Rasio Pembayaran Dividen( DPR )
2. Analisis Korelasi Pearson
Seberapa besar pengaruh antara variabel X1 dan X2 dan variabel Y dalam penelitian ini, dibuktikan dengan menggunakan analisis Korelasi (Pearson). Sebelum mencari nilai korelasi tersebut terlebih dahulu harus dicari koefisien korelasi antara X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y serta X1 terhadap X2. Dan untuk mencari koefisien korelasi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Menghitung koefisien korelasi antara Pertumbuhan Asset (X1) terhadap Rasio Pembayaran Dividen (DPR) (Y)
b. Menghitung koefisien korelasi antara Laba Per Lembar Saham (EPS)(X2) terhadap Rasio Pembayaran Dividen (DPR) (Y)
c. Menghitung koefisien korelasi antara Pertumbuhan Asset (X1) terhadap Laba Per Lembar Saham (EPS)(X2)
Hasil perhitungan koefisien korelasi diatas digunakan untuk mencari korelasi secara parsial dan simultan antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut :
a. Korelasi secara parsial antara X1 Pertumbuhan Asset dengan DPR
Untuk menghitung korelasi secara parsial antara X1 Pertumbuhan Asset dengan Y Rasio Pembayaran Dividen (DPR) apabila X2 Laba Per Lembar Saham (EPS) dianggap konstan, ada dua cara yang digunakan untuk mendapatkan hasil korelasi pearson tersebut yaitu:
Cara pertama perhitungan manual, yaitu:
,
Cara kedua perhitungan menggunakan SPSS versi statistics 17,yaitu:
Tabel 4.7
Tabel Statistik SPSS Korelasi Parsial
Pertumbuhan Aset dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR)
Correlations
Control Variables
Pertumbuhan_As set DPR EPS Pertumbuhan_Asset Correlation 1.000 .571 Significance (2-tailed) . .033
df 0 12
DPR Correlation .571 1.000 Significance (2-tailed) .033 . df 12 0
Berdasarkan hasil perhitungan manual dan output dari pengolahan data menggunakan program SPSS versi statistics 17 tersebut maka di dapat hasil nilai korelasi Pertumbuhan Asset dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) adalah 0.571, artinya hubungan Pertumbuhan Asset dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) sedang (berdasarkan tabel interpretasi dapat dilihat pada tabel 3.2). Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan antara Pertumbuhan Asset dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) searah, artinya jika Pertumbuhan Asset mengalami kenaikan maka Rasio Pembayaran Dividen (DPR) akan naik ataupun sebaliknya. Berdasarkan hasil dari tabel diatas dengan menggunakan program SPSS versi statistics 17, korelasi tersebut mengahasilkan tidak signifikan karena
nilai signifikan > 0,05. Maka dapat disimpulkan Pertumbuhan Aset memiliki korelasi sedang yang tidak siginfikan dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR).
b. Koefisien korelasi secara parsial antara X2 Laba Per Lembar Saham (EPS) dengan Y Rasio Pembayaran Dividen (DPR)
Untuk menghitung korelasi secara parsial antara X2 Laba Per Lembar Saham (EPS) dengan Y Rasio Pembayaran Dividen (DPR) apabila X1 Pertumbuhan Aset dianggap konstan, ada dua cara yang digunakan untuk mendapatkan hasil korelasi pearson tersebut yaitu:
Cara pertama perhitungan manual, yaitu:
Cara kedua perhitungan menggunakan SPSS versi statistics 17,yaitu:
Tabel 4.8
Tabel Statistik SPSS Korelasi Parsial
Laba Per Lembar Saham (EPS) dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR)
Correlations
Control Variables EPS DPR Pertumbuhan_Asset EPS Correlation 1.000 -.454
Significance (2-tailed) . .103 df 0 12 DPR Correlation -.454 1.000
Significance (2-tailed) .103 . df 12 0
Berdasarkan hasil perhitungan manual dan output dari pengolahan data menggunakan program SPSS versi statistics 17 tersebut maka di dapat hasil nilai korelasi untuk pengaruh Laba Per Lembar Saham (EPS) dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) adalah -0,454. Artinya hubungan variabel Laba Per Lembar Saham (EPS) dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) sangat rendah (berdasarkan tabel interpretasi dapat dilihat pada tabel 3.2). Korelasi negatif menunjukkan bahwa dalam Perusahaan ini hubungan antara Laba Per Lembar Saham (EPS) dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) tidak searah, artinya jika Laba Per Lembar Saham (EPS) dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) akan menurun dan sebaliknya berarti dalam periode 1997 sampai dengan 2011 perusahaan justru lebih menyimpan Labanya untuk pertumbuhan perusahaan. Berdasarkan hasil dari tabel diatas dengan menggunakan program SPSS versi statistics 17, korelasi tersebut signifikan karena nilai signifikan > 0,05. Maka dapat disimpulkan Laba Per Lembar Saham (EPS) memiliki korelasi sangat rendah yang tidak siginfikan dengan Rasio Pembayaran Dividen (DPR).
