• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Analisis Break Even Point (BEP)

3.7.2 Analisis Kriteria Investasi dan Analisis Sensitivitas

Analisis kriteria investasi dan analisis sensitivitas merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui seberapa layak usaha pendederan gurame di Desa Petir. Beberapa nilai yang penting untuk analisis kriteria investasi yakni Net Present Value (NPV), Net Benefit/Cost (Net B/C), dan Internal Rate of Return (IRR). Pada penelitian ini analisis kriteria invesatasi dihitung berdasarkan kondisi aktual dan kondisi optimal. Perhitungan kondisi aktual dianalisis tanpa proyek, sedangkan optimal dengan menggunakan proyek. Berikut ini adalah beberapa asumsi dari penelitian optimalisasi penggunaan input produksi budidaya pendederan gurame di desa Petir :

1. Skenario yang dibuat terdiri atas 4 skenario yang terdiri atas :

a. Skenario 1 kondisi optimal dengan lahan milik sendiri dengan padat tebar 42 ekor/m2

b. Skenario 2 kondisi optimal teknis dengan lahan milik sendiri dengan padat tebar 25 ekor/m

(Data Primer, 2011)

2 (Hatimah et, al 1992 dalam Jangkaru 2002)

39 c. Skenario 3 kondisi optimal dengan lahan sewa dengan padat tebar

42 ekor/m2

d. Skenario 4 kondisi optimal teknis dengan lahan sewa dengan padat tebar 25 ekor/m

(Data Primer, 2011)

2

2. Harga sewa kolam yakni Rp. 600.000/tahun

(Hatimah et, al 1992 dalam Jangkaru 2002)

3. Survival Rate (SR) atau tingkat kelangsungan hidup sebesar 65%

4. Jumlah kolam sebanyak 4 buah, 2 kali panen dengan pola tanam sebanyak 8 siklus dari ukuran kuaci (2-2,5 cm) hingga korek (10-11 cm).

5. Pada kondisi optimal teknis pakan yang diberikan berupa postal hingga 85 hari dan diberikan pelet hingga 40 hari (penghitungan jumlah pakan = bobot rata-rata ikan x jumlah populasi ikan yang ditanam x % tingkat pemberian pakan (gr atau kg)).

6. Tingkat suku bunga berdasarkan deposito akhir bulan Mei 2011 dari bank BRI sebesar 6%.

7. Umur proyek selama 5 tahun dengan pertimbangan sesuai dengan umur investasi kolam.

Penyusunan skenario ini berdasarkan kondisi di Desa Petir yakni rata-rata lahan yang digunakan adalah lahan milik sendiri dan tidak pernah melakukan pinjaman ke pihak bank untuk melakukan usaha budidaya gurame. Skenario kriteria investasi dibuat karena kondisi yang ada pada sebagian besar pembudidaya memiliki lahan sendiri dan untuk modal usaha didapatkan dari hasil usaha yang lain. Selain itu dilakukan pula analisis sensitivitas dengan tujuan untuk mengetahui apakah secara matematis akan terjadi suatu perubahan yang cukup signifikan terhadap penerimaan pendapatan apabila terjadi perubahan dari biaya input produksi. Pada analisis sensitivitas ini asumsi dengan meningkatkan harga benih sebesar 20% hal ini didasarkan dengan adanya kenaikan harga benih dari beberapa tahun sebelumnya (Lampiran 13). Hal ini dilakukan karena benih merupakan faktor produksi yang cukup penting untuk usaha pendederan gurame.

1. Skenario 1 (Kondisi Optimal Lahan Milik Sendiri)

Analisis kriteria investasi pada usaha pendederan gurame di Desa Petir jika menggunakan skenario pertama, yakni menggunakan lahan milik sendiri. Pada kondisi optimal 42 ekor/m2 diperoleh nilai NPV dengan umur proyek selama 5

40 tahun sebesar Rp. 157.121.952. Nilai NPV ini menunjukkan manfaat bersih selama umur proyek. Net B/C merupakan manfaat bersih tambahan yang diterima proyek dari setiap satu satuan biaya yang dikeluarkan. Nilai Net B/C pada skenario pertama adalah sebesar 3,70 artinya usaha tersebut akan memberikan manfaat bersih sebesar 3,70 pada setiap biaya Rp 1,00 selama 5 tahun. IRR merupakan tingkat pengembalian internal yaitu kemampuan suatu proyek menghasilkan return (satuannya %). Pada skenario pertama nilai IRR diperoleh sebesar 71% per tahun dari investasi yang ditanamkan selama 5 tahun umur proyek (Lampiran 14). Untuk analisis sensitivitas pada skenario pertama pada kondisi optimal kenaikan harga benih 20% menyebabkan nilai NPV, Net B/C dan IRR untuk proyek selama 5 tahun mengalami perubahan data.

Tabel 12. Kriteria Investasi Pada Skenario 1

No Kriteria Investasi Skenario 1 Sensitivitas

1 NPV 157.121.952 141.040.782

2 Net B/C 3,70 3,42

3 IRR (%) 72% 66%

Sumber : Data Primer, 2011

Berdasarkan Tabel 12 nilai NPV mengalami perubahan yakni dari Rp.

157.121.952 menjadi Rp. 141.040.782. Nilai Net B/C setelah dilakukan analisis sensitivitas menjadi 3,42 yakni berkurang sebanyak 0,28 dan nilai IRR menurun dari 72% menjadi 66%. Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan apabila terdapat kenaikan harga benih tidak sensitiv dan nilai NPV masih dalam kondisi positif dan menguntungkan sehingga masih layak untuk dijalankan.

