HASIL PENELITIAN
5.2 Analisis kinerja PDAM
5.3.1 Analisis kondisi internal,
Analisis terhadap kondisi internal PDAM dimaksudkan untuk mengetahui kelemahan internal yang menjadi kendala bagi PDAM dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan kekuatan internal yang dimiliki perusahaan yang menjadi asset bagi PDAM dalam mengurangi maupun menghilangkan kelemahan yang ada dan sekaligus menjadi pendorong tercapainya tujuan perusahaan.
1. Kekuatan
a. Pendapatan cenderung mengalami peningkatan yang cukup pesat dibandingkan
dengan tahun sebelumnya untuk masing-masing tahun 2005 meningkat sebesar Rp 603.248.225 atau 42% Tahun 2006 sebesar Rp 1.163.386.048 atau 57% tahun
2007 meningkat sebesar Rp 1.121.838.815 atau 35% dan pada tahun 2008 meningkat kembali sebesar Rp 316.213.877 atau 7% sehingga kenaikan rata-rata pendapatan perusahaan untuk kurun waktu tersebut sebesar Rp 801.171.741 per tahun. Kenaikan pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2006.
b. Trend penjualan air yang senantiasa meningkat, yaitu dalam kurun waktu lima tahun menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, yaitu masing-masing untuk tahun 2005 sebesar 9.634 m3 atau 4%, tahun 2006 sebesar 47.096 m3 atau 19%, tahun 2007 menurun sebesar 20.225 m3 atau -8% ini disebabkan karena adanya kerusakan pada pipa-pipa transmisi dan distribusi, sementara tahun 2008 meningkat kembali sebesar 216.400 m3 atau 86% dengan rata-rata kenaikan selama kurun waktu tersebut adalah sebesar 63.226 m3
c. Jumlah pelanggan yang mengalami peningkatan di mana peningkatan dari lima tahun masing-masing untuk tahun 2005 sebesar 460 pelanggan atau 26%, tahun 2006 sebesar 309 pelanggan atau 17%, tahun 2007 sebesar 326 pelanggan atau 18% dan pada tahun 2008 sebesar 678 pelanggan atau 38%, dengan rata-rata kenaikan sebesar 443 atau 25% ini merupakan salah satu faktor yang akan menjadi pendukung perusahaan untuk maju.
d. Memiliki struktur organisasi yang lengkap berdasarkan Keputusan Bupati Bangli Nomor 21 Tahun 2001 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Bangli.
e. Tingkat Produksi air cenderung meningkat di mana pada tahun 2005 sebesar 156.033 m3 atau 53%, tahun 2006 sebesar 150.947 m3 atau 51%, tahun 2007 sebesar 71.833 m3 atau 24% sementara pada tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 83.212 m3 atau 28% disebabkan oleh adanya kerusakan mesin pompa di daerah Kecamatan Kintamani.
efisien, manajemen PDAM perlu memiliki Rencana Jangka Menengah atau Program Pengembangan Lima Tahun (Propelita) PDAM secara menyeluruh dengan mengembangkan dan mempertimbangkan kondisi internal maupun eksternal. Apabila program pengembangan ini telah benar- benar disusun atau dimiliki oleh PDAM, program ini dapat dijadikan pedoman bagi manajemen untuk menyelenggarakan kegiatan pelaksanaan kerja PDAM sekaligus merupakan alat pengendali perusahaan yang efektif.
2. Kelemahan
a. Penentuan tarif dasar yang masih ditentukan oleh pemerintah daerah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi ketidakmampuan perusahaan untuk meningkatkan laba, potensi penjualan volume air bersih yang semakin kecil sehubungan dengan produksi air mendekati kapasitas terpasang 78,53%. Kendalanya adalah penyesuaian tarif setiap tahun akan menimbulkan masalah sosial dan kurang populer di mata masyarakat. Sesuai dengan hasil kuisioner yang disebar oleh peneliti dengan nilai rata - rata 2,48 yang berarti sebagian besar masyarakat menolak rencana kenaikan tarif yang akan dilakukan oleh PDAM. Dengan dasar pemikiran inilah penentuan tarif harga air dan beban tetap ditentukan oleh pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD.
