• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal

Dalam dokumen STUDI SIMPANG TAK BERSINYAL (Halaman 26-0)

BAB III METODE PENELITIAN

3.6 Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal

Dalam studi ini kinerja simpang yang ditinjau adalah kapasitas (C) dan derajat kejenuhan (DS) karena adanya keterbatasan waktu survei. Kapasitas untuk seluruh simpang adalah hasil perkalian antara kapasitas dasar yaitu kapasitas pada kondisi tertentu (ideal) dan faktor - faktor penyesuaian dengan memperhitungkan pengaruh kondisi lapangan terhadap kapasitas. Untuk menghitung derajat kejenuhan variabel yang diperlukan adalah nilai arus total dan nilai kapasitas jalan. Didalam perhitungan untuk menentukan derajat kejenuhan dapat dilakukan dengan membagi arus total pada simpang dengan kapasitas simpang.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Geometrik dan Denah Simpang Jalan Raya Uluwatu – Jalan Raya Kampus Unud

Dari hasil survei yang dilakukan di lokasi penelitian maka didapatkan data geometrik untuk simpang Jalan Raya Uluwatu – Jalan Raya Kampus Unud terlihat pada Tabel 4.1 dan gambar denah simpang ditampilkan pada Lampiran A (Hal. 29).

Tabel 4.1 Data Geometrik Simpang

Kaki

Sumber: Data Geometrik Simpang, 2017

Dilihat dari pengamatan di lokasi penelitian, dapat diketahui bahwa kondisi lingkungan disekitar simpang termasuk tipe komersil, sesuai dengan MKJI 1997. Areal komersil adalah keadaan lingkungan dimana pada lokasi tersebut terdapat pertokoan, rumah makan, maupun perkantoran.

4.2 Penentuan Faktor Jam Puncak (PHF)

Peak Hour Factor (PHF) yaitu faktor jam puncak yang diperoleh dari volume jam-an terbesar dibagi dengan volume ekivalen jam terbesar. Sebelum menentukan PHF, perlu diketahui terlebih dahulu volume jam-an (smp/jam) dan volume ekivalen jam-an (smp/jam). Data volume yang dianalisis, didapat dari hasil survey lalu lintas yang dilakukan dalam interval 15 menit selama 2 jam.

Dari beberapa kali observasi pendahuluan, ditemukan di lapangan bahwa jam puncak terjadi pada siang hari yaitu sekitar pukul 11.00-13.00 WITA. Sehingga, berdasarkan jam puncak tersebut, maka dilakukan survey pada jam tersebut yaitu 11.00-13.00 WITA. Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.2 Penentuan Faktor Jam Puncak (PHF) Sumber: Hasil Analisis, 2017.

Dari tabel di atas, diperoleh volume lalu lintas jam-an terbesar yaitu 3059 smp/jam dan ekivalen jam terbesar yaitu 3283 smp/jam. Sehingga, dapat dihitung nilai PHF sebagai berikut:

PHF =

Berdasarkan perhitungan, didapat PHF sebesar 0,93. Angka tersebut menunjukkan bahwa arus lalu lintas pada kaki simpang tersebut hampir mencapai kapasitas dimana terdapat sisa 7% terhadap kapasitasnya.

4.3 Penentuan Jam Puncak

Analisis data jam puncak simpang diperoleh dari hasil survei lapangan yang ditabulasi setiap interval 15 menit, dan dipisahkan menurut jenis kendaraan. Data dengan interval 15 menit tersebut dianalisis untuk menentukan terjadinya jam puncak simpang dan untuk mengetahui distribusi lalu lintas pada segmen simpang tersebut. Setelah menganalisis volume kendaraan pada simpang tersebut didapatkan jam puncak yang terjadi pada pukul 12.00-13.00 sebagaimana terdapat pada Tabel 4.2. Rincian dari analisis data volume pada jam puncak tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3 Jam Puncak Simpang Jalan Raya Uluwatu–Jalan Raya Kampus Unud

Jam Kaki Simpang Pergerakan Arus Jam Puncak (smp/jam) Total

MC LV HV (smp/jam)

Sumber: Hasil Analisis, 2017.

Dari hasil tabel di atas untuk lalu lintas simpang Jl. Raya Uluwatu – Jl.

Raya Kampus Unud, dapat diketahui pada jam puncak siang jumlah kendaraan MC sebanyak 52,2 %, LV sebanyak 35,3 %, HV sebanyak 12,5 %. Kendaraan yang mendominasi melewati Simpang Jalan Raya Uluwatu – Jalan Raya Kampus Unud adalah kendaraan motor yang diikuti kendaraan ringan dan kendaraan berat.