2. Skenario 2 (Kondisi Optimal Teknis Lahan Milik Sendiri)

Hasil kriteria investasi pada skenario kedua ini menunjukkan bahwa nilai NPV dengan umur proyek selama 5 tahun diperoleh sebesar Rp. 103.929.685.

Nilai Net B/C pada skenario kedua adalah sebesar 2,78artinya usaha tersebut akan memberikan manfaat bersih sebesar 2,78 kali pada setiap biaya Rp 1,00 selama 5 tahun. IRR merupakan tingkat pengembalian internal yaitu kemampuan suatu proyek menghasilkan return (satuannya %). Pada skenario kedua ini nilai IRR diperoleh sebesar 50% per tahun dari investasi yang ditanamkan selama lima tahun umur proyek (Lampiran 15).

41 Untuk analisis sensitivitas pada skenario kedua pada kondisi optimal kenaikan harga benih sebesar 20% menyebabkan nilai NPV untuk proyek selama 5 tahun yakni sebesar Rp.96.490.651. Nilai Net B/C setelah dilakukan analisis sensitivitas menjadi 2,66 yakni berkurang sebanyak 0,12 dan untuk nilai IRR menurun dari 50% menjadi 47% (Tabel 13). Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan apabila terdapat kenaikan harga benih tidak sensitiv dan nilai NPV masih dalam kondisi positif dan menguntungkan sehingga masih layak untuk dijalankan.

Tabel 13. Kriteria Investasi Pada Skenario 2

No Kriteria Investasi Skenario 2 Sensitivitas

1 NPV 103.929.685 96.490.651

2 Net B/C 2,78 2,66

3 IRR (%) 50% 47%

Sumber : Data Primer, 2011

3. Skenario 3 (Kondisi Optimal Lahan Sewa)

Pada skenario ketiga diasumsikan bahwa lahan yang digunakan merupakan lahan sewa berbentuk kolam. Nilai sewa kolam untuk pertahun yakni sebesar Rp. 600.000. Pada kondisi optimal diperoleh nilai NPV sebesar Rp.

175.102.279, Net B/C 6,81 dan IRR 144% (Lampiran 16). Untuk analisis sensitivitas pada skenario ketiga pada kondisi optimal kenaikan harga benih sebesar 20% menyebabkan nilai NPV untuk proyek selama 5 tahun yakni sebesar Rp. 162.425.843. Nilai Net B/C menjadi 6,39 yakni berkurang sebanyak 0,42 dan untuk nilai IRR menurun dari 144% menjadi 134% (Tabel 14). Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan apabila terdapat kenaikan harga benih tidak sensitiv dan nilai NPV masih dalam kondisi positif dan menguntungkan sehingga masih layak untuk dijalankan.

Tabel 14. Kriteria Investasi Pada Skenario 3

No Kriteria Investasi Cashflow Sensitivitas

1 NPV 175.102.279 162.425.843

2 Net B/C 6,81 6,39

3 IRR (%) 144% 134%

Sumber : Data Primer, 2011

42 4. Skenario 4 (Kondisi Optimal Teknis Lahan Sewa)

Pada skenario keempat diasumsikan bahwa lahan yang digunakan merupakan lahan sewa dan pakan yang diberikan sama dengan pada skenario kedua yakni berupa postal dan pelet. Untuk pemeliharaan selama 85 hari diberi postal dan selanjutnya 40 hari diberikan pelet dengan kandungan protein 26% dan tingkat pemberian pakan 3%. Selain itu teknik budidaya yang diterapkan berupa pemeliharaan ikan dengan menggunakan hapa. Pada kondisi optimal teknis diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 121.910.012, Net B/C 5,05 dan IRR 103%.

Untuk analisis sensitivitas pada skenario keempat pada kondisi optimal kenaikan harga benih sebesar 20% menyebabkan nilai NPV untuk proyek selama 5 tahun yakni sebesar Rp. 114.339.909.Nilai Net B/C setelah dilakukan analisis sensitivitas menjadi 4,79 yakni berkurang sebanyak 0,26 dan untuk nilai IRR menurun dari 103% menjadi 98% (Tabel 15). Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan apabila terdapat kenaikan harga benih tidak sensitiv dan nilai NPV masih dalam kondisi positif dan menguntungkan sehingga masih layak untuk dijalankan.

Tabel 15. Kriteria Investasi Pada Skenario 4

No Kriteria Investasi Cashflow Sensitivitas

1 NPV 121.910.012 114.339.909

2 Net B/C 5,05 4,79

3 IRR (%) 103% 98%

Sumber : Data Primer, 2011

Secara ekonomis berdasarkan hasil analisis kriteria investasi dengan keempat skenario yang telah dihitung pada usaha pendederan gurame di Desa Petir diperoleh bahwa yang paling besar memberikan manfaat yakni pada kondisi optimal dengan padat tebar 42 ekor/m2 dan menggunakan lahan sewa. Analisis kriteria investasi pada skenario kondisi optimal 42 ekor/m2

Penerapan skenario padat tebar 42 ekor/m

dan menggunakan lahan sewa ini memiliki kelayakan yang paling cocok untuk menjalankan usaha.

Sehingga dianggap paling layak karena jika dibandingkan dengan skenario pertama, kedua dan keempat nilai Internal Rate of Return (IRR) memberikan manfaat bersih yang paling tinggi.

