• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kemampuan Memunsut Pa,iak

ta III yaitu sekitar 57*0

2. Analisis Kemampuan Memunsut Pa,iak

Pada dasarnya pengertian dari Kemampuan Memiingut Pajak merupakan hasil bagi dari jumlah penerimaan pajak dengan pendapatan nasional. Di Indonesia, penerimaan pa - jak migas diperoleh dari pa^jak penghasilan atas perusaha- an minyak bumi dan gas alam dan besarnya hanya tergantung dari jumlah penjualan dan harga di pasar internasional. * Dengan demikian kemampuan memungut pajak .(tax effort) le­

bih sesuai untuk diterapkan pada penerimaan pajak non mi­

gas, karena kemampuan tersebut mencerminkan kemampuan

da-ri peraturan perpajakan, kemampuan aparat perpajakan, dan tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

Dalam hubungannya dengan kemampuan lembaga perpa - jakan di Indonesia dalam memungut pajak, maka dapat dili- hat pada tabel 7 bahwa kemampuan memungut pajak sampai dengan akhir Pelita III hanya berkisar antara 5*8 % sain - pax dengan 8,1 Secara rata-rata kemampuan selama ini (dari awal Pelita I sampai dengan akhir Pelita III) hanya sekitar 6,65

Sebagai perbandingan dapat diamati kemampuan memu­

ngut pajak dari beberapa negara lain seperti yang

tercer-*\

min pada tabel 8 . Pada tahun 1983 untuk kawasan negara - negara anggota AS E A N , Indonesia menduduki urutan yang pa­

ling bawah atau dengan perkataan lain kemampuan memungut pajaknya yang paling rendah.

Dari data di atas, dapat dikatakan bahwa kemampu­

an memungut pajak dari lembaga perpajakan di Indonesia relatif tidak berubah sejak, Pelita I sampai dengan Peli - ta III- Hal ini disebabkan oleh peraturan perpajakan yang secara historis maupun falsafahnya sudah tidak mampu/ti - dak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi yang ada dan juga karena fungsinya selama ini lebih dititik-beratkan pada fungsi: mengaturnya, seperti yang diungkapkan oleh Salamun Alfian Tjakradiwirja sebagai berikut :

.-•pada kenyataan-kenyataan selama bertahun - .tahun memang penerimaan pajak ini agak sengaja dikendorkan terhadap masyarakat Indonesia. Fasilitas - fasilitas

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

KEMAMPUAN MEMUNGUT PAJAK (TAX EFFORT) Tahun 1969/1970 - 1983/1984

(dalara persen) TABEL 7

Pelita T a h u n A n g g a r a n T a x E f f o r t

1969/1970

( 1970/1971 6,9

i ( 1971/1972 6,7

( 1972/1973 6,5

0 ( 1973/1974 7,1

1974/1975 6,4

( 1975/1976 6,6

ii ( 1976/1977 8,1

( 1977/1978 7,4

( 1978/1979 7,1

( 1979/1980 6,4

( 1980/1981 6,0

h i ( 1981/1982 5,8

( 1982/1983 6,2

(

1983/1984 5,9

Rata-rata : 6,65

Sumber : Dihitung dari:

1. Tnddkator Ekonomi* edisi setiap bulan Desember 1?74_

—--- — --- *— . *

sampai dengan 1985, B.P.S., Jakarta.

2. Nota Keuangan dan RAPBN 1984/1981, Republik Indonesia.

TABEL 8

KEMAMPUAN MEMUNGUT PAJAK (TAX EFFORT) DARI BEBERAPA NEGARA TAHUN 1983

(dalam persen)

N o .'Urut N e g a r a T a x E f f o r t

1 Perancis 39,5

2 Inggris 33,1

3 Swedia 32,4

4 Malaysia * 23,5

5 Spanyol 23,4

6, Singapura 20,3

7 Amerika Serikat 17,8

8 Korea 17,1

9 Muangthai 13,4

10 India 9,3

11 Filipina 8,9

12 Indonesia 5,9

Sumber : Sri Bintang Pamungkas, "Anggaran Berimbang dan Per- ekonomian Indonesia - Sebuah Tinjauan", Prisma , Nomor 4 . April 1986, halaman 18, diolah.f

Keterangan ; * Termasuk pajak migas.

