BAB VI PENUTUP
C. Saran
Adapun saran yang dapat diberikan oleh penulis : 1. Bagi Perusahaan
Sebaiknya penggolongan biaya semi variabel tetap dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel agar menghasilkan estimasi yang lebih akurat.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Anggaran biaya pemasaran merupakan topik yang dapat dikembangkan dan diteliti secara lebih luas lagi, sepertibiaya pemasaran menurut jenis produk dan daerah pemasaran. Oleh karena
itu, penelitian selanjtnya bisa mengevaluasi anggaran biaya pemasaran dengan metode yang sama ataupun berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Boyd, Harper. 2000. Manajemen pemasaran. Edisi Kedua. Erlangga, Jakarta. Bragg, Steven M. CPA. 2014. Penganggaran (Budgeting) Panduan
Komperhensif. PT Indeks, Jakarta.
Carter, William K. 2009. Akuntansi Biaya. Edisi Keempat Belas. Salemba Empat, Jakarta.
Downey, David. 2002. Manajemen Agribisnis. Buku Keempat. Erlangga, Jakarta. Harahap, Sofyan Syafri. 2001. Budgeting. Cetakan Kedua. PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta.
Hariono, Novianti. 2005. “Anggaran Sebagai Alat Pengendalian Biaya
Pemasaran”. Skripsi Tidak Dipublikasikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Imam, Fitrah Wahyudi. 2013. “Laporan Kerja Praktek Deskripsi Implementasi
Ohsas 18000:2007 Pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) PT Indolakto Factory Jakarta. Universitas Bhayangkara, Jakarta.
Kotler, Philip, dan Armstrong. 2004. Dasar-dasar Pemasaran. Edisi Kesembilan. PT. Indeks, Jakarta.
Mulyadi. 2015. Akuntansi Biaya. Edisi ke-5. BP-STIE YKPN, Yogyakarta. Munandar, M. 2007. Budgeting: Perencanaan kerja, Pengkoordinasian Kerja,
Pengawasan Kerja. Edisi Pertama. BPFE, Yogyakarta. Nafarin. 2007. Penganggaran Perusahaan. Salemba Empat, Jakarta. Simamora, Henry. 2002. Akuntansi Manajemen. Salemba Empat, Jakarta.
Stanton, William J. 2001. Prinsip Pemasaran. Erlangga, Jakarta.
Supriyono. 2000. Sistem Pengendalian Manajemen. Edisi Pertama. BPFE, Yogyakarta.
Supriyono. 2014. Akuntansi Biaya Perencanaan dan Pengendalian Biaya Serta Pembuatan Keputusan. Edisi Kedua. BPFE, Yogyakarta.
Yashinta, Anastasia. 2010. “Evaluasi Implementasi Anggaran Sebagai Alat Pengendalian Biaya Pemasaran”. Skripsi Tidak Dipublikasikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
LAMPIRAN I
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
A. Tentang Perusahaan
1. Siapa pendiri perusahaan dan kapan didirikan?
- Terlampir pada bab IV Gambaran Umum Perusahaan (hal 51). 2. Dimana perusahaan didirikan dan apa alasan untuk memilih lokasi
tersebut?
- Terlampir pada bab IV Gambaran Umum Perusahaan (hal 53). 3. Bagaimana tugas dan wewenang masing-masing bagian dalam
organisasi?
- Terlampir pada bab IV Gambaran Umum Perusahaan (hal 55). 4. Produk apa saja yang dijual oleh perusahaan?
5. Bagaimana struktur organisasi perusahaan? Streeing Commite Financy & Accounting Division Head Finance Manager Accounting Manager Marketing & Sales Division Head General Sales & Marketing Marketin & Public HRD & GA Division Head Personel Dept. Head Training & Employee Relation Dept General Affair Dep. Head Security Officer Recruitment & Hrd Coordinat Production Division Head Powder SKM Liquid & Butter Quality Contrl Division Head Physchom Sampling Miero Secretary