2 dengan lahan sewa tentunya tidak terlepas dari aspek teknis budidaya. Sehingga untuk melakukan optimalisasi

43 dari padat tebar 17 ekor/m2 (aktual) menuju ke 42 ekor/m2 perlu diperhitungkan terutama untuk daya dukung perairan. Peningkatan padat tebar dapat mempengaruhi kualiatas perairan. Batas padat tebar menurut Badan Standarisasi Nasional adalah 60 ekor/m2 dengan teknisbudidaya secara intensif. Akan tetapi dengan mempertimbangkan aspek lingkungan serta keadaan di sekitar Desa Petir maka sebagai awalan untuk menjalankan usaha sebaiknya menggunakan skenario dengan padat tebar 25 ekor/m2 dengan lahan sewa. Namun jika ingin mendapatkan keuntungan lebih maksimal lagi maka yang paling cocok adalah dengan menerapkan kondisi optimal padat tebar 42 ekor/m2 dengan lahan sewa.

Wedemeyer (1996) menyatakan bahwa jika peningkatan padat tebar melewati batas tertentu maka akan mengganggu proses fisiologis dan tingkah laku ikan yang pada akhirnya dapat menurunkan kondisi kesehatan, pemanfaatan makanan, menurunkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Sehubungan dengan adanya peningkatan padat tebar maka akan mempengaruhi kondisi lingkungan perairan serta kondisi ikan yang dipelihara seperti pertumbuhan ikan.

Menurut Hepher dan Pruginin (1981) pertumbuhan ikan bergantung pada dan beberapa faktor yaitu jenis ikan, sifat genetis dan kemampuan memanfaatkan pakan, ketahanan terhadap penyakit serta lingkungan seperti kualitas air, pakan dan ruang gerak atau padat penebaran.

Peningkatan padat tebar dikolam perairan dapat menyebabkan ruang gerak ikan berkurang, kompetisi dalam mengambil pakan serta akan menyebabkan terjadinya keberagaman ukuran ikan saat dipanen. Sehingga yang diharus diatasi adalah dengan mengoptimalkan penggunaan faktor produksi. Berdasarkan hasil analisis Cobb Douglas maka penggunaan faktor produksi yang sudah optimal adalah TSP dan tenaga kerja. Pemberian pakan yakni berupa postal dapat diberikan secara optimal dengan mempertimbangkan banyaknya postal yang diberikan terhadap jumlah benih yang dipelihara. Pada kondisi optimal padat tebar 42 ekor/m2

Pemberian postal dilakukan selama 85 hari dan 40 hari diberikan tepung pelet selama pemeliharaan. Untuk mengatasi terjadinya keberagaman ukuran maka sebaiknya luasan kolam dipersempit yakni dengan cara memasang hapa.

Sehingga pemberian pakan akan terpusat pada satu titik dan ikan tidak pakan yang ditingkatkan yakni tepung pelet dan postal dikurangi.

44 mengeluarkan banyak energi untuk mengambil pakan. Keberagaman ukuran ikan di dalam kolam akan mengakibatkan kompetisi yang semakin besar untuk memperoleh makanan. Sehingga ikan yang berukuran kecil akan dikalahkan oleh ikan ukuran besar, akibatnya ikan menjadi stres yang berdampak pada menurunnya derajat kelangsungan hidup, pertumbuhan, nafsu makan, dan memperbesar peluang terserangnya penyakit (Stickney, 1979).

Air sebagai media ikan memiliki peranan yang sangat penting baik kualitas maupun kuantitasnya. Sifat fisika, kimia dan biologi air mencakup mineral, gas terlarut, partikel tersuspensi serta jasad renik dalam air (Meade, 1989). Untuk menjaga kualitas air agar tidak terjadi kematian pada ikan yang perlu dilakukan pada daya dukung perairan adalah berupa meninggikan air, pergantian air minimal satu kali selama pemeliharaan dan memperluas saluran inlet. Agar sifat fisika, kimia dan biologi didalam perairan tidak mengalami perubahan yang begitu signifikan.

Berdasarkan analisis ekonomis pada skenario padat tebar 42 ekor/m2 dengan sewa lahan (lampiran 15) nilai NPV lebih besar dari nol dan Net B/C lebih dari satu dan IRR lebih besar dari nilai tingkat suku bunga menunjukkan bahwa usaha pendederan dengan skenario tersebut dapat memberikan keuntungan yang besar serta layak untuk dijalankan. Berdasarkan analisis sensitivitas pada keempat skenario adanya peningkatan harga benih 20% tidak sensitiv terhadap usaha yang dijalankan.

45 IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Penggunaan input faktor produksi memberikan pengaruh nyata pada usaha pendederan gurame di Desa Petir, Kecamatan Dramaga. Variabel yang digunakan untuk produksi pendederan gurame yakni benih gurame, urea, TSP, kapur, postal, tepung pelet dan tenaga kerja. Pada analisis dengan metode Cobb-Douglas variabel yang dianggap sama dengan kondisi aktual adalah TSP dan tenaga kerja.

Beberapa aspek teknis budidaya yang dapat dioptimalkan adalah padat tebar yakni 42 ekor/m2, pengurangan jumlah postal, penambahan tepung pelet dan penggunaan urea, TSP serta kapur secara proforsional dan memperhatikan daya dukung perairan.

Sehingga yang harus dilakukan adalah dengan menjaga kualitas air seperti meninggikan air, pergantian air secara rutin minimal sekali selama pemeliharaan dan memperluas saluran inlet. Untuk mengoptimalkan agar pakan yang diberikan dapat terserap dengan baik yakni dengan menggunakan hapa selama pemeliharaan dan pengembangan usaha gurame yang optimal dapat dilakukan dengan menerapkan analisis skenario 3 yakni dengan menyewa kolam dan padat tebar gurame 42 ekor/m2.

4.2 Saran

Penggunaan input produksi sebaiknya digunakan seoptimal mungkin dengan harapan memperoleh keuntungan yang maksimal. Sebaiknya perlu ada peningkatan padat tebar benih hingga mencapai 42 ekor/m2, pengaturan dosis pemberian postal serta penerapan teknologi budidaya secara semi intensif, sehingga produksi gurame di Desa Petir dapat ditingkatkan.

