TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Pendapatan Asli Daerah
2.2.2 Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah
Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurut Halim (2004:67) pendapatan asli daerah dipisahkan menjadi empat jenis pendapatan yaitu:
1. Pajak Daerah 2. Retribusi Daerah
3. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 4. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
1. Pajak Daerah
Pajak daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan utuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pajak daerah menurut UU No. 34 Tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi daerah yang dimaksud dengan pajak daerah adalah Iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah.
Sedangkan menurut Sunarto (2005:15) pajak daerah merupakan pajak yang dikelola oleh pemerintahan daerah, baik provinsi maupun kabupaten /kotayang berguna untuk menunjang penerimaan pendapatan asli daerah dan hasil penerimaan tersebut masuk dalam APBD.
Menurut Sunarto (2005:15) dari segi kewenangan pemungutan pajak atas objek pajak daerah dibagi menjadi dua yakni :
1) Pajak daerah yang dipungut oleh provinsi
2) Pajak daerah yang dipungut oleh kabupaten dan kota
Kewenangan pemungutan pajak daerah merupakan wewenang yang dimiliki dan dilaksanakan oleh dinas pendapatan daerah. Pajak daerah yang baik merupakan pajak yang akan mendukung pemberian kewenangan kepada daerah dalam rangka pembiayaan desentralisasi. Untuk itu pemerintah daerah dalam melakukan pungutan pajak harus tetap menempatkan sesuai dengan fungsinya.
Jenis-jenis pajak daerah kabupaten/kota sesuai dengan UU No 34 Tahun 2000 tentang perubahan atas Undang-Undang No 18 Tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah jenis pajak kabupaten/kota terdiri dari :
1) Pajak Hotel adalah pajak atas pelayanan hotel. Hotel adalah bangunan yang khusus disediakan bagi orang orang untuk dapat menginap atau istirahat, memperoleh pelayanan, dan atau fasilitas lain dengan dipungut bayaran termasuk bangunan lainnya yang menyatu, dikelola dan dimiliki pihak yang sama, kecuali untuk pertokoan dan perkantoran.
2) Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan restoran. Restoran adalah tempat menyantap makanan dan atau minuman yang disediakan dengan dipungut bayaran, tidak termasuk jasa boga dan catering.
3) Pajak Hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan. Hiburan adalah semua jenis pertunjukkan, permainan, ketangkasan, dan atau keramaian dengan nama dan bentuk apapun yang ditonton atau dinikmati oleh setiap orang dengan dipungut bayaran, tidak termasuk penggunaan fasilitas untuk berolahraga.
4) Pajak Reklame adalah pajak atas penyelenggaraan reklame. Reklame adalah benda, alat pembuatan, atau media yang menurut bentuk dan corak ragamnya untuk tujuan komersial, dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan atau memuji suatu barang, jasa atau orang, ataupun untuk mencari perhatian umum kepada suatu barang, jasa atau orang yang ditempatkan atau dapat dilihat, dibaca dan atau di dengarkan dari suatu tempat umum kecuali yang diperlukan oleh pemerintah.
5) Pajak Penerangan Jalan adalah pajak atas penggunaan tenaga listrik, dengan ketentuan bahwa di wilayah daerah tersebut tersedia penerangan jalan, yang rekeningnya dibayar oleh pemerintah daerah.
6) Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C adalah pajak atas kegiatan pengambilan bahan galian golongan c sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
7) Pajak Parkir adalah pajak atas tempat parkir yang berada diluar badan jalan yang disediakan oleh orang pribadi atau badan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor dan garasi kendaraan bermotor yang memungut bayaran.
8) Pajak Air Bawah Tanah adalah pajak atas pengambilan atau pemanfaatan air tanah oleh orang pribadi maupun badan yang semata-mata menggunakan air tanah untuk kegiatan usaha.
9) Pajak Sarang Burung Walet adalah pajak atas kegiatan pengambilan dan/ atau pengusahaan sarang burung walet.
10) Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak atas bumi dan/ atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/ atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan.
