaya tenaga kerja. Mulai tahun ke-4, PG Kremboong beroperasi dengan kapasitas optimal yaitu 2.750 TCD dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 49.440.377.370,00. Keuntungan bersih ini adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dipotong pajak badan sebesar 25 persen dari keuntungan kotor atau Earning Before Tax (EBT). Berdasarkan perhitungan proyeksi laba rugi, total keuntungan bersih usaha PG Kremboong selama umur bisnis sebesar Rp 684.381.562.083,00. Rekapitulasi proyeksi laba rugi PG Kremboong dapat dilihat pada Tabel 27.
Tabel 27. Rekapitulasi Proyeksi Laba Rugi PG Kremboong
Tahun ke-
Keuntungan Kotor (Rp) Pajak 25% (Rp) Keuntungan Bersih (Rp)
1 28.647.880.301 7.161.970.075 21.485.910.226 2 46.077.204.909 11.519.301.227 34.557.903.681 3 40.959.562.373 10.239.890.593 30.719.671.780 4 65.920.503.161 16.480.125.790 49.440.377.370 5 63.790.883.707 15.947.720.927 47.843.162.780 6 65.427.198.613 16.356.799.653 49.070.398.960 7 67.298.742.840 16.824.685.710 50.474.057.130 8 69.494.568.172 17.373.642.043 52.120.926.129 9 71.997.210.652 17.999.302.663 53.997.907.989 10 74.852.083.245 18.713.020.811 56.139.062.434 11 78.060.258.052 19.515.064.513 58.545.193.539 12 79.570.641.599 19.892.660.400 59.677.981.200 13 80.206.005.910 20.051.501.477 60.154.504.432 14 80.206.005.911 20.051.501.478 60.154.504.433 Total 912.508.749.444 22.8127.187.361 684.381.562.083
Kelayakan restrukturisasi mesin PG Kremboong dianalisis dengan
menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),
Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan Payback Period (PP). Restrukturisasi mesin
dapat dikatakan layak jika nilai NPV selama umur bisnis lebih dari nol (NPV > 0), besarnya IRR lebih dari tingkat discount rate (IRR > 14%), Net B/C lebih besar
atau sama dengan satu (Net B/C ≥ 1), dan jangka waktu pengembalian lebih kecil daripada umur bisnis. Perhitungan analisis finansial ini menggunakan discount rate sebesar 14 persen, yaitu besarnya suku bunga kredit investasi Bank Mandiri. Perhitungan analisis finansial mempertimbangkan tingkat discount rate
berdasarkan suku bunga kredit investasi karena PG Kremboong harus meminjam uang di bank untuk mendanai pengadaan mesin-mesin baru. Pinjaman ini diangsur selama delapan tahun dengan bunga tetap sebesar 14 persen. Hasil analisis finansial dengan berdasarkan kriteria investasi tersebut dapat dilihat pada Tabel 29.
Tabel 29. Hasil Analisis Finansial
No Kriteria Hasil
1 Net Present Value (NPV) Rp52.414.490.686,68
2 Internal Rate of Return (IRR) 50%
3 Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) 3,68
4 Payback Period (PP) 8,88 (8 th 10 bln 17 hr)
Perhitungan NPV dengan tingkat discount rate sebesar 14 persen menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 52.414.490.686,68. NPV merupakan selisih antara total present value manfaat dengan total present value biaya selama umur bisnis. NPV menggambarkan nilai sekarang dari manfaat bersih yang diterima perusahaan selama umur bisnis sehingga jika ditarik ke nilai uang sekarang restrukturisasi mesin yang dilakukan PG Kremboong dapat menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 52.414.490.686,68. Layak atau tidaknya restrukturisasi mesin juga dapat dilihat dari besarnya IRR (pengembalian terhadap investasi yang ditanamkan). IRR adalah tingkat discount rate yang menghasilkan nilai NPV