4.4 Analisis Kapasitas Simpang

Kapasitas simpang dihitung dengan mengalikan kapasitas dasar (Co) dengan faktor-faktor penyesuaian. Kapasitas dasar dan faktor-faktor penyesuaian dianalisis sebagai berikut:

1. Lebar Pendekat dan Tipe Simpang

Jalan mayor adalah jalan yang sangat penting dalam simpang karena mempunyai klasifikasi yang lebih tinggi dari jalan minor. Dalam hal ini pada Simpang Jalan Raya Uluwatu – Jalan Raya Kampus Unud, jalan mayor adalah Jalan Raya Uluwatu sedangkan minor adalah Jalan Raya Kampus Unud. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat data lebar jalur Simpang Jalan Raya Uluwatu – Jalan Raya Kampus Unud pada Tabel 4.1.

Lebar pendekat rata-rata WAC, WB dan lebar pendekat simpang rata-rata W1 pada simpang tak bersinyal ini dihitung sebagai berikut:

Jalan Mayor B

Jalan Minor AC lajur jalan minor, dan 2 lajur jalan mayor).

2. Kapasitas Dasar (CO)

Nilai kapasitas dasar berdasarkan Tabel 2.4 sebesar 2700 (smp/jam).

3. Faktor Penyesuaian Lebar Pendekat (FW)

Faktor penyesuaian lebar pendekat (FW) berdasarkan Grafik 2.2 dapat dihitung sebagai berikut:

FW = 0,73 + 0,0760 .W1

FW = 0,73 + 0,0760 . 3,31 = 0,98156

4. Faktor Penyesuaian Median Jalan Utama (FM)

Berdasarkan Tabel 2.5, nilai FM adalah 1,0 karena tidak terdapat median pada simpang tak bersinyal tersebut.

5. Faktor Penyesuaian Ukuran Kota (FCS)

Dari data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali pada tahun 2017, jumlah penduduk Kabupaten Badung adalah sebesar 1.287.000 jiwa, ukuran Kabupaten Badung termasuk kategori Besar (1,0 – 3,0 juta jiwa). Maka, berdasarkan Tabel 2.6 diperoleh faktor penyesuaian Kabupaten Badung sebesar 1,00.

6. Faktor Penyesuaian Tipe Lingkungan Jalan, Hambatan Samping dan Kendaraan Tak Bermotor (FRSU)

Tipe lingkungan pada simpang ini merupakan areal komersial, dapat dilihat dari keberadaan pertokoan, perkantoran, sekolah dan pemukiman yang menimbulkan tarikan pergerakan yang cukup besar.

Sedangkan menurut hasil survei yang lapangan dan melihat tata guna lahan, banyaknya perumahan dan toko sehingga banyak akses keluar masuk pada daerah tersebut maka di asumsikan simpang ini mempunyai kelas hambatan samping sedang. Berdasarkan Tabel 2.7, maka diperoleh FRSU = 0,94

7. Faktor Penyesuaian Belok Kiri (FLT)

Faktor penyesuaian belok kiri pada simpang tak bersinyal ini berdasarkan Grafik 2.3, dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

8. Faktor Penyesuaian Belok Kanan (FRT)

Faktor penyesuaian belok kanan pada simpang ini berdasarkan Grafik 2.4 dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

9. Faktor Penyesuaian Rasio Arus Jalan Minor (FMI)

Faktor penyesuaian rasio arus jalan minor untuk simpang Jl.

Raya Uluwatu - Jl. Raya Kampus Unud, berdasarkan Grafik 2.5, perhitungan menggunakan rumus:

254

10. Menghitung Kapasitas Nyata (C)

Setelah diketahui data-data yang diperlukan, maka nilai kapasitas sesungguhnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

C = CO x FW x FM x FCS x FRSU x FLT x FRT x FMI

C = 2700 x 0,98156 x 1,00 x 1,00 x 0,94 x 1,241 x 0,9204 x n 0,965

C = 2746 smp / jam

Sehingga didapat kapasitas simpang Jalan Raya Uluwatu – Jalan Raya Kampus Unud untuk jam puncak siang adalah,

C = 2746 smp/jam.

4.5 Analisis Derajat Kejenuhan

Derajat kejenuhan (DS) simpang tak bersinyal ini pada jam puncak siang dihitung dengan rumus sebagai berikut:

DS = C total

Q =

2746

3531 = 1,286

Hal ini, menunjukan bahwa volume lalu lintas pada simpang yang bersangkutan sudah melebihi 1 atau melebihi kapasitas dari simpang itu sendiri. Maka dari itu perlu diterapkan suatu manajemen lalu lintas yang dapat menanggulangi masalah ini.