Berdasarkan tahun anggaran (1983/1984.).

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

banyak diberikan dan cara pemungutan pajak juga ter- lampau kendor* Artinya tidak seketat seperti halnya seharusnya menurut UU-nya* Kemang di satu pihak hal ini ada suatu kesengajaan yaitu Pemerintah ingin memberikan suatu suasana pembangunan bagi masyarakat luas terutama adalah bagi perusahaan-perusahaan yang setelah kemerdekaan itu kita adalah masih belajar untuk berusaha. 1

Selain itu pula tercermin kesadaran masyarakat / wajib-pajak yang masih rendah, data yang mendukung hal ini dapat dilihat pada tabel 9 tentang jumlah wajib-pa­

jak yang relatif masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk. Dan juga dari tabel 10, data tentang tingkat kepatuhan wajib-pajak untuk mengisi dan menyam - paikan kembali S.P.T. (Surat Pemberi-tahuan Tahunan) se­

cara tepat waktu.

Disamping sebagai cerminan dari kesadaran masya - rakat/wajib-pajak, data pada tabel 9 dan 10 juga secara implisit mencerminkan kemampuan dari aparat perpajakan terutama dalam hal memperluas sumber penerimaan/.- jumlah wajib-pajak (ekstensifikasi) dan dalam hal membina wajib pajak yang sudah terdaftar (intensifikasi)

3» Analisis Penerimaan Negara Dalam Hubungannya perigan Perekonomian

Dari hasil tinjauan teori tentang APBN dan pajak khususnya pajak non migas dalam hubungannya dengan per

-A

Salamun A.T. dalam diskusi terbatas “Peranan PPN Dalam RAPBN 1985/1986 dan Pengaruhnya Pada Dunia Usaha"

13 Pebruari 1985, Barometer, Yayasan Bina Pembangunan, Jakarta, 1985* halaman '33-3^•

TABEL 9

JUMLAH WAJIB PAJAK (dalam persen)

Jenis Pajak Tahun % age dari junlah penitJuk

PPd/PPh Perseroan 1981 0,162

1982 0,169

1983 0,180

1984 0,213

PKk 1981 0,037

1982 0,041

1983 0,045

1984 0,064

Sumber : Salamun Alfian Tjakradiwirja, "Pembaruan di Bidang Perpa.iakan - Suatu Tinjauan- Umumn* Prisma/Noraor 4.

LP3ES,1985.

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

TABEL 10

TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK MEMASUKKAN SPT (dalam persen)

Jenis Pajak Tahun Kepatuhan memasukkan SPT (%)

Pajak Pendapatan 1981 70,6

1982 67,0

1983 61,7

Pajak Perseroan 1981 60,5

1982 61,1

1983 53,0

Pajak Kekayaan 1982 72,9

1983 74,0

1984 73,3

Sumber : Salamun Alfian Tjakradiwirja, “Pembaruan di Bidang Perpajakan - Suatu Tin.iauan Urnum"1 Prisma. Nomor 4.

LP3ES,1985.

ekonomian pada bab II, dapat dipahami bahwa APBN dan pe­

nerimaan pajak non migas mempunyai kaitan erat dengan

i

perekonomian (dalam hal ini PDB sebagai tolok ukur dari perekonomian) yakni :

3*1• Pengaruh APBN Terhadap Perekonomian.

Sebagaimana telah diuraikan pada bab I dan bab II bahwa APBN sebagai pencerminan dari kebijaksanaan fiskal mempunyai tujuan pokok untuk mempengaruhi kondisi per - ekonomian yang dalam bentuk fungsi dapat ditulis :

q PDB = f (APBN)

Kemudian dibuat model regresi dua variabel (Two - Variable Regression Model) dengan metode Ordinary Least Square sebagai berikut s

log PDB^ « log a + b log AJPBN^ + J U(, ^

(untuk keterangan model di atas dapat dilihat pada hala- man 1 5)

Dari data raulai tahun 1975/^976 sampai dengan ta­

hun 1983/1984 disusun/dibuat dalam bentuk seraester-an /

*

per-semester. Sedangkan untuk PDB, karena yang tersedia hanya dalam bentuk tahun-an dan berdasarkan tahun takwim maka dari data tahun-an tersebut dipecah menjadi data triwulanan dengan cara interpolasi linier kemudian diga- bungkan menjadi per-semester sesuai dengan semester pada tahun anggaran (lihat halaman 16 dan 17), Hasil dari pe- mecahan data PDB dapat dilihat pada lampiran 3.

