• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Korelasi

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini merupakan salah satu prasyarat untuk dapat melanjutkan pengujian hipotesis. Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirov dan dikerjakan dengan IBM SPSS Statistics 21. Data dikatakan normal apabila signifikansinya lebih besar 0,05 dan sebaliknya, apabila nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka data dikatakan tidak normal.

a. Hasil pengujian normalitas data variabel persepsi tentang full day

school dengan stres akademik:

Tabel 4.12

Hasil Uji Normalitas Bivariat Variabel Persepsi tentang

Full Day School dengan Stres Akademik Correlations

Mahalanobis

Distance Qi Mahalanobis Distance Pearson Correlation 1 ,922**

Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

Qi Pearson Correlation ,922** 1

Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan Tabel 4.12 dapat diketahui nilai residual pengamatan berdistribusi normal untuk variabel stres akademik karena nilai sig. lebih kecil dari 0.05.

Tabel 4.13

Hasil Uji Normalitas Bivariat Variabel Persepsi tentang

Full Day School dengan Karakter Peserta Didik Correlations

Mahalanobis

Distance qi2 Mahalanobis Distance Pearson Correlation 1 ,922**

Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

qi2 Pearson Correlation ,922** 1

Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

Berdasarkan Tabel 4.13 dapat diketahui nilai residual pengamatan berdistribusi normal untuk variabel karakter peserta didik karena nilai sig. lebih kecil dari 0.05.

Tabel 4.14

Hasil Uji Normalitas Bivariat Variabel Persepsi Tentang

Full Day School dengan Minat Belajar Correlations

Mahalanobis

Distance qi3 Mahalanobis Distance Pearson Correlation 1 ,922**

Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

qi3 Pearson Correlation ,922** 1

Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan Tabel 4.14 dapat diketahui nilai residual pengamatan berdistribusi normal untuk variabel minat belajar karena nilai sig. lebih kecil dari 0.05.

2. Uji Hipotesis

a. Uji Hipotesis pertama

Uji Hipotesis pertama menguji hubungan antara persepsi tentang full

day school dengan stres akademik.

Hipotesis yang diuji sebagai berikut :

Ho = Tidak ada hubungan antara persepsi tentang full day school dengan stres akademik

H1 = Ada hubungan antara persepsi tentang full day school dengan stres akademik

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian prasyarat analisis data yaitu uji normalitas yang menggunakan Bivariat diketahui bahwa variabel stres akademik beristribusi normal. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan koefisien korelasi Bivariat dengan uji korelasi Produk Moment Pearson yang diolah menggunakan program SPSS versi 21 dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.15

Hasil Uji Korelasi antara Variabel Persepsi tentang Full

Day School dengan Stres Akademik

Correlations

Persepsi Full

Day School Stres Akademik Persepsi Full Day School Pearson Correlation 1 ,202*

Sig. (2-tailed) ,022

N 129 129

Stres Akademik Pearson Correlation ,202* 1 Sig. (2-tailed) ,022

N 129 129

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4.15 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi (2-tailed) untuk kedua variabel tersebut adalah 0,022. Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan antara variabel persepsi tentang full day school dengan stres akademik adalah signifikan, karena nilai signifikansi (2-tailed) pada tabel kedua variabel tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa H0

ditolak dan menerima H1 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel persepsi tentang full

day scholl stres akademik. Nilai Pearson Correlation dari variabel

persepsi tentang full day school dengan stres akademik yaitu 0,202. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa hubungan antara variabel persepsi tentang full day school dengan stres akademik adalah positif. Hal ini berarti semakin baik persepsi tentang full day school maka stres akademik semakin tinggi, sebaliknya semakin buruk persepsi tentang full dayschool maka stres akademik semakin rendah. b. Uji Hipotesis kedua

Uji Hipotesis kedua menguji hubungan antara persepsi tentang

full day school dengan karakter peserta didik.

Hipotesis yang diuji sebagai berikut :

Ho = Tidak ada hubungan antara persepsi tentang full day school dengan karakter peserta didik

H1 = Ada hubungan antara persepsi tentang full day school dengan karakter peserta didik

Berdasarkan hasil penelitian (lampiran 2) dan pengujian prasyarat analisis data yaitu uji normalitas yang menggunakan Bivariat diketahui bahwa variabel karakter peserta didik berdistribusi normal. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan koefisien korelasi Bivariat dengan uji korelasi Produk Moment Pearson yang diolah menggunakan program SPSS versi 21 dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.16

Uji Korelasi Antara Variabel Persepsi tentang Full Day

School dengan Karakter Peserta Didik Correlations Persepsi Full Day School Karakter Peserta Didik Persepsi Full Day School Pearson Correlation 1 ,381**

Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

Karakter Pearson Correlation ,381** 1

Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4.16 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi (2-tailed) untuk kedua variabel tersebut adalah 0,000. Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan antara variabel persepsi tentang full day school dengan karakter peserta didik adalah signifikan, karena nilai signifikansi (2-tailed) pada tabel kedua variabel tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa H0

ditolak dan menerima H1 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel persepsi tentang full

day scholl dengan karakter peserta didik. Nilai Pearson Correlation

dari variabel persepsi tentang full day school dengan karakter peserta didik yaitu 0,381. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa hubungan antara variabel persepsi tentang full day school dengan karakter peserta didik adalah positif. Hal ini berarti semakin baik persepsi tentang full day school maka karakter peserta didik semakin

baik, sebaliknya semakin buruk persepsi tentang full day school maka karakter peserta didik semakin buruk.

c. Uji Hipotesis ketiga

Uji Hipotesis ketiga menguji hubungan antara persepsi tentang

full day school dengan minat belajar.

Hipotesis yang diuji sebagai berikut :

Ho = Tidak ada hubungan antara persepsi tentang full day school dengan minat belajar

H1 = Ada hubungan antara persepsi tentang full day school dengan minat belajar

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian prasyarat analisis data yaitu uji normalitas yang menggunakan Bivariat diketahui bahwa variabel minat belajar beristribusi normal. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan koefisien korelasi Bivariat dengan uji korelasi Produk Moment Pearson yang diolah menggunakan program SPSS versi 21 dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.17

Uji Korelasi Antara Variabel Persepsi tentang Full Day

School dengan Minat Belajar Correlations

Persepsi Full

Day School Minat Belajar Persepsi Full Day School Pearson Correlation 1 ,353**

Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

Minat Belajar Pearson Correlation ,353** 1 Sig. (2-tailed) ,000

N 129 129

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4.17 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi (2-tailed) untuk kedua variabel tersebut adalah 0,000. Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan antara variabel persepsi tentang full day school dengan minat belajar adalah signifikan, karena nilai signifikansi (2-tailed) pada tabel kedua variabel tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa H0 ditolak dan menerima H1 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel persepsi tentang full day

scholl dengan minat belajar. Nilai Pearson Correlation dari variabel

persepsi tentang full day school dengan minat belajar yaitu 0,353. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa hubungan antara variabel persepsi tentang full day school dengan minat belajar adalah positif. Hal ini berarti semakin baik persepsi tentang full day school maka minat belajar peserta didik semakin tinggi, sebaliknya semakin

buruk persepsi tentang full day school maka minat belajar peserta didik semakin rendah.

Dokumen terkait