A. Bagian Human Resource Development
1. Bagaimana pembagian jam dan hari kerja?
- Waktu kerja karyawan PT. Indolakto adalah lima hari kerja dalam seminggu. Jumlah jam kerja adalah delapan jam sehari atau 40 jam seminggu yang dilakukan dalam dinas normal atau shift. Pekerja kantor/non produksi bekerja mulai dari Senin hingga Jumat dengan jam kerja dari jam 08.00 hingga 16.30 dengan waktu istirahat selama 30 menit. Untuk pekerja pabrik diberlakukan sistem shift
yang dibagi menjadi empat shift yaitu shift malam (jam 22.30 –
07.00), shift pagi (jam 06.30 – 15.00), shift siang (jam 14.30 –
23.00) dengan waktu istirahat 30 menit, dan shift khusus yang waktunya disesuaikan dengan kebutuhan. Pertukaran dilakukan satu minggu sekali sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan karyawan. Hari Sabtu dan Minggu merupakan hari kerja lembur untuk karyawan non eksekutif, sedangkan untuk pekerja eksekutif yang masuk pada hari tersebut, maka pada minggu selanjutnya diperbolehkan untuk libur antara hari Senin sampai Jumat.
2. Fasilitas dan jaminan sosial untuk kesejahteraan seperti apa yang diberikan kepada karyawan?
- Fasilitas yang tersedia bagi karyawan antara lain sarana kantin, tempat beribadah (masjid), loker, seragam, poliklinik, rawat inap dan rawat jalan, serta jamsostek. Setiap hari karyawan memperoleh
jatah makan satu kali yang sesuai dengan waktu shifnya. Sedangkan untuk pekerja yang lembur empat jam atau lebih diberikan uang makan yang besarnya senilai satu kali makan. Selain itu setiap bulan semua karyawan memperoleh enam kaleng susu kental manis. Perlengkapan karyawan juga disediakan oleh perusahaan yaitu seragam, sepatu dan tutup kepala yang diberikan sesuai kebutuhan serta diberikan juga fasilitas laundry. Fasilitas lainnya adalah fasilitas antar jemput untuk karyawan tingkat eksekutif dan karyawan yang bekerja pada shift malam untuk daerah Sukabumi dan Bogor, sedangkan karyawan non eksekutif mendapatkan uang transport. Fasilitas perumahan hanya diberikan pada pekerja terkait yang harus bisa memberi suatu keputusan pada perusahaan. PT. Indolakto juga memberikan jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, hari tua dan jaminan kematian. Jaminan kesehatan diberlakukan bagi karyawan dan keluarga. Pemeriksaan dan pengobatan dapat dilakukan di poliklinik yang terdapat di area PT. Indolakto. Untuk karyawan yang sudah berkeluarga, apabila istri dan dua orang anak memerlukan perawatan rumah sakit, perusahaan akan menggantikan semua biaya perawatan, pengobatan maupun rawat inap atau rawat jalan. Rumah sakit yang ditunjuk perusahaan untuk sementara ini adalah Rumah Sakit PMI Bogor.
Jaminan kecelakaan kerja, hari tua dan jaminan kematian terhadap pekerja dikelola oleh PT. JAMSOSTEK. Hal ini disesuaikan dengan peraturan Undangundang yang berlaku yaitu UU No. 3 Tahun 1992, tentang jaminan sosial tenaga kerja. Selain jaminan-jaminan di atas, pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan di luar kerja akan mendapat sumbangan dari PT. Indolakto. PT. Indolakto memberikan masa cuti bagi karyawannya. Setiap pekerja yang telah bekerja selama satu tahun berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja dan tetap mendapat upah penuh. Bagi karyawati yang hamil diperbolehkan untuk cuti selama tiga bulan dengan mendapat upah penuh. Selain itu, karyawati yang mendapat haid diperbolehkan cuti sebanyak-banyaknya dua hari bila benar-benar dibutuhkan dengan surat keterangan dokter.
B. Bagian pemsaran
1. Bagaimana proses penyusunan anggaran pemasaran?
- Terlampir pada bab V Analisis Data dan Pembahasan (hal 62). 2. Berapa batas toleransi yang ditetapkan oleh perusahaan untuk realisasi
biaya pemasaran tahun 2015?