Analisis kelayakan finansial yang diukur pada penelitan ini berdasarkan dari pendekatan empat kriteria, yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), dan Payback Period (PP). Hasil perhitungan kriteria investasi ini diperoleh dari hasil pengurangan komponen outflow dengan inflow.
1. Analisis Kelayakan Finansial Skenario I (Menjual Log Jamur Tiram Putih) Analisis kelayakan finansial pada skenario I, yaitu menjual log jamur tiram putih menggunakan tingkat discount rate 6,75% yang ditentukan berdasarkan rata-rata tingkat BI rate bulan Februari sampai Mei 2011. Pada skenario I, perhitungan kelayakan menggunakan manfaat bersih (net benefit) yang diperoleh dari selisih antara biaya dan manfaat setiap tahunnya serta dikurangi pajak penghasilan usaha. Berdasarkan ketentuan pajak nomor 36 tahun 2009, pasal 17 ayat 2a, tarif pajak pendapatan usaha sebesar 25 persen dari penghasilan usaha, sehingga diperoleh pajak penghasilan usaha pada tahun pertama sebesar Rp 36.831.568,33 dan pada tahun kedua hingga tahun kelima sebesar Rp 78.017.803,33.
Tabel 27. Kriteria Kelayakan Investasi pada Skenario I
No Kriteria Investasi Nilai
1 NPV 708.104.697,01
2 Net B/C 2,32
3 IRR 45%
4 Payback Period 3,58
Berdasarkan perhitungan kriteria investasi yang telah dilakukan dengan umur usaha selama lima tahun, nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp 708.104.697,01 yang menunjukkan bahwa manfaat bersih atau keuntungan yang diperoleh pelaku usaha selama lima tahun dengan tingkat diskonto 6,75 persen sebesar Rp 708.104.697,01. Nilai tersebut lebih besar dari nol, sehingga berdasarkan kriteria NPV, usaha jamur tiram putih dengan skenario I layak untuk dijalankan.
Perhitungan Net B/C menghasilkan nilai sebesar 2,32 yang menunjukkan bahwa setiap satu satuan biaya yang dikeluarkan untuk usaha penjualan log jamur tiram putih ini akan memberikan keuntungan yang nilainya sebesar 2,32 satuan.
Nilai Net B/C ini lebih besar dari satu maka pada kriteria ini, untuk usaha jamur tiram putih dengan skenario I layak untuk dijalankan.
Sementara itu, nilai IRR dari usaha jamur tiram putih dengan skenario I sebesar 45 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengembalian investasi yang ditanamkan pada usaha jamur tiram putih dengan skenario I sebesar 45 persen. Nilai ini lebih besar dari tingkat diskonto yang digunakan, yaitu 6,75 persen. Maka, dapat dikatakan bahwa usaha jamur tiram putih dengan skenario I berdasarkan kriteria IRR layak untuk dijalankan.
Nilai Payback Period (PP) dari usaha ini adalah selama 3 tahun, 6 bulan, 29 hari. Nilai ini menunjukkan bahwa seluruh biaya investasi yang ditanamkan dalam usaha jamur tiram putih dengan skenario I akan dapat dikembalikan pada tahun ketiga, bulan ketujuh, hari kedua puluh sembilan. Payback period memiliki periode yang lebih kecil dibandingkan dari umur usaha jamur tiram putih yang berlangsung selama lima tahun, sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha jamur tiram putih dengan skenario I layak untuk dijalankan berdasarkan kriteria pengembalian investasinya. Dilihat dari beberapa kriteria investasi yaitu NPV, Net B/C, IRR, dan PP usaha jamur tiram putih dengan skenario I ini layak secara finansial.
2. Analisis Kelayakan Finansial Skenario II (Membeli Log Jamur Tiram Putih) Analisis kelayakan finansial pada skenario II, yaitu budidaya jamur tiram putih dengan cara membeli log jamur tiram putih menggunakan tingkat discount rate 6,75% yang ditentukan berdasarkan rata-rata tingkat BI rate bulan Februari sampai Mei 2011. Pada skenario II, perhitungan kelayakan menggunakan manfaat bersih (net benefit) yang diperoleh dari selisih antara biaya dan manfaat setiap tahunnya serta dikurangi pajak penghasilan usaha. Berdasarkan ketentuan pajak nomor 36 tahun 2009, pasal 17 ayat 2a, tarif pajak pendapatan usaha sebesar 25 persen dari penghasilan usaha, sehingga diperoleh pajak penghasilan usaha pada tahun pertama sebesar Rp 22.412.750 dan pada tahun kedua hingga tahun kelima sebesar Rp 50.450.250.
Tabel 28. Kriteria Kelayakan Investasi pada Skenario II
No Kriteria Investasi Nilai
1 NPV 403.502.827,98
2 Net B/C 1,69
3 IRR 27%
4 Payback Period 4,28
Berdasarkan perhitungan kriteria investasi yang telah dilakukan dengan umur usaha selama lima tahun, nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp 403.502.827,98 yang menunjukkan bahwa manfaat bersih atau keuntungan yang diperoleh pelaku usaha selama lima tahun dengan tingkat diskonto 6,75 persen sebesar Rp 403.502.827,98. Nilai tersebut lebih besar dari nol, sehingga berdasarkan kriteria NPV, usaha jamur tiram putih dengan skenario II layak untuk dijalankan.
