• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kinerja Keuangan Daerah Menggunakan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Kinerja Keuangan Daerah Menggunakan

Kabupaten Jeneponto

Penelitian ini akan membahas bagaimana kinerja keuangan dalam pengelolaan APBD pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto menggunakan Rasio Keuangan.

a. Rasio Desentraisasi Fiskal

Dari perhitungan Derajat Desentralisasi Pengelolaan Keuangan Daerah dengan menggunakan rasio perbandingan antara Pendapatan Asli Daerah dengan Total Pendapatan Daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto.

Perhitungan Rasio Desentralisasi Fiskal Tahun 2016

Perhitungan Rasio Desentralisasi Fiskal Tahun 2015

Tabel 8 . Derajat Desentralisasi fiskal Tahun Realisasi PAD

2016 25.450.000,00 25.450.000,00 1,00%

Sumber : Data Olahan 2017

Berdasarkan perhitungan diatas, maka tingkat Derajat Desentralisasi keuangan daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto pada tahun 2015 dan 2016 berada pada tingkat 1,00%, Dengan demikian dapat diberikan penilaian dengan menggunakan kriteria kinerja keuangan daerah, maka tingkat Desentralisasi keuangan daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto berada pada tingkat 0-10% berada pada kategori Rendah Sekali atau kriterianya sangat kurang.

b. Rasio Efektifitas

Berdasarkan hasil perhitungan normatif data Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah terhadap Target Penerimaan Pendapatan Asli Daerah dalam Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto, maka Rasio Efektivitas sebagai berikut :

Perhitungan rasio efektifitas pada tahun 2015

Perhitungan Rasio Efektifitas pada tahun 2016 Rasio Efektifitas =

=

Rp. 21.850.000,00 Rp. 434.000.000, 00 5,03%

Rasio Efektifitas =

=

Rp.25.450.000,00

Rp.25.000.000,00 101,80%

X 100%

X 100%

Tabel 9

Rasio Efektivitas APBD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto(Dalam Rupiah) Tahun

2015 21.850.000,00 434.000.000, 00 5,03% Tidak

Efektif

2016 25.450.000,00 25.000.000,00 101,80 % Sangat

Efektif Sumber : Data Olahan 2017

Untuk mengetahui Rasio Efektivitas. Pada kolom pertama mencantumkan tahun anggaran yaitu tahun 2015 dan pada kolom kedua dan pada tahun 2016 adalah Target dan Realisasi yang merupakan Target Penerimaan PAD dan Realisasi Penerimaan PAD. Secara keseluruhan, tingkat efektivitas keuangan daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto tahun anggaran 2015 pada presentase 5,03% dan pada tahun 2016 pada persentase 101,80%

dinyatakan sangat efektif dibandingkan tahun 2015 lalu yang tidak efektif.

Hal ini menunjukan kinerja pemerintah dalam merealisasikan pendapatan asli daerah berdasarkan potensi riil daerah dalam tahun anggran 2016 sudah sangat baik.

c. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas menggambarkan bagaimana pemerintah daerah dalam memprioritaskan alokasi dananya pada belanja rutin atau pada belanja pembangunan secara optimal.

Perhitungan Rasio Aktivitas Pada tahun 2015 1. Rasio Belanja Rutin Terhadap APBD

2. Rasio Pembangunan Terhadap APBD

Perhitungan Rasio Aktivitas Pada tahun 2016 1. Rasio Belanja Rutin Terhadap APBD

2. Rasio Pembangunan Terhadap APBD

Tabel 10. Rasio aktivitas Kantor Dinas Pekejaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto

Tahun APBD Belanja Rutin Belanja Pembangunan 2015 151.476.318.931 11.266.210.243 140.231.958.688 7,43% 92,57%

2016 327.757.142.001 14.394.538.713 313.362.603.288 4,39% 95,61%

Sumber : data diolah 2017

Dari perhitungan rasio aktivitas di atas menunjukkan bahwa meningkatnya belanja pembangunan dan menurunnya belanja rutin pada tahun 2016 dari tahun 2015 dengan presentase belanja rutin 4,39% dan belanja pembangunan sebesar 95,61%. Selama kurun waktu 2 tahun yakni Belanja Rutin Terhadap =

pada tahun 2015 dan 2016. sedangkan rasio aktivitas pada tahun 2015 dengan presentase belanja pembangunan sebesar 92,57% dan belanja rutin presentasenya sebesar7,43% . dengan selisih belanja pembangunan pada tahun 2015 dan 2016 sebsear 3,04%. Presentase belanja rutin terlihat sangat rendah dari tahun 2015. Serta jika dilihat dari presentasenya Dinas Pekejaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto sebagai instansi pelayanan publik dalam pembangunan saranan dan prasarana publik lebih memprioritaskan belanja pembangunan daerah daripada belanja rutin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto dalam pembangunan daerah terkait pengelolaan APBD menunjukkan kinerja keuangan yang baik karena instansi pelayanan publik ini dengan mengacu pada tugas dan fungsinya yaitu melakukan pembangun daerah dengan sarana dan prasarana publik untuk kesejahteraan masyarakat jeneponto serta menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsi instansi pelayanan publik ini.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A KESIMPULAN.