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

APBN, PAJAK NON MIGAS, DAN PDB ATAS DASAR IIARGA YANG BERLAKU (daluu milyar rupiah)

TaJiujj/Semeator

a======ssacec=

APBN Pajak Non Migaa PDB

1975/1976

I 1183,9 440 6321,25

II 1549,6 443,5 6943,89

1976/1977

I 1639,7 531,8 7733,35

II 2050,1 620,4 6530,35

1977/1978

I 2092,3 640,3 9516,5

II 2216,5 802,8 9909,15

1978/1979

I 2323,7 765,5 11373,00

II 2977,9 1000,5 13171,00

1979/1980

I 3395,1 976,6 16012,7

II 4682,8 1273,3 18979,56

1980/1981

I 5456,8 1351,3 22722,85

II 6264,1 1540,4 25321,83

1981/1982

I 6666,7 1464,6 27013,5

II 7254,9 1783,8 28693,78

1982/1983

I 6664,2 1621,1 29816,29

II 7694,1 2191,2 32151,87

1983/1984

I 8007,2 1960,5 35607,35

II 10307,9 2433,0 38989,99

sttftiBteaBscsss jsceeaatBBscss RBBBSllBSeBSeklC Sumber : Dihitung dari : 1* Nota Keuangan dan RAPBN 1984/1985.

Republik-Indonesia.

2. Indlkator Ekonoml. edisi setl- ap bulan Pe3ember lfrfr4 - 1985.

B.P.S., Jakarta.

3 Pendapatan Naaional Indonesia 1979 - 1983. Tabel-Tabel Pokok.

B.P.S., Jakarta.

APBI'J, PAJAK NON MIGAS, DAN PDB ATAS DASAR HARGA YANG BERLAKU (dalam harga logaritma)

Tabun/Scmester APBN Pujak Hon Migas PDB 1975/1976

I 3,0733 2,6435 3,8008

II 3,1902 2,6469 3,8416

1976/1977

I 3 1 21 48 2,7257 3,8884

II 3,3118 2,7927 3,8149

1977/1978

I 3,3202 2,8064. 3,9785

II 3,3457 2,9046 3,9960

1978/1979

I 3,3662 2,8840 4,0559

II 3,4768 3,0002 4,1196

1979/1980

I 3,5309 2,9897 . 4,2045

II 3,6705 3,1049 * 4,2783

1980/1981

I 3,7369 3,1308 4,3565

II 3,7969 3,1876 4,4035

1981/1982

I 3,8239 3,1657 4,4316

II 3,8606 3,2513 4,4578

1982/1983

I 3,8237 3,2098 4,4745

II 3,8862 3,3407 4,5072

1983/1984

I 3,9035 3,2924 4,5515

II 4,0132 3,3861 ‘ 4,5910

Sunber : Dihitung dari : 1. Nota Keuangan don RAPBW 1984/1985.

ftgpublik Indonesia,

2. Indikator Bconoai. edisi setiap bu- 3an Desember 1974 - 1985. B.P.S.,

Jakarta. *

3. Pendapatan Nasional Indonesia 1979 - 1983. Tabel-Tabel Pokolc.B.P.S. .Jakarta.

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

Berdasarlcan data seinester-an pada tabel 11 , diam -bil harga logaritmanya seperti yang terdapat pada ta - bel 12 . Adapun penggunaan dari harga logaritma adalah un- tuk mentransformasikan hubungan variabel menjadi linier.