46 DAFTAR PUSTAKA

Agromedia. 2007. Panduan Lengkap Budidaya Gurami. Agromedia Pustaka.

Jakarta.

Agus, G.T.K. 2001. Budidaya Gurami : Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis.

Cetakan 1. Agromedia Pustaka. Jakarta. 51 hal.

Anonimous. 1995. Pengenalan Jenis-jenis Ikan Perairan Umum Jambi : Bagian I Ikan-ikan Sungai Utama Batang Hari-Jambi. Dinas Perikanan Propinsi Daerah Tingkat I Jambi. hal 56.

Badan Standardisasi Nasional. 2000. Produksi Benih Ikan Gurame (Osphronemus goramy, Lac) Kelas Benih Sebar. (SNI : 01- 6485.3–2000). Jakarta.

_______________________. 2006. Produksi Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) Kelas Pembesaran di Kolam (SNI 01–72412006). Jakarta.

_______________________. 2009. Pakan Buatan untuk Ikan Gurami (Osphronemus goramy, Lac). (SNI 7473:2009). Jakarta.

Boyd, CE. 1982. Water Quality Management for Pond Fish Culture. New York : Elsevier Sci. Publ. Comp

Data Potensi Desa. 2010. Data Potensi Desa Petir Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Bogor

Disnakan. 2009. Buku Data Perikanan Tahun 2009. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor. Bogor

Hepher B, Pruginin Y. 1981. Commercial Fish Farming with Special Reference to Fish Culture in Israel. New York: John Willey and Sons.

Jangkaru, Z. 2002. Memacu Pertumbuhan Gurame. Penebar Swadaya Jakarta. 72 hal.

Kadariah, L. K dan C. Gray., 1976. Pengantar Evaluasi Proyek. Jilid 1. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia, Jakarta.

Khairuman dan Amri. 2003. Pembenihan dan Pembesaran Gurami secara Intensif. Agromedia Pustaka. Jakarta. 139 hal.

__________________. 2008. Buku Pintar Budidaya 15 Ikan Konsumsi Agromedia Pustaka. Jakarta. 358 hal.

Martin J D, Petty J W, Keown A J, Scott D F.1991. Basic Financial Management 5th edition. New Jersey, USA: Prentice Hall Inc.

47 Meade JW. 1989. Aquaculture Management. Meade Van Nostrand Reinhoid.

Netherland.

Rahardi F, Kristiawati R, Nazarudin. 1998. Agribisnis Perikanan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Santoso. 2000. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. PT Elex Media Komputindo. Jakarta. [google book]

Saparinto, C. 2008. Panduan Lengkap Gurami. Penebar Swadaya. Jakarta.

Senjaya, Y T. 2002. Usaha Pembenihan Gurami. Penebar Swadaya. Jakarta. 96 hal.

Stikcney RR. 1979. Principle of Warmwater Aquacultur. New York: John Wiley and Sons. Inc. A wiley-Interscience Publication.

Suhana. 2010. Reinkarnasi Kebijakan Kelautan dan Perikanan.

http://pk2pm.wordpress.com [25 Mei 2011]

Susanto, H. 2009. Budidaya Ikan di Pekarangan. Penebar Swadaya. Jakarta. 196 hal

Soekartawi, 1994. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Cobb-Douglas. PT. Raja Grafindo. 258 hlm, Jakarta

Wedemeyer GA. 1996. Physiology of Fish in Intensive Culture System. USA:

Chapman and Hall

48

LAMPIRAN

49 Lampiran 1. Peta Produksi Benih Ikan Menurut Kecamatan Kabupaten Bogor

50 Lampiran 2. Karakteristik Responden Pembudidaya Pendederan Ikan Gurame Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor

No Nama Usia Pendidi

51 Lampiran 3. Data Produksi, Faktor Produksi, Harga dan Nilai Beli Produksi Per Musim Tanam pada Usaha Pendederan Gurame, Desa Petir

No

Input/luas 14,8266 0,0077 0,0049 0,0750

52 Lampiran 3 (Lanjutan) Data Produksi, Faktor Produksi, Harga dan Nilai Beli Produksi Per Musim Tanam pada Usaha Pendederan Gurame, Desa Petir

Pakan Postal Tepung Pelet Tenaga Kerja Output (Gurame 11 -12 cm)

Jml (kg) Harga/kg Nilai Beli Jml (Kg) Harga (Rp/kg) Nilai beli Jam Kerja Upah

(Rp/Jam) Nilai Upah Jml (ekor)

Padat Tebar (ekor/m2)

SR

(%) Harga (Rp) Nilai Jual

1.000 1.000 1.000.000 30 6.000 180.000 188 5.000 940.000 2.500 13 62,50 1.200 3.000.000

1.000 1.000 1.000.000 30 6.000 180.000 188 5.000 940.000 2.600 13 65,00 1.200 3.120.000

2.000 1.000 2.000.000 60 6.000 360.000 214 5.000 1.070.000 6.000 19 75,00 1.200 7.200.000

1.500 1.000 1.500.000 40 6.000 240.000 188 5.000 940.000 4.000 11 66,67 1.200 4.800.000

1.875 1.000 1.875.000 50 6.000 300.000 212 5.000 1.060.000 5.000 13 66,67 1.200 6.000.000

1.500 1.000 1.500.000 40 6.000 240.000 188 5.000 940.000 4.100 10 68,33 1.200 4.920.000

3.000 1.000 3.000.000 80 6.000 480.000 216 5.000 1.080.000 8.000 15 66,67 1.200 9.600.000