1. Berdasarkan perhitungan rasio Desentralisasi Fiskal memperlihat Kinerja yang sangat kurang karena berada di tingkat 0-10% untuk kedua tahun tersebut, Kemudian Rasio Efektivitas memperlihatkan Kinerja Keuangan Daerah yang sangat efektif pada tahun 2016 dengan presentase 101,80%

meningkat dri tahun sebelumnya yang hanya 5,03% dan Rasio Aktivitas menunjukkan Kinerja yang sangat baik terhadap Belanja Pembangunan daerah yang jika dilihat lebih diprioritaskan dari belanja rutin, hal ini menunjukkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto telah menjalankan tugasnya dengan efektif dan sesuai fungsi serta tugasnya.

2. Bahwa dari total rencana Realisasi anggaran belanja Daerah pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Jeneponto untuk dua tahun anggaran sebesar Rp. 548.451.537.097,- dapat direalisasikan sebesar RP. 479.255.310.932,- dengan selishi anggaran sebesar RP.

68.292.261.165.

B SARAN.

1. Kepada Pimpinan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Jeneponto selaku toop leader agar lebih meningkatkan efektivitas dalam pengelolaan anggaran belanja perangkat daerah sektor

62

Pembangunan Daerah dengan meningkatkan mutu kinerja pengelolaan anggaran.

2. dengan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam hal evaluasi dan prediksi kinerja keuangan daerah untuk anggaran tahun berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Bastian, Indra. 2006. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta : Erlangga.

Darissalam, David, A ,2013, “Analisis Kemampuan Dan Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Nganjuk Dalam Mendukung Keberhasilan Pelaksanaan Otonomi Daerah Pada Tahun 2013”

Erlina, Rasdianto. 2013. Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis Akrual. Medan : Aksara

Halim , A , 2007, “Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah, Edisi ketiga”, Salemba Empat : Jakarta.

Halim, A, 2009, “Seni Bunga Rampai Manajmen Keuangan Daerah”, UPP-AMP YKPN : Yogyakarta.

Halim, Abdul. 2012. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah.

Jakarta : Salemba Empat.

Mahmudi, 2008, “Analisis Laporan Keuangan Daerah”, UPP - AMP YKPN : Yogyakarta.

Mardiasmo, 2005. “Akuntansi Sektor Publik, Andi : Jakarta.

Rahmawati, Erna dan Putra, Wayan .2016. “Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2010-2012, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali – Indonesia.

Republik Indonesia, Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Syaiful, 2006, “ Pengertian Dan Perlakuan Akuntansi Belanja Barang dan Belanja Modal dalam Kaidah Akuntansi Pemerintahan, Jakarta :www.ksap.org.

Sumber Data : Catatan atas Laporan Keuangan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto

Sumber Data : Peraturan Bupati Kabupaten Jeneponto, Tahun 2016 terkait Sususnan, Struktur Organisasi, Tugas, dan Tata Kerja pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabuapten Jeneponto.

Tobi, Regina ,M dan Idayati, F,2016, “Analisis kinerja keuangan pemerintah Kabupaten Flores Timur”Sekolah tinggi ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.

Yoga Perwira , M , 2013, “Analisis Kinerja Keuangan Pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Klaten Tahun 2007-2013, Prodi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Online : diakses 28 Maret 2017).

Wilantri, W .2017.“Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Di Jawa Tengah Periode 2012-2014” Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Zuhri, M dan Soleh, A, 2015, “Analisis Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur”, Fakultas Ekonomi Dehasen Bengkulu.

HERI DARMAWAN, lahir di Jeneponto 06 Desember 1995, anak Pertama dari 2 bersaudara, buah kasih pasangan dari Ayahanda “H. Mantari Sila” dan Ibunda “Hj. Sangnging Gowa”. Penulis pertama kali menempuh pendidikan tepat pada umur (6) tahun di Sekolah Dasar (SD) Pada SD Inpres 139 Sunggumanai Jeneponto dan selesai Pada Tahun 2007, dan Pada Tahun yang sama penulis melanjutkan di Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Rumbia Jeneponto dan selesai Pada Tahun 2010, dan Pada Tahun yang sama penulis melanjutkan Pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) pada SMA Negeri 1 Tompobulu Gowa penulis mengambil Jurusan IPA dan selesai Pada Tahun 2013. Pada Tahun 2013 Penulis terdaftar pada salah satu perguruan tinggi swasta di makassar pada Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Alhamdulillah selesai tepat pada waktunya yaitu tahun 2017.

Berkat petunjuk dan pertolongan Allah SWT, usaha dan disertai doa dan kedua orangtua dalam menjalani aktivitas akademik di perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Makassar. Alhamdulillah Penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dan berharap ilmu yang di dapatkan selama melakukan studi dapat di amalkan dengan sebaik-baiknya dan selanjutnya dapat lebih memberikan pengaruh besar untuk bangsa dan negara serta lebih bisa membahagiakan orang-orang terkasih khususnya kedua orang tua. Aamiin.

Dokumen terkait