HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3 Model pembelajaran ARIAS, membuat suasana kelas lebih hidup dan
4.2.2. Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
1 2 3 4 5 6 7
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
kelas kontrol terbukti ada peningkatan hasil belajar. Namun selah diuji menggunakan uji observasi berpasangan nilai pre test dan post test kelas eksperimen dan kontrol menunjukkan hasil bahwa pemahaman konsep kelas eksperimen lebih baik dari pada pemahaman konsep kelas kontrol.
4.2.2. Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Keterampilan berpikir kritis siswa diukur dari hasil jawaban uraian siswa dan di analisis secara deskriptif. Setelah di analisis hasilnya adalah keterampilan berpikir kritis siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen berbeda (lihat Gambar 4.3). Keterangan 1. Mengidentifikasi atau memformulasikan pertanyaan 2. Mengidentifikasi dengan menuliskan pertanyaan
3. Menggunakan Prosedur yang ada 4. Membuat kesimpulan
5. Menerapkan prinsip-prinsip yang diterima
6. Mempertimbangkan prinsip- prinsip
7. Menggabungkan konsep-konsep
Gambar 4.3 Grafik perolehan nilai tiap indikator keterampilan berpikir kritis Gambar 4.3 menyatakan bahwa pencapaian keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol pada semua indikator. Pada kelas kontrol semua indikator berkategori rendah, hal ini disebabkan karena pada kelas kontrol guru menggunakan model pembelajaran konvensional yang kurang menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa , siswa cenderung lebih pasif dan bosan karena suasana belajar dan proses pembelajaran kurang menarik dan hanya berpusat pada guru.
63
Sedangkan pada kelas eksperimen rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa sudah cukup baik dan tinggi, walaupun ada satu indikator yang mendapat kategori rendah. Pada indikator membuat kesimpulan kelas eksperimen mendapat kategori rendah, hal ini disebabkan oleh kemampuan siswa yang kurang dalam hal menyimpulkan, siswa masih kurang bisa menggabungkan konsep-konsep yang mereka dapatkan untuk mereka simpulkan. Rata-rata keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen yang baik disebabkan karena pada kelas eksperimen guru menggunakan model pembelajaran ARIAS yang dapat menumbuhkan keterampilan berpikir siswa dengan proses pembelajaran yang menarik, karena prosesnya siswa diajarkan bagaimana menjawab soal secara runtut, sehingga akan memacu keterampilan berpikir kritis meraka. Pada proses pembelajaran dengan model pembelajaran ARIAS, ada lima komponen yang harus diterapkan, yaitu: 1. Assurance, komponen ini berkaitan dengan menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi siswa. Dengan sikap percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil, siswa akan terdorong melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. Salah satu cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa yaitu dengan menampilkan tanyangan video motivasi atau perjalanan hidup seseorang yang berhasil dengan durasi maksimal lima menit agar tidak menyita banyak waktu untuk menumbuhkan kesemangatan dan kepercayaan diri siswa di awal pembelajaran.
2. Relevance, komponen ini berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan
64
kebutuhan karir yang sekarang atau yang akan datang. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai, bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka, dan memiliki tujuan yang jelas. Salah satu cara untuk meningkatkan relevansi dalam suatu materi adalah dengan mengemukakan tujuan, sasaran, dan manfaat yang akan dicapai. Tujuan yang jelas akan memberi harapan dan ketertarikan pada siswa sehingga mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut. Cara lain yang digunakan adalah melakukan demonstrasi atau praktikum untuk membuktikan kepada mereka bahwa materi yang mereka dapat ada manfaatnya.
3. Interest, berhubungan dengan minat/perhatian siswa. Kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Cara yang digunakan peneliti untuk membangkitkan minat/perhatian siswa adalah dengan menggunakan media power point materi larutan penyangga dan hidrolisis yang menarik dan ilustrasi praktikum yang interaktif dalam penyampaian materi sehingga perhatian siswa akan tertarik pada apa yang guru sampaikan. Cara lain yang peneliti gunakan adalah dengan mengadakan variasi dalam kegiatan mengajar, misalnya variasi dalam berdiskusi, variasi dari serius ke humor, dari suara keras ke suara yang sedang, dan mengubah gaya mengajar.
65
4. Assessment, berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan siswa. Bagi guru evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa; untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok; untuk merekam apa yang telah siswa capai, dan untuk membantu siswa dalam belajar. Bagi siswa, evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki, dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi. Cara yang digunakan peneliti untuk melaksnakan evaluasi yaitu dengan mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri tentang masalah apa yang mereka hadapi selama proses pembelajaran, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri dan teman.
5. Satisfaction, berhubungan dengan rasa bangga, puas atas hasil yang dicapai. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu, yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. Cara yang digunakan peneliti untuk memberi rasa bangga kepada siswa yaitu dengan memberi ucapan pujian dan
66
hadiah kepada siswa atau kelompok yang berhasil mendapat nilai tertinggi atau menjawab pertanyaan, hal ini akan menumbuhkan motivasi kepada siswa yang belum mendapat hadiah untuk belajar lebih giat lagi.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Gambar 4.4. Prosentase Rerata Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Berdasarkan Gambar 4.4 rerata keterampilan berpikir kritis siswa pada kelompok eksperimen mencapai 70,5% dengan kategori baik sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 35,4% dengan kategori jelek. Dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen lebih unggul daripada kelas kontrol. Unggulnya kelas eksperimen dikarenakan pembelajaran pada kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran ARIAS yang dapat meningkatkan perhatian siswa. Hal ini dikarenakan pembelajaran tersebut merupakan suatu hal yang baru pada pembelajaran kimia yang berbeda dengan model konvensional, yang memasukan unsur-unsur yang menarik seperti membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan menghindarkan dari kebosanan sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Hal ini ditunjukan pada saat pembelajaran siswa terlihat antusias, siswa cenderung lebih aktif bertanya pada teman maupun pada guru. Lain halnya
67
dengan kelompok kontrol. Pada kelompok kontrol pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil yang diamati oleh peneliti menunjukan banyak siswa yang menjadi cepat bosan, dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Hal ini ditunjukan oleh gejala siswa saling berbicara dengan temanya, mengantuk. Gejala-gejala siswa mengalami kebosanan pada kelompok kontrol mengakibatkan kelompok kontrol belum bisa mencapai ketuntasan klasikal.
Perbedaan hasil kemampuan kognitif post test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol ini karena pada kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran ARIAS yang dirancang untuk memotivasi dan mengaktifkan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung sehingga keterampilan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan. Model pembelajaran ARIAS merupakan pembelajaran yang membangkitkan minat/perhatian siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. Model ini terdiri dari lima komponen yaitu assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction. Kelima komponen dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran (Khoiru, 2011: 69).