• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KINERJA KEUANGAN

Dalam dokumen AR Wismilak 2016 Low rev LK (Halaman 54-59)

LAPORAN POSISI KEUANGAN

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian / Uraian 2016 2015 2014

Total Aset / Total Assets 1.353.634 1.342.700 1.334.545

Aset Lancar / Current Assets 996.925 988.814 999.717

Aset Tidak Lancar / Noncurrent Assets 356.709 353.886 334.827

Liabilitas / Liabilities 362.541 398.991 488.154

Liabilitas Jangka Pendek / Current Liabilities 293.712 341.706 439.446

Liabilitas Jangka Panjang / Noncurrent Liabilities 68.829 57.286 48.708

Ekuitas / Equity 991.093 943.709 846.390

Total Aset

Sampai dengan 31 Desember 2016, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp1.353,6 miliar, meningkat 0,8% dari Rp1.342,7 miliar pada 31 Desember 2015. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan total aset lancar sebesar Rp8,1 miliar dan total aset tidak lancar sebesar Rp2,8 miliar.

Sedangkan pada 31 Desember 2015, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp1.342,7 miliar, meningkat 0,6% dari Rp1.334,5 miliar pada 31 Desember 2014. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan total aset tidak lancar sebesar Rp19,1 miliar dan diimbangi dengan penurunan total aset lancar sebesar Rp10,9 miliar.

Aset Lancar

Total aset lancar Perseroan pada 31 Desember 2016 meningkat 0,8% menjadi Rp996,9 miliar dari Rp988,8 miliar pada 31 Desember 2015. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh persediaan, pajak dibayar dimuka, uang muka dan beban dibayar dimuka yang lebih tingggi diimbangi dengan penurunan kas dan setara kas yang digunakan untuk pelunasan sebagian utang bank

Sedangkan pada 31 Desember 2015, total aset lancar tercatat sebesar Rp988,8 miliar, menurun 1,1% dari Rp999,7 miliar pada 31 Desember 2014. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh piutang usaha, pajak dibayar dimuka dan uang muka yang lebih rendah, diimbangi dengan kas dan setara kas dan persediaan terutama persediaan bahan baku yang lebih tinggi.

Aset Tidak Lancar

Total aset tidak lancar Perseroan pada 31 Desember 2016 meningkat 0,8% menjadi Rp356,7 miliar dari Rp353,9 miliar pada 31 Desember 2015. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan aset lain-lain.

Sedangkan pada 31 Desember 2015, total aset tidak lancar tercatat sebesar Rp353,9 miliar, meningkat 5,7% dari Rp334,8 miliar pada 31 Desember 2014. Peningkatan ini terutama disebabkan pengembangan fasilitas produksi.

Total Liabilitas

Total Liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2016 adalah Rp362,5 miliar, menurun sebesar 9,1% dari tahun sebelumnya sebesar Rp399,0 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh pelunasan sebagian utang bank.

Sedangkan pada 31 Desember 2015, total liabilitas tercatat sebesar Rp399,0 miliar, menurun 18,3% dari Rp488,2 miliar pada 31 Desember 2014. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pelunasan utang cukai di akhir tahun sesuai dengan peraturan pemerintah.

Liabilitas Jangka Pendek

Liabilitas jangka pendek per 31 Desember 2016 menurun 14,0% menjadi Rp293,7 miliar dari Rp341,7 miliar pada 2015. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pelunasan sebagian utang bank jangka pendek.

Sedangkan liabilitas jangka pendek per 31 Desember 2015 menurun 22,2% menjadi Rp341,7 miliar dari Rp439,4 miliar pada 2014. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya utang usaha kepada pihak ketiga.

Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas jangka panjang per 31 Desember 2016 tercatat meningkat 20,1% menjadi Rp68,8 miliar dari Rp57,3 miliar pada 2015. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan liabilitas imbalan kerja.