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Hasil studi ini menghasilkan beberapa simpulan sebagai berikut:

1. Denah simpang Jalan Raya Uluwatu – Jalan Raya Kampus Unud sebagaimana yang terdapat pada Lampiran A (Hal. 29)

2. Nilai Faktor Jam Puncak (PHF) yang didapat dari hasil analisis pada simpang tersebut sebesar 0,93.

3. Waktu terjadinya jam puncak pada simpang tersebut yaitu pukul 12.00 sampai dengan 13.00.

4. Kapasitas (C) simpang tersebut sebesar 2746 smp/jam.

5. Nilai Derajat Kejenuhan (DS) pada simpang sebesar 1,286.

5.2 Saran

Setelah melihat hasil analisis pada bab sebelumnya ada beberapa saran yang kiranya dapat menjadi bahan pertimbangan yaitu

1. Dapat dilakukan manajemen lalu lintas dengan pelarangan belok kanan bagi pengendara dari masing – masing kaki simpang agar dapat memperlancar arus lalu lintas dan mengurangi titik konflik pada simpang

2. Penelitian selanjutnya diperlukan adanya studi mengenai kinerja simpang menggunakan Alat Pemberi Isyarat Lampu Lalu lintas (APILL).

DAFTAR PUSTAKA

Aryadi, I.P. 2012. Analisis Kinerja Simpang dan Pembebanan Ruas Jalan Pada Pengelolaan Lalu Lintas Dengan Sistem Satu Arah studi kasus Jalan Tukad Pakerisan – Jalan Tukad Yeh Aya – Jalan Tukad Batanghari – Jalan Tukad Barito. (Tugas Akhir yang tidak dipublikasikan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana, 2012).

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. 2017. Bali Dalam Angka 2017. BPS Provinsi Bali.

Departemen Pekerjaan Umum. 1990. Traffic Management, Regional Cities Urban Transport DKI Jakarta Training, Dirjen Bina Marga.

Departemen Pekerjaan Umum. 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Direktorat Jendral Bina Marga, Jakarta.

Munawar, A. 2004. Manajemen Lalu Lintas Jalan Perkotaan. Yogyakarta:

Beta Offset

Sudiartaya, N. 2010. Analisis kinerja simpang Jalan Tukad Pakerisan – Jalan Tukad Barito. (Tugas Akhir yang tidak dipublikasikan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana, 2010).

Tamin, O.Z. 2000. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung : ITB.

Gambar A.1. Lokasi Studi Sumber : Google maps (2017)

Gambar A.2 Denah Simpang

Gambar A.3 Potongan Melintang Kaki Utara Simpang

Gambar A.4 Potongan Melintang Kaki Timur Simpang

Gambar A.5 Potongan Melintang Kaki Selatan Simpang

Formulir USIG—1

smp/jam smp/jam smp/jam kend/jam smp/jam kend/jam

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kendaraan ringan LV Kendaraan berat HV Sepeda mot or MC Kendaraan bermotor

Rasio

KOMP OSISI LALU LINT AS

Arah

Rasio Jl Minor/ (Jl Utama-minor) t otal

Geometrik Arus Lalu Lintas

Formulir USIG—2

SIMPANG TAK BERSINYAL FORMULIR USIG-II:

- ANALISA

1. Lebar Pe nde kat dan Tipe Simpang

Wb Wd Wbd Wa Wc Wac Jalan minor Jalan

Lalu-Lintas Derajat T undaan

Lalu-T undaan

Lalu-T undaan

Lalu- T undaan T undaan Peluang (Q) Kejenuhan

smp/jam

USIG-I DS DT 1 DMA DMI DG D QP %

30 31 32 33 34 35 36 37 38

Pilihan Lint as Sasaran

Simpang

Fakt or Penyesuaian Kapasitas (F) Lebar

Jalan minor Jalan ut ama Lebar

rata-rat a

Catatan Mengenai Perbandingan Dengan Sasaran (39)

Lampiran C1. Hasil Survei Volume Lalu Lintas (Pendekat Utara)

Arah dari : Kaki Simpang Jl. Raya Uluwatu (Utara) Hari / tanggal

S IMPANG TAK BERS INYAL S URVEI VOLUME LALU LINTAS

Geometri Simpang

Lampiran C2. Hasil Survei Volume Lalu Lintas (Pendekat Timur)