Tarif pajak daerah yang ditetapkan oleh UU No. 34 Tahun 2000 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1
Tarif maksimal atas pajak provinsi dan pajak kota/ kabupaten
Jenis Tarif
Pajak Provinsi 1. Pajak Kendaraan Bermotor 5 % 2. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 10 % 3. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 5 %
4. Pajak Air Permukaan 20 %
Pajak Kabupaten/ Kota 1. Pajak Hotel 10 % 2. Pajak Restoran 10 % 3. Pajak Hiburan 35 % 4. Pajak Reklame 25 %
5. Pajak Penerangan Jalan 10 %
6. Pajak Pengambilan Bahan Galian C 20 %
7. Pajak Parkir 20 %
8. Pajak Air Tanah 20 %
Sumber : UU No. 34 Tahun 2000 2. Retribusi daerah
Retribusi adalah pembayaran kepada negara yang dilakukan kepada mereka yang menggunakan jasa-jasa negara, artinya retribusi daerah sebagai pembayaran atas pemakain jasa atau kerena mendapat pekerjaan usaha atau milik daerah bagi yang berkepentingan atau jasa yang diberikan oleh daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu setiap pungutan yang dilakukan oleh pemerintah daerah senantiasa berdasarkan prestasi dan jasa yang diberikan kepada masyarakat, sehingga keluasaan retribusi daerah terletak
pada yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Jadi retribusi sangat berhubungan erat dengan jasa layanan yang diberikan pemerintah kepada yang membutuhkan.
Pembayaran retribusi oleh masyarakat menurut Davey adalah :
1. Dasar untuk mengenakan retribusi biasanya harus didasarkan pada total cost dari pada pelayanan-pelayanan yang disediakan.
2. Dalam beberapa hal retribusi biasanya harus didasarkan pada kesinambungan harga jasa suatu pelayanan, yaitu atas dasar mencari keuntungan.
Ciri-ciri retribusi yaitu :
1. Retibusi dipungut oleh Negara.
2. Dalam pungutan terdapat pemaksaan secara ekonomis. 3. Adanya kontra prestasi yang secar langsung dapat ditunjuk.
4. Retribusi yang dikenakan kepada setiap orang / badan yang menggunakan / mengenyam jasa-jasa yang disediakan oleh negara.
Menurut UU No. 34 Tahun 200 retribusi adalah Pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan kepada oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Yang termasuk golongan dan jenis retribusi daerah adalah : a. Yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah :
1. Retribusi Jasa Umum 2. Retribusi Jasa Usaha 3. Retribusi Perizinan
b. Yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah : retribusi selain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah
Retribusi ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Tarif retribusi ditinjau kembali secara berskala dengan mempertimbangkan prinsip dan sasaran penetapan tarif. Penerimaan hasil retribusi tertentu kabupaten, sebagian diperuntukkan kepada desa. Penetapannya diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten dengan memperhatikan aspek keterlibatan desa dalam penyediaan layanan tersebut.
3. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
Dalam usaha menggali sumber pendapatan daerah dapat dilakukan dengan berbagai cara, selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satu sumber pendapatan asli daerah yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus adalah perusahaan daerah.
Menurut Wayang mengenai perusahaan daerah sebagai berikut : 1. Perusahaan Daerah adalah kesatuan produksi yang bersifat :
a. Memberi jasa
b. Menyelenggarakan pemanfaatan umum c. Memupuk pendapatan
2. Tujuan perusahaan daerah untuk turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan kebutuhan rakyat dengan menggutamakan industrialisasi dan ketentraman serta ketenangan kerja menuju masyarakat yang adil dan makmur.
3. Perusahaan daerah bergerak dalam lapangan yang sesuai dengan urusan rumah tangganya menurut perundang-undangan yang mengatur pokok-pokok pemerintahan daerah.
4. Cabang-cabang produksi yang penting bagi daerah dan mengusai hajat hidup orang banyak di daerah, yang modal untuk seluruhnya merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan.
3. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Lain-lain PAD yang sah adalah meliputi :
1. Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan, 2. Jasa giro
3. Pendapatan Bunga
4. Keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing