3. ANALISIS
3.3 Analisis Komik 'Pfrotzner' Karya Thomas Gronle
Komik berjudul ‘Pfrotzner’ ini menggunakan teknik desain grafis komputer dalam pembuatannya. Hal tersebut dapat terlihat dari bentuk gambar-gambar yang kaku dan balon-balon kata yang berbentuk kotak-kotak dengan garis yang rapi.
3.3.1 Analisis Unsur Nonverbal
Dalam komik ini, unsur nonverbal yang dianalisis meliputi penggambaran kereta api, karakterisasi tokoh dan fasilitas kereta api yang disediakan Deutsche Bahn.
3.3.1.1 Penggambaran Kereta Api
Di bawah ini merupakan ikon kereta api yang merepresentasikan kereta api DB. Tidak terdapat simbol yang mewakili logo DB. Akan tetapi, seperti halnya dalam komik ‘das stählerne Pferd’ bentuk lokomotif ini juga menyerupai lokomotif DB yang asli.
Gambar 3.12 Penggambaran Kereta Api (ukuran diperkecil) 3.3.1.2 Karakterisasi Tokoh
Gambar 3.13 menunjukkan tiga tokoh utama dalam cerita ini. Yang paling kiri merupakan ikon penumpang perempuan muda (selanjutnya disebut Penumpang A). Ia menggunakan ikon headphone yagn berfungsi untuk mendengarkan musik. Sementara di sebelah kanannya, merupakan ikon penumpang yang mewakili objek bergender laki-laki muda (selanjutnya disebut Penumpang B) yang sedang berbicara dengan seorang pengusaha yang diketahui bernama Herr Fringer. Tokoh yang terakhir diasumsikan sebagai ikon pengusaha karena ia mengenakan kemeja putih dan jas berwarna hitam sambil memegang ponsel untuk berkomunikasi.
Panel di atas digambarkan dengan gaya Amerikanisch. Kita dapat melihat bahasa tubuh setiap tokoh, juga ekspresi wajahnya, selain itu dengan gaya penggambaran ini kita dapat melihat jarak antar tokoh. Komunikasi nonverbal menunjukkan bahwa mereka sedang marah. Perspektif penggambaran memposisikan pembaca seakan-akan lebih dekat dengan Penumpang A dan B daripada dengan Herr Fringer. Dari gambar di atas, kita dapat pula melihat penggambaran balon dialog yang berbeda antara Penumpang B dan Herr Fringer. Balon dialog tokoh Herr Fringer berbentuk gerigi tajam yang mengindikasikan teriakan, sementara Penumpang B berbentuk jajaran genjang yang tidak mengindikasikan teriakan. Jika pembaca memposisikan diri di dalam kereta api tersebut, pembaca akan merasakan teriakan Herr Fringer yang sangat kencang dan mengganggu.
3.3.1.3 Fasilitas kereta api
Gambar 3.10 merupakan penggambaran tokoh pengusaha (Herr Fringer) yang sedang menelepon. Ikon laptop digambarkan sedang terbuka di atas meja di hadapan Herr Fringer. Secara implisit, gambar ini menunjukkan fasilitas yang disediakan oleh Deutsche Bahn bagi orang-orang yang bepergian untuk tujuan bisnis. Dari website bahn.com, dapat diketahui bahwa penumpang dapat menggunakan laptop di dalam kereta api, bahkan disediakan jaringan internet wi fi bagi pengguna kereta api DB ICE.
Gambar 3.14 Fasilitas yang disediakan jasa kereta api dalam komik ‘Pfrotzner’ (ukuran diperkecil)
3.3.2 Analisis Tataran Teks
Pesan dalam cerita ini menyiratkan pesan yang berkaitan dengan citra produk jasa Deutsche Bahn. Pesan tersebut adalah, perjalanan menjadi tidak menyenangkan jika ada penumpang lain yang sangat berisik dan mengganggu ketenangan di dalam kereta api.
3.3.3 Analisis Tataran Kata
Kata-kata yang berkaitan dengan pesan di atas adalah kata quatschen, dan leiser. a. quatschen. Kata ini memiliki definisi banyak berbicara hal-hal yang bodoh,
omong kosong. Adapun Begriffsoppositionen dari kata ini adalah sebagai berikut.
• sich auslassen Æ membicarakan orang lain (dengan prasangka), bergossip.