Liabilitas jangka panjang per 31 Desember 2015 tercatat meningkat 17,6% menjadi Rp57,3 miliar dari Rp48,7 miliar pada 2014. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya liabilitas imbalan kerja dan liabilitas pajak tangguhan - neto.

Noncurrent Assets

The Company’s total noncurrent assets as of December 31, 2016, was Rp356.7 billion, increased by 0.8% from Rp353.9 billion on December 31, 2015. Such increase was due to the growth of other assets.

Meanwhile, on December 31, 2015, total noncurrent assets was Rp353.9 billion, increased by 5.7% from Rp334.8 billion on December 31, 2014 due to the development of production facilities.

Total Liabilities

On December 31, 2016, total liabilities of the Company was Rp362.5 billion, a decrease of 9.1% from Rp399.0 billion recorded in the previous year. The decrease was due to the repayment of part of bank loans.

On December 31, 2015, total liabilities was Rp399 billion, a decrease of 18.3% from Rp488.2 billion on December 31, 2014. The decrease was due to the repayment of excise taxes at the end of the year according to the government regulation.

current Liabilities

Per December 31, 2016, current liabilities of the Company decreased by 14.0%, from Rp3417 billion in 2015 to Rp293.7 billion.  The decrease was mainly caused by the repayment of part of short-term bank loans.

While current liabilities as of December 31, 2015 decreased by 22.2% to Rp341.7 billion from Rp439.4 billion in 2014. This decrease was attributable to the decrease in trade payables to third parties.

Noncurrent Liabilities

Noncurrent liabilities as of December 31, 2016 amounted to Rp68.8 billion, grew by 20.1% from Rp57.3 billion in 2015. Such increase was contributed by the growth of employee beneit liabilities.

Noncurrent liabilities as of December 31, 2015 grew by 17.6% to Rp57.3 billion from Rp48.7 billion in 2014. This increase was caused by the increase in employee beneits liability and deferred tax liability - net.

ANALISIS & PEMBAHASAN MANAJEMEN

Management Discussion & Analysis

TATA KELOLA PERUSAHAAN Good Corporate Governance

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Social Responsibility

53 PT Wismilak Inti Makmur Tbk

Ekuitas

Pada 31 Desember 2016, Ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp991,1 miliar, meningkat sebesar 5,0% dari Rp943,7 miliar pada 31 Desember 2015. Kenaikan tersebut berasal dari laba berjalan dan rugi komprehensif lain setelah dikurangi dengan dividen kepada pemegang saham.

Sedangkan pada 31 Desember 2015, Ekuitas Perseroan naik sebesar Rp97,3 miliar dari tahun 2014 menjadi Rp943,7 miliar pada 31 Desember 2015. Kenaikan tersebut berasal dari laba berjalan dan rugi komprehensif lain setelah dikurangi dengan dividen kepada pemegang saham.

LAPORAN LABA RUGI

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian / Description 2016 2015 2014

Penjualan Neto / Net Sales 1.685.796 1.839.420 1.661.533

Beban Pokok Penjualan / Cost of Goods Sold 1.176.494 1.279.427 1.177.719

Laba Kotor / Gross Proit 509.302 559.993 483.814

Beban Usaha / Operating Expenses 374.918 359.272 321.035

Laba Usaha / Operating Income 134.384 200.721 162.779

Pendapatan (Beban) Lain-lain / Other Income (Expenses) 2.279 (22.757) (12.746)

Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan / Income Before Income Tax Expense 136.663 177.963 150.033

Beban Pajak Penghasilan / Income Tax Expense 30.373 46.882 37.360

Laba Tahun Berjalan / Income for the Year 106.290 131.081 112.673

Laba Komprehensif Tahun Berjalan / Comprehensive Income for the Year 99.950 125.706 116.469

Penjualan Neto

Penjualan Neto Perseroan di tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 8,4% menjadi Rp1.685,8 miliar dari sebelumnya Rp1.839,4 miliar pada 2015. Penurunan penjualan neto ini terutama disebabkan oleh adanya penurunan di rokok sigaret kretek mesin sebesar 20,6% diimbangi dengan kenaikan rokok sigaret kretek tangan sebesar 7,2%

Sedangkan pada 2015, penjualan neto meningkat sebesar 10,7% dari Rp1.661,5 miliar di tahun 2014 menjadi Rp1.839,4 miliar. Peningkatan tersebut terutama didorong kenaikan harga jual dan peningkatan volume rokok sigaret kretek tangan sebesar 19,3%.

Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan menurun 8,0% menjadi Rp1.176,5 miliar pada 2016 dari Rp1.279,4 miliar pada 2015. Penurunan ini seiring dengan penurunan penjualan neto.

Sedangkan beban pokok penjualan tahun 2015 naik sebesar 8,6% dari Rp1.177,7 miliar pada 2014 menjadi Rp1.279,4 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan cukai dan inlasi.

Equity

Total Equity recorded on December 31, 2016 was Rp991.1 billion, increased by 5.0% from Rp943.7 billion on December 31, 2015. The increase was due to current income and other comprehensive loss after dividend to the shareholders.

On the other hand, the Company’s Equity as of December 31, 2015 increased by Rp97.3 billion from 2014 to Rp943.7 billion on December 31, 2015. The increase was due to current income and other comprehensive loss after dividend to the shareholders.

INcOME STATEMENTS

(in millions of Rupiah)

Net Sales

Company’s Net Sales in 2016 decreased by 8.4% from Rp1,839.4 billion in 2015 to Rp1,685.8 billion. The decrease was particularly caused by a decline in machine-rolled cigarette by 20.6%, which was ofset by the increase in hand-rolled cigaretter of 7.2%.

Meanwhile, Net Sales in 2015 increased by 10.7% from Rp1,661.5 billion in 2014 to Rp1,839.4 billion. The increase was encouraged by rising sales price and hand-rolled cigarettes volume by 19.3%.

cost of Goods Sold

Cost of Goods Sold in 2016 decreased by 8.0%, from Rp1,279.4 billion recorded in 2015 to Rp1,176.5 billion. The decrease was in line with the declining net sales in 2016.

Cost of Goods Sold in 2015, on the other hand, increased by 8.6% from Rp1,177.7 billion in 2014 to Rp1,279.4 billion due to rising excise and inlation.

Laba kotor tahun 2016 turun sebesar Rp50,7 miliar dari Rp560,0 miliar di tahun 2015 menjadi Rp509,3 miliar. Penurunan tersebut disebabkan adanya penurunan penjualan neto sebesar Rp153,6 miliar, diimbangi dengan penurunan beban pokok penjualan sebesar Rp102,9 miliar.

Sedangkan laba kotor tahun 2015 naik sebesar Rp76,2 miliar dari Rp483,8 miliar di tahun 2014 menjadi Rp560,0 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan penjualan neto sebesar Rp177,9 miliar, diimbangi dengan kenaikan beban pokok penjualan sebesar Rp101,7 miliar.

Beban Usaha

Beban usaha yang terdiri dari beban penjualan dan beban umum dan administrasi meningkat sebesar 4,4% menjadi Rp374,9 miliar pada 2016 dari Rp359,3 miliar pada 2015. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban promosi, gaji & honorarium dan inlasi.

Sedangkan beban usaha tahun 2015 meningkat sebesar 11,9% dari Rp321 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp359,3 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan beban distribusi, riset pengembangan, gaji & honorarium, dan inlasi.

Pendapatan (Beban) Lain-lain

Pendapatan lain-lain Perseroan tahun 2016 tercatat sebesar Rp2,3 miliar sementara pada 2015 tercatat beban lain-lain tercatat sebesar Rp22,7 miliar. Perubahan tersebut terutama disebabkan tahun lalu terdapat pembayaran ketetapan pajak sebesar Rp8,3 miliar, penerimaan pendapatan sewa dan lain- lain tahun 2016 sebesar Rp7,2 miliar, penurunan beban bunga bank sebesar Rp6,4 miliar, kenaikan laba penjualan aset tetap sebesar Rp1,7 miliar, penurunan rugi kurs sebesar Rp1,8 miliar diimbangi dengan penurunan pendapatan bunga sebesar Rp0,4 miliar.

