• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berikut hasil penelitian tentang kontribusi pajak air tanah terhadap PAD di Kabupaten Deli Serdang.

Tabel 4.8

Kontribusi Pajak Air Tanah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011 - 2015

No. Tahun Realisasi pajak air tanah (Rp) PAD (Ribu Rp) Hasil 1. 2011 1.291.793.963,60 213.786.144.828,53 0,60% 2. 2012 3.511.409.901,31 291.009.901.163,27 1,20% 3. 2013 5.572.174.939,32 328.350.397.362,35 1,69% 4. 2014 8.340.580.318,63 417.639.684.672,25 1,99% 5. 2015 9.137.316.638,00 630.720.671.500,00 1,45% Sumber : Data Diolah dari Dispenda Deli Serdang

Dari hasil tabel 4.8 bahwa pada tahun 2011 realisasi pajak air tanah sebesar Rp. 1.291.793.963 dengan PAD sebesar Rp. 213.786.144.828 menghasilkan 0,60%, pada tahun 2012 realisasi pajak air tanah sebesar Rp. 3.511.409.901 dengan PAD sebesar Rp. 291.009.901.163 menghasilkan 1,20%, pada tahun 2013 realisasi sebesar Rp. 5.572.174.939 dengan PAD sebesar Rp. 328.350.397.362 menghasilkan 1,69%, pada tahun 2014 realisasi sebesar Rp.

dan pada tahun 2015 realisasi sebesar Rp 9.137.316.638 dengan PAD sebesar Rp. 630.720.671.500 menghasilkan 1,45%. Kontribusi pajak air tanah terhadap PAD naik turun karena adanya pajak daerah lain selain pajak air tanah yang menyumbang lebih banyak terhadap PAD.

Dari tabel 4.8 diatas dapat disajikan pada gambar sebagai berikut :

Gambar 4.8

Kontribusi pajak air tanah terhadap PAD Kabupaten Deli Serdang

Dari hasil tabel 4.8 dan gambar 4.8 dapat dilihat bahwa pada tahun 2011 kontribusi sebesar 0,60% dengan PAD sebesar Rp. 213.786.144.828, pada tahun 2012 kontribusi sebesar 1,20% dengan PAD sebesar Rp. 291.009.901.163, pada tahun 2013 kontribusi sebesar 1,69% dengan PAD sebesar Rp. 328.350.397.362, pada tahun 2014 kontribusi sebesar 2,48% dengan PAD sebesar Rp.

0 0,5 1 1,5 2 2,5 2011 2012 2013 2014 2015

Kontribusi

Kontribusi

336.059.217.471, dan pada tahun 2015 kontribusi mengalami penurunan sebesar 1,45% dengan PAD sebesar Rp. 630.720.671.500.

4.3 Pembahasan

Dari hasil penelitian sebelumnya di dapat kontribusi penerimaan pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah (PAD) masih relatif kecil akan tetapi dapat dikatakan cukup baik karena penerimaan pajak hotel dan restoran cenderung mengalami kenaikan. Perbedaan dengan peneliti sebelumnya akan dibahas pada pembahasan ini.

a. Pertumbuhan pajak Air Tanah

Pertumbuhan pajak air tanah dari tahun 2011 sampai 2015 menunjukkan hasil yang sangat bagus. Pada tahun 2011 pertumbuhan pajak air tanah sebesar 17,22%, pada tahun 2012 pertumbuhan pajak air tanah sebesar 46,82 %, pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 74,30%, pada tahun 2014 naik sebesar 111,21%, dan pada tahun 2015 mengalami kenaikan yang sangat besar mencapai 121,83%.

b. Efektivitas Pajak Air Tanah

Dilihat dari efektivitas pajak air tanah dari tahun 2011 sampai dengan 2015 mengalami kenaikan yang sangat pesat. Tahun 2011 realisasi pajak air tanah sebesar Rp. 1.291.793.963 terhadap target yang diinginkan sangat rendah sehingga efektivitas yang didapat hanya sebesar 17,22%, tahun 2012 naik sedikit yaitu Rp. 3.511.409.901 sebesar 46,82%, tahun 2013 realisasi nya sebesar Rp. 5.572.174.939 efektivitas yang melewati 50% yaitu 74,30%, tahun 2014 realisasi lebih besar dibandingkan target yang diinginkan sebesar Rp. 8.340.580.318

dikatakan sangat efektif karena lebih dari 100% yaitu sebesar 111,21%, dan pada tahun 2015 mengalami kenaikan yang sangat besar sebesar Rp. 9.137.316.638 sama seperti tahun 2014 efektif lebih dari 100% yaitu 121.83%. semakin besar efektivitas pajak, semakin efektif pelaksanaan pemungutan pajak.