• äußern, erzählen, wiedergeben Æ mengungkapkan, menceritakan • mitteilen Æ menginformasikan sesuatu
• reden, sagen Æ mengatakan, berbicara
• von sich geben, verbreiten Æ menceritakan sesuatu dengan bertele-tele. Kata quatschen memiliki kesamaan makna dengan kata-kata di atas, yaitu sama-sama berupa kata kerja yang berarti mengungkapkan atau menceritakan sesuatu. Yang menjadi perbedaan antara kata-kata di atas dengan kata quatschen adalah adanya ciri khas dari kata quatschen yaitu pembicaraan yang berisi omong kosong.
Gambaran tipikal yang muncul dalam skemata orang Jerman terhadap kata ini adalah acara-acara komedi di tv, obrolan ringan di waktu senggang. Sementara gambaran individual orang Jerman dapat berupa presentasi di dalam kuliah yang tidak berbobot, atau ketika seseorang terjebak di tengah-tengah sekelompok orang yang sedang membicarakan hal-hal yang bodoh.
Konteks dari kata ini berkaitan dengan situasi dan referensi globalnya adalah sebagai berikut. Kata ini terdapat dalam kalimat “seit zwei Stunden quatscht der Typ in sein Telefon” (sejak dua jam yang lalu orang ini berbicara di telepon) perkataan ini diucapkan oleh Penumpang B yang merasa sangat
terganggu oleh Herr Fringer. Kata der Typ mengacu pada Herr Fringer yang sedang menelepon rekan kerjanya, Herr Pfrotzner.
Dari sudut pandang Herr Fringer, pembicaraan di telepon selama berjam-jam bukanlah sesuatu yang bodoh atau omong kosong. Pembicaraan di teleponnya itu adalah hal yang penting berkaitan dengan pekerjaannya. Sayangnya, dari sudut pandang penumpang lain, yang diwakili oleh Penumpang A dan B sebagai tokoh utama, pembicaraan tersebut bukanlah hal yang penting justru mengganggu. Dalam kalimat di atas, pesan mengganggu tidak dapat ditemukan. Hal tersebut ditemukan dalam pengeksplorasian makna kontekstual kata berikut ini.
b. leiser. Kata ini berasal dari kata leise yang berarti hanya terdengar dengan intensitas suara yang lemah atau pelan. Kata diberikan tambahan makna bersifat komparatif menjadi leiser yang berarti lebih pelan. Adapun Begriffsoppositionen dari kata leise adalah sebagai berikut.
• im Flüsterton, flüsternd Æ sangat pelan (saat berbicara) • gedämpft, verhalten Æ melemah, memelan (suara) • geräuschlos, lautlos, unhörbar Æ tak ada suara
• kaum vernehmlich, (gehoben) kaum vernehmbar Æ hampir tidak dapat terdengar
• ruhig, still, sanft Æ tak ada suara, tenang • piano Æ pelan (dalam istilah musik)
Kata leise tidak mengacu pada suara yang hampir tidak dapat terdengar, sangat pelan, atau bahkan tidak ada suara. Hal inilah yang membedakan kata leise dengan sinonim-sinonimnya.
Gambaran tipikal kata leise dalam skemata orang Jerman adalah ruangan kelas, seminar, atau rumah sakit yang membutuhkan suasana yang tenang. Gambaran individual orang Jerman dari kata leise dapat berupa ruang publik seperti kereta api atau pesawat.
Konteks kata ini adalah sebagai berikut. Kata ini terdapat dalam kalimat “geht das auch leiser???” (apakah bisa lebih pelan???) yang diucapkan oleh Penumpang B yang merasa terganggu dengan kesibukan Herr Fringer. Penggunaan grafem “?” sebanyak tiga kali mengekspresikan penekanan yang lebih pada pertanyaan12. Situasi yang dapat diangkat adalah keberadaan Herr Fringer yang telah berbicara di telepon selama dua jam dengan suaranya cukup keras terdengar oleh sekitarnya. Bukan saja Penumpang A dan B yang merasa terganggu tetapi seisi kereta. Hal tersebut dibuktikan oleh kejadian Herr Fringer yang meninggalkan kereta setelah ditipu Penumpang A dan B.
Interpretasi terhadap citra:
Dari penjelasan di atas, pencitraan produk jasa kereta api Deutsche Bahn dipengaruhi oleh karakter setiap penumpang. Orang-orang seperti Herr Fringer tidak jarang ditemukan di dalam kereta api karena kereta api juga digunakan untuk tujuan berbisnis. Citra produk jasa ini merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri dan dihindari, tetapi tetap disampaikan agar pembaca dapat menangkap nilai positif berkaitan dengan etika dalam berkereta api.