Arah dari

S IMPANG TAK BERS INYAL Geometri Simpang

S URVEI VOLUME LALU LINTAS

: 18 November 2017

Belok kiri ( LT ) Belok kanan ( RT )

: Kaki Simpang Jl. Raya Kampus Unud

: Kend/15 menit

Waktu Survei

Pendekat Timur : 11.00-13.00

: Kelompok 1

Lampiran C3. Hasil Survei Volume Lalu Lintas (Pendekat Selatan)

Arah dari : Kaki Simpang Jl. Ray a Uluwatu (Selatan) Hari / tanggal

Waktu Cuaca Satuan Surveyor

M C LV HV UM M C LV HV UM

11.00-11.15 170 54 7 0 155 39 7 0

11.15-11.30 171 75 15 0 109 43 3 0

11.30-11.45 145 77 11 0 64 45 7 0

11.45-12.00 241 80 22 0 141 40 9 0

12.00-12.15 363 114 13 1 146 50 11 2

12.15-12.30 221 94 16 1 141 47 5 0

12.30-12.45 237 98 11 1 131 49 3 1

12.45-13.00 194 99 11 0 115 47 10 1

: Cerah - Berawan : Kend/15 menit

Waktu Survei

Pendekat Selatan

Lurus ( St ) Belok kanan ( RT )

: 11.00-13.00

S IMPANG TAK BERS INYAL Geometri Simpang

S URVEI VOLUME LALU LINTAS

: 18 November 2017

: Kelompok 1

Lampiran C4. Tabel Analisis Faktor Jam Puncak (PHF/Peak Hour Factor)

emp kend. ringan = 1; emp kend. berat =1,3; emp sepeda motor = 0,5

Lampiran C5. Hasil Analisis Pada Formulir USIG—1

smp/jam smp/jam smp/jam kend/jam smp/jam kend/jam

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

967 967 271 352 2631 1315 3869 2635 0

LT 282 282 72 93 1011 506 1364 880 0.249 0

ST 735 735 206 267 1998 999 2938 2001 0

RT 231 231 63 83 672 336 967 650 0.184 0

1247 1247 341 443 3681 1841 5270 3531 0.433 0

0.254 UM/MV 0

Rasio Jl Minor/ (Jl Utama-minor) t otal Jl. Minor t ot al B Kendaraan ringan LV Kendaraan berat HV Sepeda mot or MC Kendaraan bermotor

Rasio Jalan Utama: Jl. Raya Uluwatu

Jalan Minor: Jl. Raya Kampus Unud Soal:

Kota: Jimbaran Tanggal: 18-11-2017

KOMP OSISI LALU LINT AS

Arah

Geometrik Arus Lalu Lintas

Lampiran B6. Hasil Analisis Pada Formulir USIG—2

SIMPANG TAK BERSINYAL FORMULIR USIG-II:

- ANALISA

1. Le bar Pende kat dan Tipe Simpang

Wb Wd Wbd Wa Wc Wac Jalan minor Jalan

1 2700 0.98156 1 1 0.94 1.241 0.9204 0.965 2746

3. Perilaku Lalu Lintas

Arus

Lalu-Lintas Derajat T undaan

Lalu-T undaan

Lalu-T undaan

Lalu- T undaan T undaan Peluang

(Q) Kejenuhan Lint as Simpang

Lintas Jl.

Ut ama

Lint as Jl.

Minor Geomet rik Simpang Ant rean

smp/jam Simpang

USIG-I DS DT 1 DMA DMI DG D QP %

30 31 32 33 34 35 36 37 38

1 3531 1.286 91.13 35.95 253.12 4 95.13 140.64-68.01

Pilihan Sasaran

T ipe simpang

Jalan minor Jalan ut ama Lebar rat

a-rat a pendekat

Pilihan

Fakt or Penyesuaian Kapasitas (F) Lebar

Ta ngga l: 18-11-2017 Di tanga ni Oleh: Kelompok 1 Kota: Ji mba ran Ukuran Kota: 1287000 ji wa Ja la n Uta ma : Jl . Ra ya Uluwa tu Li ngkunga n Ja l a n: Komers i l

Catatan Mengenai Perbandingan Dengan Sasaran (39)

Lampiran D Dokumentasi Survei

Gambar D.1 Simpang Jalan Raya Uluwatu – Jalan Raya Kampus Unud

Gambar D.2 Kepadatan Lalu Lintas Pada Simpang

Dalam dokumen STUDI SIMPANG TAK BERSINYAL (Halaman 26-0)

Dokumen terkait