3.750 1.000 3.750.000 60 6.000 360.000 291 5.000 1.455.000 9.000 15 60,00 1.200 10.800.000

2.750 1.000 2.750.000 50 6.000 300.000 189 5.000 945.000 7.000 9 58,33 1.200 8.400.000

3.375 1.000 3.375.000 75 6.000 450.000 196 5.000 980.000 9.000 9 60,00 1.200 10.800.000

6.125 1.000 6.125.000 90 6.000 540.000 291 5.000 1.455.000 12.600 11 60,00 1.200 15.120.000

3.500 1.000 3.500.000 105 6.000 630.000 291 5.000 1.455.000 7.700 6 55,00 1.200 9.240.000

4.500 1.000 4.500.000 120 6.000 720.000 286 5.000 1.430.000 12.600 11 70,00 1.200 15.120.000

2.500 1.000 2.500.000 60 6.000 360.000 214 5.000 1.070.000 7.400 5 74,00 1.200 8.880.000

7.500 1.000 7.500.000 150 6.000 900.000 294 5.000 1.470.000 18.000 9 60,00 1.200 21.600.000

6.750 1.000 6.750.000 180 6.000 1.080.000 294 5.000 1.470.000 18.000 8 66,67 1.200 21.600.000

52.625 52.625.000 1.220 7.320.000 3.740 18.700.000 133.500 160.200.000

7.500 1.000 7.500.000 180 6.000 1.080.000 294 5.000 1.470.000 18.000 19 75 1.200 21.600.000

1.000 1.000 1.000.000 30 6.000 180.000 188 5.000 940.000 2.500 5 55 1.200 3.000.000

3.289 1.000 3.289.063 76 6.000 457.500 234 5.000 1.168.750 8.344 11 65 1.200 10.012.500

3,7243 0,0863 0,2646 9,4479

53 Lampiran 3 (Lanjutan) Data Produksi, Faktor Produksi, Harga dan Nilai Beli Prduksi Per Musim Tanam pada Usaha Pendederan Gurame, Desa Petir

Total Biaya Pemasukan Keuntungan R/C

2.956.000 3.000.000 44.000 1,01

2.956.000 3.120.000 164.000 1,06

5.092.000 7.200.000 2.108.000 1,41

3.945.000 4.800.000 855.000 1,22

4.812.500 6.000.000 1.187.500 1,25

3.952.500 4.920.000 967.500 1,24

7.049.500 9.600.000 2.550.500 1,36

8.673.000 10.800.000 2.127.000 1,25

6.706.000 8.400.000 1.694.000 1,25

8.196.500 10.800.000 2.603.500 1,32

12.554.250 15.120.000 2.565.750 1,20

8.573.500 9.240.000 666.500 1,08

10.583.000 15.120.000 4.537.000 1,43

6.145.500 8.880.000 2.734.500 1,44

16.197.000 21.600.000 5.403.000 1,33

15.199.500 21.600.000 6.400.500 1,42

123.591.750 160.200.000 36.608.250

16.197.000 21.600.000 6.400.500 1,44

2.956.000 3.000.000 44.000 1,01

7.724.484 10.012.500 2.288.016 1,27

54 Lampiran 4. Hasil Pendugaan Fungsi Produksi dengan Metode Kuadrat Terkecil

SUMMARY OUTPUT Regression Statistics

Multiple R 0,9759

R Square 0,9523

Adjusted R Square 0,9106 Standard Error 0,0995

Observations 16

Lampiran 5. Hasil Pendugaan Fungsi produksi dengan Statistical Product and Service Solution

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N

Output_ 2.3441 .33293 16

Benih_Gurame_ 2.7834 .32882 16

Urea -4.7096 .60488 16

TSP -5.1723 .54806 16

Kapur -2.7419 .38850 16

Pakan_Postal 1.3947 .33967 16

Tepung_Pelet -2.3293 .39007 16

Tenaga_Kerja -1.0892 .64719 16

55 Lampiran 5 (Lanjutan) Hasil Pendugaan Fungsi produksi dengan Statistical Product and Service Solution

56 Lampiran 5 (Lanjutan) Hasil Pendugaan Fungsi produksi dengan Statistical Product and Service Solution

a. Predictors: (Constant), Tenaga_Kerja, Kapur, Pakan_Postal, Urea, Tepung_Pelet, TSP, Benih_Gurame_

b. Dependent Variable: Output_

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 1.583 7 .226 22.832 .000a

Residual .079 8 .010

Total 1.663 15

a. Predictors: (Constant), Tenaga_Kerja, Kapur, Pakan_Postal, Urea, Tepung_Pelet, TSP, Benih_Gurame_

b. Dependent Variable: Output_

Coefficientsa

Interval for B Correlations Collinearity Statistics

57

58

6 .001 75.016 .05 .01 .61 .09 .14 .03 .16 .19

7

.001 115.43

3 .10 .03 .16 .88 .15 .09 .07 .01

8 .000 276.01

3

.85 .96 .01 .02 .40 .85 .10 .06

a. Dependent Variable: Output_

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value 1.4875 2.8158 2.3441 .32490 16