Setelah melalui proses perhitungan (lihat lampir - an 4 dan 5) maka diperoleh hasil pengujian hubungan APBN dengan PDB sebagai berikut :

b e=

0 , 92^8

(lcoefisien regresi), setelah melalui uji t dengan tingkat keyakinan

oC ~

0,001 untuk uji dua arah, ternyata dapat digunakan sebagai lcoefisien penduga yang sarffeat berarti (very significantly different from zero), Hal itu berarti, apabila APBN naik satu satuan (satu unit) diperkirakan PDB akan naik sebesar 0,9298 ka­

li.

regresi dengan sumbu tegalc Y), setelah melalui uji t ter~

log PDB « 0,884-7 + 0,9298 log APBN Standard error :(0,1393) (0,0387)

t observasi (tQ)

i (6,3510) (-24,0258)

R* = 0,9729 d.f* = 16

= 0,8847 (intercept/titik potong antara garis

nyata dapat dipakai sebagai konstanta ponduga regresi yang sangat berarti (very significantly different from * zero), artinya bila nilai APBN = 0 (nol) maka diharaplcan nilai PDB « 0,8847 •

Denman coefficient of multiple determination atau y

R B <0,9729 , artinya cumbangan/proporsi APBN * terhadap variasi (nailc-turunnya) PDB sebesar 97,29 Sodangkan sisanya sebesar 2,71 % disebabkan oleh faktor lain yang tidak "tertangkap" oleh model dan karena keacnkan varia- bel (randomness) .

Koefisien korelasi linier atau R = 0,9895 , meru - pakan ukuran kuat tidalcnya hubungan antara APBN dengan PDB dalam model tersebut, Adapun nilai korelasi (R) ber- kisar dari -1 sampai dengan 1 atau secara rnateinatis da - pat ditulis : <; R / 1 , Bila nilai R semakin mende- lcati 1 maka semakin lcuat. hubungan positifnya* dan bila nilai H semakin mendekati -1 maka semakin lcuat hubungan negatifnya.

Standard error yang relatif kecil untuk parameter regresi (0,1393 dan 0,0387), menunjulckan tingkat keteli- an dari perkiraan/penduga besarnya parameter regresi*

STkTe . (Standard Error Equation) sebesar '0,0469 menunjukkan standard error/standar deviasi dari residual

C ^ ) dalam model. Residual merupakan selisih antara PDB observasi dengan PDB perlciraan (PDB).

Berdasarkan pengujian hipotesa parameter regresi tersebut, dapat disimpulkan baliwa APBN mempunyai hubung­

an positif yang sangat berarti terhadap PDB. Dengan de - ' mikian, apabila APBN semakin besar maka PDB akan semakin

besar pula.

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

3.2. Pengaruh PDB Terhadap Pajak lion Migas.

Sebagaimana telah diuraikan dalam bab I dan bab II,

terhadap jumlah penerimaan pajale non migas karona peneri - maan pajak non migas merupakan hasil kali antara tarif pa - jak dengan tax base, dimana besarnya tax bane berubah so suai dengan kondisi perekonowian yang ada. Denman domikian dapat ditulis dalam bcnLuk fungsi :

Kernudian dibuat model regresi dua variabel (Two - Variable Regression Model) dengan metode Ordinary Least Square :

(untuk keterangan model di atas dapat dilihat pada hala - man 16)

Setelah melalui proses perhitungan seperti yang tor-cantum pada lampiran /f dan 6, maka diperoleh hasil penguji- an hubungan PDD dengan pajak non migas sebagai berikut :

Kernudian dengan keterangan yang sama (analog) denga^

potong antara garis regresi dengan suubu tegak Y) , karena PDB sebagai tolok ukur perekonotn.ian . mempunyai pengaruh

Tnm = f ( PDD )

log Tnmt= log c + d log PDDt + Mj t

log m rn -0,517A‘ +■ °»8^ 19 log'PDDt Standard error

t obsevasi

(0,2095) (0,0500) (-2,4697} (16,8380) R2 = 0,9476 d.f. = 16

M 1 L I K

PERPUbTAK-AAN

c = -0,5174- setclaii iiielalni uji t ternyata tidal: dapat di - pakai sebagai konstanta ponduga regresi yang berarti (not-

significantly different from zero) atau dengan kata lain ditcritna. Hal ini berarti bila nilai PDD = 0 maka nilai un- tuk Tnm = 0 atau garis regresi akan mulai dari tltik nol.