Perhitungan Net B/C menghasilkan nilai sebesar 1,69 yang menunjukkan bahwa setiap satu satuan biaya yang dikeluarkan untuk usaha budidaya jamur tiram putih dengan membeli log ini akan memberikan keuntungan yang nilainya sebesar 1,69 satuan. Nilai Net B/C ini lebih besar dari satu maka pada kriteria ini, untuk usaha jamur tiram putih dengan skenario II layak untuk dijalankan.
Sementara itu, nilai IRR dari usaha jamur tiram putih dengan skenario II sebesar 27 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengembalian investasi yang ditanamkan pada usaha jamur tiram putih dengan skenario II sebesar 27 persen. Nilai ini lebih besar dari tingkat diskonto yang digunakan yaitu 6,75 persen. Maka, dapat dikatakan bahwa usaha jamur tiram putih dengan skenario II berdasarkan kriteria IRR layak untuk dijalankan.
Nilai Payback Period (PP) dari usaha ini adalah selama 4 tahun, 3 bulan, 11 hari. Nilai ini menunjukkan bahwa seluruh biaya investasi yang ditanamkan dalam usaha jamur tiram putih dengan skenario II akan dapat dikembalikan pada tahun keempat, bulan keempat, hari kesebelas. Payback period memiliki periode yang lebih kecil dibandingkan dari umur usaha jamur tiram putih yang berlangsung selama lima tahun, sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha jamur tiram putih dengan skenario II layak untuk dijalankan berdasarkan kriteria pengembalian investasinya. Dilihat dari beberapa kriteria investasi yaitu NPV,
Net B/C, IRR, dan PP usaha jamur tiram putih dengan skenario II ini layak secara finansial.
3. Analisis Kelayakan Finansial Skenario III (Menjual Log dan Jamur Tiram Putih Segar)
Analisis kelayakan finansial dengan skenario III yaitu menjual log dan jamur tiram putih segar menggunakan tingkat discount rate 6,75% yang ditentukan berdasarkan tingkat rata-rata BI rate bulan Februari sampai Mei 2011. Pada skenario III, perhitungan kelayakan menggunakan manfaat bersih (net benefit) yang diperoleh dari selisih antara biaya dan manfaat setiap tahunnya dan dikurangi pajak penghasilan usaha. Berdasarkan ketentuan pajak nomor 36 tahun 2009, pasal 17 ayat 2a, tarif pajak pendapatan usaha sebesar 25 persen dari penghasilan usaha, sehingga diperoleh pajak penghasilan usaha pada tahun pertama sebesar Rp 54.392.819,25 dan pada tahun kedua hingga tahun kelima sebesar Rp 233.384.518,50.
Tabel 29. Kriteria Kelayakan Investasi pada Skenario III
No Kriteria Investasi Nilai
1 NPV 2.095.013.894,70
2 Net B/C 2,77
3 IRR 59%
4 Payback Period 2,85
Berdasarkan perhitungan kriteria investasi yang telah dilakukan dengan umur usaha selama lima tahun, nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp 2.095.013.894,70 yang menunjukkan bahwa manfaat bersih atau keuntungan yang diperoleh pelaku usaha selama lima tahun dengan tingkat diskonto 6,75 persen sebesar Rp 2.095.013.894,70. Nilai tersebut lebih besar dari nol, sehingga berdasarkan kriteria NPV, usaha jamur tiram putih dengan skenario III layak untuk dijalankan.
Perhitungan Net B/C menghasilkan nilai sebesar 2,77 yang menunjukkan bahwa setiap satu satuan biaya yang dikeluarkan untuk usaha penjualan log dan jamur tiram putih segar ini akan memberikan keuntungan yang nilainya sebesar 2,77 satuan. Nilai Net B/C ini lebih besar dari satu maka pada kriteria ini, untuk usaha jamur tiram putih dengan skenario III layak untuk dijalankan.
Sementara itu, nilai IRR dari usaha jamur tiram putih dengan skenario III sebesar 59 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengembalian investasi yang ditanamkan pada usaha jamur tiram putih dengan skenario III sebesar 59 persen. Nilai ini lebih besar dari tingkat diskonto yang digunakan yaitu 6,75 persen. Maka, dapat dikatakan bahwa usaha jamur tiram putih dengan skenario III berdasarkan kriteria IRR layak untuk dijalankan.
Nilai Payback Period (PP) dari usaha ini adalah selama 2 tahun, 10 bulan, 6 hari. Nilai ini menunjukkan bahwa seluruh biaya investasi yang ditanamkan dalam usaha jamur tiram putih dengan skenario III akan dapat dikembalikan pada tahun kedua, bulan kesebelas, hari keenam. Payback period memiliki periode yang lebih kecil dibandingkan dari umur usaha jamur tiram putih yang berlangsung selama lima tahun, sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha jamur tiram putih dengan skenario III layak untuk dijalankan berdasarkan kriteria pengembalian investasinya. Dilihat dari beberapa kriteria investasi yaitu NPV, Net B/C, IRR, dan PP usaha jamur tiram putih dengan skenario III ini layak secara finansial.