Std. Predicted Value -2.637 1.452 .000 1.000 16

Standard Error of Predicted

Value .052 .095 .069 .015 16

Adjusted Predicted Value 1.1896 2.7974 2.3667 .40214 16

Residual -.19888 .11537 .00000 .07269 16

Std. Residual -1.998 1.159 .000 .730 16

Stud. Residual -2.342 2.110 -.041 1.044 16

Deleted Residual -.38950 .40644 -.02268 .18923 16

Stud. Deleted Residual -3.906 2.965 -.085 1.433 16

Mahal. Distance 3.143 12.787 6.563 3.318 16

Cook's Distance .000 1.673 .302 .583 16

Centered Leverage Value .210 .852 .438 .221 16

a. Dependent Variable: Output_

59 Lampiran 6. Grafik Normal P-Plot Regression Of Output

Lampiran 7. Grafik Scaterploot

60 Lampiran 8. Contoh Perhitungan Input Produksi Optimal

LnY = a + b1 Ln X1 + b2 Ln X2 + b3 Ln X3 + b4 Ln X4 + b5 Ln X5 + b6 Ln X6 +

Transformasi dengan ketentuan given, maka bentuk persamaannya menjadi Y = 2,6996. X10,7515

61

= 1,1032 (increasing return to scale)

62 Lampiran 9. Nilai Investasi dan Penyusutan Pada Usaha Pendederan Gurame dalam Kondisi Aktual di Desa Petir Tahun 2011

No Komponen Biaya Jumlah Satuan

Harga

Lampiran 10. Nilai Investasi dan Penyusutan Pada Usaha Pendederan Gurame dalam Kondisi Optimal di Desa Petir Tahun 2011

No Komponen Biaya Jumlah Satuan

Harga

Total 34.325.000 292.800 930.150 3.404.250

63 Lampiran 11. Analisis Usaha Pendederan Gurame Pada Kondisi Aktual dan Optimal Tahun 2011

Keterangan

Kondisi

Aktual Optimal

Keterangan Rp Keterangan Rp

Investasi

Total Investasi 28.445.000 34.325.000

Biaya Tetap

Tenaga Kerja (Teknisi) Rp/thn 2.340.000 Rp/thn 3.744.000

Gaji Pegawai Rp/thn 0 Rp/thn 4.800.000

PBB Rp/thn 26.490 Rp/thn 26.490

Pemeliharaan Rumah Jaga Rp/thn 0 Rp/thn 250.000

Penyusutan Rp/thn 405.500 Rp/thn 930.150

Perbaikan Kolam Rp/thn 0 Rp/thn 400.000

Total Biaya Tetap 2.771.990 10.150.640

Biaya Variabel

Benih 26.184 5.236.759 75.234 15.046.701

Urea 14 27.371 927 1.853.522

Total Biaya Variabel 13.109.616 22.810.217

Modal Kerja 15.881.606 32.960.857

Penerimaan

Gurame Ukuran Ngorek (10-11 cm) 17.019 20.423.359 48.902 58.682.135

Total Penerimaan 20.423.359 58.682.135

Keuntungan (Rp) 4.541.753 25.721.278

Keuntungan Per Musim Tanam (Rp) 2.270.876 12.860.639

Analisis Usaha

R/C 1,29 1,78

Pay Back Period (Tahun) 1,39 0,58

Break Even Point (Rp) 7.740.681 16.605.224

Break Even Point (ekor) 3.964 11.319

64 Lampiran 12. Perhitungan Analisis Usaha pada Kondisi Aktual dan Optimal pada Usaha Pendederan Gurame di Desa Petir Luas Lahan 883 m2

Analisis Usaha pada Kondisi Aktual dalam Setahun Keuntungan = TR - TC

= Rp. 20.423.359 – Rp. 15.881.606

= Rp. 4.541.753

R/C = TR/TC

= Rp. 20.423.359/ Rp. 15.881.606

= 1,29

PP = Total Investasi/Keuntungan x 1 tahun

= Rp. 28.445.000/Rp. 4.541.359 x 1 tahun

= 1,39 Tahun (16,68 bulan) BEP Produksi (Rp) =

= Rp 2.771.990

1- Rp. 13.109.616/Rp. 20.423.359 = Rp 7.740.681

BEP Volume (ekor) =

= Rp. 2.771.990 Rp.1200-Rp.501

= 3.964 ekor

Analisis Usaha pada Kondisi Optimal dalam Setahun Keuntungan = TR - TC

= Rp 58.682.135 – Rp 32.960.857

= Rp 25.721.278

R/C = TR/TC

= Rp 58.682.135 / Rp 32.960.857

= 1,78

PP = Total Investasi/Keuntungan x 1 tahun

= Rp 34.325.000 /Rp 25.721.278 x 1 tahun

= 0,58 tahun (6,96 bulan)

65 BEP Produksi (Rp) =

= Rp. 10.150.640

1-Rp. 22.810.217/Rp. 58.682.135 = Rp. 16.605.224

BEP Volume (ekor) =

= Rp.10.150.640 Rp. 1200-Rp. 303

= 11.319 ekor

Lampiran 13. Kenaikan Harga Benih Berdasarkan Tahun

Tahun Harga Benih Ukuran Kuaci Presentase Kenaikan

2002-2005 Rp. 120-130 -

2005-2008 Rp. 135-145 12 %

2008-2011 Rp. 165-200 20%

Sumber : Data Primer, 2011

66 Lampiran 14. Cash Flow Usaha Pendederan Gurame Pada Kondisi Optimal 42 ekor/m2

No

dengan Skenario 1 (Lahan Milik Sendiri) di Desa Petir Tahun 2011

Uraian Tanpa Proyek Tahun

0 1 2 3 4 5

A Inflow

Penjualan Benih 20.423.359 58.682.135 58.682.135 58.682.135 58.682.135 58.682.135

Nilai sisa 3.404.250

Total Inflow 20.423.359 58.682.135 58.682.135 58.682.135 58.682.135 62.086.385 B Outflow