Derdasarkan data satapai dengan aktiir l’wlita III,yai­

tu data yang ada menunjukkan kondisi pada saat akan d.imu lainya kebijaksanaan pe:nbaharuan di bidang porpajakun, - telah dianalisis rnelalui dua model regresi di atas (pada sub-sub-bab 3.1 dan 3-2) menunjukkan kondisi sebagai h b v i - kut :

a.Kedua model tersebut menunjulckan elastisitas vatiabel be- 1basnya adalah positif dan dapat dipakai sebagai penduga yang sangat berarti (very significantly different from aero) dengan tingkat keyakinan c?C= 0,001 untuk uji dua urah.

b.Peranan pemerintah dalam perekonomian rnelalui APUiJ tor p

nyata sangat tinggi (R = 0,9729) dan kenaikan dari AW.j;| sebesar catu unit (satu satuan) akan mongakibatkan kena - ikan PDB sebesar 0,9298 kali. Demikian pula bila terjadi penurunan d a n AP13N jnaka akan menyebabkan penurunan PDB sebesar 0,9298 kali setiap unit penurunan APBH (koefisien regresi = 0,9298')• Konstanta regresi sebesar 0,8847 r»e - nunjukkkan bahwa perekonomian (PDN) bukan hanya basil da- ri APBU 3aja. Karena apabila APIJIJ = 0 (nol), ternyata i'ul;

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

tetap ada nilainya v/alaupun kecil saja.

Hal itu berarti apabila APUW mengalami pcnurunan atau de­

ngan kata lain bila pemerintah kesuli tan dan a ueh uj.'ja APBN terpaksa turun maka perekononiian a!:an sangab torpe _ ngaruh/menjadi lesu.

c.Peranan perekonomian (PDB) melalui tax: base Lerhadap pe -nerimaan pajak non inigas ternyata sangat tinggi yang

ter-2

cermin dari R « 0,9476 , artinya untuk hienentukan target penerimaan/rencana penerimaan pajak non migas Jtenuaknya bcnar-benar meinpertimbangkan Icondisi perekonomian.

Koefisien regresi sebesar 0,8419 , hal ini . mcnunjukkan bahv/a kemampuan mengumpulkan pajak non migas masih ren­

dah. Dengan domilcian merupakan petunjuk bahwa ponerimaun pajak non migas masih dapat ditingkatkan lagi.

Konstanta regresi yang ternyata tidak signifikan (not - significantly different from zero) hal ini 3esuai dengan teori yang telah dikemukakan bahv/a penerimaan pajak ineru- pakan hasil kali antara tarif pajak dengan tax base dan karena tax base besarnya sebanding dengan • perekonomian (PDB) maka bila PDB = 0 (nol) sehingga tax base ukan ber- nilai nol yang selanjutnya mengakibatkan penerimaan pajak alcan menjadi nol.

B A B V

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan

a. Dari analisis tahun demi tahun dan semester derai se­

mester sampai dengan akhir Pelita III tentang penerimaan APBN, dan analisis tentang perkembangan penerimaan pajak non migas dalam hubungannya dengan perekonomian, raaka je- laslah bahwa penerimaan pajak migas mempunyai peran yang sangat dominan dalam APBN, peningkatan jumlah APBN mem - punyai pengaruh yang positif terhadap perekonomian, dan penerimaan pajak non migas masih dapat untuk ditingkat - kan lebih lanjut.

Hal tersebut telah diuji kebenarannya malalui ha - sil pengujian dari dua buah model regresi sederhana dan sebuah persamaan identitas. Dengan demikian hipotesaker- ja yang dikemukakan telah diuji kebenarannya.

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan maka me- mang benar bahwa jika penerimaan pajak non migas diting- katkan dan dapat berperan besar (dominan) dalam APBN se- hingga APBN dapat tetap meningkat, maka perekonomian akan tetap dapat meningkat.

b. Berdasarkan analisis regresi tentang pengaruh PDB terhadap penerimaan pajak non migas, maka ternyata ma - sih dimungkinkan untuk meningkatkan penerimaan pajak non

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

migas karena ternyata penerimaan yang dihasilkan selama ini belum mencapai hasil yang maksimal.

c. Berdasarkan analisis tentang kemampuan untuk memungut pajak (tax effort) dan latar belakang historis maupun fal- safah dari undang-undang perpajakan di Indonesia, maka su- dah seyogyanya dilakukan perombakan yang mendasar terhadap sistim perpajakan yang dianut sampai dengan akhir Peli - ta III.

d. Pengaruh perekonomian (PDB) terhadap naik turunnya penerimaan pajak non migas ternyata sangat tinggi / sangat kuat, sehingga bila pemerintah merencanakan untuk mening- katkan penerimaan pajak non migas maka kondisi perekono - mian harus benar-benar diperhitungkan.

e. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan Ta - hun 1983 memang terjadi peningkatan peranan pajak non mi­

gas dalam APBN, tetapi ternyata peningkatan peranan pajak non migas dalam APBN lebih banyak disebabkan oleh menurun*

nya pertumbuhan pajak migas dan pertumbuhan APBN daripada oleh pertumbuhan pajak non migas.

f. Sejak dilaksanakan Pembangunan Lima Tahunan-an, pe - nerimaan pajak non migas secara umum selalu meningkat dan begitu pula dengan perekonomian (PDB). Maka bila mengingat

pengaruh pemerintah (APBN) terhadap naik turunnya pereko­

noniian (PDB)sangat tinggi/sangat kuat, sedangkan peneri - maan pajak non migas hanya merupakan bagian dari APBN , berdasarkan kurva Laffer maka posisi perekonomian belum mencapai titik maksimal dan tarif pajak belum mencapai ti- tik optimal, sehingga belum menghasilkan penerimaan pajak yang maksimal. Dengan demikian tarif pajak masih dapat di- tingkatkan lagi dan akan tetap menghasilkan peningkatan perekonomian dan penerimaan pajak ke arah maksimal#

2 • Saran

a. Mengingat tax effort yang masih rendah, maka , untuk meningkatkan penerimaan pajak non migas dengan sistim self assessment adalah merupakan hal yang kontradiktif. Sehing­

ga perlu diadakan tindak lanjut yang mendukung peningkat­

an penerimaan pajak non migas yaitu dengan mengusahakan memperoleh data yang lebih lengkap dan baik tentang kon - disi keuangan wajib pajak/yaing seharufinya menjadi wajib pajak.

b. Karena pengaruh perekonomian (PDB) sangat kuat ter - hadap penerimaan pajak non migas, dan bila kondisi pereko­

nomian tidak berada pada kondisi yang baik, serta pemerin­

tah tetap ingin meningkatkan penerimaan pajak non migas , maka cara yang memungkinkan adalah :

- dengan meningkatkan/memperluas wajib-pajak sampai pada jumlah yang sebanding dengan peningkatan tax-base, hal

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

ini dapat diartikan "menjaring" wajibpajak yang seha -t

rusnya menjadi wajib-pajak yang selama ini masih belum

"ter jaring11.

- memberlakukan tarif pajak yang progresif-progresif khu- sus untuk Pajak penghasilan perorangan dan Pajak penju- alan atas barang mewah, dengan mengingat bahwa kenaikan tarif pajak tersebut relatif tidak berpengaruh negatif terhadap perekonomian.

c. Mengingat akan keterbatasan kemampuan dalam mengana- lisis dan keterbatasan data karena jangka waktu berlaku - nya Undang-Undang Perpajakan tahun 1983 yang relatif ma­

sih baru, maka dirasakan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Moh. Anwar, Sri Edi Swasono dan Iwan J. Azis (ed)., Ekonomi Indonesia-Masalah dan Prospek 1986/1987, U.I.

Press, Jakarta 1986.

Arinta, Kustadi dan Moh. Zain, Pembaharuan Perpajakan Na - sional, Alumni, Bandung, 1984*

Aronson, J. Richard, Public Finance, Me Graw Hill Book Co., Singapore, 1985.

Bhattacharyya, Gouri K. dan Richard A. Johnson, Statisti - cal Concepts and Methods. John Wiley and Sons, New York, 1977.

Biro Pusat Statistik, Indikator Ekonomi, Biro Pusat Statis- tik, Jakarta, Desember 1974*

, Indikator Ekonomi. Biro Pusat Statistik, Jakarta,

X I i U X . f t . t l O U i

Desember 1975.

• Indikator

r j j v u n u u i x

Ekonomi Desember 1976.

, Indikator Ekonomi Desember 1977.

, Indikator Ekonomi Desember 1978.

* Indikator Ekonomi Desember 1979.

, Indikator Ekonomi Desember 1980.

, Indikator Ekonomi Desember 1981•

, Indikator Ekonomi Desember 1982.

, Indikator 'Ekonomi Desember

i Indikator Ekonomi Desember 1984*

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

, Indikator Ekonomi, Biro Pusat Statistik, Jakarta, Desember 1985.