b. Mempunyai sumber daya karyawan yang relatif masih rendah, hal ini dapat dilihat dalam Tabel 5.7 berikut ini :
Tabel 5.7
Profil Pegawai PDAM Kabupaten Bangli Berdasarkan Tingkat Pendidikan Orang % 1 SD 16 14 2 SLTP 12 11 3 SLTA 81 71 4 D3 - -5 S1 5 4 6 S2 - -Jumlah 114 100 JUMLAH PENDIDIKAN NO
Sumber: Bagian Kepegawaian PDAM Kabupaten Bangli, 2009
Dari data di atas dapat dilihat bahwa karyawan yang berpendidikan SLTA sebesar 71%, 14% lulusan SD, 11% lulusan SLTP dan 4% lulusan sarjana. Karyawan yang berpendidikan SLTA yang paling banyak dan ini tidak didukung oleh keahlian tekhnik yang memadai, sehingga pegawai belum mampu merencanakan dan melaksanakan pembangunan jaringan instalasi sehingga sampai sekarang proyek PDAM masih dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang mengakibatkan banyaknya permasalahan teknis yang dihadapi seperti kebocoran pipa air, kerusakan pompa dan pemasangan instalasi baru
c. Penurunan debit air di beberapa sumber air. Hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan daya resap air di sekitar area sumber mata air tersebut. Karena air hujan yang diresap oleh tanah berkurang, maka berdampak pada menurunnya debit air di sumber mata air.
2008 sebesar Rp 5.323.888.707 dan di samping itu mekanisme pembayaran bagian laba Pemda terikat oleh Pemerintah daerah yang ditetapkan oleh Pemda dan DPRD tanpa memperhatikan kondisi keuangan PDAM dalam suatu periode.
e. Tingkat kebocoran air yang cukup besar, pada tahun 2007 lebih dari 20% dan pada tahun 2008 sebesar 14,08% disebabkan kebocoran pada jaringan yang sudah tua dan kegiatan pembangunan sarana jalan yang melintas pada jaringan pipa transmisi dan distribusi. Tingkat kebocoran air yang terus meningkat baik dari segi jumlah maupun dari persentase produksi air dalam tiga tahun terakhir perlu diwaspadai tentang kemungkinan pencurian air oleh pihak ketiga.
f. Cakupan pelayanan yang masih rendah dimana rata-rata per tahun sebesar 0,25, artinya bahwa dari seluruh Rumah Tangga di Kabupaten Bangli hanya 25% yang mendapat pelayanan sedangkan 75% masih belum mendapat pelayanan. Hal ini terjadi karena jalur instalasi yang terpasang masih sedikit, karena adanya kendala modal serta tingginya biaya operasional dan administrasi yang menyebabkan kerugian serta kesulitan untuk membangun atau mengembangkan jaringan instalasi baru.
Hasil penghitungan skor total faktor-faktor strategis internal sebagaimana tampak pada Tabel 5.8 sebagai berikut:
Tabel 5.8
Perhitungan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal
NO FAKTOR STRATEGIS INTERNAL BOBOT RATING SCORE A KEKUATAN
1 Pendapatan Cenderung mengalami peningkatan 0,12 3 0,36 2 Trend penjualan air yang senantiasa meningkat 0,09 3 0,27 3 Jumlah pelanggan yang mengalami peningkatan 0,09 3 0,27
4 Struktur organisasi yang lengkap 0,07 2 0,14
5 Produksi Air Cenderung meningkat 0,08 3 0,24
6 Sedang berupaya menyusun Rencana 0,05 2 0,1
Jangka Panjang (corporate plan) B KELEMAHAN
2 Kualitas sumber daya karyawan PDAM masih rendah 0,09 3 0,27 3 Penurunan debit air di beberapa sumber air 0,07 2 0,14
5 Tingkat kebocoran air yang cukup besar 0,07 2 0,14
6 Cakupan Pelayanan yang masih rendah 0,10 2 0,2
1,0 2,49
Total
0,08 2 0,16
0,10 2 0,2
4
1 Penentuan tarif dasar air yang masih diintervensi dan ditentukan oleh pemerintah daerah dan DPRD
Pemerintah daerah yang kurang mendukung permodalan perusahaan
Sumber: Hasil analisis data pada lampiran 5 dan 6