1 Biaya Investasi

Lahan Tanah 26.490.000 26.490.000

Pembuatan Kolam 1.600.000 1.600.000

Rumah Jaga (Saung) 0 1.500.000

Tabung Oksigen 0 1.500.000

Hapa (2x3 m) 0 2.400.000

Total Investasi 28.445.000 34.325.000 0 0 30.000 80.000 80.000

2 Biaya Tetap -

Tenaga Kerja (Teknisi) 2.340.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000

Gaji Pegawai 0 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000

PBB 26.490 26.490 26.490 26.490 26.490 26.490

Pemeliharaan Rumah Jaga 0 250.000 250.000 250.000 250.000 250.000

Penyusutan 405.500 0 0 0 0 0

Niai Sewa Kolam 0 0 0 0 0 0

Perbaikan Kolam 0 400.000 400.000 400.000 400.000 400.000

Total Biaya Tetap 2.771.990 9.220.490 9.220.490 9.220.490 9.220.490 9.220.490 3 Biaya Variabel

Benih 5.236.759 15.046.701 15.046.701 15.046.701 15.046.701 15.046.701

Urea 27.371 1.853.522 1.853.522 1.853.522 1.853.522 1.853.522

TSP 21.875 21.875 21.875 21.875 21.875 21.875

Kapur 331.547 91.122 91.122 91.122 91.122 91.122

Postal 6.577.194 1.616.543 1.616.543 1.616.543 1.616.543 1.616.543

Tepung Pelet 914.870 3.480.454 3.480.454 3.480.454 3.480.454 3.480.454

Plastik Panen 0 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000

Isi Oksigen 0 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000

Total Biaya Variabel 13.109.616 22.810.217 22.810.217 22.810.217 22.810.217 22.810.217 Total Outflow 44.326.606 34.325.000 32.030.707 32.030.707 32.060.707 32.110.707 32.110.707 Net benefit (23.903.247) (34.325.000) 26.651.428 26.651.428 26.621.428 26.571.428 29.975.678 Incremental Net Benefit (58.228.247) 50.554.675 50.554.675 50.524.675 50.474.675 53.878.925

DF 6% 1,00 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75

PV (58.228.247) 47.693.090 44.993.481 42.421.491 39.980.670 40.261.467

NPV 157.121.952

PV Positif 215.350.199

PV Negatif (58.228.247)

IRR 72%

Net B/C 3,70

67 Lampiran 15. Cash Flow Usaha Pendederan Gurame Pada Kondisi Optimal Teknis 25 ekor/m2

No

dengan Skenario 2 (Lahan Milik Sendiri) di Desa Petir Tahun 2011

Uraian Tanpa Proyek Tahun

0 1 2 3 4 5

A Inflow

Penjualan Benih 20.423.359 34.437.000 34.437.000 34.437.000 34.437.000 34.437.000

Nilai sisa 3.404.250

Total Inflow 20.423.359 0 34.437.000 34.437.000 34.437.000 34.437.000 37.841.250 B Outflow

1 Biaya Investasi

Lahan Tanah 26.490.000 26.490.000

Pembuatan Kolam 1.600.000 1.600.000

Rumah Jaga (Saung) 0 1.500.000

Tabung Oksigen 0 1.500.000

Hapa (2x3 m) 0 2.400.000

Total Investasi 28.445.000 34.325.000 0 0 30.000 80.000 80.000

2 Biaya Tetap

Tenaga Kerja (Teknisi) 2.340.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000

Gaji Pegawai 0 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000

PBB 26.490 26.490 26.490 26.490 26.490 26.490

Pemeliharaan Rumah Jaga 0 250.000 250.000 250.000 250.000 250.000

Penyusutan 405.500 0 0 0 0 0

Niai Sewa Kolam 0 0 0 0 0 0

Perbaikan Kolam 0 400.000 400.000 400.000 400.000 400.000

Total Biaya Tetap 2.771.990 9.220.490 9.220.490 9.220.490 9.220.490 9.220.490 3 Biaya Variabel

Benih 5.236.759 8.830.000 8.830.000 8.830.000 8.830.000 8.830.000

Urea 27.371 24.724 24.724 24.724 24.724 24.724

TSP 21.875 35.320 35.320 35.320 35.320 35.320

Kapur 331.547 110.375 110.375 110.375 110.375 110.375

Postal 6.577.194 680.000 680.000 680.000 680.000 680.000

Tepung Pelet 914.870 0 0 0 0 0

Pakan Pelet 0 812.316 812.316 812.316 812.316 812.316

Plastik Panen 0 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000

Isi Oksigen 0 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000

Total Biaya Variabel 13.109.616 11.192.735 11.192.735 11.192.735 11.192.735 11.192.735 Total Outflow 44.326.606 34.325.000 20.413.225 20.413.225 20.443.225 20.493.225 20.493.225 Net benefit (23.903.247) (34.325.000) 14.023.775 14.023.775 13.993.775 13.943.775 17.348.025 Incremental Net Benefit (58.228.247) 37.927.022 37.927.022 37.897.022 37.847.022 41.251.272

DF 6% 1,00 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75

PV (58.228.247) 35.780.210 33.754.915 31.819.071 29.978.387 30.825.350

NPV 103.929.685

PV Positif 162.157.932

PV Negatif (58.228.247)

IRR 50%

Net B/C 2,78

68 Lampiran 16. Cash Flow Usaha Pendederan Gurame Pada Kondisi Optimal 42 ekor/m2

No

dengan Skenario 3 (Lahan Sewa) di Desa Petir Tahun 2011

Uraian Tanpa Proyek Tahun

0 1 2 3 4 5

A Inflow

Penjualan Benih 20.423.359 58.682.135 58.682.135 58.682.135 58.682.135 58.682.135

Nilai sisa 3.404.250

Total Inflow 20.423.359 0 58.682.135 58.682.135 58.682.135 58.682.135 62.086.385 B Outflow