_______, Indikator Ekonomi, Biro Pusat Statistik, Jakarta, Mei 1986•

_______, Pendapatan Nasional Indonesia 19791983 (Tabel -tabel Pokok), Biro Pusat Statistik. Jakarta, (t.th).

_______, Pendapatan Nasional Indonesia 19831984 (Tabel -tabel Pokok),~ Biro Pusat Statistik. Jakarta. (tVEhj.

Bohari, Pengantar Perpa.iakan. Ghalia Indonesia, Jakarta , 1985.

Booth, Anne dan Peter Me Cawley, Ekonomi Orde Baru, terje- mahan Boediono, LP3ES, Jakarta, 1982.

Bowen, Earl K., Martin K. Starr, Basic Statistic for Busi­

ness and Economics* Third edition, Me Graw Hill Inter­

national Book Company, Tokyo, 1983*

Brotodihardjo, R. Santoso, Iltnu Hukum Pa.jak, Cetakan ke IX, . Eresco, Jakarta-Bandung, 1981.

Departeraen Penerangan R.I., Peraturan Tentang Perpa.iakan , Departemen Penerangan R.I., 1984*

_______t Pidato Presiden R.I. Pada Akhir Tahun 1984 dan ke­

terangan Pemerintah Tentang RAPBN 1985/1986 PadsTsidang DPR. Departemen Penerangan R. I . f (t .th).

_______ , Keterangan Pemerintah Tentang RAPBN Tahun 1986/1987 Pada Sidang DPR~j ft, th) .

Direktorat Jendral Pajak, Perpa.iakan Non Minyak - Laporan I.M.F., terjemahan Tukirman, Direktorat Jendral Pajak, 1979.

_______ , Laporan Trivulan IV dan Tin.jauan Umum Tahun Ang -garan~T983/1984. Direktorat Jendral Paiak. 1984.

_______ , Laporan Triwulan III dan Tin.jauan Umum Tahun Ang-garan 1984/1985. Direktorat Jendral Pa.iak. 1985.

Due, John F. dan Ann F. Friedlaender, Keuangan Negara Per- ekonomian Sektor Publik, edisi ke VII, terjemahan Rudy sitompul, Erlangga, Jakarta, 1984.

Eckstein, Otto, Keuangan Negara. Terjemahan St. Dianjung , Bina Aksara, Jakarta, 1981.

Ekonomi dan Keuangan Indonesia, Desember 198-4*

Gujarati, Daraodar, Basic Econometrics. Edisi ke 4 , Me Qraw Hill International Book Company, Singapore, 1984,.

International Communication Agency, Economic Impact - A Quartely Review of World Economic, lildisi ke 36, In - ternational Communication Agency, Washington D*C*, 1982.

Kartasasmita, Hussein, Pen.jelasan dan Komentar Pa.jak Peng-hasilan Tahun 1984, Yayasan Bina Pajak, Jakarta, 1985*

_______, Pen.jelasan dan Komentar Pa.jak Pertambahan Nilai Tahun 1986, Yayasan Bina Paj ak, Jakarta, 1986.

Kelejian, Harry H. dan Wallace E. Oates, Introduction to Econometrics-Principles and Application. Second Editi­

on, Haper & Row Publisher, New York, 1981.

Kompas, 23 Agustus 1986.

LeRoy Miller, Roger, Economics Today. Fourth Edition, Har­

per & Row Publisher, New York, 1982.

Loing, A.J.L., Varia Pajak, Balai Buku Ichtiar, Jakarta, 1978.

Munawir, S., Pokok Pokok Perpa.jakan. Edisi III. Liberty, Yogyakarta, 1985.

Musgrave, Richard A. dan Peggy B. Musgrave, Public Finan­

ce in Theory and Practice. Fourth Edition, Me Graw - Hill Book Co., Singapore, 1984*

Nota Keuangan dan RAPBN Tahun 1980/1981, Republik Indone - sia, Jakarta, (t.th}.

Nota Keuangan dan RAPBN Tahun 1984/1985< Republik Indone - sia, Jakarta, (t.th).

Nota Keuangan dan RAPBN Tahun 1986/1987, Republik Indone - sia, Jakarta, (t.thT".

Prisma, Nomor 4» April 1985.