Pelaksanaan pemungutan pajak oleh pemerintah daerah kabupaten deli serdang yang dalam hal ini dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKAD) kabupaten Deli Serdang, dilakukan sesuai dengan ketetapan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang telah memiliki Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2010 tentang jenis pajak daerah yang dipungut berdasarkan penetapan kepala darerah atau dibayar sendiri oleh wajib pajak. Pendaftaran objek dan subjek pajak daerah dilakukan oleh wajib pajak yang dituangkan dalam SPTPD. Setelah itu seksi penetapan DPKAD menetapkan objek pajak dengan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh WP (Wajib Pajak).

Perhitungan self assessment untuk semua pajak daerah kecuali pajak reklame yang penetapan dan perhitungan pajaknya dilakukan oleh seksi penetapan DPKAD secara langsung dengan menerbitkan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah). Setelah masa jatuh tempo pajak, tiap bulannya WP wajib membayarkan pajaknya dan melampirkan laporan keuangannya. Apabila WP tidak membayar pajak sesuai dengan aturan yang berlaku, maka seksi penagihan akan bertindak kepada WP sesuai prosedur. Seksi penagihan berfungsi memonitor penyetoran Pajak Daerah dan melaksanakan penagihan dengan mengirim surat pemberitahuan jatuh tempo kepada WP, hal ini dilakukan untuk menghindari tunggakan. Selain

itu juga melaksanakan penagihan apabila ada piutang pajak daerah dengan prosedur, setelah diterbitkan surat teguran pertama, kedua, dan ketiga dilakukan pemanggilan.

c. Kontribusi Pajak Air Tanah Terhadap Pajak Daerah dan PAD

Kontribusi pajak air tanah terhadap pajak daerah mengalami kenaikan tiap tahun nya sesuai dengan realisasi pajak air tanah yang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Tapi pada tahun 2015 kontribusinya menurun menjadi 1,97% karena data pajak daerah yang didapat adalah data target pencapaian bukan realisasi pajak daerah yang di dapat dari dinas pendapatan daerah kabupaten deli serdang.

Kontribusi pajak air tanah terhadap PAD dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, tapi pada tahun 2015 kontribusinya menurun menjadi 1,45%. Sama halnya dengan data pajak daerah, PAD juga menggunakan data target pencapaian.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut

1. Realisasi penerimaan pajak air tanah di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2011 sampai dengan 2015 mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini menandakan adanya pertumbuhan setiap tahun. Rata-rata realisasi pajak air tanah dari tahun 2011 sampai dengan 2015 sebesar Rp. 5.570.655.152,17.

2. Efektivitas pajak air tanah yang memperbandingkan realisasi dengan target pajak, menunjukkan bahwa efektivitas pajak air tanah di Kabupaten Deli Serdang dari tahun 2011 sampai dengan 2015 mengalami kenaikan.

3. Kontribusi pajak air tanah terhadap pajak daerah dari tahun 2011 sampai dengan 2014 mengalami, pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 2,58%. Ini menandakan adanya kontribusi pajak daerah yang lain selain pajak air tanah yang meningkat lebih progresif setiap tahunnya dan menyumbang kontribusi yang lebih besar dibanding pajak air tanah. Begitu juga yang terjadi dengan kontribusi pajak air tanah terhadap PAD pada tahun 2011 sampai dengan 2014 mengalami kenaikan tapi pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 1,45%.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat diajukan saran-saran yang sekiranya dapat membantu Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Deli Serdang dalam meningkatkan pendapatan pajak daerah yang khusus bersumber dari sektor pajak air tanah :

1. Pemerintah daerah dalam hal Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Aset (DPPKA) Kabupaten Deli Serdang ini harus dipertahankan atau lebih ditingkatkan lagi realisasi penerimaan pajak air tanah nya. Dan memperlengkap atau melakukan validasi data-data tentang wajib pajak. 2. Efektivitas kabupaten deli serdang khususnya pajak air tanah bisa

dikatakan efektif, maka dari itu pemerintah daerah maupun dinas pendapatan daerah kabupaten deli serdang harus mensurvei ulang ke lapangan agar data yang di dapat dari wajib pajak sesuai dengan laporan yang diterima dari pihak wajib pajak.

3. Laporan keuangan yang diberikan wajib pajak kepada DPPKAD saat wajib pajak melakukan pembayaran harus dikoreksi secara seksama untuk mencegah kemungkinana wajib pajak tidak melaporkan pajak sebagaimana mestinya, misal mengurangi pendapatan yang seharusnya dikenai pajak dan dinas pendapatan perlu mengadakan/ melakukan sosialisasi atau penyuluhan terhadap wajib pajak sehingga wajib pajak sadar akan pentingnya membayar pajak. Dan dinas pendapatan daerah kabupaten deli serdang harus memasukkan data realisasi pajak daerah dan

PAD pada tahun 2015 agar kontribusi pajak daerah maupun PAD kabupaten deli serdang mengalami kenaikan atau mengalami penurunan.

BAB II

Dokumen terkait