1 Biaya Investasi

Lahan Tanah 26.490.000 0

Pembuatan Kolam 1.600.000 0

Rumah Jaga (Saung) 0 1.500.000

Tabung Oksigen 0 1.500.000

Hapa (2x3 m) 0 2.400.000

Total Investasi 28.445.000 6.235.000 0 0 30.000 80.000 80.000

2 Biaya Tetap

Tenaga Kerja (Teknisi) 2.340.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000

Gaji Pegawai 0 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000

PBB 26.490 26.490 26.490 26.490 26.490 26.490

Pemeliharaan Rumah Jaga 0 250.000 250.000 250.000 250.000 250.000

Penyusutan 405.500 0 0 0 0 0

Niai Sewa Kolam 0 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000

Perbaikan Kolam 0 400.000 400.000 400.000 400.000 400.000

Total Biaya Tetap 2.771.990 11.620.490 11.620.490 11.620.490 11.620.490 11.620.490 3 Biaya Variabel

Benih 5.236.759 15.046.701 15.046.701 15.046.701 15.046.701 15.046.701

Urea 27.371 1.853.522 1.853.522 1.853.522 1.853.522 1.853.522

TSP 21.875 21.875 21.875 21.875 21.875 21.875

Kapur 331.547 91.122 91.122 91.122 91.122 91.122

Postal 6.577.194 1.616.543 1.616.543 1.616.543 1.616.543 1.616.543

Tepung Pelet 914.870 3.480.454 3.480.454 3.480.454 3.480.454 3.480.454

Plastik Panen 0 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000

Isi Oksigen 0 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000

Total Biaya Variabel 13.109.616 22.810.217 22.810.217 22.810.217 22.810.217 22.810.217 Total Outflow 44.326.606 6.235.000 34.430.707 34.430.707 34.460.707 34.510.707 34.510.707 Net benefit (23.903.247) (6.235.000) 24.251.428 24.251.428 24.221.428 24.171.428 27.575.678 Incremental Net Benefit (30.138.247) 48.154.675 48.154.675 48.124.675 48.074.675 51.478.925

DF 6% 1,00 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75

PV (30.138.247) 45.428.939 42.857.489 40.406.405 38.079.645 38.468.047

NPV 175.102.279

PV Positif 205.240.526

PV Negatif (30.138.247)

IRR 144%

Net B/C 6,81

69 Lampiran 17. Cash Flow Usaha Pendederan Gurame Pada Kondisi Optimal 25 ekor/m2

No

dengan Skenario 4 (Lahan Sewa) di Desa Petir Tahun 2011

Uraian Tanpa Proyek Tahun

0 1 2 3 4 5

A Inflow

Penjualan Benih 20.423.359 34.437.000 34.437.000 34.437.000 34.437.000 34.437.000

Nilai sisa 3.404.250

Total Inflow 20.423.359 0 34.437.000 34.437.000 34.437.000 34.437.000 37.841.250 B Outflow

1 Biaya Investasi

Lahan Tanah 26.490.000 0

Pembuatan Kolam 1.600.000 0

Rumah Jaga (Saung) 0 1.500.000

Tabung Oksigen 0 1.500.000

Hapa (2x3 m) 0 2.400.000

Total Investasi 28.445.000 6.235.000 0 0 30.000 80.000 80.000

2 Biaya Tetap

Tenaga Kerja (Teknisi) 2.340.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000 3.744.000

Gaji Pegawai 0 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000

PBB 26.490 26.490 26.490 26.490 26.490 26.490

Pemeliharaan Rumah Jaga 0 250.000 250.000 250.000 250.0000 250.000

Penyusutan 405.500 0 0 0 0

Niai Sewa Kolam 0 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000

Perbaikan Kolam 0 400.000 400.000 400.000 400.000 400.000

Total Biaya Tetap 2.771.990 11.620.490 11.620.490 11.620.490 11.620.490 11.620.490

3 Biaya Variabel -

Benih 5.236.759 8.830.000 8.830.000 8.830.000 8.830.000 8.830.000

Urea 27.371 24.724 24.724 24.724 24.724 24.724

TSP 21.875 35.320 35.320 35.320 35.320 35.320

Kapur 331.547 110.375 110.375 110.375 110.375 110.375

Postal 6.577.194 680.000 680.000 680.000 680.000 680.000

Tepung Pelet 914.870 0 0 0 0 0

Pakan Pelet 0 812.316 812.316 812.316 812.316 812.316

Plastik Panen 0 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000

Isi Oksigen 0 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000

Total Biaya Variabel 13.109.616 11.192.735 11.192.735 11.192.735 11.192.735 11.192.735 Total Outflow 44.326.606 6.235.000 22.813.225 22.813.225 22.843.225 22.893.225 22.893.225 Net benefit (23.903.247) (6.235.000) 11.623.775 11.623.775 11.593.775 11.543.775 14.948.025 Incremental Net Benefit (30.138.247) 35.527.022 35.527.022 35.497.022 35.447.022 38.851.272

DF 6% 1,00 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75

PV (30.138.247) 33.516.059 31.618.923 29.803.984 28.077.362 29.031.931

NPV 121.910.012

PV Positif 152.048.259

PV Negatif (30.138.247)

IRR 103%

Net B/C 5,05

70 Lampiran 18. Cash Flow Usaha Pendederan Gurame Pada Kondisi Optimal 42 ekor/m2

No

, Skenario 1 dengan Asumsi Kenaikan Harga Benih 20% di Desa Petir Tahun 2011

Uraian Tanpa Proyek Tahun

Uraian Tanpa Proyek Tahun

Dokumen terkait