______, Nomor 4, April 1986.

Rolph, Earl R., George F. Break, Public Finance, The Ronald Press Company, New York, 1961.

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

Saaduddin Ibrahim, Pranoto, Pa.iak Pertambahan Nilai suatu Peralihan dari Pajak Pen.jualan, Jaya Persada, Jakarta, 1984.

Sagir, Soeharsono, Ekonomi Indonesia Menghadapi Pelita IV.

Alumni, Bandung, 1985*

Samuelson, Paul A. dan William Samuelson, Economics, Ele - venth Edition, Me Graw Hill-Kogakusha Ltd*, Tokyo, 1980.

Soemitro, Rochmat, Pa.iak dan Pembangunan. Edisi II t Eresco, Bandung-Jakarta, 1982.

Soepranto, J., Ekonometrik, L.P. F.E. U.I., Jakarta, 1983, Buku Satu.

Soeria Atmadja, arifin P., Mekanisme Pertanggung-.jawaban Keuangan Negara, Gramedia, Jakarta, 1986.

Soetrisno, Dasar Dasar Ilmu Keuangan Negara* Edisi II, B.P.

F.E. UGM, Yogyakarta, 1982.

Suits, Daniel B., Principle of Economics, Harper & Row Pu­

blisher, New York, 1970.

Syamsi, Ibnu, Dasar Dasar Kebijaksanaan Keuangan Negara, Bina Aksara, Jakarta, 1983.

Wonnacott, Ronald J., Thomas H. Wonnacott, Econometrics. Se­

cond edition, John Wiley and Sons, New York, 1979*

Yayasan Bina Pembangunan, Pa.iak di Mata Rakyat, Yayasan Bina Pembangunan, Jakarta, 1986.

crbsndinpnkrtentuanurnum/formal perpajakanantara unding-undanglamadenganyangbaru.

•Si « 5S’S’=

■“ “■ 8

= " 00 r-J'a £ 5 c v ,i e ? e ? E c o e||f

~ c s S.

£ 5T-S masyarakat W^jibPajak.

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

PENYIDIKUndang-undang: yanglama tidak mem*Undang-undangperpajakanyangbaruPenyidikandilakukanoleh bcri wcwcnangkepadafiskuj untukmengatur kewenanganbagi aparatui dalambidangnyasehingga bertindaksebagai penyidik.perpajakanbertindaksebagai penyidiknytdikandapat berjalanden serta dapat membantup tugas penyidikumumsesua f e w " I * ™ C

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

c oo

3. mempunyai piutangyangdljamin dengan hipotikatashartatetap yangterlctakdi Indonesia(Paul I ayat ! ke3).

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

a.cu

yang berasal dari : sangkutan, dengannamadan dalamnia ataudipcrolcli olehWa benlukapapun.terniasiikdidalamnya: Jdasbahwaruanglingkup

■a ..

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

uc

1 2

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

eu

£c

J-SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

uc

UNIVER31TAS A1RLANG0A1

£

<° *

C 0 0 n 0\

T3 —

C

? ■*=

V I g - C o -

«o w

TJ C

D

E<*

-a.

*§ t 3 V

•"S'

c o»

a —

= Q 3 cu &. IS

©»

a.

Cm'

a. a a

« os «■

2-S S

" 2 a 2 m - ^

1 " S**3

2 e “ c ^ - ' e

i 5 « 3 3 o 3 3 A Q.J2 M vy £

.. a. e e.'g v o.

fi. * ; il u r -5 S-j.o<x «j

- £ *• c

" s i S i

k*s.81 8- i iJ d.5

smmm

s

ny* 45%

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

bcrikutnyasampai sejum- 'lahRo.450juta3 Lapisanlabakenapajak selebihnya4

cu

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

cu

'e«>

ft.

•o ^

c oo

• 0\

•O

IsC a *

■a«4 v

3e -

is

S CL*

1 I

C O'M —

l e i

5 a.

Om

•S a«•

X

a>

.ae

CQ Moh*Z'ain danKustadiArinta,PembaharuanPerpa.iakanNasional.Alumnif Bandung,19

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

Perbandlnganantara unding-undingpajakpcnjuatanUmadenganpajakpertambthannilai yangbant

I

SKRIPSI PERANAN PAJAK NON MIGAS... RUBY INDRAKUSUMAH

Dokumen terkait