c. Korelasi secara simultan antara X1 Pertumbuhan Asset dan X2 Laba Per Lembar Saham (EPS) dengan Y Rasio Pembayaran Dividen (DPR)
Untuk menghitung korelasi secara simultan antara X1 Pertumbuhan Asset dan X2 EPS terhadap Y DPR digunakan perhitungan sebagai berikut :
Cara pertama perhitungan manual, yaitu
Cara kedua perhitungan menggunakan SPSS versi statistics 17,yaitu:
Tabel 4.9
Tabel Statistik SPSS Korelasi Simultan Pertumbuhan Asset dan EPS dengan DPR
Berdasarkan hasil perhitungan manual dan output dari pengolahan data menggunakan program SPSS versi statistics 17 tersebut maka di dapat hasil nilai korelasi untuk pengaruh Pertumbuhan Asset dan EPS terhadap DPR secara simultan adalah 0,594, artinya hubungan variabel Pertumbuhan asset, EPS dengan
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .594a .352 .244 10.38513 a. Predictors: (Constant), EPS, Pertumbuhan_Asset
b. Dependent Variable: DPR
DPR secara simultan sedang (berdasarkan tabel interpretasi dapat dilihat pada tabel 3.2). Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan antara Pertumbuhan Asser dan EPS terhadap DPR secara simultan searah, artinya jika Pertumbuhan Asset dan EPS mengalami kenaikan maka DPR akan meningkat.
3. Koefisien Determinasi
Koefsien pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Koefisien ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel “X1” Pertumbuhan Asset dan “X2” EPS terhadap variabel “Y” DPR. Ada dua cara yang digunakan untuk mendapatkan hasil koefisien determinasi tersebut yaitu:
Cara pertama perhitungan manual, yaitu:
Cara kedua perhitungan menggunakan SPSS versi statistics 17,yaitu:
Tabel 4.10
Tabel Statistik SPSS Koefisien Determinasi Simultan
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .594a .352 .244 10.38513 a. Predictors: (Constant), EPS, Pertumbuhan_Asset
b. Dependent Variable: DPR Kd = r2 x 100% = (0,594)2 x 100% = 0,352 x 100% = 35,2% Kd = 35,2%
Berdasarkan perhitungan manual dan menggunakan program SPSS versi statistics 17 dapat diperoleh koefisien determinasi, yaitu sebesar 0,352. Ini berarti bahwa Pertumbuhan Aset dan Laba Per Lembar Saham (EPS) mempengaruhi Rasio Pembayaran Dividen (DPR) secara simultan selama tahun 1997 sampai dengan 2011 adalah sebesar 35,2% sedangkan sisanya sebesar 64,8% di pengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kas, piutang, persediaan, modal, penjualan, biaya usaha (biaya umum dan administrasi, biaya penjualan dan biaya lain-lain). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pertumbuhan Aset dan Laba Per Lembar Saham (EPS) terhadap Rasio Pembayaran Dividen (DPR) pada PT. Metrodata Electronics, Tbk termasuk dalam kategori rendah.
Tabel 4.11
Tabel Statistik SPSS Koefisien Determinasi Parsial
Coefficientsa Model Standardized Coefficients Correlations Beta Zero-order 1 (Constant) Pertumbuhan_Asset .612 .429 EPS -.449 -.199 a. Dependent Variable: DPR
Berikut hasil pengaruh secara parsial antara Pertumbuhan Asset dan EPS terhadap DPR dengan rumus (beta x zero order) :
1. Variabel Pertumbuhan Aset = 0,612 x 0,429 = 0,2625 atau 26,25 %
2. Variabel Laba Per Lembar Saham (EPS) = -0,449 x -0,199 = 0,0893 atau 8,93 %
Dari hasil perhitungan secara parsial di atas, dapat diketahui bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap terhadap Rasio Pembayaran Dividen (DPR) adalah Pertumbuhan Aset sebesar 26.25 % dan diikuti Laba Per Lembar Saham (EPS) sebesar 8,93%, maka total pengaruh secara keseluruhan sebesar 35,2% dan sisanya 64,8% merupakan variabel lain yang tidak diteliti.