Sedangkan beban lain-lain tahun 2015 meningkat sebesar Rp10 miliar dibanding tahun 2014. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran ketetapan pajak sebesar Rp8,3 miliar, kenaikan rugi selisih kurs sebesar Rp1,3 miliar serta penurunan pendapatan bunga sebesar Rp1,6 miliar serta diimbangi dengan penurunan beban bunga sebesar Rp1,5 miliar.

Laba Tahun Berjalan

Laba tahun berjalan tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 18,9% menjadi Rp106,3 miliar dari Rp131,1 miliar pada

Gross proit of 2016 declined by Rp50.7 billion, from Rp560.0 billion in 2015 to Rp509.3 billion. Such decline was contributed by the decreasng net sales of Rp153.6 billion, ofset by the declining cost of goods sold of Rp102.9 billion.

In 2015, gross proit increased by Rp76.2 billion from Rp483.8 billion in 2014 to Rp560.0 billion. The increase was due to rising net sales of Rp177.9 billion, ofset by an increase in cost of goods sold of Rp101.7 billion.

Operating Expenses

Operating expenses of the Company, consisting of selling expenses and general and administrative expenses, in 2016 grew by 4.4%, from Rp359.3 billion in 2015 to Rp374.9 billion. The increase was mainly due to rising promotion expenses, salary & honorarium, and inlation.

Meanwhile, operating expenses in 2015 increased by 11.9% from Rp321 billion in 2014 to Rp359.3 billion. The increase was due to rising distribution expenses, development research, salary & honorarium, and inlation.

Other Income (Expenses)

Total other income of the Company in 2016 amounted to Rp2.3 billion, while in 2015 the Company recorded other expenses amounted to Rp22.7 billion. Such change was mainly caused by the payment of tax assessments in 2015 amounting to Rp8.3 billion, income from rent and other expenses amounting to Rp7.2 billion, decrease in bank interest expenses at Rp6.4 billion, increase in proit from the sales of ixed assets at Rp1.7 billion, loss on foreign exchange at Rp1.8 billion ofset by the decline in interest income at Rp0.4 billion.

Meanwhile other expenses in 2015 rose by Rp10 billion compared to 2014. This increase was mainly caused by payment of tax at the amount of Rp8.3 billion, the increase in foreign exchange loss of Rp1.3 billion and the decrease of interest income of Rp1.6 billion as well as the decrease in interest expenses amounting to Rp1.5 billion.

Income for the year

The post of income for the year down by 18.9%, from Rp131.1 billion in 2015 to Rp106.3 billion, due to the declining operating

ANALISIS & PEMBAHASAN MANAJEMEN

Management Discussion & Analysis

TATA KELOLA PERUSAHAAN Good Corporate Governance

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Social Responsibility

55 PT Wismilak Inti Makmur Tbk

2015. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan laba usaha sebesar Rp66,3 miliar, diimbangi dengan pendapatan lain-lain sebesar Rp25,0 miliar dan penurunan beban pajak sebesar Rp16,5 miliar.

Sedangkan laba tahun berjalan tahun 2015 meningkat sebesar 16,3% dari Rp112,7 miliar di tahun 2014 menjadi Rp131,1 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan Laba Usaha sebesar Rp37,9 miliar, diimbangi dengan kenaikan Beban Lain-lain sebesar Rp10,0 miliar dan kenaikan pajak penghasilan sebesar Rp9,5 miliar.

Laba Komprehensif

Laba komprehensif tahun 2016 menurun sebesar 20,5% menjadi Rp99,9 miliar dari Rp125,7 miliar pada 2015. Penurunan tersebut disebabkan oleh penunan laba tahun berjalan sebesar Rp24,9 miliar dan kenaikan rugi komprehensif lain sebesar Rp0,9 miliar.

Sedangkan laba komprehensif tahun 2015 meningkat sebesar 7,9% dari Rp116,5 miliar di tahun 2014 menjadi Rp125,7 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan Laba Tahun Berjalan sebesar Rp18,4 miliar, diimbangi dengan kenaikan rugi komprehensif lain sebesar Rp9,2 miliar karena pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja.

LAPORAN ARUS KAS

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian / Description 2016 2015 2014

Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Operasi / Net Cash Used for

Operating Activities 136.704 62.869 44.609

Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi / Net Cash Used for

Investing Activities (45.936) (64.963) (119.512)

Kas Bersih yang Digunakan untuk dari Kegiatan Pendanaan / Net Cash

Used for Financing Activities (124.250) 21.575 12.387

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional meningkat dari Rp62,8 miliar menjadi Rp136,7 miliar pada tahun 2016, terutama disebabkan oleh penurunan pembayaran kepada pemasok dan lainnya. Pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2014, naik sebesar Rp18,2 miliar, terutama didorong oleh peningkatan penjualan, sebagian diimbangi dengan peningkatan pembayaran kepada pemasok dan lainnya. Kas yang digunakan untuk aktivitas investasi menurun dari Rp65,0 miliar menjadi Rp45,9 miliar pada tahun 2016, terutama disebabkan oleh penurunan belanja modal dan kenaikan hasil penjualan aset tetap. Pada 2015 dibandingkan tahun 2014, turun sebesar Rp54,5 miliar, terutama disebabkan oleh belanja modal yang lebih rendah dari tahun 2014.

income by Rp66.3 billion, ofset by other income at Rp25.0 billion and decline in tax expenses by Rp16.5 billion.

Meanwhile, income for the Year of 2015 increased by 16.3% from Rp112.7 billion in 2014 to Rp131.1 billion. The increase was due to rising Operating Income by Rp37.9 billion, ofset by increase of Other Expenses by Rp10.0 billion and rising income tax by Rp9.5 billion.

comprehensive Income

The Company’s comprehensive income of 2016 recorded at Rp99.9 billion, a decrease of 20.5% compared to the comprehensive income of 2015 at Rp125.7 billion. Such decline was due to the drop in income for the year by Rp24.9 billion and increase in other comprehensive loss by Rp0.9 billion. Comprehensive Income of 2015, on the other had, increased by 7.9% from Rp116.5 billion in 2014 to Rp125.7 billion. The increase was due to rising Proit for the Year by Rp18.5 billion, ofset by an increase of other comprehensive loss of Rp9.2 billion due to remeasurement of employee beneit liabilities.

STATEMENTS OF cASH FLOW

(in millions of Rupiah)

Net cash low used for operating activities in 2016 increased from Rp62.8 billion in 2015 to Rp136.7 billion. Such growth was particularly encouraged by the decrease in payment to suppliers and others. In comparison to that of 2014, there was an increase in the same post in 2015 by Rp18.2 bilion which was particularly encouraged by rising sales, partly ofset by the rise of income tax payment.

Cash used for investing activities decreased from Rp65.0 billion in 2015 to Rp45.9 billion in 2016 which was particularly due to lower capital expenditure and increase in the results gained from the sales of ixed assets. In comparison to that of 2014, there was a decrease in the same post in 2015 by Rp54.5 billion due to the lower capital expenses than that of 2014.

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp124,3 miliar pada tahun 2016. Hal ini terutama disebabkan oleh pembayaran sebagian utang bank jangka pendek neto dan kenaikan pembayaran dividen. Sedangkan pada tahun 2015, arus kas yang diperoleh dari aktivitas pendanaan meningkat sebesar Rp9,2 miliar, terutama disebabkan oleh pembayaran dividen yang lebih rendah, diimbangi dengan pembayaran utang bank jangka pendek- neto.

KEMAMPUAN MEMBAyAR UTANG DAN TINGKAT

Dalam dokumen AR Wismilak 2016 Low rev LK (Halaman 54-59)